
Sore sudah menampakkan wujudnya di mana pertanda bahwa para pencari nafkah akan segera kembali ke rumah untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian bekerja .
Begitu juga dengan Erland dan Brad, kedua pria itu begitu semangat menyelesaikan pekerjaan yang tidak ada habisnya ,keduanya tidak ingin membuat kedua wanita mereka menunggu terllau lama .
" Nanti singgah di apotek ya " Erland menatap Aurellia datar kini mereka sedang berada dalam lift " Mau beli sesuatu " Erland belum memberikan responnya " susu ku habis dan aku ingin rasa yang baru ,puas " Erland Kembali menatap ke depan tanpa menjawab ucapan sang istri.
Ah sial !!
Ingin sekali Aurellia menukar suaminya itu , Salah ! maksudnya menukar sifat dinginnya bukan orangnya .
Karena pria setampan Erland susah di dapatkannya , Aurellia membalikkan kepalanya menatap ke belakang .
Brad juga tampan tapi tidak setampan suamiku pikirnya, Aurellia langsung menggeleng dengan cepat saat pikiran bodoh nya memenuhi kepala nya .
Apa yang aku pikirkan Ucap Aurellia dalam hati lalu menatap ke depan .
" Jangan mencari masalah Lia ,jika ingin hidup dengan tenang " Aurellia menatap sang suami lalu tersenyum " Maaf, seperti nya otakku sedang bermasalah " Jawabnya lalu memeluk Erland .
Tanpa mempedulikan Brad dan Iin yang berdiri tepat di belakang mereka.
" Cih "
Pintu lift terbuka lebar dengan sigap Erland melingkarkan tangannya di pinggang Aurellia .
Tidak ingin kalah dengan sang bos brad pun melakukan hal yang sama ,membuat wanita yang berada di sampingnya kaget dan menatap nya ,tapi Brad hanya diam seolah tidak terjadi papa .
Sikap posesif kedua atasan perusahaan itu membuat para karyawan wanita yang hendak pulang menggila bahkan tidak sedikit dari mereka mengagumi kedua pria itu .
" Selamat sore " Sapa Aurellia lembut sambil tersenyum.
" Selamat sore Nyonya " Jawab para karyawan
"Hati² di jalan ,jangan ngebut kasian keluarga menunggu di rumah " Lanjut nya tersenyum.
" Ayo " Ajak Erland karena wanita itu menghentikan langkahnya hanya untuk menyapa para karyawan yang sudah memenuhi loby perusahaan .
" Iya Nyonya " Aurellia melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan .
Setelah kepergian kedua pasangan itu loby perusahaan semakin heboh ,apa lagi untuk pertama kalinya mereka melihat asisten bos yang terkenal dingin, datar ,keras pokoknya kaya es kulkas jadi kalian bisa membayangkan sendiri.
Bahkan tak sedikit dari mereka ingin bertanya pada Iin pelet apa yang sudah di pakai sehingga membuat pria seperti Brad dapat bersama nya .
Kita kembali para korban yang menjadi bahan gosip para karyawan perusahaan besar itu .
" Pelan-pelan Darl " Erland meletakan tangan besarnya di atas kepala sang istri .
Brad menyalahkan mobilnya meninggalkan perusahaan setelah memastikan semuanya sudah duduk dengan aman .
__ADS_1
" Kau juga ingin beli sesuatu di apotek " Iin menatap ke samping ,lalu menggeleng " Tidak tuan " Jawab Iin pelan .
Padahal dalam hatinya dia ingin membeli sesuatu dan itu sudah sangat lama di pikir kan .
Dia masih memikirkan hal buruk yang mungkin saja terjadi nantinya jika dia berada di luar , sebenarnya bisa saja meminta bantuan sama pelayan yang bertugas membeli keperluan rumah besar itu .
Tapi dia tidak ingin orang tahu hubungannya dengan Brad padahal Tanpa dia sadari penghuni masion itu sudah tahu dan pastinya mereka tidak berani membuka suara karena masih ingin bekerja dengan baik di rumah besar itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di Masion, pemandangan pertama yang mereka lihat adalah Salsa yang bermain dengan kedua orang tua Brad di mana Salsa berlari dengan kaki kecilnya mengejar Morgan yang bersembunyi di belakang Isna .
" Benar² menggelikan " Brad hanya tersenyum kecil sedangkan Iin hanya bisa terdiam menatap ke depan " Ayo Darl " Aurellia tertawa kecil lalu ke luar di bantu Erland .
" Kau tidak ingin ke luar " Iin menatap ke arah samping " Ayo turun " Ajak Brad lembut .
" Sedikit lagi , saya tidak pernah melihat Salsa sebahagia itu " Brad menurut dia kembali menutup pintu mobil yang sudah di buka tadi .
Di sisi lain Salsa terus tertawa mengejar Morgan yang sesekali menggelitik perut nya .
" Hahahah hahaha hahaha "
" Sudah ayah ,nanti perutnya sakit " Tegur Isna .
" Tolong Nya " Ujar Salsa di sela tawanya .
" Kamu melupakan ku " Peserta di situ menatap ke sumber suara " Tuan Lan " Pekik Salsa langsung bangun menghampiri Brad .
Bugh
Dengan langkah besarnya Brad langsung menghampiri Salsa yang sudah terjatuh begitu juga Morgan .
" It's Ok " Brad membersihkan tangan dan kaki Salsa dengan lembut " Jangan menangis Salsa harus jadi anak yang kuat " Salsa mengerjapkan matanya berkali-kali agar cairan bening itu tidak turun.
Namun hasilnya nihil ,bukannya kasian Brad malah tertawa sambil mengelus pipi Salsa yang sudah basah .
" Kamu seperti ayah nya " Brad menatap Morgan yang berjongkok di samping nya " Dia Putri ku yah " Jawab Morgan serius .
" Maka selesaikan lah urusan mu di sana ,Ayah tidak akan melarang mu karena ayah ingin hidup dengan tenang " Cibir Morgan sambil menatap Isna yang hanya tersenyum.
Wanita itu menggunakan senjatanya yang di mana Morgan tidak punya pilihan lain selain menyetujui nya .
" makasih Bu " Isna hanya mengaguk tersenyum.
" Mi " Kedua pria itu menatap ke arah belakang di mana Iin berdiri wajah wanita itu sangat pucat .
Bukan karena sakit tapi karena melihat Salsa yang jatuh hingga tanpa sadar dia ke luar dari mobil menghampiri Salsa .
__ADS_1
" Dia tidak papa " Ujar Isna berdiri dari posisi nya " Jangan terlalu takut ,itu akan membuat nya tidak nyaman jika melakukan aktifitas nya ,Usia seperti nya biarkan dia bermain dengan bebas hal seperti tadi itu hal yang biasa " Lanjutnya dengan pelan .
" Maaf Nyonya " Jawab Iin dengan helaan napas lega .
🪵
🪵
" Hubby "
" Hebm "
" Coba lihat sini " Erland menatap ke arah istrinya yang sedang duduk di atas karpet bulu " Kenapa ? " Tanya menghampiri sang istri .
" Seperti nya aku kegemukan ,lihat kakiku sangat besar " Ucapnya sambil menatap ke dua kakinya yang di luruskan.
" Biasa saja " Jawab Erland seadanya.
" Ehz Hubby " Rengek Aurellia manja .
" Jangan mulai ,setiap kamu membahas itu semuanya akan kacau " Aurellia memanyunkan bibirnya kesal .
" I love you ,cup " Erland mencium pipi Aurellia sekilas lalu meninggalkan Aurellia.
" Hubby " Rengek Aurellia ,bukannya senang yang ada Aurellia semakin kesal karena suaminya itu sudah sekali bersikap romantis..
" Aku siapkan air dulu Aurellia , apa kau tidak ingin mandi ! Jika tidak mau kau tidak sendiri malam ini aku tidak mau tidur dengan wanita jorok " Aurellia melongo jika biasanya para wanita lah yang mengancam suami nya karena itulah yang sering di lihat jika ayah sama ibunya berdebat .
Tapi sepeti nya tidak berlaku pada mereka , karena suaminya itu akan melakukan apa pun yang membuat nya bahagia sekalipun dia marah atau kesal .
Ah Aurellia melupakan fakta jika keluarga Mateo tidak akan pernah mengalah dan pemaksa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kita up nya malam yang kesayangan author 😘😘
Maafkan author yang baru Up karena lagi sibuk antar si kecil yang sudah masuk sekolah dan harus di tungguin sampai pulang .
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1