
" Tuan Lan " Brad menatap ke sumber suara di mana kini mereka tengah di meja makan untuk sarapan begitu juga Iin yang langsung menghampiri Putrinya .
" Salsa ,tunggu di dapur nanti Mami....."
" Biarkan dia di sini " Iin langsung menatap ke arah Brad " Tapi tuan ..."
" Sini " Ajaknya pada Salsa tanpa mempedulikan Iin yang menatap nya memohon .
" Kenapa ?? " Tanya Brad menatap Salsa yang sudah berdiri di sampingnya .
" Salsa sama Mami ya ,kita kebelakang " Brad langsung menatap tajam Iin membuat wanita itu menundukkan kepalanya takut .
Mami mohon jangan buat masalah sayang Ucap Iin dalam hati .
" Tuan Lan ,Isa calikan papi " Tanyanya menatap Brad dengan mata berbinar ,tapi tidak dengan Iin yang langsung melotot kan matanya .
" Salsa " Bentak Iin keras membuat salsa kaget dan ketakutan karena ini pertama nya Iin membentak nya keras apa lagi di depan orang .
Hwwaa .....Hhwwaa ...
Iin langsung mendekati salsa ,namun wanita Kecil itu memberi jarak mungkin karena takut .
" Salsa ....Mami ...."
" Pergilah kebelakang tenangkan dulu dirimu ,Salsa biar sama aku " Aurellia berdiri dari duduknya .
" Salsa ..." Iin masih berusaha menjangkau Putri nya tapi Brad langsung menahan nya .
" Jangan membuat nya semakin takut " Ujar Brad menatap Iin yang sudah menangis
" Mami minta maaf " Ujar Iin serak ,lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan sesaknya .
Dia tidak bermaksud membentak Salsa, itu hanya refleks karena mendengar permintaan sang putri karena selama ini dia tidak perna meminta hal seperti itu .
" Kenapa menangis " Tanya Aurellia berjongkok di samping Brad hingga membuat pria itu menggeser tempat duduknya .
" Mami ...."
" Mami hanya lelah , dia tidak marah sama salsa " Ujar Aurellia dengan lembut .
" Salsa sudah makan " Salsa mengaguk pelan " Mau temani Aunty makan " Salsa kembali mengaguk .
__ADS_1
Aurellia mengakat tubuh Salsa duduk di kursi samping Brad lalu dia kembali duduk di kursinya samping Erland .
" Maaf " Erland hanya mengaguk tersenyum .
" Mau ini " Tawar Brad pada Salsa .
" tating nya dah tenang " Jawabnya menatap Brad sambil mengelus perut nya .
" Cacing nya sudah kenyang " Ujar Brad membenarkan ucapan Salsa .
" Iya " jawabnya dengan anggukan kepalanya ,Brad mengusap kepala Salsa dengan pelan lalu Kemabli fokus pada makanannya .
Sedangkan kedua manusia yang ada di depannya hanya tersenyum seolah tidak terjadi papa dan memilih melanjutkan sarapannya .
" Bibi tolong siapkan keperluan Salsa " Ujar Brad menatap pelayan .
" Kau ingin membawanya ke kantor " Brad menatap Erland " Iya, Apa bisa " Tanya Brad ,entahlah apa yang merasuki pikiran nya tapi dia hanya memikirkan salsa yang mungkin masih takut bertemu Iin .
" Ya " Jawab Erland seadanya lalu berdiri dari duduknya begitu juga Aurellia .
" Ayo Salsa " ajak Aurellia lembut .
" Tita temana " Tanya nya dengan polos .
" Di tempat kerja Aunty banyak boneka dan mainan mau " Salsa langsung mengaguk dengan cepat .
" Kami tunggu di mobil " Ujar Erland .
" Baik tuan " Jawab Brad berdiri dari duduknya berjalan ke arah belakang sedangkan Erland dan Aurellia berjalan ke luar sambil membawa salsa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Salsa mau di bawah ke mana Bi " Tanya Iin panik saat pelayan datang ke kamar nya dan meminta di siapkan pakaian untuk Salsa .
" Tuan Brad akan membawa Salsa Mba " Jawab Pelayan lembut membuat Iin semakin panik.
" Tapi kenapa Bi ?? Apa tuan Brad .....
" Ke luar Bi " Pelayan menatap ke arah pintu lalu mengaguk " Baik tuan " Pamitnya meninggalkan Brad dan Iin di dalam kamar .
" Salsa masih takut dengan mu " Ujar Brad datar .
__ADS_1
" Tapi tuan. ..."
" Siapkan kebutuhan nya " Potong Brad .
" Tuan ...."
" Saya hanya membawanya ke perusahaan ,jadi siapkan keperluan nya " titah Brad tidak ingin di bantah .
Dengan Gontai Iin menyiapkan pakaian dan keperluan Salsa yang lain ,sesekali dia menyekat air matanya .
" Katakan sama salsa Aku menyayangi nya ,aku minta maaf aku tidak ....."
" Tenangkan saja dirimu" Ujar Brad cepat lalu mengambil tas kecil dari tangan Iin lalu meninggalkan wanita itu yang hanya menunduk sambil terisak .
🪵
🪵
Brad membuka pintu kemudi lalu masuk meletakan tas milik Salsa di samping nya ,sekilas di menatap salsa yang duduk di samping nya menatap ke luar .
" Sudah siap " Salsa menatap ke arah samping lalu mengaguk tersenyum .
" Tuan Lan ,ini puna tuan " Brad mengangguk menyalahkan mobilnya .
" Kenapa kamu suka " Salsa mengaguk dengan cepat membuat Brad tersenyum tipis .
" Sepertinya tidak butuh waktu 5 bulan " Brad menatap ke arah belakang lewat kaca spion .
Dia tahu maksud Erland tapi dia memilih untuk tidak menanggapinya sedangkan Aurellia hanya tertawa kecil .
Perjalan keperusahan kali ini berbeda di mana Salsa banyak bertanya pada Brad apa saja yang mereka lewati , sekalipun ucapan nya tidak terlalu jelas dan Brad kadang suka bingung dan Aurellia yang selalu melengkapi setiap perkataan Salsa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘