
" Daddy " Davin yang berada di ruangan itu langsung membuka matanya ,suara Henry sedikit keras .
Davin langsung mendekati tempat tidur Eyang Radit memeriksa pria itu .
" Mana yang sakit " Eyang Radit menggeleng tersenyum " Jangan menahannya " Ucap Davin serius.
" Daddy baik² saja " Jawabnya lirih .
" Jangan melakukan hal gila Dad " Ujar Henry pelan .
" Daddy hanya mencoba saja ,ternyata Daddy tidak sekuat dulu " Ucapnya tersenyum tipis .
" Jaga adik dan anak² , Daddy tidak sekuat dulu ....."
" Aku akan memastikan semuanya baik-baik saja , Daddy tidak perlu memikirkan itu Daddy fokus sama kesehatan Daddy saja " Potong Henry cepat .
" Davin akan menetap di sini, Aku sendiri yang akan merawat Daddy " Eyang Radit hanya tersenyum .
" Daddy sangat merindukan Mommy kalian " Ujar nya sambil menatap foto yang terpasang di di dinding kamar itu .
" Besok kita akan ke rumah Mommy " Ujar Davin pelan .
" Daddy tidak bisa menahannya lagi Nak, 6 tahun bukan waktu yang sedikit " Ujarnya tersenyum menatap gambar besar yang ada di dinding kamar itu .
" Daddy yakin Mommy juga merindukan Daddy , itu kenapa Mommy selalu menemui Daddy dalam mimpi " Davin menatap Henry yang hanya terdiam .
" Apa Daddy akan bahagia bertemu Mommy " Pertanyaan yang ke luar dari mulut Henry membuat Davin menatap pria itu tajam .
" Kamu tahu jawabannya Son, karena hanya dia wanita yang Daddy cintai sampai sekarang " Jawabnya tersenyum.
" Pergilah ,Henry akan melindungi keluarga kita dengan baik ,Daddy tidak perlu khawatir...."
" Kau Gila " Bentak Davin Emosi .
" Tapi berjanjilah untuk selalu mengawasi kami dari sana bersama mommy, katakan sama Mommy jika kami merindukan nya " Lanjut nya tanpa mempedulikan Davin .
" Bisa panggil adikmu " Henry mengaguk lalu berdiri meninggalkan kamar .
__ADS_1
" Jangan mendengar kan Henry Dad ,Davin akan melakukan apa pun untuk Daddy " Eyang Radit hanya mengaguk sebagai jawabannya .
Tidak berselang lama Jose ,Jeje ,Alan masuk di ikuti Henry di belakang mereka .
" Daddy " Jose langsung naik di atas tempat tidur begitu juga dengan Alan dan Jeje .
" Kalian sudah besar ,bahkan kemarin Daddy masih memarahi kalian karena membuat Mommy marah " Ujar Eyang Radit tersenyum.
" Daddy bisa memarahi kami kembali ,apa perlu Jeje ambil kan pistol Daddy " Eyang Radit hanya tersenyum .
Ya begitulah dia mendidik anak-anak nya ,mungkin di luar sana orang akan membenci dan menghujat nya melihat cara mendidik ke lima anaknya ,tapi dia tidak peduli karena prinsipnya anak-anak nya harus bisa melindungi keluarga nya sekalipun mereka di kelilingi ribuan anak buah ,tapi itu tidak menjamin .
Selain itu anak-anaknya juga harus bisa melindungi diri sendiri karena hidup mereka selalu dalam ancaman .
" Kembali lah ke sini " Pintah nya menatap Jose " Bantu Kakak mu seperti dulu lagi " Lanjutnya pelan .
" Iya " Jawab Jose serius.
" Jika mereka melakukan ke salahkan jangan takut untuk menegur mereka sekalipun kamu yang paling bungsu di sini " Alan hanya mengangguk sebagai jawabannya " Apa pun nanti yang terjadi kamu harus kuat , kita tidak tahu kedepannya seperti apa tapi Daddy yakin kamu bisa begitu juga yang lainnya " Ujarnya tersenyum .
" Jangan menangis ,biarkan Daddy pergi dengan tenang begitu juga anak-anak " Ujarnya pelan .
" Kami tidak akan menahan Daddy lagi ,jika Daddy sudah bertemu Mommy titipkan salam kami katakan padanya jika kami merindukan nya dan jika Mommy merindukan kami juga datang lah temui kami,Jose juga titip salam untuk ibu dan ayah " Ujar Jose serak .
" Daddy bisa pergi , Daddy sudah sangat lemah tidak sekuat dulu ,padahal tubuh besar ini tidak perna menyentuh obat " Jeje mengelus dada Eyang Radit .
" Mommy pasti sangat kecewa nantinya jika Daddy lemah ,dia sudah menunggu Daddy bertahun-tahun tapi Daddy tidak bisa memberikan kepuasan " Eyang Radit tersenyum kuda .
" Daddy masih kuat untuk bergerak bebas " ujarnya tersenyum begitu juga yang lainnya .
" Biarkan malam ini kami tidur bersama Daddy " Pintah Davin .
" Ya tidur lah ,peluk Daddy sekuat mungkin " Kelima langsung merebahkan tubuh saling memeluk dengan kuat .
Di samping kiri Eyang Radit ada Henry di belakang nya ada Davin samping kanannya ada Alan lalu di belakang nya ada Jose dan Jeje .
" I Love you Dad " Ujar mereka serempak lalu memejamkan mata begitu juga dengan Eyang Radit senyum di bibirnya tidak perna pudar memegang tangan kelima anaknya yang ada di atas tubuhnya .
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Jangan menangis " Bisik Henry,Elvi mengaguk menggegam tangan Eyang Radit yang sudah dingin .
Kamar Eyang Radit yang biasanya sepi kini tampak ramai .
" Daddy ...."
" Katanya aku anak Daddy ,tapi ......Kenapa Daddy tidak berpamitan padaku ......Bahkan Daddy tidak mengucap kan terimakasih "Elvi sudah berusaha untuk tidak menangis tapi dadanya terlalu sesak .
" Maaf " Elvi mengusap wajahnya dengan kasar lalu kembali menggegam tangan Eyang Radit .
" Sebentar lagi Daddy akan bertemu Mommy ,kata mas Henry Daddy masih kuat " cairan bening terus membahasi pipi Elvi sekalipun mulutnya tersenyum .
"Daddy ,ini aku Aqila " Ujar nya tertawa
" Aku seperti mengajak Daddy berkenalan ,Kami akan kembali ke sini seperti permintaan Daddy " Aqila menarik napas terus berulang hingga dia menunduk karena tidak sanggup " Maaf Daddy ,Aqila tidak sekuat itu " Tangisan Aqila pecah ,untuk kesekian kalinya dia harus kehilangan orang yang dia cintai setelah kepergian orang tuanya dan Eyang Ellena .
" Ayo " Jose mengajak Aqila ke luar dari kamar Eyang Radit dan wanita itu menurut .
Penghuni Masion besar itu terpaksa di bangunkan saat pukul 03.05 dini hari .
Henry dan yang lainnya tentunya tidak tertidur dengan benar, mereka terus memeluk Eyang Radit hingga pria itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Davin lebih dulu bangun memeriksa nadi dan detak jantung Eyang Radit, Anggukan kepala pria itu sudah menjadi jawaban untuk mereka .
" Selamat jalan Dad ,My super Hero " Henry mencium kening Eyang Radit begitu juga yang lainnya .
Lalu Alan ke luar dari kamar untuk membangun kan yang lainnnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟