London Love Story

London Love Story
Tidak tertarik dengan nya ??


__ADS_3

Sore harinya penghuni masion itu kembali setelah seharian menghabiskan waktu berkerja .


Saat mobil berhenti tepat di depan pintu besar dari dalam mobil mereka melihat anak kecil yang bermain mengambil beberapa bunga yang ada di halaman itu .


Brad lebih dulu turun membukakan pintu untuk Erland,lalu Aurellia ke luar saat di persilahkan oleh sang suami .


" Salsa " Panggil Aurellia membuat gadis kecil itu menatap ke sembur suara .


" Apa yang kamu lakukan " Tanya Aurellia menghampiri Salsa yang hanya berdiam diri menatap ke segala arah .


Seperti nya dia mencari sosok ibunya yang mungkin saja masih sibuk membantu pelayan yang lainnya .


" Kenapa " Tanya Aurellia lagi tapi tidak ada jawaban dari Salsa .


Tidak berselang lama Iin menghampiri mereka dengan napas memburu .


" Maaf Nyonya " Aurellia menatap Iin sekilas lalu tersenyum " Tidak papa ,biarkan dia bermain sesukanya " Jawab Aurellia berdiri .


" Iya Nyonya " Ujar Iin tetap menundukkan kepalanya.


" Darl "


" Aku masuk dulu " Pamit Aurellia lembut .


" Iya Nyonya " Jawab Iin .


Setelah kepergian Aurellia dan yang lainnya baru Iin mengakat pandangan nya lalu dia menatap sang putri .


" Sudah sore, Salsa belum mandi " Ujarnya dengan lembut .


"Ayo masuk " Salsa mengaguk tersenyum lalu memegang jari telunjuk Iin sebagai pegangan nya .


🪵


🪵


" Mandi duluan ya By " Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya lalu dia masuk dalam kamar mandi sedangkan Aurellia masih membersihkan wajahnya


Setelah selesai dia menyusul sang suami padahal pria itu masih berendam diri .


Erland membuka matanya sedikit lalu kembali menutup nya rapat saat melihat siapa yang masuk .


" Apa kau menginginkan percintaan dalam kamar mandi " Tanya Erland tanpa membuka kedua matanya .


Aurellia menatap ke arah bathub di mana dia masih menggosok giginya .


" Maaf aku tidak tertarik dengan tawaran anda tuan " Jawab Aurellia mencuci mulutnya dan meletakan kembali sikat giginya setelah di cuci .


" Masuk " Titah Erland.


" Hidupkan air hangatnya " Lanjutnya lagi .


Aurellia masuk dalam bathup duduk di depan sang suami hingga kedua tangan besar itu membelit perut nya .


Tidak ada adegan panas,hanya berendam menghilangkan rasa lelah lalu keduanya membilas saat di rasa sudah cukup baru ke luar dari kamar mandi menuju ruangan ganti .


" Aku ke ruangan kerja dulu " Ujar Erland lembut .


" Iya " Jawab Aurellia seadanya karena dia masih mencari pakaiannya .


Cup


Erland mencium punggung mulus Aurellia lalu ke luar dari ruangan itu meninggalkan istri nya sendirian.


Sesampainya di ruangan kerja ternyata sudah ada Brad yang menunggunya .

__ADS_1


" sudah lama " Brad menggeleng " Baru saja tuan " Jawab Brad .


Erland meraih telepon di ruangan itu menelpon bagian dapur .


" Antarkan gelas wine " Pinta Erland lalu mematikan panggilan nya sebelum di jawab .


" bawa satu botol ke sini " Brad berdiri dari duduknya berjalan ke arah lemari wine koleksi Erland lalu kembali duduk sambil membawa botol .


Mendengar suara ketukan pintu Brad kembali berdiri dan berjalan ke arah pintu .


Ceklek


" Maaf tuan " Ujarnya menundukkan kepalanya.


Sekilas Brad terdiam menatap wanita yang terus menunduk jika berbicara dengan nya begitu juga dengan Erland dan Aurellia .


" Apa kepala pelayan sudah mengajarkan apa yang harus kamu lakukan " Tanya Brad datar .


" Sudah tuan " Jawab nya masih menunduk .


" Angkat kepala mu jika berbicara dengan orang ,apa yang kamu lihat di bawah " Ujar Brad ketus .


" Maaf tuan " Lidah Brad berdecak,tapi perlahan Iin mengakat kepala nya menatap Brad sekalipun itu hanya sebentar lalu dia kembali menunduk .


" Besok pagi bekerja lah " Ujarnya Brad lalu mengambil gelas yang masih di tangan Iin lalu menutup pintu ruangan itu .


" Jangan terlalu keras, dia masih muda " Ucap Erland berdiri dari duduknya bergabung dengan Brad di sofa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cup


Aurellia menatap ke samping lalu menghela nafasnya panjang mencium aroma alkohol dari sang suami .


" Bibi buatkan air lemon dua ya " Pinta Aurellia lembut lalu menatap Erland yang hanya tersenyum .


" Kebiasaan " Lanjutnya tapi Erland hanya diam saja .


Aurellia melayani Erland begitu juga dengan Brad yang sudah di layani Iin .


" Salsa di mana " Tanya Aurellia pelan .


" Di belakang Nyonya, " Jawab Iin .


" maaf tuan " Brad memundurkan tubuhnya sedikit lalu Iin meletakan makanan pria itu di depannya.


" Duduklah ,kita makan bersama panggil sama salsa " Ujar Aurellia .


" Kami sudah makan Nyonya " Elak Iin ,bagiamana bisa mereka makan duluan sebelum tuan rumah makan .


" Bibi " Panggil Aurellia


" Iya Nyonya " Jawab Pelayan .


" Tolong bawa Salsa ke sini " Ujar Aurellia .


" Baik Nyonya " Jawab pelayan .


" Biar saya saja Bu " Ujar Iin cepat .


" iya ,ayo " Ajak pelayan itu dengan ramah .


" Permisi Tuan , Nyonya " Pamit Iin lalu ke belakang.


" Brad " Brad menatap Aurellia " Kau tidak tertarik dengan nya " Lanjutnya membuat Brad tersedak dengan makanan yang baru saja masuk dalam mulutnya .

__ADS_1


Uhuk ....Uhuk ...Uhuk ...


Dengan cepat Brad meraih air minumnya lalu di teguk hingga setengahnya .


" Maaf , bercanda nya kurang ekstrim " Jawab Brad sedikit jengkel .


" Aku serius ,gimana kalau aku telepon Papa Morgan pasti dia setuju " Ujar Aurellia .


" Lia " Tegur Erland .


" isi mulutmu " Lanjutnya dengan rendah .


" Iya By ,maaf " Ujar Aurellia pelan .


" Permisi " Erland dan Morgan hanya diam saja , sedangkan Aurellia mengagguk tersenyum .


Setelah makan malam bersama Erland dan Brad kembali ke ruangan kerja sedangkan Aurellia yang bosan memilih mencari Iin hingga ke kamarnya .


Tok ...tok ...


Ceklek


" Nyonya " Iin langsung menundukkan kepalanya saat tahu siapa yang mengetuk pintu kamarnya .


" Boleh aku masuk " Iin menatap ke arah belakang lalu mengaguk " Silahkan nyonya,maaf sedikit berantakan " jawabnya lalu membuka lebar pintu kamarnya .


" Hey " Sapa Aurellia menatap salsa yang lagi bermain dengan bonekanya .


"Iya Nyonya " Jawab Iin mewakili anaknya .


" Dia jarang bicara " Ujar Aurellia .


" Kalau dengan orang baru begitu Nyonya ,mungkin karena kami hanya hidup berdua dan jarang keluar juga " Jawab Iin .


" Di atas saja Nyonya " Ujar Iin saat melihat Aurellia akan duduk di atas karpet di bawah tempat tidur .


" Tidak papa " Jawab Aurellia tetap duduk di atas karpet .


Iin mengakat tubuh Salsa untuk ikut duduk di bawah karena sebelumnya dia di atas tempat tidur .


" Biarkan saja " Ujar Aurellia.


" Tidak papa Nyonya " Jawab Iin lembut .


" Umurnya berapa " Tanya Aurellia menatap Salsa yang duduk di pangkuan Iin .


" 3 tahun Nyonya " Jawab Iin .


" Kamu melahirkan dia di umur yang sangat muda " Iin hanya tersenyum .


" Kamu hebat " Puji Aurellia jujur .


" Terimakasih Nyonya ,awalnya saya ingin menyerah tapi kehadiran nya membuat saya kembali kuat " Jawab Iin lembut .


" Iya kamu harus kuat demi Salsa ,dia anak yang cantik dan lucu " Ujar Aurellia pelan entah kenapa dia kembali mengingat calon akan kembarnya .


Jika saja dia tidak keguguran mungkin kini usia mereka sudah 3 bulan dan dia sudah melewati masa mual yang berlebihan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2