London Love Story

London Love Story
Bingung


__ADS_3

Setelah makan malam dan berbincang sebentar Erland meminta izin lebih dulu ke kamar ,namun saat akan naik ke lantai dua ,dia melihat Edward dan Nova akan turun ke bawah .


Sekilas Erland menatap ke arah Nova ,apa wanita itu baik² saja pikir Erland !! Nova merasa di perhatikan langsung menatap Erland tersenyum lembut .


membuat Erland langsung membuang wajahnya ke arah lain lalu melanjutkan langkahnya .


" Mau istirahat " Tanya Edward saat keduanya berpapasan .


" Hebm " Jawab Erland seadanya.


Edward kembali melanjutkan langkahnya begitu juga Erland , peserta yang ada di situ melihat interaksi keduanya hanya bisa menghela napas panjang .


Sesampainya di kamar Erland tidak langsung istirahat melainkan ke arah balkon,sudah lama dia tidak menikmati waktunya seperti ini setelah memutuskan untuk tinggal di London kehidupan nya berubah begitu cepat karena dia di sibukkan dengan perusahaan dan terpaksa harus memahami semua tentang urusan perusahan.


Erland membaringkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di di luar itu membiarkan angin malam menyentuh kulit halusnya .


" Kau semakin cantik,apa hidup mu sekarang baik² saja !! Seperti nya begitu aku bahagia melihat nya " Gumam Erland .


" Anak² mu juga begitu lucu ,kau hebat karena sudah menjadi ibu dari 4 orang anak sekarang pun kamu tengah hamil . " Lanjutnya lagi .


Kehamilan !!


Erland kembali mengingat Aurellia apa wanita itu baik² saja ,apa dia kembali muntah ,apa dia belum makan malam ???


Seingat Erland dia akan mual saat akan mencium aroma masakan yang tidak sesuai dengan indera penciuman nya .


Memikirkan itu Erland mengusap wajahnya kasar,dia kesal sendiri karena perasaan nya .


Sedangkan di sisi lain setelah menyelesaikan makan malamnya di kamar , Aurellia langsung membaringkan tubuhnya setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian tidurnya .


" Tolong katakan apa yang harus aku lakukan ? Aku bukan tidak menyayangi mu atau tidak menginginkan mu tapi aku sendiri bingung ,maaf sebelumnya aku berniat membunuh mu tapi percaya lah itu tidak sepenuhnya karena aku sendiri bingung dengan perasaannya dan sikapnya yang selalu berubah² ,dan aku juga sadar siapa wanita yang di cintai nya itu kenapa aku tidak ingin hubungan kami terlalu jauh hanya karena kehadiran mu dan membuat semuanya jadi canggung " Aurellia mengajak sang calon anak berbicara sambil mengusap perut nya yang masih rata " Tapi kini kamu sudah sadar , katakan lah apa yang harus aku lakukan ?? Melihat sikap nya kemarin membuat ku semakin yakin jika memang hubungan kami hanya sebatas di atas ranjang saja " Lanjutnya dengan napas yang tersengal menahan sesak di dadanya.


" Datanglah dalam mimpi ku, aku akan melakukan apa pun nantinya !! Maaf jika aku egois dan jahat terhadap mu " Ujar Aurellia serak kedua tangan nya meremas perutnya dengan kuat ,cairan bening mulai memenuhi pipi halusnya .


" Maaf....Maaf " Ujar Aurellia terisak kini dia memeluk perutnya sendiri .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya Aurellia harus terbangun saat merasakan hal perut nya seperti di aduk hingga dia langsung berlari ke kamar mandi .


Huek ....heuk ..... heuk


Aurellia mengeluarkan isi perut nya kedua tangan nya meremas ujung wastafel dengan kuat .


" Seperti nya aku harus terbiasa " Gumam Aurellia lirih ,saat Aurellia akan mencuci mulutnya dia kembali mengeluarkan isi mulutnya.


Huek....Huek ....Huek ....

__ADS_1


Aurellia tidak kuat lagi tubuhnya langsung luruh kelantai setelah mengeluarkan semua isi perutnya , lehernya terasa sakit yang terus mengeluarkan isi perutnya .


Untuk beberapa menit dia masih terdiam dalam kamar mandi hingga merasa sedikit membaik Aurellia berdiri mencuci mulutnya .


Aurellia memilih membersihkan tubuhnya nya agar badannya membaik ,setelah selesai dia langsung mengganti pakaian nya dan membersihkan tempat tidurnya .


Sekalipun dia masih lemas tapi dia tidak ingin membuat keluarga khawatir dan curiga tentang keadaan nya .


" Selamat pagi Bu " Ujar Aurellia tersenyum menghampiri Rosna di dapur karena wanita itu menyiapkan sarapan pagi mereka .


"Pagi, koh sudah bangun , istirahat saja dulu kak " Ujar Rosna lembut .


" Ibu masak apa " Tanya Aurellia duduk di kursi makan .


" Nasi goreng seperti biasa untuk bekal Azzam ,lalu sandwich daging untuk Gisel dan bekal ayah " Jawab Rosna tersenyum .


" Aurel nasi goreng saja Bu " Ujarnya lalu berdiri mengambil air hangat " Apa ada buah di kulkas Bu " Tanya Aurellia pelan .


" Kayanya ada ,ibu belum belanja nak " Jawab Rosna .


"Lagi gosip kan apa " Kedua wanita itu menatap ke sumber suara lalu tersenyum .


" Gosipin ayah, yang tidak peka karena membiarkan Ibu memasak sendirian di rumah " Ujar Aurellia tertawa kecil .


" Salahkan ibu mu, karena dia tidak mau orang lain melayani suami dan anaknya, CUP " Jawab Rehan memeluk Rosna dan mencium pipinya .


" Oh God mata suciku " Rehan dan Rosna langsung tertawa mendengar jawaban Aurellia.


" Bertemu teman " Jawab Aurellia seadanya


" Jangan lupa malam nanti ke rumah utama " Aurellia hanya mengaguk sebagai jawabannya .


" Aku pinjam mobil ayah ya " Rehan mengaguk lalu melepaskan pelukannya di perut Rosna.


" Aku olahraga dulu ' Rosna hanya menggaguk sebagai jawabannya .


Kini di dapur tinggal Rosna dan Aurellia kedua nya sibuk dengan pekerjaan mereka masing,di mana Aurellia mengupas buah kiwi entah kenapa dia menginginkan buah yang berwarna hijau itu .


🪵


🪵


🪵


Di rumah utama para peserta sudah mulai memenuhi meja makan hanya tinggal satu kursi saja yang kosong sebelum penghuni nya mengisinya .


" Morning " Erland langsung duduk di kursinya d samping Eric .

__ADS_1


" Morning "


" Morning Uncle " Erland menatap para bocil dan tersenyum tipis .


" Mau ikut Abang ke kantor " Tawar Edward menatap Erland .


" Nanti aku ke sana " Jawab Erland seadanya .


" Ade mau ke luar " Erland mengagguk sebagai jawaban nya " Dengan siapa ?? Apa Ade punya kekasih " Erland menghela napas panjang lalu menatap Adara yang tersenyum lebar " Ya dengan kekasih ku " Jawab Erland membuat peserta yang di situ menatap ke arahnya selain para bocil dan Della.


" serius ?? Siapa " Tanya Raine antusias .


" Bradley Alexander Agrata,jika mommy ingin bertemu dengan nya Erland akan membuat janji ,tapi sepertinya tidak usah karena dia akan datang sendiri bukan ?" Jawab Eland tenang sambil menggigiti roti yang sudah di olesi slei .


" Apa kamu jeruk makan jeruk " Tanya Bara .


" Apa kakak perna melihat jeruk makan jeruk ,bahkan aku saja jarang makan buah itu " Jawab Erland .


"Semakin pintar dia bicara " Ujar Jeje tersenyum .


" Karena saya di lahirkan untuk pintar " Jeje langsung menutup mulutnya rapat .


"Raymond kirim anakmu kembali ke London " Ujar Alan tertawa kecil .


" Why ?? Bahkan aku bangga dengan nya " Jawab Raymond tersenyum miring .


" atur bahasa mu saat di depan anak² " Erland menatap Edward yang fokus pada makanan nya .


" Aku akan usahakan, tapi aku tidak janji untuk tidak mengulangi nya " jawab Erland datar .


Hebm


Henry berdehem untuk mencair kan suana yang seperti nya sudah mulai canggung .


" Jangan pulang telat,nanti malam kita makan malam bersama !! Besok pagi kita ke rumah Eyang " Ujar Henry serius .


" Sebelum pergi dengan Bradley sapa dulu Eyang penjaga sudah menyiapkan bunga di belakang " Erland mengaguk saja sebagai jawaban nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2