London Love Story

London Love Story
Meminta izin


__ADS_3

Erland membuka matanya saat mendengar ada yang membuka pintu, perlahan dia membalikkan kepalanya dan benar itu Mommy dan Daddy nya


" Belum bangun " Tanya Raymond lembut.


" Sudah ,tapi tidur lagi " Jawab Erland pelan .


" Ya sudah ,mommy siapkan sarapan untuk kalian " Erland hanya menggaguk sebagai jawabannya.


" Semuanya ok " Erland kembali mengagguk karena tidak ingin Aurellia bangun saat mendengar suara nya .


" Daddy sama mommy ke luar dulu " Ujar Raymond lalu ke luar dari ruangan itu .


Eugh


Erland langsung menatap Aurellia perlahan wanita itu mulai membuka matanya .


" Morning " Aurellia menatap sekilas ke atas tapi setelah itu kembali memejamkan matanya .


" Belum bangun, ayo bangun dulu sarapan " Aurellia mengagguk " Mau ke kamar mandi " Jawab nya serak .


Erland mengakat kepala Aurellia lalu menarik tangan nya yang terasa keram karena di jadikan bantal oleh wanita itu ,lalu turun perlahan dari tempat tidur .


Ceklek


" Sudah bangun " Sepasang suami istri itu menatap ke sumber suara " Iya Aunty " jawab Erland.


" Gimana sudah baikan " Aurellia mengaguk tersenyum " ok , Aunty buka ini dulu boleh " Tunjuknya pada selang infus .


" Iya Aunty " jawab Aurellia, Erland membantu Aurellia yang ingin bangun hingga kini dia dengan posisi duduk .


" Sudah " Ujar Amanda menatap Aurellia " Jangan di pendam kita semua kehilangan, kamu paham kan maksud Aunty " Aurellia mengaguk pelan .


" Ayo ,katanya mau ke kamar mandi " Erland mengalihkan pembicaraan.


" Aunty ke luar dulu ,setelah ini antar Aurellia ke kamar " Kali ini Erland yang mengaguk .


Setelah Amanda ke luar dari ruangan itu , Erland membantu Aurellia turun dari atas tempat tidur mengantar nya sampai di depan kamar mandi .


Tidak berselang lama pintu kamar mandi pun terbuka ,dengan sigap Erland membantunya .


" Mau ke rumah kaca " Erland langsung menatap Aurellia dengan wajah datarnya " jangan di paksa kan Darl ,ayo kita ke kamar " Aurellia menggeleng .


" Saya ingin melihat mereka " Erland menghela napasnya panjang " Apa perasaan mu baik² saja ,aku tidak ingin kamu seperti semalam lagi " Aurellia menggaguk .


" Tapi aku temani " Aurellia kembali mengaguk.


Saat keduanya akan ke luar pintu ruangan terbuka di mana Rosna dan Rehan masuk .


" Sayang " Panggil Rehan lembut .


" Sudah boleh ke luar " Aurellia mengaguk tersenyum .


" Ayah sama ibu tidur di sini " Tanya Aurellia polos .

__ADS_1


" Kenapa ? Kau tidak menginginkan kamu tidur di sini " Canda Rehan membuat Aurellia tersenyum .


" Mau ke kamar " Tanya Rosna .


" Tidak Bu, mau ke belakang " Rosna dan Rehan langsung menatap Erland yang hanya mengaguk sebagai jawabannya .


" Ya sudah ibu mau bantu pelayan dulu di belakang " Ujar Rosna .


" hebm ,ayah juga mau bangunin adik mu dulu " Timpal Rehan lagi .


🪵


🪵


Kini Aurellia dan Erland sudah berada di rumah kaca , Aurellia menatap gundukan tanah yang kecil yang di penuhi bunga segar begitu juga makam mommy Ellena mungkin ada yang baru ke sini pikir Aurellia.


" Maaf tuan " Erland menerima beberapa tangkai bunga dari anak buah Daddy nya .


" Darl " Aurellia menatap ke samping " Untuk mereka dan Eyang " Aurellia menerima bunga yang dari tangan suaminya di letakan di atas gundukan tangan kecil itu lalu berdiri meletakan di makam mommy Ellena .


" Morning Baby " Sapa Erland lembut.


" Morning Daddy " Balas Aurellia lembut membuat hati Erland menghangat.


" Hai ,Maaf mommy baru datang ke sini ! Gimana apa kalian sudah bertemu Eyang ? Apa kalian bisa melihat mommy dan Daddy di sini ? benarkah makasih baby " Ucap Aurellia tersenyum .


" Apa kalian membenci mommy karena tidak menginginkan kehadiran kalian ,hingga kalian memberikan mommy hukuman yang begitu berat meninggal kan mommy di saat mommy sudah menerima kalian ...."


" Ayo kembali " Aurellia menggeleng " Menurut Darl " Tetap Aurellia menggeleng hingga Erland harus siap dengan segala yang akan terjadi mungkin bisa saja wanita itu kembali pingsan .


" Sudah ayo " kali ini Aurellia menurut "nanti mommy ke sini lagi ya " Pamit nya lalu berdiri di bantu Erland .


Saat akan ke luar bertepatan dengan Henry yang akan masuk dalam rumah kaca .


Pria itu hanya mengembangkan senyumnya mengelus kepala Aurellia dengan lembut lalu masuk ke dalam begitu juga Erland langsung masuk ke dalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di meja makan semuanya sudah mengambil kursi masing-masing tapi di sana tidak ada keluarga Aurellia di mana mereka sudah berpamitan karena Azzam harus sekolah begitu juga Gisel harus bekerja .


Sehingga Elvi meminta mereka sarapan lebih dulu tanpa menunggu yang lainnya sekalipun terkesan tidak sopan tapi baik Rehan dan Rosna tidak bisa membantah apa lagi ada sepasang mata yang siap membunuh mereka .


" Makan bubur dulu tidak papa kan " Ujar Erland lembut.


" Iya ,tidak papa " Jawab Aurellia pelan .


" Ada yang ingin Erland bicarakan " Peserta di meja makan itu menatap ke arahnya menunggu ucapan Erland " Kami akan ke Belanda " Lanjutnya .


" Papa akan mengurusnya " Jawab Reza tanpa bertanya lebih lanjut lagi .


" Kalau begitu biarkan Opa sama Oma yang ke London " Ujar Jeje.


" Biarkan kami saja ,Gani akan menikah pikirkan itu " Timpal Alan .

__ADS_1


" Kami bisa kembali " Ujar Jeje .


" Apa pun itu ,kamu tidak mungkin membiarkan Davin mengurus sendiri, Gani juga cucumu anak Ela dan Alister kamu lupa, Ana juga pasti ingin membantu Nabilla dan Ela " Jeje hanya berdecak saja " Kami juga akan kembali tapi lebih baik kamu tetap di sini " Ucap Alan lagi.


" Berapa lama di sana " Tanya Daddy Radit .


" Jika semuanya sudah baik Eyang " Ujar Erland tersenyum .


" siapkan saja apartemen Za " Ujar Henry membuka suara .


" Iya Dad " Jawab Reza .


" Mommy boleh ikut " Goda Adara " Daddy belum pernah mengajak mommy ke sana ,kata orang di sana bagus banyak tanaman bunga tulip yang di tanam sesuai warnanya " Keluh Adara sendu " Padahal tahu mommy suka bunga tapi mommy terus di ajak ke pantai berkemah " Lanjutnya lagi .


" Mommy bisa ikut " Jawab Aurellia tersenyum .


" Benarkah " Aurellia mengaguk " Tapi seperti nya tidak karena ekor mommy terlalu banyak " Lanjut nya menatap baby four yang fokus pada sarapan nya .


" Kapan kalian pergi " Tanya Raymond lembut .


" Mungkin lusa Dad " Jawab Erland .


" Seperti nya kami juga butuh liburan " Timpal Daffi .


"Tidak ada liburan untuk kalian " Semprot sang ratu ke dua yang kini mulai memegang kendali di rumah besar itu .


" Oma sudah tidak menyayangi kita ,hanya karena belum membawakan menantu " Cibir Eric.


" Ah aku harus menelpon Oma dan Opaku meminta bantuan pada mereka untuk mencarikan wanita ,tidak masalah jika ...."


" Jaga macem-macem mereka tidak ada yang menikah " Bara tersenyum saat Radhi membuka suara dan tahu kemana arah pembahasan nya .


" Ayah menang terbaik " Radhi hanya mendengus saja .


" Bekerja lah dengan baik, setelah itu kalian boleh liburan tapi hanya 2 Minggu " Ujar Raymond membuat ketiga pria jomblo itu langsung mengembangkan senyumnya .


" Aku siap lembur ,Abang libur saja tidak papa " Edward memutar bola matanya jengah .


" Apa kau juga ingin lembur meminta Ayah libur " Daffi langsung menggeleng dengan cepat " Kapan Daffi bisa liburan aku sama Eric berbeda " Rif'at hanya tersenyum saja .


" Ayah jangan macem-macem " Ujar Bara tegas sebelum Radhi membuka suara .


" Kami juga ....."


" Diam , lanjut kan sarapan nya " Qiandra ,dan si kembar mendengus kesal sambil menghentakan kakinya keras .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2