London Love Story

London Love Story
Berhenti


__ADS_3

Para Karyawan di buat kaget dan bingung saat melihat asisten bos mereka itu menggendong anak kecil dan membawa tasnya,hingga mengundang banyak pertanyaan yang ada di loby karena satu persatu karyawan baru saja datang jadi pasti lagi ramai²nya.


" Apa tuan Brad sudah menikah " Tanya karyawan .


" Tapi tidak ada pemberitahuan atau yang lainnya " jawab yang lainnya .


" Apa tuan Brad sengaja tidak mempublikasikan pernikahan nya " Lanjut yang lainnya .


" Ya sepertinya begitu , lihatlah anaknya sangar cantik dan menggemaskan " Timpal yang lainnya .


Brad mengentikan langkahnya saat sudah berada di depan lift lalu membalikkan badannya menatap satu persatu karyawan yang langsung menundukan kepalanya.


" Aku tunggu surat pengunduran diri kalian " Ujar Brad kesal .


Sedangkan Erland dan Aurellia hanya diam saja masuk dalam lift di susul Brad .


" Tuan Lan " Brad menatap Salsa yang ada di gendongan nya " tenapa teltutup ,tita temana " Tanya nya dengan polos .


" Kita akan ke atas ,ke ruangan Aunty dan Uncle boneka Salsa di sana " Jawab Aurellia lembut .


" Benal tah " Aurellia mengaguk tersenyum sambil mengelus lengan Salsa .


Kini Mereka susah berada di lantai tertinggi Erland langsung membawa Aurellia ke luar begitu juga Brad .


" Tunggu aku di ruangan mu " Ujar Erland sebelum Brad masuk dalam ruangan nya .


" Baik tuan " Jawab Brad .


" Salsa biar sama aku saja " Brad menatap Aurellia lalu menatap Erland .


" Biarkan mereka di ruangan ku ,aku akan berkerja di ruangan mu " Brad mengurungkan niatnya masuk dalam ruangan nya sendiri dia lebih dulu mengantar Salsa ke ruangan Erland lalu ke luar dari ruangan itu,tapi langkahnya terhenti saat salsa menarik celananya sambil menatapnya .


" Uncle harus bekerja " Ujar Brad menatap ke arah bawah .


" Tama talta boye " Brad menurunkan tubuhnya agar sejajar dengan Salsa " Salsa main di sini saja , sebentar lagi boneka untuk salsa akan datang ,Uncle harus pergi sama tuan Erland " Salsa menatap Erland yang sibuk di meja kerjanya ..


" Hanya sebentar, jika Uncle tidak kerja nanti tuan Erland marah " Salsa menggeleng kan kepala nya tidak ingin Brad di marahi " Jadi bisa uncle bekerja " Dengan terpaksa Salsa mengaguk ,Brad berdiri lalu mengakat salsa untuk duduk di sofa " Tunggu Nyonya Aurellia " Titahnya ,karena Aurellia lagi di mejanya .


" Ayo " Brad menatap Erland lalu mengaguk " Iya tuan " jawab Brad sebelum meninggalkan salsa Brad mencium kepala salsa lalu ke luar dari ruangan itu bersama Erland .


" Lia " Aurellia menatap Erland yang sudah berdiri di depan nya, sedangkan Brad memilih ke ruangannya dulu .


" Kiss " Aurellia mendekati suaminya mencium bibirnya dengan lembut dan memberikan ******* , Erland langsung menahan tengkuk Aurellia memperdalam ciuman keduanya .


Hingga Brad kembali ke depan keduanya belum melepaskan tautan keduanya ,Brad langsung membalikan badannya .


" Aku meeting dulu " Brad membalikkan badannya saat mendengar suara Erland .


" Ya " Jawab Aurellia.


" Jangan menerima tamu siapa pun ...."

__ADS_1


" ya ..ya, kalau ada berkas ...."


" Kau memotong ucapan ku " Aurellia langsung menutup mulutnya rapat .


" Tunggu aku kembali " Aurellia menelan ludahnya dengan paksa lalu tersenyum paksa .


" Hubby ... "


" Kita pergi " Aurellia menghela napasnya panjang.


" Manusia batu " Umpat Aurellia kesal .


" Aku mendengar nya Aurellia Alexander Mateo " Aurellia melototkan matanya menatap ke arah samping tapi sudah tidak melihat kedua manusia itu .


" Apa dia hantu " Aurellia bergidik merapikan berkas nya untuk di bawa ke ruangan suami nya lalu masuk dalam ruangan itu dengan langkah cepat .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul 17.17


Saat mendengar suara mobil yang masuk Iin langsung menatap ke arah pagar dengan langkah besar dia langsung mendekati mobil itu sekalipun belum berhenti sama sekali .


Dengan harap² cemas Iin berdiri di samping mobil Brad !!


Brad lebih dulu turun membukakan pintu untuk Erland lalu dia berjalan ke arah pintu lainnya membukakan pintu untuk Salsa .


" Ayo Darl " ajak Erland , Aurellia menggaguk mengikuti suaminya membiarkan Brad dan Salsa .


" Salsa " Panggil Iin serak .


Brad masuk dalam rumah di ikuti Iin yang terus menatap sang putri .


" Bibi " Panggil Brad .


" Iya Tuan " Jawab Pelayan saat sudah berada di dekat Brad .


" Bantu Salsa mandi ,ibunya sedang berkerja " Pintah Brad .


"Baik tuan " Jawab pelayan .


" Ayo Nak ,mandi sama bibi " Salsa menurut ,kini tubuh nya sudah berpindah .


Iin mengikuti langkah Brad, sekalipun setengah hati karena dia harus mengurus Brad lebih dulu .


🪵


🪵


" Hubby " Erland menatap Aurellia yang baru saja ke luar dari kamar mandi .


" Mandi " Erland berdiri dari duduknya berjalan ke arah kamar mandi .

__ADS_1


" Mau mandi bersama " Tawar Erland saat sudah di depan Aurellia .


" Aku sudah mandi " jawab Aurellia tertawa kecil .


" Tidak masalah " Jawab Erland menarik pinggang Aurellia hingga keduanya menempel .


Cup


Aurellia mencium bibir Erland sekilas lalu mengakat kedua tangan nya di lingkarkan pada leher Erland .


" Airnya sudah siap, mandi lah ada yang ingin aku bicarakan " Erland mendengus mendorong tubuh Aurellia dengan pelan .


" Jangan lama-lama By " Ujar Aurellia sebelum Erland masuk dalam kamar mandi .


" Bukan urusanmu " Aurellia tertawa kecil lalu masuk dalam ruangan ganti .


Erland ke luar dari kamar mandi saat Aurellia sedang mengeringkan rambutnya .


Tanpa mempedulikan apa yang di lakukan Istri nya , Erland mengambil pakaian yang sudah di siapkan istri nya .


Setelah selesai dia mendekati Aurellia mengambil ahli Hairdryer dari tangan sang istri .


Aurellia menatap Erland dari pantulan kaca sambil tersenyum lalu membalikkan badannya memeluk pinggang pria itu .


" Apa yang ingin kamu bicarakan " Tanya Erland sambil mengeringkan rambut Aurellia .


" Aku mau berhenti " Erland langsung menghentikan kegiatan nya menatap Aurellia yang juga menatap nya .


" Katakan sekali lagi " Tanya Erland serius .


" Aku ingin berhenti , bulan depan aku akan mengundurkan diri !! aku selesaikan dulu pekerjaan setelah itu mengurus pengunduran diri " Erland masih menatap sang istri bahkan hairdryer masih berada di tangan nya .


" Aku ingin tahu alasan nya " Ujar Erland .


" Apa harus " Erland mengaguk melanjutkan mengeringkan rambut Aurellia .


" Aku cape " Jawab Aurellia .


" Itu bukan alasannya Darling " Jawab Erland, dia tahu Aurellia sedang menyembunyikan sesuatu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2