London Love Story

London Love Story
pemeriksaan


__ADS_3

" kenapa lama sekali " Erland menghela nafas panjang " Aurellia menginginkan coklat putih Dad " Jawab Erland .


" Kau membuat kakakmu menunggu terlalu lama hingga dia meminta izin ke bandara " Erland menatap penghuni ruangan itu .


" Kakak Zaza sudah balik " Tanya Erland menetap Raymond " Apa kamu melihat nya di sini " Lidah Erland berdecak lalu duduk di sofa begitu juga Aurellia .


" Uncle Morgan sama Uncle Arif mana " Tanya Erland lagi , tapi dia masih melihat Rehan di ruangan itu .


" Keperusahan ,calon mertua mu juga akan pergi nanti hanya menunggu kalian dia menahan dirinya " Jawab Raymond ketus .


" Ayo kita periksa dulu, makan coklat nya nanti saja " Aurellia kembali berdiri di ikuti Amanda .


" Bisa saya ikut masuk tuan " Ujar Rehan pelan .


" Hebm " Jawab Erland seadanya .


Kini mereka ke ruangan pemeriksaan tapi yang masuk hanya ada orang tua Aurellia, Erland dan Amanda saja .


" Bantu Aurellia naik ke atas " dengan sigap Erland membantu Aurellia naik ke atas tempat tidur pasien .


" Ayah " Rehan mengaguk tersenyum berdiri di ujung tempat tidur bagian kaki Aurellia bersama Rosna .


" Jangan gugup " Ujar Rosna lembut , Aurellia mengaguk lalu menatap Amanda yang menyiapkan alat USG .


" Kenapa tangan mu berkeringat " Aurellia menatap Erland kaget " Ah maaf " Jawab Aurellia karena memang dia gugup dan takut .


Rosna yang mengerti perasaan Aurellia langsung mengelus kaki Aurellia memberikan ketenangan pada anaknya .


" Aunty hanya memeriksa nya saja ,jangan takut jika kamu seperti ini itu akan berdampak pada janin yang ada dalam kandungan mu " Ujar Amanda lembut .


" Aunty bisa angkat bajunya " Aurellia mengagguk lalu memalingkan wajahnya ke samping karena malu , Rehan yang melihat tingkah Aurellia hanya bisa menarik sudut bibirnya tipis sambil menggeleng .


Bukankah anaknya itu aneh ?? Amanda hanya akan melakukan USG dan yang terlihat pun hanya perut nya ,lalu apa yang membuatnya malu .


Apa dia lupa ingatan sebelum ada janin dalam rahimnya kejadian apa yang terjadi sebelum itu bahkan bukan hanya perut nya yang terlihat .


Oh God !!


Aurellia memejamkan matanya saat merasakan kulitnya terasa dingin saat Amanda menuangkan gel .


" Kaget " Tanya amanda saat melihat reaksi tubuh Aurellia.


" Maaf nyonya Amanda " Amanda hanya mengaguk tersenyum " Rileks ok " Aurellia mengaguk tapi tangan nya terus menggegam tangan Erland dengan kuat .


Secara perlahan Amanda mulai menggerakkan alat USG meratakan gel yang ada di perut Aurellia dengan lembut .


Hingga akhirnya Amanda menemukan titik hitam putih yang membuat senyuman nya berkembang begitu juga Rosna .

__ADS_1


" Ayah " Panggil Rosna serak .


" Iya , aku melihat nya " Jawab Rehan menarik sudut bibirnya tipis .


" Bisa lihat monitor nya " Erland langsung menatap monitor yang di samping kanan Aurellia .


" Yang bulat kecil ini anak Ade " Ujar Amanda sambil menunjuk layar monitor " Ukurannya masih terlalu kecil karena usianya baru 2 Minggu jalan 3 Minggu lagi dua hari " Erland hanya terdiam dengan ekspresi datarnya sedangkan Aurellia memilih memejamkan mata dia tidak ingin melihat apa pun cukup mendengarkan penjelasan Amanda " Anak Ade kembar " Erland langsung menatap Amanda dengan cepat begitu juga Aurellia dia langsung membuka kedua matanya menatap ke arah layar monitor .


" Aunty tidak bercanda kan " Tanya Erland dingin .


" Ya , sekalipun belum jelas tapi Aunty yakin karena di sini ada dua bulatan sekalipun satunya belum terlalu jelas " Jawab Amanda serius ,Erland menarik napasnya panjang entah dia bingung harus mengekspresikan seperti apa .


" Shiiiiit " Umpat Erland lalu menarik wajah Aurellia dan mencium wanita itu ,dia tidak peduli jika di ruangan itu masih ada orang lain terlebih itu orang tua Aurellia .


Masa bodoh !!


Dia hanya ingin mengekspresikan kebahagiaan nya sekalipun sedikit ekstrim ,sedangkan Aurellia langsung melotot kan matanya kaget bahkan untuk sejenak dia menahan napasnya membiarkan Erland bermain dengan bibirnya .


" Terimakasih " Gumam Erland dengan napas terputus dia menyatukan kedua kening mereka .


Cup


Erland kembali mencium Aurellia tapi kali ini bukan di bibirnya melainkan kening Aurellia .


Melihat sikap Erland membuat Rehan yang tadinya sedikit ragu bisa bernapas dengan lega .


" Selamat " Ujar Rosna dengan mata yang berkaca-kaca .


" Makasih yah, Bu ! Maaf Aurellia .... "


" Kamu tetap putri ayah " Potong Rehan mengelus kaki Rosna begitu juga dengan Aurellia .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pintu ruangan terbuka lebar di mana penghuni nya sudah ke luar semua keluarga menunggu dengan harap² cemas .


" Bagaimana " Tanya Raymond to the poin .


" Semuanya baik-baik saja " Jawab Amanda seadanya.


"Bicara dengan benar Amanda , sekalipun di sini ada suami mu aku tidak keberatan jika menyeretmu ke luar dari rumah ini " Dengus Raymond kesal .


" Aku juga tidak keberatan jika harus membunuh Kaka " Amanda mengeluarkan lidahnya mengejek Raymond .


" Apa kalian tidak malu, ingat umur kalian !! di sini juga ada anak² " Ujar Elvi ketus .


" Amanda " Tegur Nabilla menatap putrinya tajam .

__ADS_1


" Kandungan Aurellia baik² saja ,tidak ada hal yang serius !! Aurellia juga hamil anak kembar sekalipun belum terlalu jelas karena usianya baru memasuki 3 Minggu " Terang Amanda membuat peserta di ruangan itu bahagia .


" Pergilah Han ,urus semuanya terlalu lama jika menunggu Minggu depan " Titah Henry mengusir Rehan secara halus .


" Ba..ik tuan " Jawab Rehan terbata dan bingung padahal dia masih ingin menghabiskan waktu bersama Aurellia.


Tapi bukankah ini kenginginan nya untuk tidak di beda²kan dengan Morgan dan Arif sekali pun Aurellia dan Erland akan menikah .


Bahkan bisa di bilang kini status nya akan sama dengan Arif bukan !!


Lalu kenapa sekarang dia merasa berat untuk melakukan tugas yang di minta bosnya .


" Kau keberatan " Tanya Daddy Radit tersenyum miring .


" Ah tidak tuan besar ,kalau begitu saya pamit dulu mari " Ujar Rehan meninggalkan istri dan anaknya di rumah besar itu dengan perasaan yang entalah .


" Ingat makan sayur ,buah , nanti Aunty berikan resep vitamin dan juga obat mualnya " Ujar Amanda .


" Jangan lupa juga susunya, Nanti Erland yang membelinya " Aurellia mengaguk saja sebagai jawabannya .


" Ah iya tadi kamu beli coklat bukan " Aurellia mengaguk " Kalau bisa coklat hitam saja karena itu bagus untuk tumbuh kembang janin dan menurunkan resiko terjadi preeklamsia " Ujar amanda selembut mungkin agar Aurellia tidak tersinggung karena dia tahu bagaimana mood nya orang hamil " Tapi kamu bisa rasa sedikit saja " Lanjutnya , Aurellia langsung menatap Erland dengan tatapan sendu " Mau makan " Aurellia menunduk lalu menggeleng " bukannya kata Aunty bisa sedikit " Aurellia tetap menggeleng sambil meremas kedua tangan nya .


" Ayo kita pergi beli susu, ambil vitamin dan juga obat mual mu " Ujar Erland mungkin membawa Aurellia jalan bisa membuat wanita itu lebih baik .


" Aurellia harus istirahat Sayang " Ujar Ana .


" Dia akan istirahat di mobil " Jawab Erland .


" Tapi ...." Henry menahan tangan istrinya untuk tidak berkomentar papa .


" Aunty akan meminta pihak rumah sakit menyiapkan nya atau mau ke apotik saja " Tanya Amanda .


" Rumah sakit saja " Jawab Erland " Ayo " Ajaknya merentang kan tangan di sambut Aurellia .


" Ayo Brad kita pergi apa kamu tidak bosan " Ucapnya menetap Bradley yang sejak tadi berdiam diri di samping Xana .


" Iya tuan " Jawab Brad lalu berdiri tapi sebelum itu dia mencium Isna terlebih dulu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2