
Sore harinya penghuni masion itu kembali setelah seharian menghabiskan waktu berkerja .
Saat mobil berhenti tepat di depan pintu besar dari dalam mobil mereka melihat anak kecil yang bermain mengambil beberapa bunga yang ada di halaman itu .
Brad lebih dulu turun membukakan pintu untuk Erland,lalu Aurellia ke luar saat di persilahkan oleh sang suami .
" Salsa " Panggil Aurellia membuat gadis kecil itu menatap ke sembur suara .
" Apa yang kamu lakukan " Tanya Aurellia menghampiri Salsa yang hanya berdiam diri menatap ke segala arah .
Seperti nya dia mencari sosok ibunya yang mungkin saja masih sibuk membantu pelayan yang lainnya .
" Kenapa " Tanya Aurellia lagi tapi tidak ada jawaban dari Salsa .
Tidak berselang lama Iin menghampiri mereka dengan napas memburu .
" Maaf Nyonya " Aurellia menatap Iin sekilas lalu tersenyum " Tidak papa ,biarkan dia bermain sesukanya " Jawab Aurellia berdiri .
" Iya Nyonya " Ujar Iin tetap menundukkan kepalanya.
" Darl "
" Aku masuk dulu " Pamit Aurellia lembut .
" Iya Nyonya " Jawab Iin .
Setelah kepergian Aurellia dan yang lainnya baru Iin mengakat pandangan nya lalu dia menatap sang putri .
" Sudah sore, Salsa belum mandi " Ujarnya dengan lembut .
"Ayo masuk " Salsa mengaguk tersenyum lalu memegang jari telunjuk Iin sebagai pegangan nya .
🪵
🪵
" Mandi duluan ya By " Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya lalu dia masuk dalam kamar mandi sedangkan Aurellia masih membersihkan wajahnya
Setelah selesai dia menyusul sang suami padahal pria itu masih berendam diri .
Erland membuka matanya sedikit lalu kembali menutup nya rapat saat melihat siapa yang masuk .
" Apa kau menginginkan percintaan dalam kamar mandi " Tanya Erland tanpa membuka kedua matanya .
Aurellia menatap ke arah bathub di mana dia masih menggosok giginya .
" Maaf aku tidak tertarik dengan tawaran anda tuan " Jawab Aurellia mencuci mulutnya dan meletakan kembali sikat giginya setelah di cuci .
" Masuk " Titah Erland.
" Hidupkan air hangatnya " Lanjutnya lagi .
Aurellia masuk dalam bathup duduk di depan sang suami hingga kedua tangan besar itu membelit perut nya .
Tidak ada adegan panas,hanya berendam menghilangkan rasa lelah lalu keduanya membilas saat di rasa sudah cukup baru ke luar dari kamar mandi menuju ruangan ganti .
" Aku ke ruangan kerja dulu " Ujar Erland lembut .
" Iya " Jawab Aurellia seadanya karena dia masih mencari pakaiannya .
Cup
Erland mencium punggung mulus Aurellia lalu ke luar dari ruangan itu meninggalkan istri nya sendirian.
Sesampainya di ruangan kerja ternyata sudah ada Brad yang menunggunya .
__ADS_1
" sudah lama " Brad menggeleng " Baru saja tuan " Jawab Brad .
Erland meraih telepon di ruangan itu menelpon bagian dapur .
" Antarkan gelas wine " Pinta Erland lalu mematikan panggilan nya sebelum di jawab .
" bawa satu botol ke sini " Brad berdiri dari duduknya berjalan ke arah lemari wine koleksi Erland lalu kembali duduk sambil membawa botol .
Mendengar suara ketukan pintu Brad kembali berdiri dan berjalan ke arah pintu .
Ceklek
" Maaf tuan " Ujarnya menundukkan kepalanya.
Sekilas Brad terdiam menatap wanita yang terus menunduk jika berbicara dengan nya begitu juga dengan Erland dan Aurellia .
" Apa kepala pelayan sudah mengajarkan apa yang harus kamu lakukan " Tanya Brad datar .
" Sudah tuan " Jawab nya masih menunduk .
" Angkat kepala mu jika berbicara dengan orang ,apa yang kamu lihat di bawah " Ujar Brad ketus .
" Maaf tuan " Lidah Brad berdecak,tapi perlahan Iin mengakat kepala nya menatap Brad sekalipun itu hanya sebentar lalu dia kembali menunduk .
" Besok pagi bekerja lah " Ujarnya Brad lalu mengambil gelas yang masih di tangan Iin lalu menutup pintu ruangan itu .
" Jangan terlalu keras, dia masih muda " Ucap Erland berdiri dari duduknya bergabung dengan Brad di sofa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cup
Aurellia menatap ke samping lalu menghela nafasnya panjang mencium aroma alkohol dari sang suami .
" Bibi buatkan air lemon dua ya " Pinta Aurellia lembut lalu menatap Erland yang hanya tersenyum .
" Kebiasaan " Lanjutnya tapi Erland hanya diam saja .
Aurellia melayani Erland begitu juga dengan Brad yang sudah di layani Iin .
" Salsa di mana " Tanya Aurellia pelan .
" Di belakang Nyonya, " Jawab Iin .
" maaf tuan " Brad memundurkan tubuhnya sedikit lalu Iin meletakan makanan pria itu di depannya.
" Duduklah ,kita makan bersama panggil sama salsa " Ujar Aurellia .
" Kami sudah makan Nyonya " Elak Iin ,bagiamana bisa mereka makan duluan sebelum tuan rumah makan .
" Bibi " Panggil Aurellia
" Iya Nyonya " Jawab Pelayan .
" Tolong bawa Salsa ke sini " Ujar Aurellia .
" Baik Nyonya " Jawab pelayan .
" Biar saya saja Bu " Ujar Iin cepat .
" iya ,ayo " Ajak pelayan itu dengan ramah .
" Permisi Tuan , Nyonya " Pamit Iin lalu ke belakang.
" Brad " Brad menatap Aurellia " Kau tidak tertarik dengan nya " Lanjutnya membuat Brad tersedak dengan makanan yang baru saja masuk dalam mulutnya .
__ADS_1
Uhuk ....Uhuk ...Uhuk ...
Dengan cepat Brad meraih air minumnya lalu di teguk hingga setengahnya .
" Maaf , bercanda nya kurang ekstrim " Jawab Brad sedikit jengkel .
" Aku serius ,gimana kalau aku telepon Papa Morgan pasti dia setuju " Ujar Aurellia .
" Lia " Tegur Erland .
" isi mulutmu " Lanjutnya dengan rendah .
" Iya By ,maaf " Ujar Aurellia pelan .
" Permisi " Erland dan Morgan hanya diam saja , sedangkan Aurellia mengagguk tersenyum .
Setelah makan malam bersama Erland dan Brad kembali ke ruangan kerja sedangkan Aurellia yang bosan memilih mencari Iin hingga ke kamarnya .
Tok ...tok ...
Ceklek
" Nyonya " Iin langsung menundukkan kepalanya saat tahu siapa yang mengetuk pintu kamarnya .
" Boleh aku masuk " Iin menatap ke arah belakang lalu mengaguk " Silahkan nyonya,maaf sedikit berantakan " jawabnya lalu membuka lebar pintu kamarnya .
" Hey " Sapa Aurellia menatap salsa yang lagi bermain dengan bonekanya .
"Iya Nyonya " Jawab Iin mewakili anaknya .
" Dia jarang bicara " Ujar Aurellia .
" Kalau dengan orang baru begitu Nyonya ,mungkin karena kami hanya hidup berdua dan jarang keluar juga " Jawab Iin .
" Di atas saja Nyonya " Ujar Iin saat melihat Aurellia akan duduk di atas karpet di bawah tempat tidur .
" Tidak papa " Jawab Aurellia tetap duduk di atas karpet .
Iin mengakat tubuh Salsa untuk ikut duduk di bawah karena sebelumnya dia di atas tempat tidur .
" Biarkan saja " Ujar Aurellia.
" Tidak papa Nyonya " Jawab Iin lembut .
" Umurnya berapa " Tanya Aurellia menatap Salsa yang duduk di pangkuan Iin .
" 3 tahun Nyonya " Jawab Iin .
" Kamu melahirkan dia di umur yang sangat muda " Iin hanya tersenyum .
" Kamu hebat " Puji Aurellia jujur .
" Terimakasih Nyonya ,awalnya saya ingin menyerah tapi kehadiran nya membuat saya kembali kuat " Jawab Iin lembut .
" Iya kamu harus kuat demi Salsa ,dia anak yang cantik dan lucu " Ujar Aurellia pelan entah kenapa dia kembali mengingat calon akan kembarnya .
Jika saja dia tidak keguguran mungkin kini usia mereka sudah 3 bulan dan dia sudah melewati masa mual yang berlebihan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘