
Brad menatap datar ke arah pintu di mana seorang wanita berdiri sambil memegang kotak bekal .
" Ma-af tuan " Cicitnya pelan .
" Siapa yang memintamu ke sini " tanya Brad dingin .
" Tu-an Erland " Brad menghela napasnya panjang .
*Kau begitu be*rsemangat tuan Ucap Brad dalam hati .
" Simpan di atas meja setelah itu ke luar " Titahnya menatap kembali pekerjaan nya .
" Baik tuan " Jawab Iin lalu meletakan kotak bekal untuk makan siang Brad " Permisi tuan " Ujar Iin berpamitan tapi Brad hanya diam saja membiarkan wanita itu ke luar dari ruangan nya .
Huh
Brad membuang napasnya dengan berat menatap kotak bekal yang ada di atas meja .
" Menyusahkan saja " Gumamnya lalu berdiri dari kursinya menuju sofa .
🪵
🪵
Setelah makan siang Brad ke ruangan Erland di mana Aurellia pun sudah ke luar melanjutkan pekerjaan nya .
Ceklek
Erland menatap ke arah pintu lalu berdiri dari duduknya .
" sepertinya tuan begitu bersemangat " Sindir Brad dengan wajah datarnya .
" Bukannya kita harus bersemangat jika bekerja Brad " Jawab Erland menaikan alisnya sebelah membuat Brad mendengus kesal .
Karena Erland pura² tidak paham dengan apa yang dia ucapkan .
" Apa semuanya sudah siap " Tanya Erland .
" Sudah tuan " jawab Brad .
" Kalau begitu kita langsung ke sana " Brad langsung mendekati pintu membukakan pintu untuk Erland .
Saat keduanya sudah berada di luar Aurellia langsung berdiri dari duduknya .
" Aku ke luar dulu,jika sudah waktu nya pulang aku belum kembali pulanglah bersama supir " Ujar Erland menatap sang istri .
" Aku tunggu saja " Jawab Aurellia .
" Jangan membantah, paham kan " Aurellia mengaguk memanyunkan bibirnya.
Cup
Erland mencium bibir Aurellia membuat Brad menatap ke arah depan .
" Aku pamit ,jika ingin pulang ! Pulang saja nanti lanjut kan besok saja " Ujar Erland mengelus bibir Aurellia dengan ibu jarinya .
__ADS_1
" Hati² " Jawab Aurellia lalu menatap Brad .
" Hebm "
Erland dan Brad melanjutkan langkahnya menuju lift sedangkan Aurellia kembali bekerja .
Waktu terus berputar tidak terasa sudah sore, Aurellia merenggakan ototnya lalu menatap ke arah samping berharap orang yang di tunggu akan datang tapi sepertinya harapan nya sia² .
" Sepertinya aku akan pulang bersama supir " Gumam Aurellia lalu merapikan mejanya ,Setelah selesai dia meninggal kan mejanya menuju lift .
Di dalam lift Aurellia hanya berdiam diri hingga dia sampai di loby perusahaan di mana pengawal sudah menunggu nya ,mungkin Erland yang meminta mereka .
" Nyonya " Aurellia mengaguk tersenyum ke luar dari lift jalan lebih dulu di susul pengawal .
" Apa kalian belum selesai " Tanya Aurellia mengentikan langkahnya menatap para pegawai yang masih berlalu lalang .
"Sedikit lagi Nyonya " Jawab salah satu dari mereka .
" Pulanglah , lanjut kan besok saja " Ujar Aurellia lembut .
" Baik Nyonya , terimakasih " Aurellia mengaguk tersenyum lalu melanjutkan langkahnya ke luar dari loby, tanpa menghiraukan bisik² para karyawan .
" Apa kita langsung pulang Nyonya " Tanya sang sopir menatap kaca yang ada di atas kepalanya .
" Singgah dulu sebentar di toko kue " Jawab Aurellia .
" Baik Nyonya " Jawab Sopir lalu menjalankan mobilnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Nyonya " Sapa Iin menghampiri Aurellia karena melihat membawa beberapa paper bag .
" Biar saya bantu Nyonya " Ujar Iin ..
" Ini buat kalian " Ucap Aurellia menyerah kan satu paper bag .
" Ambilah " Lanjutnya saat Iin tidak mengambil nya dan hanya diam saja .
" Terimakasih Nyonya " Ujar Iin menundukkan kepalanya .
" Pak tolong di bawa ke dalam, yang ini di simpan di kulkas yang lainnya bagi untuk pelayan dan penjaga ya Pak, ada di belakang " Pintah Aurellia pada kepala pelayan .
" Baik nyonya " Jawab nya lalu mengambil paper bag yang ada di tangan Aurellia sedangkan yang lainnya sudah di ambil sang sopir .
" Salsa main apa ?" Tanya Aurellia berjongkok mensejajarkan tubuhnya di depan wanita Kecil itu .
" Main bunga ,Salsa suka bunga " Lanjutnya lagi saat Salsa memperlihatkan tangan nya .
" Uka " Jawabnya membuat Aurellia tertawa kecil mengelus pipi Salsa .
" Aunty boleh gigit pipi Salsa tidak , Aunty gemas " Salsa menatap Iin yang hanya tersenyum mengusap kepala Salsa .
" Atit " Aurellia tergelak entah kenapa melihat Salsa rasa lelahnya hilang begitu saja .
" Tuan Lan " Ucap Salsa dengan mata berbinar saat melihat mobil yang baru saja masuk .
__ADS_1
Aurellia mengikuti arah pandang Salsa,benar saja mobil Brad baru saja masuk , Aurellia langsung menatap balik Salsa .
" Salsa suka Tuan Brad " Salsa mengaguk malu² membuat Aurellia mencubit pipi nya dengan lembut " Kalau begitu pergilah temui dia " Salsa menatap Iin yang hanya diam " Pergilah " Ujar Aurellia lagi .
" Nyonya ....."
" Biarkan saja " Potong Aurellia yang sudah berdiri ikut menyusul salsa menghampiri suaminya .
Sedangkan Brad yang baru saja ke luar dari mobil di buat bingung dengan kehadiran Salsa yang ada di dekat nya .
" Sudah lama " Aurellia menggeleng " Baru saja " Jawabnya tersenyum .
" Kenapa " Tanya Brad menatap ke bawah .
" Dia ingin menyambut mu " Brad menatap ke arah samping lalu kembali menatap Salsa.
" Ayo Darl kita masuk ,aku ingin segera mandi " Aurellia menggaguk " Aku juga gerah " Jawab Aurellia lalu keduanya masuk ke dalam meninggalkan Brad yang masih terdiam menatap Salsa sedangkan Iin berdiri di tempat nya tadi memperhatiakn Salsa dan Brad.
🪵
🪵
" Tadi Hubby keperusahan ?? " Tanya Aurellia sambil membuka kancing pakaian Erland .
" Tidak " Jawab Erland seadanya.
" Gisel ada di sini " Aurellia langsung menatap sang suami dengan mata melotot.
" Dia ada urusan pekerjaan, tapi seperti nya dia memilih menginap di hotel " Lanjutnya lagi .
" Tahu dari mana ?? " Tanya Aurellia .
"Seperti nya kamu lupa siapa suami mu " Jawab Erland menarik pinggang Aurellia hingga tidak ada jarak di antara mereka .
" Bukan begitu ,tapi ayah tidak memberi tahuku begitu juga Gisel " Jawab Aurellia .
" Biasanya kan kalau ada papa mereka ngomong " Lanjutnya lagi .
" Nanti telepon Gisel ,tapi untuk sekarang kamu harus menyelesaikan tugasmu dulu " Aurellia memicing kan matanya menatap Erland yang tersenyum miring.
" Satu ronde di kamar mandi " Bisik Erland membuat Aurellia merinding tapi detik kemudian dia berteriak karena tubuh nya sudah melayang karena ulah Erland .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1