
Hari yang di tunggu telah tiba ,dimana Brad akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pekerjaan lebih dulu .
Sejak percakapan kedua insan itu ,Iin sedikit menjaga jarak tapi dia tetap melakukan tugasnya karena dia di gaji .
Jujur Iin tidak bisa tidur dengan tenang semalam ,dia takut apa yang ada dalam pikirannya akan terjadi .
Tapi kembali lagi dia tidak punya punya kekuatan atau pun hak tentang hidup brad , hubungan keduanya tidak ada kejelasan sekalipun mereka sudah tidur bersama.
" Semuanya sudah siap tuan " Ujar Iin berdiri di samping Brad .
" Hebm "
" Permisi tuan " Iin menundukkan kepalanya sedikit, brad membiarkan wanita itu ke luar dari kamarnya tanpa mencegah nya .
Kamu bukan siapa-siapa Iin ,cepatlah sadar jangan selalu berharap hal yang tidak akan pernah terjadi ! Fokuskan dirimu seperti awal saat kamu masuk dalam rumah besar ini Ucap Iin dalam hati .
Huh !!
Helaan napas berat itu terdengar begitu jelas , Iin memegang dadanya yang terasa sesak .
" Iin " Iin langsung menatap ke sumber suara " Iya Bi " Jawab Iin cepat.
" Kamu tidak papa ?" Iin menggeleng cepat " Tidak Bi " Jawab nya lagi .
" Kamu sakit ? Wajahmu pucat " Iin langsung memegang kedua sisi wajahnya " Tidak Bi, mungkin karena Iin tidak pakai pelembab bibir Bi " Jawab Iin terus memegang kedua sisinya .
" Kamu yakin ? Kalau sakit katakan saja biar di panggil kan dokter " Iin menggeleng dengan cepat " Aku baik² saja Bi " Jawab Iin cepat .
Ceklek
Kedua wanita itu langsung menatap ke arah pintu di mana keduanya berdiri .
" Kenapa ? "
" Maaf tuan Brad kami sudah menggangu ketenangan anda " Ujar bibi menunduk kepalanya begitu juga Iin.
" Apa yang kalian bicarakan ? " Tanya nya tanpa mempedulikan permintaan maafan dari bibi .
" Saya hanya menanyakan keadaan Iin tuan ,karena wajahnya terlihat pucat " Iin semakin menundukkan kepalanya takut .
" Lanjut kan pekerjaan mu " Bibi kembali menundukkan kepalanya,begitu juga Iin.
Namun saat Iin akan melangkah,dari belakang brad menariknya spontan Iin langsung tertarik kebelakang.
Syukur tangan besar Brad menahan tubuh kecil gadis itu .
" Kamu sakit " Tanya Brad , karena memang tadi dia tidak memperhatikan wanita itu .
" Ha ...Tidak tuan " Jawab Iin cepat.
" Lihat aku " Perlahan Iin mengakat kepalanya menatap brad .
__ADS_1
" Istirahat lah di kamar ,nanti bibi yang mengantar kan sarapan mu " Iin menggeleng cepat" Tidak usah tuan, Salsa sudah menunggu ku ! semalam aku sudah janji pagi ini akan menemani nya " Ujar Iin sedikit berbohong .
" Iin ...."
" Permisi tuan " Iin meninggalkan Brad begitu saja ,dia bukan bersifat ingin kurang ajar sama tuannya itu .
Dia hanya ingin menjaga perasaan nya agar nanti tidak terlalu sakit ,karena sebelumnya dia sudah melewati masa ini jadi sebisa mungkin dia belajar dari masalah sebelumnya .
" Kamu bisa Iin " Gumamnya menyemangati dirinya .
Kini ketiga penghuni masion itu sudah berada di meja makan untuk sarapan .
" Kamu berangkat pagi ini " Brad menatap ke sumber suara " Iya Non " Jawab Brad pelan .
" Selesai kan dengan cepat ,Karena aku tidak mempercayai mereka " Ujar Erland datar .
" Iya tuan " Brad tahu maksud dari ucapan bos nya ,itu kenapa dia lebih dulu menyelesaikan pekerjaan agar Erland hanya fokus pada berkas yang ada di atas mejanya sedangkan urusan yang lain Brad sudah lebih dulu menyelesaikan nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Hubby "
" Hebm "
" Apa aku hanya diam saja " Erland mengakat pandangan nya menatap sang istri yang sedang duduk di sofa .
Wanita hamil itu ikut Erland keperusahan hanya takut suaminya bosan,karena biasanya Brad lah yang menemani suaminya setiap harinya .
" Kamu bisa berkeliling jika mau " Aurellia Mendengus kesal " Aku sudah bosan mengelilingi perusahaan ini , apa Hubby lupa dulu aku berkeja sebagai apa ? " Erland tertawa kecil .
" Pekerjaan sudah di selesai kan Brad ,jadi aku hanya memeriksa dan memantau saja " Jawab Erland lembut .
" Kalau begitu aku bantu " Jawabnya berdiri berjalan ke arah meja kerja sang suami .
Erland menarik salah satu kursi yang ada di depannya lalu di letakan di sampingnya .
" Apa aku juga harus membayar mu " tanyanya lalu menarik kursi kerja miliknya untuk di duduki sang istri .
" Benarkah " Tanya balik Aurellia berbinar membuat Erland tergelak.
" Aku akan bekerja dengan baik ,sudah lama aku tidak menerima gaji " Erland mengusap kepala sang istri dengan lembut .
" Tapi jika kamu lelah istirahat jangan memaksa kan diri kasian Baby " Aurellia mengaguk tersenyum .
"1 jam 10 juta ya By , jadi kalau sampai jam 5 sore 100 juta kan " Erland hanya mengaguk sambil tertawa kecil .
Baginya uang seperti itu bukan hal yang besar untuknya,apa lagi untuk sang istri bahkan uang bulanan yang di berikan Erland untuknya pun tidak main-main.
" Ayo kita bekerja Baby untuk beli ****** ***** dalam mu nanti " Erland hanya menggeleng mendengar ucapan sang istri .
Tapi belum juga wanita itu membuka berkas ponselnya berdering, dia menatap benda tipis itu ternyata ibu mertua nya dengan segera dia menggeser tombol hijau .
__ADS_1
" Tidak masuk hitungan " Bisik Erland tersenyum membuat Aurellia cemberut .
" Hallo Mom "
"Bikin apa ? Gimana kabar kalian ? " Suara merdu nan halus itu bisa di dengar sang pemilik raga siapa lagi kalau bukan Erland putra bungsu dari wanita itu .
" Baik Mom ,Kapan Mommy ke sini ? Kata mas Erland mommy ke sini sama Daddy " Tagih Aurellia membuat Adara tertawa kecil .
" Maaf sayang ,Daddy belum mendapat kan waktu yang longgar " Ujar Adara penuh sesal .
" Suami mu sudah berangkat kerja " Lanjutnya lagi .
" Sudah Mom, ini kita lagi di perusahaan " Jawab Aurellia .
" Kamu ikut ? " Aurellia mengaguk sekalipun Adara tidak mendengar nya " Iya mom ,nanti mas Erland bosan soalnya belahan jiwa nya lagi meliburkan diri " Jawab Aurellia tersenyum .
" Aku masih normal Aurellia " Adara dan Aurellia tertawa membuat Erland ikut tersenyum .
" Siapa bilang ? " Erland mendengus kesal mendengar suara yang begitu dia kenal .
" Daddy gimana kabarnya " Tanya Aurellia lembut .
" Kenapa kamu menanyakan kabar Daddy ? Tadi kamu tidak menanyakan kabar mommy " Erland langsung menatap tajam sang istri.
" Kan aku sudah mendengar suara Mommy By, itu berarti mommy baik² saja " Jawab Aurellia .
" Apa kau tuli ? Barusan juga pria itu bersuara itu berati kamu mendengar ucapan nya Aurellia " Jawab Erland ketus .
" Kan hanya bertanya By " Jawab Aurellia menggelengkan kepalanya.
" Jangan bertanya ? dia pria " Jawabnya tegas membuat Aurellia terdiam .
Sedangkan di seberang hanya bisa tertawa mendengar perdebatan menantu dan putra mereka.
🪵
🪵
Di sisi lain Iin sedang berada di kamar Salsa bermain dengan sang putri ,tapi sejak tadi perut nya terasa tidak enak .
" Bibi saya tinggal sebentar ya " Pengasuh Salsa mengaguk dengan segera Aurellia berjalan ke arah kamar mandi yang ada di situ .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟