London Love Story

London Love Story
menyelesaikan tugas


__ADS_3

Brad menatap datar ke arah pintu di mana seorang wanita berdiri sambil memegang kotak bekal .


" Ma-af tuan " Cicitnya pelan .


" Siapa yang memintamu ke sini " tanya Brad dingin .


" Tu-an Erland " Brad menghela napasnya panjang .


*Kau begitu be*rsemangat tuan Ucap Brad dalam hati .


" Simpan di atas meja setelah itu ke luar " Titahnya menatap kembali pekerjaan nya .


" Baik tuan " Jawab Iin lalu meletakan kotak bekal untuk makan siang Brad " Permisi tuan " Ujar Iin berpamitan tapi Brad hanya diam saja membiarkan wanita itu ke luar dari ruangan nya .


Huh


Brad membuang napasnya dengan berat menatap kotak bekal yang ada di atas meja .


" Menyusahkan saja " Gumamnya lalu berdiri dari kursinya menuju sofa .


🪵


🪵


Setelah makan siang Brad ke ruangan Erland di mana Aurellia pun sudah ke luar melanjutkan pekerjaan nya .


Ceklek


Erland menatap ke arah pintu lalu berdiri dari duduknya .


" sepertinya tuan begitu bersemangat " Sindir Brad dengan wajah datarnya .


" Bukannya kita harus bersemangat jika bekerja Brad " Jawab Erland menaikan alisnya sebelah membuat Brad mendengus kesal .


Karena Erland pura² tidak paham dengan apa yang dia ucapkan .


" Apa semuanya sudah siap " Tanya Erland .


" Sudah tuan " jawab Brad .


" Kalau begitu kita langsung ke sana " Brad langsung mendekati pintu membukakan pintu untuk Erland .


Saat keduanya sudah berada di luar Aurellia langsung berdiri dari duduknya .


" Aku ke luar dulu,jika sudah waktu nya pulang aku belum kembali pulanglah bersama supir " Ujar Erland menatap sang istri .


" Aku tunggu saja " Jawab Aurellia .


" Jangan membantah, paham kan " Aurellia mengaguk memanyunkan bibirnya.


Cup


Erland mencium bibir Aurellia membuat Brad menatap ke arah depan .


" Aku pamit ,jika ingin pulang ! Pulang saja nanti lanjut kan besok saja " Ujar Erland mengelus bibir Aurellia dengan ibu jarinya .

__ADS_1


" Hati² " Jawab Aurellia lalu menatap Brad .


" Hebm "


Erland dan Brad melanjutkan langkahnya menuju lift sedangkan Aurellia kembali bekerja .


Waktu terus berputar tidak terasa sudah sore, Aurellia merenggakan ototnya lalu menatap ke arah samping berharap orang yang di tunggu akan datang tapi sepertinya harapan nya sia² .


" Sepertinya aku akan pulang bersama supir " Gumam Aurellia lalu merapikan mejanya ,Setelah selesai dia meninggal kan mejanya menuju lift .


Di dalam lift Aurellia hanya berdiam diri hingga dia sampai di loby perusahaan di mana pengawal sudah menunggu nya ,mungkin Erland yang meminta mereka .


" Nyonya " Aurellia mengaguk tersenyum ke luar dari lift jalan lebih dulu di susul pengawal .


" Apa kalian belum selesai " Tanya Aurellia mengentikan langkahnya menatap para pegawai yang masih berlalu lalang .


"Sedikit lagi Nyonya " Jawab salah satu dari mereka .


" Pulanglah , lanjut kan besok saja " Ujar Aurellia lembut .


" Baik Nyonya , terimakasih " Aurellia mengaguk tersenyum lalu melanjutkan langkahnya ke luar dari loby, tanpa menghiraukan bisik² para karyawan .


" Apa kita langsung pulang Nyonya " Tanya sang sopir menatap kaca yang ada di atas kepalanya .


" Singgah dulu sebentar di toko kue " Jawab Aurellia .


" Baik Nyonya " Jawab Sopir lalu menjalankan mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Nyonya " Sapa Iin menghampiri Aurellia karena melihat membawa beberapa paper bag .


" Biar saya bantu Nyonya " Ujar Iin ..


" Ini buat kalian " Ucap Aurellia menyerah kan satu paper bag .


" Ambilah " Lanjutnya saat Iin tidak mengambil nya dan hanya diam saja .


" Terimakasih Nyonya " Ujar Iin menundukkan kepalanya .


" Pak tolong di bawa ke dalam, yang ini di simpan di kulkas yang lainnya bagi untuk pelayan dan penjaga ya Pak, ada di belakang " Pintah Aurellia pada kepala pelayan .


" Baik nyonya " Jawab nya lalu mengambil paper bag yang ada di tangan Aurellia sedangkan yang lainnya sudah di ambil sang sopir .


" Salsa main apa ?" Tanya Aurellia berjongkok mensejajarkan tubuhnya di depan wanita Kecil itu .


" Main bunga ,Salsa suka bunga " Lanjutnya lagi saat Salsa memperlihatkan tangan nya .


" Uka " Jawabnya membuat Aurellia tertawa kecil mengelus pipi Salsa .


" Aunty boleh gigit pipi Salsa tidak , Aunty gemas " Salsa menatap Iin yang hanya tersenyum mengusap kepala Salsa .


" Atit " Aurellia tergelak entah kenapa melihat Salsa rasa lelahnya hilang begitu saja .


" Tuan Lan " Ucap Salsa dengan mata berbinar saat melihat mobil yang baru saja masuk .

__ADS_1


Aurellia mengikuti arah pandang Salsa,benar saja mobil Brad baru saja masuk , Aurellia langsung menatap balik Salsa .


" Salsa suka Tuan Brad " Salsa mengaguk malu² membuat Aurellia mencubit pipi nya dengan lembut " Kalau begitu pergilah temui dia " Salsa menatap Iin yang hanya diam " Pergilah " Ujar Aurellia lagi .


" Nyonya ....."


" Biarkan saja " Potong Aurellia yang sudah berdiri ikut menyusul salsa menghampiri suaminya .


Sedangkan Brad yang baru saja ke luar dari mobil di buat bingung dengan kehadiran Salsa yang ada di dekat nya .


" Sudah lama " Aurellia menggeleng " Baru saja " Jawabnya tersenyum .


" Kenapa " Tanya Brad menatap ke bawah .


" Dia ingin menyambut mu " Brad menatap ke arah samping lalu kembali menatap Salsa.


" Ayo Darl kita masuk ,aku ingin segera mandi " Aurellia menggaguk " Aku juga gerah " Jawab Aurellia lalu keduanya masuk ke dalam meninggalkan Brad yang masih terdiam menatap Salsa sedangkan Iin berdiri di tempat nya tadi memperhatiakn Salsa dan Brad.


🪵


🪵


" Tadi Hubby keperusahan ?? " Tanya Aurellia sambil membuka kancing pakaian Erland .


" Tidak " Jawab Erland seadanya.


" Gisel ada di sini " Aurellia langsung menatap sang suami dengan mata melotot.


" Dia ada urusan pekerjaan, tapi seperti nya dia memilih menginap di hotel " Lanjutnya lagi .


" Tahu dari mana ?? " Tanya Aurellia .


"Seperti nya kamu lupa siapa suami mu " Jawab Erland menarik pinggang Aurellia hingga tidak ada jarak di antara mereka .


" Bukan begitu ,tapi ayah tidak memberi tahuku begitu juga Gisel " Jawab Aurellia .


" Biasanya kan kalau ada papa mereka ngomong " Lanjutnya lagi .


" Nanti telepon Gisel ,tapi untuk sekarang kamu harus menyelesaikan tugasmu dulu " Aurellia memicing kan matanya menatap Erland yang tersenyum miring.


" Satu ronde di kamar mandi " Bisik Erland membuat Aurellia merinding tapi detik kemudian dia berteriak karena tubuh nya sudah melayang karena ulah Erland .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2