
Pagi harinya semua orang sudah berkumpul masing² memegang satu tangkai bunga untuk di letakan di atas pusaran Mommy Ellena .
Tapi ada yang membuat Erland bingung ,yaitu tidak melihat keberadaan Aurellia hingga dia memutuskan untuk melihat wanita itu di kamar tamu yang dia tepati .
" Mau ke mana Boy " Tegur Jose .
" Lihat Aurellia " Jawabnya jujur lalu melanjutkan langkahnya .
Mendengar jawaban Erland semua orang menatap sekeliling mereka ,Benar saja mereka tidak melihat keberadaan wanita itu .
" Buatkan minuman herbal " Ujar Daddy Radit .
" Iya Dad " Jawab Elsa lalu memberikan bunganya pada Alan .
" Apa kamu ingin menyatakan cintamu " Elsa mendengus kesal meninggalkan mereka begitu saja .
" Kau menggoda nya di waktu yang salah " Ujar Jose tertawa kecil begitu juga Alan .
" Mommy lihat Erland dulu " Ujar Elvi .
" Ikut Mom " Jawab Adara .
" Saya ....juga ...Nyonya " Timpal Rosna terbata lalu mengikuti langkah kedua majikannya .
Ceklek
Erland membuka pintu kamar dengan perlahan ,syukur Aurellia tidak mengunci nya sehingga dia bisa masuk .
Hal pertama yang di lihat adalah tempat tidur di mana sudah tidak ada penghuninya nya .
Huek ....Huek ....Huek
Langkah Erland langsung berbelok ke arah kamar mandi dengan cepat .
Tok ....tok ...tok...
" Aurellia are you ok " Ujar Erland dari depan pintu kamar mandi .
" Aurellia " Panggil Erland lagi .
Ceklek
" Are you ok " Erland langsung memeluk tubuh Aurellia saat melihat wanita itu akan terjatuh .
" Lemas " Jawabnya Lirih, Erland membawa Aurellia ke arah tempat tidur dengan pelan .
" Kenapa sayang , Aurellia muntah " Erland menatap ke sumber suara karena memang pintunya tidak tertutup .
" Iya Oma " Jawab Erland .
__ADS_1
Rosna mendekati Aurellia lalu duduk di samping nya,sedangkan Erland berdiri di depan wanita itu sambil memeluknya tangan kanannya terus mengusap punggung Aurellia.
" Sudah baikan " Tanya Rosna lembut , Aurellia membuka kedua matanya menatap Rosna dengan mata berkaca-kaca.
" Sakit " Jawabnya lirih ,Rosna mengelus lengan Aurellia dengan lembut " Hanya sementara sabar ya , semua orang hamil mengalami hal seperti ini begitu juga dengan ibu dulu " Jawabnya dengan lembut .
Erland menatap ke arah bawah di mana menatap Aurellia yang berbicara dengan ibunya .
' Aurellia muntah " Adara dan Elvi mengagukan kepalanya " Sayang minum biar lebih enakan " Ujar Elsa lembut lalu memberikan pada Rosna .
" Minum dulu ya " Aurellia mengaguk, Erland pun melepaskan pelukannya membiarkan Aurellia minum .
" Oma ,mommy sama Aunty duluan saja ke belakang ,nanti Erland sama Aurellia nyusul " Ujar Erland .
" Jangan lama " Ujar Elvi
" Iya Oma " Jawab Erland .
" Sudah baikan " Aurellia mengaguk " Sudah Bu " Jawab Aurellia .
" kalau begitu ibu ke luar dulu, langsung mandi " Aurellia mengagukan kepalanya " Habisin dulu " Pinta Rosna .
" Darl " Panggil Erland lembut " Mau mandi " Aurellia mengaguk " Bisa " Lanjutnya .
" Bisa ,sudah mendingan " Jawab Aurellia .
" Aku antar " Aurellia menggeleng "Jangan lama ,aku tunggu di sini " Aurellia mengaguk lalu meninggalkan Erland sendirian di kamar .
Di taman belakang Elvi ,Adara ,Elsa dan Rosna sudah bergabung kembali .
" Aurellia mual " Ujar Rosna saat melihat tatapan suaminya.
" Parah " Rosna mengaguk tersenyum " Seperti orang hamil biasanya " Rehan tidak bertanya lagi karena dia sudah paham .
" Aurellia sama Erland mana Baby " Tanya Raymond pada Adara .
" Erland lagi tunggu Aurellia mandi " Jawab Adara seadanya .
" Oma kapan kita ke rumah Eyang " Tanya Della menatap Elvi .
" Tunggu Uncle Erland sama Aunty Aurellia ya " Jawab Elvi mengelus kepala Della .
" Della duluan saja ya ,soalnya Della sudah janji mau main sama mereka " Elvi menarik sudut bibirnya saat melihat para bocil yang sudah rapi dan memegang setangkai bunga .
" baiklah " Jawab Elvi membuat Della tersenyum senang .
" Ayo ..ayo jejer yang rapi , yang paling pendek di depan " Titah Della serius .
Mendengar ucapan Della para bocil langsung mengambil posisi sesuai ucapan Della .
__ADS_1
" Sampai di rumah Eyang jangan bertengkar kita berdoa setelah itu kakak Della akan menemani kalian main,paham " Ujar Della .
" Iya Kak " jawab mereka bersamaan .
Riane dan Reza terkekeh geli melihat tingkah Della begitu juga yang lainnya ,apa lagi Jose sampai merinding melihat tingkah Cucu nya itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Maaf " Semua orang menatap ke sumber suara .
" Sudah baikan " Erland mengagguk " Sudah jauh lebih baik " Jawabnya .
" Suruh mereka ke luar sudah terlalu lama mereka berada di dalam sana " Ujar Daddy Radit pada penjaga .
" Baik tuan besar " Jawab Penjaga .
" bunga nya sayang " Aurellia mengaguk tersenyum " terimakasih nyonya " Ujar Aurellia menundukkan kepalanya.
" Ayo " Ujar Daddy Radit saat melihat para bocil sudah ke luar .
Henry mendorong kursi roda Daddy Radit menuju rumah kaca , sesampainya mereka di sana satu persatu meletakan bunga yang mereka bawa lalu mengambil tempat duduk masing-masing .
Satu persatu langsung memanjakan doa untuk Mommy Ellena begitu juga Daddy Radit .
Mom ,ini tahun kelima mommy meninggal kan Daddy tapi percayalah rasa cinta daddy tidak pernah hilang ataupun berkurang , bahkan masih terekam jelas saat detik² mommy meninggalkan Daddy tapi Daddy sudah berjanji tidak akan Menangis apa lagi terpuruk sekalipun Daddy ingin sekali menangis dan berteriak ,tapi di sisi lain Daddy memikirkan anak² dan yang lainnya yang juga kehilangan mommy , Daddy yakin kita bertemu kembali di surga nanti seperti janji Mommy untuk selalu menunggu dan menjemput Daddy saat waktunya tiba Batin Daddy Radit.
Setelah beberapa menit satu persatu sudah meninggalkan rumah kaca itu tapi tidak dengan Aurellia dan Erland .
" Eyang " Panggil Erland pelan .
" Kemarin Erland berjanji untuk membawa mereka bertemu Eyang ,kini mereka sudah berada di sini untuk menyapa Eyang " Lanjutnya dengan lembut .
" Selamat pagi Nyonya besar " Sapa Aurellia saat Erland memberikan kode .
" Erland harap Eyang merestui hubungan kami Dan menjadi orang tua yang baik untuk Cicit Eyang " Ujar Erland lembut .
" Eyang kami pamit ya, karena masih ada hal yang harus kami urus agar nantinya tidak menjadi hal buruk pada keluarga kami ,by Eyang i Love you" Pamit Erland lalu mencium batu nisan mommy ellena .
" Ayo " Aurellia menerima uluran tangan Erland " Kau siap " Aurellia mengaguk pelan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘