London Love Story

London Love Story
Tentang Iin


__ADS_3

" Kamu yakin " Brad menatap Morgan .


" Entah " Jawabnya menyandarkan tubuhnya di sofa kedua matanya tertutup rapat " Setidaknya hanya sebatas ini ,untuk selanjutnya nanti di pikirkan lagi " Lanjut lirih.


" Seharusnya kakak bicara terus terang saja " Brad membuka matanya menatap Abimanyu " Maaf aku tidak berniat ikut campur tapi menurut ku sekarang atau nanti itu hasilnya akan sama tapi hanya reaksinya yang berbeda " Lanjutnya serius.


" Gimana keadaan Iin " Tanya Isna lembut .


Ya kini hanya mereka saja berada di ruangan itu setelah pembahasan yang cukup serius akhirnya Brad memilih bertunangan lebih dulu .


Bukannya apa ? Karena Salma sudah tidak bisa menahan diri lagi hingga membuat nya sesak karena emosi yang terlalu menguasai nya .


Rasa tidak tega membuat Brad memutuskan hal itu tanpa berpikir dua kali .


" Baik ,tapi sebelum ke sini dia terlihat pucat " jawab Brad .


" apa dia sakit ? " Brad menaikan kedua bahunya tanda tidak tahu.


" Setidaknya dia bisa istirahat selama kamu di sini " Brad mengagukan kepalanya sebagai jawaban.


" Sudah istirahat dulu , besok kamu akan ikut Ibumu menyiapkan semuanya " Brad langsung berdiri dari duduknya meninggalkan kedua orang tuanya dan adiknya .


" Apa ayah sama ibu tidak bisa bicara dulu dengan Uncle Arif " padangan Morgan dan Isna langsung menatap ke arah Abimanyu .


" Aku yakin Uncle Arif juga pasti akan setuju karena dia tidak mungkin membiarkan putri nya tersakiti ,bukan kah hidup dengan orang yang tidak menginginkan itu jauh lebih sakit " Lanjutnya pelan


" Kamu menyukai Salma " Lidah Abimanyu berdecak .


" Apa otak ayah hanya itu isinya ,aku hanya mengeluarkan pendapat dan melihat sisi yang mungkin nanti terjadi " Jawab Abimanyu ketus .


" Aku yakin Uncle Rehan juga akan membantu, karena dia sendiri sudah pernah merasakan nya " Lanjut nya sinis.


" Tapi kan Tuan Erland sekarang begitu berbeda Bi " Jawab Morgan .


" Masalah tuan Erland dengan kakak itu beda ayah " Dengus Abimanyu kesal .


" ayah kenapa jadi bodoh sih " Mata Morgan langsung membola ,sedangkan Isna hanya tertawa kecil " Kau berani mengatai ayah seperti itu ,apa kamu sudah bosan hidup Hah" Abimanyu memilih berdiri dari tempat duduknya meninggalkan orang tuanya.


" Abimanyu .....Abi " Isna menahan lengan suaminya " Apa ? Kau membela nya " Isna memilih menarik sang istri untuk ke kamar dengan begitu pria itu akan diam .


🪵


🪵


Sesampai nya di kamar Brad langsung menghubungi Iin ,namun hingga panggilan ke tiga wanita itu tidak mengangkat nya.

__ADS_1


Perasaan Brad semakin tidak tenang ,dia memutuskan menghubungi kepala pelayan.


Namun belum sempat dia lakukan ponselnya berdering dan itu panggilan dari Erland.


Untuk beberapa detik Brad menatap layar tipis itu hingga akhirnya menerima panggilan dari bosnya.


" Hallo "


" Apa bisa lusa kamu kembali " Brad menaikan alisnya sebelah " Maaf aku harus meminta mu kembali lebih awal ,ada hal yang serius " Lanjut Erland .


" Apa ada masalah di perusahaan tuan " Tanya Brad serius .


" Bukan tentang perusahaan ,tapi tentang Iin " Brad langsung berdiri dari duduknya " Maksud tuan " Tanya Brad .


" Kamu akan tahu jika sudah kembali ke sini ! Aku tidak bisa memberi tahu mu sekarang " Brad semakin tidak tenang .


" Baik tuan saya akan kembali lebih awal " Jawab Brad .


" Kamu sudah bangun !" Brad dapat mendengar itu dan itu suara Aurellia ada nada ke khawatiran yang ke luar dari mulut wanita itu .


" Bibi tolong buatkan bubur atau apa pun itu " Brad menatap ponselnya yang sudah gelap karena Erland sudah memutuskan panggilan .


" Apa yang terjadi denganmu , kenapa perasaan ku jadi tidak tenang " Brad membuang ponselnya dengan asal lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa . .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" tapi ..."


" Ingat kandungan mu Lia ,jangan memikirkan yang tidak perlu " Tekan Erland serius.


Bukannya Erland mau bersikap kasar dan tidak peduli pada wanita yang bekerja di masion itu ,hanya saja Aurellia sejak tadi membahas Iin, itu membuat nya sedikit kesal karena takut terjadi papa dengan calon anak mereka hanya karena memikirkan keadaan wanita itu .


Seperti yang terjadi beberapa bulan yang lalu, Erland tidak ingin kejadian itu kembali lagi itu kenapa sebisa mungkin dia membuat ibu hamil itu happy .


" Maaf " Cicit Aurellia .


" Kerjakan tugasmu,aku tidak ingin membuang uang ku cuma² " Aurellia mendengus kesal " Iya " Jawab cemberut lalu mengambil berkas yang ada di depannya .


" Ingat kamu sudah menghabiskan waktu hampir satu jam dan itu tidak masuk hitungan " Wajah Aurellia semakin di tekuk .


" Pelit " Dengus Aurellia, Erland hanya menarik sudut bibirnya mengakat tangan nya mengelus perut buncit sang istri .


" Bantu Mommy mu ,biar dia kaya " Ujar Erland lembut .


" Jangan di elus " Rengek Aurellia .

__ADS_1


" Aku hanya menyapa anakku Lia " Jawab Erland santai .


" Tapi Daddy tahu ,aku sensitif nanti aku tidak kerja " Rengek Aurellia .


" Itu masalah mu ,kenapa marah padaku " Erland tetap mengelus perut Aurellia.


" Daddy " Erland tetap mengelus perut Aurellia " Ehz " Aurellia semakin kesal namun tidak membuat suaminya itu berhenti .


🪵


🪵


🪵


Bugh ....Bugh ....


Huh ...Huh ...


" Sudah ....Di bilangin " Erland hanya tersenyum menyembunyikan wajahnya di leher sang istri .


" minggir " Erland mengakat kepalanya mengelus kening sang istri yang penuh dengan pelu belum lagi rambut nya yang sudah acak-acakan sedikit basah .


"Tadi kamu begitu menikmati nya ,kenapa sekarang kamu berubah " Aurellia menatap Erland yang berbaring d samping nya menahan kepala nya dengan tangan besar nya .


" Apa aku perlu memutar ulang , kebetulan di sini ada CCTV nya " Lanjutnya sambil menatap di sudut kamar pribadinya.


" Ayo mandi ,baru istirahat jika kamarnya sudah di bersihkan " ucap Erland lembut .


" Besok aku tidak mau ikut " Ucap Erland .


" Itu berarti kamu tidak akan menerima gaji " Jawab Erland seadanya sambil membantu sang istri .


"Suami perhitungan ,pelit " Erland hanya diam mengakat tubuh sang istri menuju kamar mandi .


Setelah selesai dengan urusan di kamar pribadi itu , Erland kembali bekerja kini tenaganya semakin bertambah besar, sedangkan sang istri memilih istirahat tenaga nya terkuras habis karena suaminya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2