
" kenapa lama sekali " Erland menghela nafas panjang " Aurellia menginginkan coklat putih Dad " Jawab Erland .
" Kau membuat kakakmu menunggu terlalu lama hingga dia meminta izin ke bandara " Erland menatap penghuni ruangan itu .
" Kakak Zaza sudah balik " Tanya Erland menetap Raymond " Apa kamu melihat nya di sini " Lidah Erland berdecak lalu duduk di sofa begitu juga Aurellia .
" Uncle Morgan sama Uncle Arif mana " Tanya Erland lagi , tapi dia masih melihat Rehan di ruangan itu .
" Keperusahan ,calon mertua mu juga akan pergi nanti hanya menunggu kalian dia menahan dirinya " Jawab Raymond ketus .
" Ayo kita periksa dulu, makan coklat nya nanti saja " Aurellia kembali berdiri di ikuti Amanda .
" Bisa saya ikut masuk tuan " Ujar Rehan pelan .
" Hebm " Jawab Erland seadanya .
Kini mereka ke ruangan pemeriksaan tapi yang masuk hanya ada orang tua Aurellia, Erland dan Amanda saja .
" Bantu Aurellia naik ke atas " dengan sigap Erland membantu Aurellia naik ke atas tempat tidur pasien .
" Ayah " Rehan mengaguk tersenyum berdiri di ujung tempat tidur bagian kaki Aurellia bersama Rosna .
" Jangan gugup " Ujar Rosna lembut , Aurellia mengaguk lalu menatap Amanda yang menyiapkan alat USG .
" Kenapa tangan mu berkeringat " Aurellia menatap Erland kaget " Ah maaf " Jawab Aurellia karena memang dia gugup dan takut .
Rosna yang mengerti perasaan Aurellia langsung mengelus kaki Aurellia memberikan ketenangan pada anaknya .
" Aunty hanya memeriksa nya saja ,jangan takut jika kamu seperti ini itu akan berdampak pada janin yang ada dalam kandungan mu " Ujar Amanda lembut .
" Aunty bisa angkat bajunya " Aurellia mengagguk lalu memalingkan wajahnya ke samping karena malu , Rehan yang melihat tingkah Aurellia hanya bisa menarik sudut bibirnya tipis sambil menggeleng .
Bukankah anaknya itu aneh ?? Amanda hanya akan melakukan USG dan yang terlihat pun hanya perut nya ,lalu apa yang membuatnya malu .
Apa dia lupa ingatan sebelum ada janin dalam rahimnya kejadian apa yang terjadi sebelum itu bahkan bukan hanya perut nya yang terlihat .
Oh God !!
Aurellia memejamkan matanya saat merasakan kulitnya terasa dingin saat Amanda menuangkan gel .
" Kaget " Tanya amanda saat melihat reaksi tubuh Aurellia.
" Maaf nyonya Amanda " Amanda hanya mengaguk tersenyum " Rileks ok " Aurellia mengaguk tapi tangan nya terus menggegam tangan Erland dengan kuat .
Secara perlahan Amanda mulai menggerakkan alat USG meratakan gel yang ada di perut Aurellia dengan lembut .
Hingga akhirnya Amanda menemukan titik hitam putih yang membuat senyuman nya berkembang begitu juga Rosna .
__ADS_1
" Ayah " Panggil Rosna serak .
" Iya , aku melihat nya " Jawab Rehan menarik sudut bibirnya tipis .
" Bisa lihat monitor nya " Erland langsung menatap monitor yang di samping kanan Aurellia .
" Yang bulat kecil ini anak Ade " Ujar Amanda sambil menunjuk layar monitor " Ukurannya masih terlalu kecil karena usianya baru 2 Minggu jalan 3 Minggu lagi dua hari " Erland hanya terdiam dengan ekspresi datarnya sedangkan Aurellia memilih memejamkan mata dia tidak ingin melihat apa pun cukup mendengarkan penjelasan Amanda " Anak Ade kembar " Erland langsung menatap Amanda dengan cepat begitu juga Aurellia dia langsung membuka kedua matanya menatap ke arah layar monitor .
" Aunty tidak bercanda kan " Tanya Erland dingin .
" Ya , sekalipun belum jelas tapi Aunty yakin karena di sini ada dua bulatan sekalipun satunya belum terlalu jelas " Jawab Amanda serius ,Erland menarik napasnya panjang entah dia bingung harus mengekspresikan seperti apa .
" Shiiiiit " Umpat Erland lalu menarik wajah Aurellia dan mencium wanita itu ,dia tidak peduli jika di ruangan itu masih ada orang lain terlebih itu orang tua Aurellia .
Masa bodoh !!
Dia hanya ingin mengekspresikan kebahagiaan nya sekalipun sedikit ekstrim ,sedangkan Aurellia langsung melotot kan matanya kaget bahkan untuk sejenak dia menahan napasnya membiarkan Erland bermain dengan bibirnya .
" Terimakasih " Gumam Erland dengan napas terputus dia menyatukan kedua kening mereka .
Cup
Erland kembali mencium Aurellia tapi kali ini bukan di bibirnya melainkan kening Aurellia .
Melihat sikap Erland membuat Rehan yang tadinya sedikit ragu bisa bernapas dengan lega .
" Selamat " Ujar Rosna dengan mata yang berkaca-kaca .
" Makasih yah, Bu ! Maaf Aurellia .... "
" Kamu tetap putri ayah " Potong Rehan mengelus kaki Rosna begitu juga dengan Aurellia .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pintu ruangan terbuka lebar di mana penghuni nya sudah ke luar semua keluarga menunggu dengan harap² cemas .
" Bagaimana " Tanya Raymond to the poin .
" Semuanya baik-baik saja " Jawab Amanda seadanya.
"Bicara dengan benar Amanda , sekalipun di sini ada suami mu aku tidak keberatan jika menyeretmu ke luar dari rumah ini " Dengus Raymond kesal .
" Aku juga tidak keberatan jika harus membunuh Kaka " Amanda mengeluarkan lidahnya mengejek Raymond .
" Apa kalian tidak malu, ingat umur kalian !! di sini juga ada anak² " Ujar Elvi ketus .
" Amanda " Tegur Nabilla menatap putrinya tajam .
__ADS_1
" Kandungan Aurellia baik² saja ,tidak ada hal yang serius !! Aurellia juga hamil anak kembar sekalipun belum terlalu jelas karena usianya baru memasuki 3 Minggu " Terang Amanda membuat peserta di ruangan itu bahagia .
" Pergilah Han ,urus semuanya terlalu lama jika menunggu Minggu depan " Titah Henry mengusir Rehan secara halus .
" Ba..ik tuan " Jawab Rehan terbata dan bingung padahal dia masih ingin menghabiskan waktu bersama Aurellia.
Tapi bukankah ini kenginginan nya untuk tidak di beda²kan dengan Morgan dan Arif sekali pun Aurellia dan Erland akan menikah .
Bahkan bisa di bilang kini status nya akan sama dengan Arif bukan !!
Lalu kenapa sekarang dia merasa berat untuk melakukan tugas yang di minta bosnya .
" Kau keberatan " Tanya Daddy Radit tersenyum miring .
" Ah tidak tuan besar ,kalau begitu saya pamit dulu mari " Ujar Rehan meninggalkan istri dan anaknya di rumah besar itu dengan perasaan yang entalah .
" Ingat makan sayur ,buah , nanti Aunty berikan resep vitamin dan juga obat mualnya " Ujar Amanda .
" Jangan lupa juga susunya, Nanti Erland yang membelinya " Aurellia mengaguk saja sebagai jawabannya .
" Ah iya tadi kamu beli coklat bukan " Aurellia mengaguk " Kalau bisa coklat hitam saja karena itu bagus untuk tumbuh kembang janin dan menurunkan resiko terjadi preeklamsia " Ujar amanda selembut mungkin agar Aurellia tidak tersinggung karena dia tahu bagaimana mood nya orang hamil " Tapi kamu bisa rasa sedikit saja " Lanjutnya , Aurellia langsung menatap Erland dengan tatapan sendu " Mau makan " Aurellia menunduk lalu menggeleng " bukannya kata Aunty bisa sedikit " Aurellia tetap menggeleng sambil meremas kedua tangan nya .
" Ayo kita pergi beli susu, ambil vitamin dan juga obat mual mu " Ujar Erland mungkin membawa Aurellia jalan bisa membuat wanita itu lebih baik .
" Aurellia harus istirahat Sayang " Ujar Ana .
" Dia akan istirahat di mobil " Jawab Erland .
" Tapi ...." Henry menahan tangan istrinya untuk tidak berkomentar papa .
" Aunty akan meminta pihak rumah sakit menyiapkan nya atau mau ke apotik saja " Tanya Amanda .
" Rumah sakit saja " Jawab Erland " Ayo " Ajaknya merentang kan tangan di sambut Aurellia .
" Ayo Brad kita pergi apa kamu tidak bosan " Ucapnya menetap Bradley yang sejak tadi berdiam diri di samping Xana .
" Iya tuan " Jawab Brad lalu berdiri tapi sebelum itu dia mencium Isna terlebih dulu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟