
" Ada yang ingin kamu bicarakan " Tanya Daddy Radit menatap Erland,semua orang yang ada di meja itu menatap ke arah Erland .
" Iya " Jawab Erland serius " Erland akan menikah dengan Aurellia " Lanjutnya dengan tegas .
Uhuk .....Uhuk ...Uhuk....
Rosna langsung memberikan air minum Aurellia membantu nya mengelus punggung anaknya ,sedangkan Rehan masih terdiam di tempatnya begitu juga yang lainnya tapi tidak dengan ketiga pria yang memang sudah tahu .
"Apa Aurellia pacar Ade " Tanya Adara menatap ke arah anaknya .
" Hebm " Jawab Erland seadanya tanpa melepaskan tatapan nya dari Aurellia yang sudah menunduk takut .
Rehan dan Rosna saling menatap, mereka bingung harus mengatakan apa, berada di posisi seperti ini membuat mulut keduanya terasa Kelu bahkan hanya untuk menarik napas pun susah .
" Apa sudah yakin ?? " Tanya Raymond " Daddy tidak melarang siapapun pendamping mu tapi yakinkan dulu perasaan mu " Lanjutnya pada Erland .
" Ya " Jawabnya serius .
"Aurellia " Panggil Henry lembut .
" Iya Tuan " Jawab Aurellia menunduk , dia tidak berani mengakat wajah hanya untuk menatap Henry dan yang lainnya .
Dia takut orang akan berpikiran jika dia sudah menggoda Erland karena mereka tahu selama ini mereka selalu bersama sekalipun ada Brad di antara mereka .
" Saya sedang berbicara denganmu,kenapa menatapnya ke bawah ?? Apa segitu takutkah hingga kamu tidak ingin melihat saya " Ujar Henry .
" Ma...af tuan " Jawab Aurellia terbata lalu menatap Henry dengan pelan .
" Kamu sudah mendengar ucapan Erland ,kini dia menunggu jawaban mu " Sekilas Aurellia menatap ke arah Erland lalu kembali menunduk .
" Maaf ...saya ....tidak ...bisa " Jawab Aurellia meremas kedua tangannya takut .
" Aurellia " Tegur Rehan
" Maaf tuan nanti saya akan bicara dengan Aurellia " Ucap Rehan cepat.
" Apa kamu punya kekasih " Aurellia hanya terdiam sambil menunduk " Jawaban mu aku anggap benar " Lanjutnya lagi ,lalu menatap Erland yang terus menatap Aurellia .
" Ikut " Erland langsung berdiri dari duduknya " Berdiri Aurellia " Aurellia pun berdiri saat Rehan memberikan kode .
" Maaf tuan atas kelancangan Aurellia ,maaf " Ujar Rehan menundukkan kepalanya.
" Kenapa harus meminta maaf ,apa ada yang salah dengan hubungan mereka ?? " Tanya Daddy Radit .
" Maaf tuan besar " Jawab Rehan lagi .
" Makan dulu baru kita bahas lagi, biarkan mereka berbicara berdua " Titah Daddy Radit .
satu persatu mulai menyendok makanan mereka tapi tidak dengan Regan dan keluarga nya mereka masih terus memikirkan Aurellia .
__ADS_1
" Apa perlu aku menyuruh Elvi atau yang lainnya untuk melayani kalian " Ujar Henry menatap Rehan .
" Maaf tuan " Jawab Rehan, Rosna pun langsung melayani suaminya begitu juga dengan Gisel mengambilkan makanan untuk adiknya.
"Malam ini tidak ada yang kembali kita akan tidur di rumah , paviliun juga bisa jika kalian tidak nyaman di rumah ini " Ujar Daddy Radit .
" Tapi besok siang Zaza harus kembali Eyang ,karena Mas Lintang ada pekerjaan " Ujar Eliza .
" Ok tidak papa ,tapi untuk malam dan besok pagi kalian masih di sini " Eliza mengagguk sebagai jawabannya .
Kini semuanya sudah fokus pada makanan mereka, sedangkan para bocil di bawa ke ruangan tengah bersama dengan pelayan untuk menjaga mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erland membawa Aurellia ke taman belakang biar pikirannya bisa tenang .
" Kenapa menolak " Tanya Aurellia membalikkan badannya menghadap wanita itu .
" Maaf...."
" Aku tidak butuh maaf mu ,aku bertanya kenapa kamu menolak " Suara Erland sedikit meninggi .
" Bukannya tuan tidak menginginkan nya " hanya Aurellia memberanikan diri menatap Erland .
" Jika aku tidak menginginkan nya ,apa yang kamu lakukan " Aurellia menunduk bingung harus menjawab apa, karena dia sendiri bingung apa yang akan dia lakukan nantinya terhadap janin dalam perut nya " jawab Aurellia " Ujar Erland membuka suaranya .
" Katakan dengan jelas " Ucap Erland,kedua tangan nya mengepal dengan kuat menahan emosi mendengar jawaban Aurellia " Menggugurkan nya " Jawab Aurellia menatap Erland .
Mendengar jawaban Aurellia membuat Erland tertawa ,tapi entah kenapa itu membuat Aurellia merinding detik kemudian Erland menatap dingin ke arahnya ,tanpa dia sadari kini tangan Erland sudah berada di wajahnya .
" Sssttt .....Tuan " Ringis Aurellia saat merasakan tulang rahang nya sakit ,karena cekraman tangan Erland .
" Lalu kamu akan terus melanjutkan hubungan mu dengan pria itu " kini wajah keduanya tidak ada jarak lagi , bahkan Aurellia merasakan hembusan napas Erland yang memburu .
" Sakit ....." Ujar Aurellia menegang tangan Aurellia dengan kedua tangannya .
"Jangan mendekat jika tidak ingin kalian berkahir mengenaskan nantinya " Titah Erland saat melihat penjaga mendekat ke arah mereka .
" Tapi tuan ...."
" Menjauh " Mau tidak mau mereka menjauh dari kedua orang itu .
" Aku tidak mau tahu besok urusan mu sudah selesai dengannya " Ucap Erland rendah lalu melepaskan tangan nya dengan keras .
" Masuk " Titah Erland dingin, Aurellia menarik napasnya panjang sebelum akhirnya melangkahkan kakinya kembali masuk dalam rumah besar itu di ikuti Erland dari belakang nya .
" Makan di meja anak² " Erland langsung menarik tangan Aurellia saat wanita itu terus mendekati meja makan .
" Tapi tuan ...Baik tuan " Putus Aurellia pasrah .
__ADS_1
" Bibi layani dia " Titah Erland saat sudah di meja makan ,semua orang menatap ke arah Aurellia yang duduk sendirian di meja para bocil .
" Baik tuan " Jawab Pelayan lalu mendekati Aurellia .
" Lanjutkan " Titah Daddy Radit membuat para peserta melanjutkan makannya .
" Tidak usah memikirkan apa pun ,mereka sudah dewasa tahu mana yang terbaik untuk mereka sendiri sekalipun itu belum tentu baik " Ujar Henry tanpa menatap kedua orang tua yang kini tengah menatap ke arah anaknya .
" iya ...tuan " Jawab Rehan dan Rosna bersamaan .
" Makan Mba " Ujar Adara lembut .
" Ah iya nyonya " Jawab Rosna kikuk .
Melihat Aurellia sendirian,Brad memberanikan diri menemani wanita itu membuat Morgan dan Isna melototkan matanya tapi mereka tidak berani membuka suara saat melihat Queen menggeleng .
Keduanya menelan ludahnya dengan paksa memaksa tersenyum ke arah Queen .
" Apa tidak enak " Aurellia menatap Brad yang duduk di sampingnya lalu menggeleng .
" Mau yang lain " Aurellia mengaguk pelan sambil menunduk .
' Katakanlah " Ujar Brad lembut .
" Apa ada ??" Tanya Aurellia menatap Brad .
" Katakan saja ,apa kamu mau anak dalam perut mu ileran " Aurellia menggeleng dengan cepat " pengen mie goreng dengan campuran udang dan bakso nya " Cicit Aurellia .
" Bibi bisa buatkan mie goreng seperti ucapan nya " Tanya Brad menatap pelayan yang ada di samping ke duanya .
" Bisa den Brad " Jawab Pelayan lalu meninggalkan kedua orang itu .
" makan yang itu dulu ,ini sudah lewat dari jam makan malam "Aurellia mengaguk pelan menyuapi makanan dengan perlahan karena dia tidak menginginkan makanan yang ada di depannya ,dia meminta nya hanya dengan asal takut orang lain curiga .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Senin ....Senin....Senin....😁😁😁😁🥰🥰🥰🥰
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘
__ADS_1