London Love Story

London Love Story
Rezeki jangan di tolak


__ADS_3

Erland yang baru ke luar dari kamar mandi langsung menuju ke arah sofa saat mendengar nada dering ponsel nya .


Sekilas dia menatap bingung pada layar ponsel nya di mana nama Uncle Rehan tertera di layar itu,ibu jari nya langsung menggeser tombol hijau.


" Hallo Uncle "


" Maaf Tuan sudah ...."


" Apa ada masalah " Potong Erland cepat dari suara Rehan pasti ada hal yang tidak baik ,pikir Erland .


" Aurellia baik² saja kan Uncle " Tanya Erland memastikan. .


" Aurellia baik² saja ,hanya ada hal yang dia inginkan " Jawab Rehan.


" Apa " Tanya Erland .


" Sebelum nya saya minta maaf ...."


" Katakan saja Uncle " Potong Erland yang mulai jengah karena Calon ayah mertua nya itu seperti berputar²


" Aurellia menginginkan Lalapan Lele ,tapi dia menginginkan tuan yang masak ! Ibunya sudah menawarkan diri tapi dia menolak dan menangis " Jawab Rehan .


" Hanya itu " Tanya Erland memastikan .


" Iya hanya itu " Jawab Rehan serius .


' Makasih Uncle " Ucap Erland lalu mematikan sambungan telepon nya .


" Oh God " Erland mengusap wajahnya lalu masuk dalam ruangan ganti .


🪵


🪵


🪵


" Mom " Panggil Erland mendekati Adara mereka masih berada di tempat semula .


" Bisa bantu Erland " Erland duduk di samping Adara " Aurellia menginginkan Lalapan Lele dan memintaku memasaknya " Adara menatap Erland dengan wajah datarnya.


" Lele " Tanya Adara memastikan ,Erland mengaguk sebagai jawaban nya .


" Apa itu lalapan Lele " Tanya Eric polos .


" Kau bertanya denganku ?? " Tanya balik Erland .


" Kampungan sekali " Cibir Randy membuat para pria menatap nya sinis .


" Memang kamu tahu " Tanya Rangga .


" Sering² makan di warung pinggir jalan biar tahu ' Jawab Randy sombong


" Kenapa harus makan di sana ?? Apa kamu terlalu miskin untuk makan di restoran saat bersama Diandra " Ujar Edward .


" Seperti nya begitu " Timpal Bara .


" Diamlah ,dia yang menginginkan nya " Jawab Randy kesal .


" Tapi ikan sejenis itu kaya tidak ada di kulkas Dek " Ujar Adara lembut .


" Iya sudah minta bibi beli dulu , Aurellia menangis minta di masakin itu , Menyusahkan saja " Jawab Erland kesal .


" Membuatnya tidak susah kah Boy ,malah enak " Sindir Jose .


" Cih " Jose tertawa kecil melihat wajah kesal Erland .


" Iya sudah Mommy ke dalam dulu " Adara langsung berdiri meninggalkan mereka .


" Mommy ,Nova juga mau " Adara hanya mengaguk saja, Erland langsung menatap Wanita yang duduk di samping Aqila .


Tidak berselang lama para bocil ikut bergabung dengan mereka .


" Hei Daddy di sini " Ujar Edward saat melihat Nora langsung menghampiri Erland ,Nora menatap sekilas ke arah Edward lalu tertawa memperlihatkan Gigi putihnya .


" Maaf anda siapa " Tanya Erland menetap Edward sinis .


" Saya Daddy nya " Sentak Edward kesal .


" Dan aku Papa nya " Jawab Erland dengan tersenyum miring .

__ADS_1


" Ade " Panggil Elvi lembut .


" Iya Oma " Jawab Erland menatap wanita yang di samping pria yang sudah tidak muda lagi .


" Apa tidak bisa Aurellia di sini saja ,pernikahan Randy sebentar lagi " Ujar Elvi lembut .


" Kasian jika harus pulang pergi ,apa lagi dia hamil dan mual seperti itu " Lanjutnya lagi .


" Nanti Erland bicara sama Aurellia dulu " Jawab Erland.


" Hanya beberapa hari Boy, tahan lah Lagian Aurellia hamil muda kalian belum bisa melakukan nya " Goda Jeje tersenyum miring .


" Siapa bilang ?? Bahkan kemarin kami melakukan nya " Ujarnya sombong membuat peserta di situ menatap nya dengan mata membola .


" Erland " Tegur Ana sedikit meninggi kan suaranya.


" Rezeki jangan di tolak Oma " Jawabnya santai .


" Kau memang Anak nya Raymond " Ujar Alan terkekeh geli .


" Randy jam berapa jemput Diandra " Tanya Aqila .


" Sore Oma ,pulang kerja " Jawab Randy .


" Lo kenapa tidak libur saja " Ucap Raine.


" Dia karyawan teladan Ma ,mematuhi aturan perusahaan itu visi misi nya " Jawab Randy kesal membuat peserta di situ tertawa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


' Jangan masuk ke dalam hanya sampai pintu depan " Erland menghela napas panjang.


" Apa Oma tidak cape mengatakan hal itu terus " Tanya Erland kesal .


" Sudah sana antarkan Lele nya sama Aurellia nanti anakmu ileran, Opa tidak mau memiliki Cucu ileran " Ujar Henry .


" Dan Anak Erland juga tidak mau memilki Opa jelek seperti Opa " Jawab Erland ketus lalu mendekati mobilnya .


" Yaaakkk " teriak Henry emosi .


" Papa mau ke mana " Tanya Nora menatap sekeliling nya .


" Ade " Pekik mereka bersamaan tapi Nora tidak peduli .


" Papa ....Papa " Panggil Nora menghentikan Erland yang akan masuk dalam mobil


" Papa mau ketemu Mama " Erland mengaguk , Nora langsung masuk dalam mobil lewat pintu kemudi yang sudah di buka Erland .


" Hati² " Tegur Erland lembut .


" Iya Papa " Erland ikut masuk saat Nora sudah duduk di tempatnya .


Dari arah gazebo semua orang menatap interaksi antara Erland dan Nora .


" Sejak kapan mereka seperti itu ,Waktu peringatan mommy tidak sedekat itu mereka " Tanya Davin .


" Sejak mereka pergi ke mall bersama " Jawab Henry .


" Bahkan tidur pun harus bersama Erland , sepertinya anak itu mau balas dendam " Lanjutnya lagi .


" Memang dia seperti mu melampiaskan kekesalannya sama orang lain " Sindir Elvi menatap sinis Suaminya .


" Itukan sudah lama yank, itu hari aku khilaf " Jawab Henry memelas sambil memeluk Elvi .


" Bohong bangat " Jawab Jose, Henry langsung menatap tajam Jose .


🪵


🪵


🪵


" Papa " Panggil Nora menatap ke arah Erland .


" Hebm "


" Apa Nora bisa ikut Papa " Erland menatap sekilas ke arah Nora bingung .


" Ikut ke mana " Tanya Erland sambil mengelus kepala Nora .

__ADS_1


" Nora dengar dari Bibi kalau Papa akan kembali London " Jawabnya mata bening itu terus menatap ke arah Erland .


" Nora kan sekolah, di sini Ada Daddy dan Bunda Nora ,ada Daddy Ray mommy terus Oma Opa " Erland memberikan penjelasan yang bisa di terima oleh gadis kecil itu " Di sana Papa kerja ,Mama juga " Lanjutnya dengan lembut .


" Nora bisa koh sama pelayan sambil nunggu Papa sama Mama " Jawabnya cepat, Erland tertawa kecil .


" Kenapa mau ikut Papa hm " Tanya Erland menggegam tangan kecil Nora .


" Hm ...Hm ...Nora cape " Jawabnya Lirih .


" Cape kenapa ?? " Erland masih menggegam tangan Nora dan mengelus nya .


" Nora selalu membuat Bunda dan mommy menangis " Jawab nya lagi, Erland menunduk sebentar mencium tangan mungil itu .


' Mereka menangis karena bahagia memiliki Nora " Jawab Erland yang terus menggegam tangan mungil itu .


" Apa Papa juga bahagia memiliki Nora " Erland mengagguk " Sangat bahagia ,Nora cantik seperti Bunda " Jawab Erland tersenyum .


" Papa tidak bohong kan " Tanya Nora sambil memegang wajahnya dengan tangan nya yang bebas .


" Hebm "


" Papa " Rengek Nora manja membuat Erland tertawa lalu mengelus kepala Nora dengan lembut .


" Sedikit lagi kita sampai ,ingat jangan lama² bertemu Mama Aurellia kita harus kembali Ok " Nora mengagguk cepat .


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Aurellia pagar besar itu langsung terbuka saat tahu siapa yang ada di dalam mobil .


Dengan perlahan Erland kembali menjalankan mobilnya hingga berhenti di depan pintu rumah .


" Turunlah " Nora langsung turun setelah Erland membukakan pintu sambil membawa kotak makanan pesanan Aurellia.


" Antar Nora sampai ke dalam " Pinta Erland menatap penjaga yang berdiri di samping mobilnya .


" Baik tuan muda ,ayo Non " Nora mengaguk lalu masuk dalam rumah .


" Mama ....Mama " Erland menepuk keningnya mendengar teriakan Nora sambil menggeleng .


Sedangkan di dalam rumah ketiga wanita itu di buat kaget melihat Nora membawa kotak bekal ketiga nya saling melempar tatapan .


" Mama Nora mana " Tanya Nora menatap Rosna ,Isna ,dan Endang .


" Mama Nora tidak ada " Jawab Isna terbata .


" Tapi kata Papa, Ini untuk Mama " Ujarnya lagi sambil memperlihatkan bawaannya .


" Maaf Non ,Nama Papa ...."


" Nona Nora " Nora menatap ke sumber suara sambil tersenyum .


" Nora bawakan pesanan Mama , Papa tidak bisa masuk katanya nanti Oma marah " ketiga wanita itu langsung menatap ke arah Aurellia membuat wanita itu tersenyum kaku .


" Ah iya, makasih bilang sama Papa " Nora mengaguk tersenyum " Apa Baby lapar " Aurellia mengaguk tersenyum .


" Hai Baby, Kakak di sini " Ujarnya di depan perut Aurellia .


" Kakak sama Papa bawakan makanan kesukaan Mama ,di habiskan ya " Pintanya lalu menatap Aurellia .


" Mau es krim " Tawar Aurellia membuat Nora mengaguk cepat , Aurellia membawa Nora ke dapur mengambil ahli kotakan yang ada di tangan Nora .


" Mau rasa apa " Tanya Aurellia saat keduanya sudah berada di depan lemari pendingin di ikuti ketiga wanita itu .


" Vanila dan coklat " Aurellia mengambil kan es krim yang di minta Nora lalu memberikan padanya.


" Terimakasih Ma " Aurellia mengaguk tersenyum " Ayo Mama antar kedepan " saat Aurellia membalikkan badannya dia sedikit tersentak karena melihat Ibunya menatap nya tajam begitu juga Isna dan Endang .


" Jangan sekarang , Nanti Aurellia jelaskan " Ketiganya mengaguk membiarkan Aurellia mengantar Nora kedepan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut


Jangan lupa dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘


__ADS_2