
Waktu yang di tunggu akhirnya tiba setelah menunggu beberapa Minggu penantian itu tiba , besok pagi Aurellia dan Iin akan di ke Indonesia di antar Erland dan Brad .
Jika Aurellia begitu antusias beda hal nya dengan Iin yang sedikit ragu dan takut .
Dia sudah perna bertemu dengan orang tua Brad dan pertemuan awal itu sangat buruk menurut nya ,lalu bagaimana nantinya jika bertemu dengan yang lainnya ,apa lagi Brad mengatakan jika memiliki keluarga besar.
Sepertinya Iin tidak akan sanggup mungkin dia akan meminta kembali lebih awal dari waktu yang Brad berikan .
" Kenapa ? " Iin menatap ke arah sang suami " Kaka " Gumam Iin pelan.
" Salsa sudah tidur ?" Brad mengaguk " Dia sudah tidak sabar bertemu kakek sama neneknya " Jawabnya lagi .
" Kenapa wajahmu begitu ,apa yang kamu pikirkan ? " Brad kembali mengulang pertanyaan nya.
" Apa bisa saat kakak kembali,kami ikut kembali ke sini " Ucap Iin setengah memohon karena memang dia tidak yakin suaminya itu mengizinkan nya .
" Tidak bisa " Sudah Iin duga tapi dia hanya mencoba,siapa tahu suaminya berubah saat melihat wajah memelas nya " Nanti kalian kembali saat Nona Aurellia sudah melahirkan " Jawab Brad.
"Apa kami akan tinggal terpisah ? " Brad menggeleng " Kalian akan tinggal bersama ibu dan ayah ,di sana juga ada adikku " Iin hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Tapi bagaimana dengan sekolah Salsa ? " Salsa memang sudah sekolah, dan kadang Iin sendiri yang mengantar nya ke sekolah .
" Kita sudah bahas ini bukan " Seperti nya memang tidak ada jalan ,mau tidak mau dia dan Salsa tetap akan menetap di sana sementara waktu
🪵
🪵
🪵
" Aurellia apa kamu tidak bisa berhenti " Erland menghela napas panjang melihat kehebohan sang istri. .
" Kamu bukan orang miskin Aurellia " Lanjut nya kesal .
" Aku harus mempersiapkan keperluan Baby Dad " Helaan napas panjang Erland semakin terdengar jelas .
" Apa di sana tidak ada yang jual " Dengusnya kesal .
" Berhenti dan naik ke atas tempat tidur " Titah Erland tegas .
" Apa kau ingin aku membatalkan nya Hah " Lanjut nya membuat wanita itu berdiri tanpa di bantu sang suami .
" Kenapa selalu mengancam sih " Omel Aurellia pelan.
" Karena kamu suka di ancam " Aurellia mendengus kesal " Minum susunya " titahnya ,dengan setengah hati Aurellia meraih gelas susunya lalu di teguk hingga habis .
__ADS_1
" Di sana juga pasti keperluan Baby sudah lengkap ,jadi jangan bertingkah seperti orang susah yang ke mana² harus membawa barang seperti mau pindahan" Aurellia menaikan kedua kakinya di atas tempat tidur dengan sigap suaminya membantu nya mengatur posisi wanita itu.
Karena semakin besar kehamilan Aurellia semakin sulit baginya mencari posisi yang nyaman untuk dia berbaring ,ada saja hal yang membuat nya susah .
" Bahagia sekali " Aurellia mengagguk cepat " Jadi kamu tidak keberatan berjauhan dengan ku " Aurellia menatap sang suami " Kan hanya sementara By " Jawab Aurellia lembut.
" Melihat dari ekspresi wajah mu ,lama pun aku meninggalkan mu kamu tidak akan keberatan "
" kalau lama kami akan menyusul Daddy ke sini , Baby kan tidak bisa jauh dari Daddy nya ,bahkan masih dalam perut pun begitu " Jawab Aurellia sambil mengelus perut nya begitu juga dengan Erland .
" Tunggu Daddy ya " Pintah Erland serius.
" Daddy janji sebelum kamu lahir , Daddy akan kembali menemani kalian " Lanjut nya lagi .
"Pekerjaan di sini tidak mungkin Daddy tinggalkan " Ucapnya lagi .
" Hubby ' Pandangan Erland kini berpindah menatap sang istri " Apa tidak bisa kita pindah menatap di sana ? " Erland menggeleng dengan cepat " Kenapa ? masih memikirkan Kaka ipar " Erland tertawa kecil,apa lagi melihat wajah sang istri yang berubah sendu
" Aku sudah melupakan dia Lia, dan kamu tahu itu ' Jawabnya jujur menarik hidung sang istri pelan.
" Sekalipun aku juga merindukan keluarga ku, tapi aku tidak bisa meninggalkan perusahaan yang nantinya untuk anak-anak Mom " Ujar Erland.
" Sebenar nya itu bukan alasan sih karena di sana pun kita masih bisa hidup sekalipun aku tidak bekerja " Lanjut nya lagi .
" Sudah jangan di bahas ,bahkan aku sendiri bingung kenapa ? " Jawab Erland serius.
" Ayo istirahat besok kita berangkat pagi " Lanjut nya lagi ..
" Belum ngantuk " Erland menatap tajam sang istri membuat Aurellia memejamkan matanya .
" Jangan keras kepala ok " Aurellia mengaguk dengan mata tertutup .
" Suami yang kejam " Gumam Aurellia
Cup
Erland memberikan ciuman lembut untuk sang istri membuat Aurellia tersenyum tipis. .
" Tambah boleh " Ucapnya membuka kedua matanya .
" Tidur " Aurellia memanyunkan mulutnya kesal membuat Erland tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kakak " Rasanya Brad baru saja memejamkan matanya tapi Iin sudah membangunkan nya .
__ADS_1
" Hebm " Brad tetap berada di posisi nya sambil memeluk sang istri. .
" Kakak mengantuk ? " Pertanyaan macam apa itu ? Kadang Brad ingin sekali menukar otak sang istri tapi entah di mana tempat nya.
" Kenapa ? " Tanya nya serak tanpa membuka kedua matanya.
" Ayo tidur lagi " Lanjutnya .
" Boleh pegang yang di bawah tidak " Mata Brad langsung terbuka lebar menatap sang istri yang kini menatapnya memohon .
" Untuk " Tanya nya terbata.
" Hanya ingin, boleh ? " Ah kenapa Brad harus memiliki istri yang selalu jujur dan polos .
" Jangan memulai ,besok kita berangkat pagi nanti kalian kenapa² " Brad memilih jalan pintas sebelum nanti kamar itu di penuhi suara erangan dan lenguhan keduanya .
" Hanya sebentar ,janji " Ujarnya serius .
" Tidur Iin ,aku masih mengantuk " Brad memilih membalikan badan sang istri agar wanita itu tidak berulah.
" Tapi anak kakak ingin bermain sebentar " Huh !!
" Tidur " Titah Brad tegas membuat wanita itu terdiam .
Namun itu hanya sementara ,karena Iin kembali membuka suaranya hingga tangan besar Brad menutup mulutnya nya .
" Kakak ,anakmu Hhmmmmppppp "
" Tidur sebelum kamu kelelahan karena menuruti keinginan anakku " Titahnya dingin.
" Pegang yang ini " Iin memindahkan tangan Brad di dadanya membuat pria itu menegang .
" Wanita ini " Desis Brad kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote.
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1