London Love Story

London Love Story
membawanya ke kantor


__ADS_3

" Tuan Lan " Brad menatap ke sumber suara di mana kini mereka tengah di meja makan untuk sarapan begitu juga Iin yang langsung menghampiri Putrinya .


" Salsa ,tunggu di dapur nanti Mami....."


" Biarkan dia di sini " Iin langsung menatap ke arah Brad " Tapi tuan ..."


" Sini " Ajaknya pada Salsa tanpa mempedulikan Iin yang menatap nya memohon .


" Kenapa ?? " Tanya Brad menatap Salsa yang sudah berdiri di sampingnya .


" Salsa sama Mami ya ,kita kebelakang " Brad langsung menatap tajam Iin membuat wanita itu menundukkan kepalanya takut .


Mami mohon jangan buat masalah sayang Ucap Iin dalam hati .


" Tuan Lan ,Isa calikan papi " Tanyanya menatap Brad dengan mata berbinar ,tapi tidak dengan Iin yang langsung melotot kan matanya .


" Salsa " Bentak Iin keras membuat salsa kaget dan ketakutan karena ini pertama nya Iin membentak nya keras apa lagi di depan orang .


Hwwaa .....Hhwwaa ...


Iin langsung mendekati salsa ,namun wanita Kecil itu memberi jarak mungkin karena takut .


" Salsa ....Mami ...."


" Pergilah kebelakang tenangkan dulu dirimu ,Salsa biar sama aku " Aurellia berdiri dari duduknya .


" Salsa ..." Iin masih berusaha menjangkau Putri nya tapi Brad langsung menahan nya .


" Jangan membuat nya semakin takut " Ujar Brad menatap Iin yang sudah menangis


" Mami minta maaf " Ujar Iin serak ,lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan sesaknya .


Dia tidak bermaksud membentak Salsa, itu hanya refleks karena mendengar permintaan sang putri karena selama ini dia tidak perna meminta hal seperti itu .


" Kenapa menangis " Tanya Aurellia berjongkok di samping Brad hingga membuat pria itu menggeser tempat duduknya .


" Mami ...."


" Mami hanya lelah , dia tidak marah sama salsa " Ujar Aurellia dengan lembut .


" Salsa sudah makan " Salsa mengaguk pelan " Mau temani Aunty makan " Salsa kembali mengaguk .

__ADS_1


Aurellia mengakat tubuh Salsa duduk di kursi samping Brad lalu dia kembali duduk di kursinya samping Erland .


" Maaf " Erland hanya mengaguk tersenyum .


" Mau ini " Tawar Brad pada Salsa .


" tating nya dah tenang " Jawabnya menatap Brad sambil mengelus perut nya .


" Cacing nya sudah kenyang " Ujar Brad membenarkan ucapan Salsa .


" Iya " jawabnya dengan anggukan kepalanya ,Brad mengusap kepala Salsa dengan pelan lalu Kemabli fokus pada makanannya .


Sedangkan kedua manusia yang ada di depannya hanya tersenyum seolah tidak terjadi papa dan memilih melanjutkan sarapannya .


" Bibi tolong siapkan keperluan Salsa " Ujar Brad menatap pelayan .


" Kau ingin membawanya ke kantor " Brad menatap Erland " Iya, Apa bisa " Tanya Brad ,entahlah apa yang merasuki pikiran nya tapi dia hanya memikirkan salsa yang mungkin masih takut bertemu Iin .


" Ya " Jawab Erland seadanya lalu berdiri dari duduknya begitu juga Aurellia .


" Ayo Salsa " ajak Aurellia lembut .


" Tita temana " Tanya nya dengan polos .


" Di tempat kerja Aunty banyak boneka dan mainan mau " Salsa langsung mengaguk dengan cepat .


" Kami tunggu di mobil " Ujar Erland .


" Baik tuan " Jawab Brad berdiri dari duduknya berjalan ke arah belakang sedangkan Erland dan Aurellia berjalan ke luar sambil membawa salsa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Salsa mau di bawah ke mana Bi " Tanya Iin panik saat pelayan datang ke kamar nya dan meminta di siapkan pakaian untuk Salsa .


" Tuan Brad akan membawa Salsa Mba " Jawab Pelayan lembut membuat Iin semakin panik.


" Tapi kenapa Bi ?? Apa tuan Brad .....


" Ke luar Bi " Pelayan menatap ke arah pintu lalu mengaguk " Baik tuan " Pamitnya meninggalkan Brad dan Iin di dalam kamar .


" Salsa masih takut dengan mu " Ujar Brad datar .

__ADS_1


" Tapi tuan. ..."


" Siapkan kebutuhan nya " Potong Brad .


" Tuan ...."


" Saya hanya membawanya ke perusahaan ,jadi siapkan keperluan nya " titah Brad tidak ingin di bantah .


Dengan Gontai Iin menyiapkan pakaian dan keperluan Salsa yang lain ,sesekali dia menyekat air matanya .


" Katakan sama salsa Aku menyayangi nya ,aku minta maaf aku tidak ....."


" Tenangkan saja dirimu" Ujar Brad cepat lalu mengambil tas kecil dari tangan Iin lalu meninggalkan wanita itu yang hanya menunduk sambil terisak .


🪵


🪵


Brad membuka pintu kemudi lalu masuk meletakan tas milik Salsa di samping nya ,sekilas di menatap salsa yang duduk di samping nya menatap ke luar .


" Sudah siap " Salsa menatap ke arah samping lalu mengaguk tersenyum .


" Tuan Lan ,ini puna tuan " Brad mengangguk menyalahkan mobilnya .


" Kenapa kamu suka " Salsa mengaguk dengan cepat membuat Brad tersenyum tipis .


" Sepertinya tidak butuh waktu 5 bulan " Brad menatap ke arah belakang lewat kaca spion .


Dia tahu maksud Erland tapi dia memilih untuk tidak menanggapinya sedangkan Aurellia hanya tertawa kecil .


Perjalan keperusahan kali ini berbeda di mana Salsa banyak bertanya pada Brad apa saja yang mereka lewati , sekalipun ucapan nya tidak terlalu jelas dan Brad kadang suka bingung dan Aurellia yang selalu melengkapi setiap perkataan Salsa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2