
Setelah mengambil obat mual dan vitamin Aurellia kini Erland,Brad dan Aurellia sudah berada di mall ,lebih tepatnya di parkiran karena mereka menunggu wanita hamil itu bangun.
Entah bawaan hamil atau apa pun itu ,tapi Erland sedikit paham tentang orang hamil jadi dia membiarkan wanita itu tidur ,mungkin dia kelelahan karena setelah kembali dari mengambil obat mualnya dia melihat Aurellia sudah tertidur .
" Apa kita akan terus menunggu tuan " Erland menatap Brad lewat kaca spion lalu mengaguk " Aku tidak ingin di amuk Brad " Brad pun mengaguk sebagai jawabannya .
Sekalipun dia tidak pernah menghadapai orang hamil,tapi karena permintaan tuan nya akhirnya dia pun mencari tahu apa yang harus di lakukan saat menghadapi wanita hamil ,salah satunya seperti sekarang .
Jam terus berputar kedua pria yang ada dalam mobil itu hanya bisa menghilangkan rasa bosan bermain dengan ponsel yang sejak tadi berada di tangan mereka .
Secara perlahan Aurellia membuka matanya dengan pelan hingga dia menyadari jika dirinya tertidur di mobil .
" Tuan " Erland dan Brad langsung menatap ke arah Aurellia .
" Kau sudah bangun " Aurellia mengaguk " Maaf , kenapa tidak membangunkan saja " Tanya Aurellia .
" Tidak papa ,sudah siap mau beli susu atau masih mau istirahat " Tanya Erland .
" Bisa saya tunggu di mobil saja " Erland belum memberikan reaksi apa pun " mual ,bau " Lanjutnya .
" Biar saya saja tuan yang masuk, Mau susu rasa apa " Tanya Brad yang masih menatap Aurellia .
" Apa saya bisa minum Susu coklat " Tanya nya sambil menatap ke dua pria yang ada di dekat nya .
" Apa kamu begitu menyukai coklat " Tanya balik Erland membuat Aurellia terdiam .
Sejak tadi wanita itu membahas coklat ,bahkan hanya karena sebuah coklat membuatnya hampir menangis jika saja Erland tidak membawanya segera pergi .
" Hanya pengen saja " jawabnya lirih .
" Belikan saja Brad " Ujar Erland .
" Apa tuan yakin ,tidak ingin bertanya dulu sama Nyonya Amanda ??" Erland mengusap wajahnya kasar ingin sekali membunuh orang saat ini .
" Maaf " Cicit Aurellia menunduk ,Erland menatap Aurellia sekilas lalu menelpon Amanda.
Dret ....dret....dret.....
" Sudah ambil vitamin sama obat mualnya " Tanya Amanda saat panggilan sudah terhubung .
" Sudah ,Apa bisa beli susunya yang rasa coklat " Tanya Erland to the poin .
" Bisa, tidak papa " Jawab Amanda .
" Ok " Ujar Erland lalu mematikan panggilan nya sepihak .
" Keluarlah, belikan rasa coklat untuk stok 2 minggu " Titah Erland .
" Baik tuan " Jawab Brad lalu ke luar dari mobil dengan memakai masker dan juga topi .
__ADS_1
Dia terlalu malas meladeni para wanita dan yang lainnya, sekalipun mereka bukan keturunan klan dari keluarga Mateo .
Tapi jangan salah anak dari pengawal keluarga Mateo juga terkenal .
Setelah kepergian Brad , Aurellia menarik ujung baju Erland membuat pria itu menatap ke arahnya tanpa mengatakan apa pun .
" Boleh peluk tuan " Tanya Aurellia lirih sambil menunduk, Dia sendiri tidak paham kenapa tiba² ingin memeluk pria itu .
" Masih mau tidur " Inilah kebiasaan Erland dia akan kembali bertanya tanpa berniat menjawab pertanyaan orang lain .
" Tidak ,hanya ....." Erland menggeser tempat duduknya lalu menarik tubuh Aurellia hingga masuk dalam pelukannya .
" Segini " Aurellia mengaguk malu lalu melingkar kan kedua tangan nya di pinggang Erland dan menenggelamkan wajahnya di dada pria itu menghirup aroma tubuh Erland membuat dia tenang .
Erland kembali fokus bermain dengan ponselnya sedangkan tangan kirinya mengelus belakang Aurellia .
Beberapa menit berada di pelukan Erland membuat Aurellia menginginkan yang lain ,lalu dia menatap Erland tapi dia tidak punya keberanian untuk mengatakan nya .
Lagian kenapa dia harus menginginkan itu, Aurellia memejamkan matanya kuat menggigit bibir bawahnya antara ingin menyampaikan atau tidak aroma maskulin dari tubuh Erland membuatnya semakin tidak bisa tenang .
" Kenapa " Tanya Erland saat melihat kegelisahan Aurellia hingga membuat pria itu menyimpan ponselnya di saku pintu mobil .
" Tidak tuan " Jawabnya di ikuti gelangan kepala .
" Katakan saja ,kau menginginkan sesuatu " Aurellia mengaguk tapi dia tidak berani mengatakannya.
" Bicaralah apa kamu ingin baby ileran " Aurellia kembali menggeleng ,tapi dia bingung harus mengatakan seperti apa .
Tapi bukan kah wajar ,karena akan menikah bukan ? Jadi tidak masalah jika dia memintanya karena Erland akan menjadi suaminya .
Suami !! Aurellia tersenyum malu semakin menenggelamkan wajahnya di dada Erland tanpa dia sadari jika Erland sedang menatap nya datar dan dingin .
Tapi tunggu dulu , Aurellia kembali terdiam ini kenginginan anaknya ! Ya keinginan anaknya pikir Aurellia mantap .
" Sudah " Aurellia menatap Erland yang masih menatapnya datar " Apa yang kamu inginkan " Lanjutnya lagi .
" Boleh itu " Tanya Aurellia terbata .
" Itu yang mana " Aurellia menundukkan kepalanya menatap ke arah bawa Erland " Kau ingin berhubungan " Tanya Erland saat melihat tatapan Aurellia .
" Maaf tuan ,saya tidak bermaksud....."
" Tunggu sebentar baru kita ke hotel,kita tidak mungkin melakukan nya dalam mobil " Potong Erland cepat , Aurellia mengaguk sambil menunduk malu bahkan kini wajahnya sudah memerah .
Beberapa menit kemudian Brad sudah kembali membawa susu kotak dengan rasa coklat sesuai kenginginan Ibu hamil itu .
" Maaf tuan " Ujar Brad saat masuk dalam mobil .
" Ke hotel Brad " Bradley langsung menatap Erland dari kaca spion bahkan dia sampai mengurungkan niatnya memasang seat belt nya .
__ADS_1
" Tuan " Panggil Brad datar " Apa tidak bisa ....."
" bisa ,tapi tidak dengan nya " Kini Brad menatap Aurellia yang sudah menyembunyikan wajahnya di dada Erland .
Brad tidak bertanya lagi ,dia memasang seat belt nya lalu menyalakan mobil meninggalkan mall besar itu .
" Berapa kotak " Tanya Erland .
" 20 kotak " Jawab Brad .
" Apa cukup ? sehari berapa kali minum " Tanya Erland .
" Menurut karyawan 2x pagi dan malam " Jawab Brad .
" Apa dia seorang dokter " Cibir Erland .
Menempuh perjalan 15 menit kini mereka sudah sampai di hotel .
ketiganya langsung ke luar dari mobil menuju lift khusus menuju lantai tujuan mereka ,tidak perlu melakukan cek in dan lain sebaginya karena ini hotel keluarga Erland dan pastinya mereka sudah memiliki akses .
Di dalam lift Aurellia tidak berani mengakat wajahnya dia terus menunduk malu bukan hanya dengan Erland tapi juga Brad .
Pasti kedua pria itu akan berpikiran yang aneh-aneh tentang nya ,kenapa dia harus mengatakan hal menjijikkan seperti itu.
" Tuan " Panggil Aurellia pelan " Bisa kembali saja " Lanjutnya lagi membuat kedua pria itu menatapnya .
" Kau tidak menginginkan lagi " Aurellia kembali terdiam lalu menggeleng dengan ragu .
Erland mengusap pinggang Aurellia dengan lembut " It's ok " Ujar Erland menenangkan Aurellia .
Kini lift sudah berhenti di lantai tujuan mereka ,secara perlahan pintu mulai terbuka .
" Masuklah istirahat , jika kami lama pesanan saja makanan " Brad mengaguk paham .
" Baik tuan " Jawab Brad .
Kini keduanya berpisah Erland dan Aurellia langsung masuk dalam kamar begitu juga Brad .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut
Jangan lupa dukung Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘