
Erland yang baru ke luar dari kamar mandi langsung menuju ke arah sofa saat mendengar nada dering ponsel nya .
Sekilas dia menatap bingung pada layar ponsel nya di mana nama Uncle Rehan tertera di layar itu,ibu jari nya langsung menggeser tombol hijau.
" Hallo Uncle "
" Maaf Tuan sudah ...."
" Apa ada masalah " Potong Erland cepat dari suara Rehan pasti ada hal yang tidak baik ,pikir Erland .
" Aurellia baik² saja kan Uncle " Tanya Erland memastikan. .
" Aurellia baik² saja ,hanya ada hal yang dia inginkan " Jawab Rehan.
" Apa " Tanya Erland .
" Sebelum nya saya minta maaf ...."
" Katakan saja Uncle " Potong Erland yang mulai jengah karena Calon ayah mertua nya itu seperti berputar²
" Aurellia menginginkan Lalapan Lele ,tapi dia menginginkan tuan yang masak ! Ibunya sudah menawarkan diri tapi dia menolak dan menangis " Jawab Rehan .
" Hanya itu " Tanya Erland memastikan .
" Iya hanya itu " Jawab Rehan serius .
' Makasih Uncle " Ucap Erland lalu mematikan sambungan telepon nya .
" Oh God " Erland mengusap wajahnya lalu masuk dalam ruangan ganti .
🪵
🪵
🪵
" Mom " Panggil Erland mendekati Adara mereka masih berada di tempat semula .
" Bisa bantu Erland " Erland duduk di samping Adara " Aurellia menginginkan Lalapan Lele dan memintaku memasaknya " Adara menatap Erland dengan wajah datarnya.
" Lele " Tanya Adara memastikan ,Erland mengaguk sebagai jawaban nya .
" Apa itu lalapan Lele " Tanya Eric polos .
" Kau bertanya denganku ?? " Tanya balik Erland .
" Kampungan sekali " Cibir Randy membuat para pria menatap nya sinis .
" Memang kamu tahu " Tanya Rangga .
" Sering² makan di warung pinggir jalan biar tahu ' Jawab Randy sombong
" Kenapa harus makan di sana ?? Apa kamu terlalu miskin untuk makan di restoran saat bersama Diandra " Ujar Edward .
" Seperti nya begitu " Timpal Bara .
" Diamlah ,dia yang menginginkan nya " Jawab Randy kesal .
" Tapi ikan sejenis itu kaya tidak ada di kulkas Dek " Ujar Adara lembut .
" Iya sudah minta bibi beli dulu , Aurellia menangis minta di masakin itu , Menyusahkan saja " Jawab Erland kesal .
" Membuatnya tidak susah kah Boy ,malah enak " Sindir Jose .
" Cih " Jose tertawa kecil melihat wajah kesal Erland .
" Iya sudah Mommy ke dalam dulu " Adara langsung berdiri meninggalkan mereka .
" Mommy ,Nova juga mau " Adara hanya mengaguk saja, Erland langsung menatap Wanita yang duduk di samping Aqila .
Tidak berselang lama para bocil ikut bergabung dengan mereka .
" Hei Daddy di sini " Ujar Edward saat melihat Nora langsung menghampiri Erland ,Nora menatap sekilas ke arah Edward lalu tertawa memperlihatkan Gigi putihnya .
" Maaf anda siapa " Tanya Erland menetap Edward sinis .
" Saya Daddy nya " Sentak Edward kesal .
" Dan aku Papa nya " Jawab Erland dengan tersenyum miring .
__ADS_1
" Ade " Panggil Elvi lembut .
" Iya Oma " Jawab Erland menatap wanita yang di samping pria yang sudah tidak muda lagi .
" Apa tidak bisa Aurellia di sini saja ,pernikahan Randy sebentar lagi " Ujar Elvi lembut .
" Kasian jika harus pulang pergi ,apa lagi dia hamil dan mual seperti itu " Lanjutnya lagi .
" Nanti Erland bicara sama Aurellia dulu " Jawab Erland.
" Hanya beberapa hari Boy, tahan lah Lagian Aurellia hamil muda kalian belum bisa melakukan nya " Goda Jeje tersenyum miring .
" Siapa bilang ?? Bahkan kemarin kami melakukan nya " Ujarnya sombong membuat peserta di situ menatap nya dengan mata membola .
" Erland " Tegur Ana sedikit meninggi kan suaranya.
" Rezeki jangan di tolak Oma " Jawabnya santai .
" Kau memang Anak nya Raymond " Ujar Alan terkekeh geli .
" Randy jam berapa jemput Diandra " Tanya Aqila .
" Sore Oma ,pulang kerja " Jawab Randy .
" Lo kenapa tidak libur saja " Ucap Raine.
" Dia karyawan teladan Ma ,mematuhi aturan perusahaan itu visi misi nya " Jawab Randy kesal membuat peserta di situ tertawa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
' Jangan masuk ke dalam hanya sampai pintu depan " Erland menghela napas panjang.
" Apa Oma tidak cape mengatakan hal itu terus " Tanya Erland kesal .
" Sudah sana antarkan Lele nya sama Aurellia nanti anakmu ileran, Opa tidak mau memiliki Cucu ileran " Ujar Henry .
" Dan Anak Erland juga tidak mau memilki Opa jelek seperti Opa " Jawab Erland ketus lalu mendekati mobilnya .
" Yaaakkk " teriak Henry emosi .
" Papa mau ke mana " Tanya Nora menatap sekeliling nya .
" Ade " Pekik mereka bersamaan tapi Nora tidak peduli .
" Papa ....Papa " Panggil Nora menghentikan Erland yang akan masuk dalam mobil
" Papa mau ketemu Mama " Erland mengaguk , Nora langsung masuk dalam mobil lewat pintu kemudi yang sudah di buka Erland .
" Hati² " Tegur Erland lembut .
" Iya Papa " Erland ikut masuk saat Nora sudah duduk di tempatnya .
Dari arah gazebo semua orang menatap interaksi antara Erland dan Nora .
" Sejak kapan mereka seperti itu ,Waktu peringatan mommy tidak sedekat itu mereka " Tanya Davin .
" Sejak mereka pergi ke mall bersama " Jawab Henry .
" Bahkan tidur pun harus bersama Erland , sepertinya anak itu mau balas dendam " Lanjutnya lagi .
" Memang dia seperti mu melampiaskan kekesalannya sama orang lain " Sindir Elvi menatap sinis Suaminya .
" Itukan sudah lama yank, itu hari aku khilaf " Jawab Henry memelas sambil memeluk Elvi .
" Bohong bangat " Jawab Jose, Henry langsung menatap tajam Jose .
🪵
🪵
🪵
" Papa " Panggil Nora menatap ke arah Erland .
" Hebm "
" Apa Nora bisa ikut Papa " Erland menatap sekilas ke arah Nora bingung .
" Ikut ke mana " Tanya Erland sambil mengelus kepala Nora .
__ADS_1
" Nora dengar dari Bibi kalau Papa akan kembali London " Jawabnya mata bening itu terus menatap ke arah Erland .
" Nora kan sekolah, di sini Ada Daddy dan Bunda Nora ,ada Daddy Ray mommy terus Oma Opa " Erland memberikan penjelasan yang bisa di terima oleh gadis kecil itu " Di sana Papa kerja ,Mama juga " Lanjutnya dengan lembut .
" Nora bisa koh sama pelayan sambil nunggu Papa sama Mama " Jawabnya cepat, Erland tertawa kecil .
" Kenapa mau ikut Papa hm " Tanya Erland menggegam tangan kecil Nora .
" Hm ...Hm ...Nora cape " Jawabnya Lirih .
" Cape kenapa ?? " Erland masih menggegam tangan Nora dan mengelus nya .
" Nora selalu membuat Bunda dan mommy menangis " Jawab nya lagi, Erland menunduk sebentar mencium tangan mungil itu .
' Mereka menangis karena bahagia memiliki Nora " Jawab Erland yang terus menggegam tangan mungil itu .
" Apa Papa juga bahagia memiliki Nora " Erland mengagguk " Sangat bahagia ,Nora cantik seperti Bunda " Jawab Erland tersenyum .
" Papa tidak bohong kan " Tanya Nora sambil memegang wajahnya dengan tangan nya yang bebas .
" Hebm "
" Papa " Rengek Nora manja membuat Erland tertawa lalu mengelus kepala Nora dengan lembut .
" Sedikit lagi kita sampai ,ingat jangan lama² bertemu Mama Aurellia kita harus kembali Ok " Nora mengagguk cepat .
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Aurellia pagar besar itu langsung terbuka saat tahu siapa yang ada di dalam mobil .
Dengan perlahan Erland kembali menjalankan mobilnya hingga berhenti di depan pintu rumah .
" Turunlah " Nora langsung turun setelah Erland membukakan pintu sambil membawa kotak makanan pesanan Aurellia.
" Antar Nora sampai ke dalam " Pinta Erland menatap penjaga yang berdiri di samping mobilnya .
" Baik tuan muda ,ayo Non " Nora mengaguk lalu masuk dalam rumah .
" Mama ....Mama " Erland menepuk keningnya mendengar teriakan Nora sambil menggeleng .
Sedangkan di dalam rumah ketiga wanita itu di buat kaget melihat Nora membawa kotak bekal ketiga nya saling melempar tatapan .
" Mama Nora mana " Tanya Nora menatap Rosna ,Isna ,dan Endang .
" Mama Nora tidak ada " Jawab Isna terbata .
" Tapi kata Papa, Ini untuk Mama " Ujarnya lagi sambil memperlihatkan bawaannya .
" Maaf Non ,Nama Papa ...."
" Nona Nora " Nora menatap ke sumber suara sambil tersenyum .
" Nora bawakan pesanan Mama , Papa tidak bisa masuk katanya nanti Oma marah " ketiga wanita itu langsung menatap ke arah Aurellia membuat wanita itu tersenyum kaku .
" Ah iya, makasih bilang sama Papa " Nora mengaguk tersenyum " Apa Baby lapar " Aurellia mengaguk tersenyum .
" Hai Baby, Kakak di sini " Ujarnya di depan perut Aurellia .
" Kakak sama Papa bawakan makanan kesukaan Mama ,di habiskan ya " Pintanya lalu menatap Aurellia .
" Mau es krim " Tawar Aurellia membuat Nora mengaguk cepat , Aurellia membawa Nora ke dapur mengambil ahli kotakan yang ada di tangan Nora .
" Mau rasa apa " Tanya Aurellia saat keduanya sudah berada di depan lemari pendingin di ikuti ketiga wanita itu .
" Vanila dan coklat " Aurellia mengambil kan es krim yang di minta Nora lalu memberikan padanya.
" Terimakasih Ma " Aurellia mengaguk tersenyum " Ayo Mama antar kedepan " saat Aurellia membalikkan badannya dia sedikit tersentak karena melihat Ibunya menatap nya tajam begitu juga Isna dan Endang .
" Jangan sekarang , Nanti Aurellia jelaskan " Ketiganya mengaguk membiarkan Aurellia mengantar Nora kedepan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut
Jangan lupa dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘