
Erland menatap wanita yang kini berada di bawahnya dengan mata merem melek kedua tangan berpegangan pada meja dapur .
" Aaarrgghhhh ..... Darling "
" Faster ..... aaarrgghhhh " Aurellia mempercepat gerakannya tangan nya naik turun begitu juga mulutnya , sesekali dia mengulum bagian kepala jamur itu hingga membuat Erland bergetar kenikmatan .
Suara Erland memenuhi dapur kepala nya menengadah ke atas menikmati servisan yang di berikan istri nya dia tidak menyangka wanita itu akan seberani ini .
" Sssttttt ..... Aaarrgghhhh " Aurellia terus mengisap jamur besar berurat di mana volume nya semakin bertambah hingga akhirnya Aurellia memasukan seluruh nya dalam mulutnya hingga menyentuh tenggorokan nya .
" Aaarrgghhhh....Tarik.... Darling " Pekik Erland .
" Jangan .... Aaarrrggggghhhhhhh" Terlambat cairan itu tumpah dalam mulut Aurellia denah cepat Erland membantunya berdiri mencuci mulut sang istri mengeluarkan cairan yang tadi dia buang dalam mulut istrinya .
" Siapa yang mengajari " Tanya Erland dengan helaan napas panjang , Aurellia memilih membersihkan milik Erland dengan pelan lalu mengambil tisu .
" Jawab Darling " Desak Erland menghentikan gerakan istri nya menyelesaikan sendiri .
" Nova " Erland membulat matanya tajam menatap Aurellia " Katakan sekali lagi " Pinta Erland.
" Nova ,mommy , Oma dan yang lainnya " Sebut nya satu persatu, Erland memejamkan matanya kuat .
" Aku akan menelpon dan mengumpat mereka satu persatu " Ucap Erland kesal tapi yakin lah itu hanya yang keluar dari mulutnya sedangkan yang belum keluar dia akan pendam sendiri .
Ah seperti nya dia harus meninggalkan istri nya bersama wanita penghuni masion itu ,biar istri nya semakin pintar .
" Jangan lakukan itu Darl ok " Pintah Erland lembut .
Lakukanlah aku menyukai nya Ralatnya dalam hati sambil tersenyum puas .
" Tidak papa ,aku menyukai nya ,ibu juga bilang dari pada jajan di luar sekalipun rasanya beda tapi setidaknya lakukan itu untuk suamimu katanya " Ujar Aurellia .
" Kamu bisa pakai tangan Darl ,tidak harus mulut " Jawabnya mengelus bibir Aurellia .
Terimakasih ibu mertua aku mencintaimu ,ah haruskan aku mengirim kan hadiah ya harus Ucapnya dalam hati.
" Ayo bereskan pekerjaan dulu setelah itu kita bersih kan diri dan tidur " Aurellia mengaguk tersenyum .
CUP
" Makasih " Aurellia hanya mengagguk lalu keduanya kembali mengatur barang belanjaan yang sedikit tertunda karena harus menyelesaikan sesuatu hal yang sangat penting antara hidup dan mati .
🪵
🪵
" Apa begitu cara pasang nya " Tanya Erland sambil memperhatikan istri nya memasang roti di dalaman nya .
" Hebm " Jawab Aurellia .
" Apa itu tidak akan tembus ,tipis sekali " Tanya nya lagi .
" 2 jam sekali aku menggantinya " Erland hanya mengaguk saja karena dia tidak paham .
__ADS_1
" Apa darahnya masih banyak yang ke luar " Aurellia mengaguk " Tidak sebanyak saat Minggu pertama ini sudah seperti halangan biasa " Seketika Erland menarik sudut bibirnya ke atas .
Sepertinya dia akan mengambil liburan ini sekalian honeymoon .
Bukankah wanita itu tadi sudah menyetujui nya Ah memikirkan itu membuat kepala Erland ingin meledak .
Jangan bangun kamu baru selesai di keluarkan Ucap Erland menatap ke arah bawah di mana keduanya masih berada di dalam kamar mandi .
Dia menunggu sang istri memasang dinding anti bocor agar tidak melebur ke mana² .
" Sudah " Aurellia mengaguk lalu ke duanya ke luar dari kamar mandi .
Aurellia langsung mengambil kan pakaian suaminya dan memberikan padanya.
" Kemungkin besok siang atau sore pakaiannya baru di antar " Aurellia mengaguk " Tidak papa ,to ruangan gantinya belum juga di bersihkan " Jawab Aurellia
" Semuanya sudah bersih Darl ,nanti tiap pagi ada ada yang datang membersihkan setelah itu dia kembali jika pekerjaan nya selesai " Jawab Erland .
" Iya sudah nanti besok saja " Erland mengaguk kan kepalanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Erland harus terbangun saat mendengar ponselnya berdering ,perlahan dia meraba meja yang ada di sampingnya lalu menerima panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelpon nya .
" Apa maksudnya kamu mengirim kan uang untuk istri ku " Erland membuka matanya menatap ponselnya .
Daddy
Erland mengulum senyumnya menatap nama penelpon lalu dia menatap ke arah samping ternyata sang istri sudah tidak ada .
" Jangan membual, kamu tidak hanya mengirim kan pada mommy mu tapi hampir semua wanita termaksud Nova bahkan Della pun begitu " Jawab Raymond kesal membuat Erland tertawa .
" Berbagi rezeki Dad " Lidah Raymond berdecak .
" Kami tidak kekurangan uang ,dari segi mana nya kamu berbagi rezeki bodoh " Umpat Raymond yang sudah emosi .
" Come'n Dad , Erland baru bangun tidak bisa kah mengatakan selamat pagi dulu " Ucap Erland
Ceklek
Erland menatap ke arah pintu di mana Aurellia masuk sambil membawa secangkir gelas .
Saat sudah berada di dekat nya dia menunjuk bibirnya sendiri
CUP
" Daddy " Aurellia hanya mengaguk lalu masuk dalam kamar mandi menyiapkan air untuk Erland mandi. .
" Di sini siang bukan pagi " Jawabnya ketus .
" Daddy menelpon ku hanya menayangkan hal itu , menyebalkan mengganggu tidurku saja " Ujar Erland .
" Harusnya Daddy berterimakasih karena Erland yang mengirimkan uang bukan pria lain " Lanjut nya lagi .
__ADS_1
" Tarik ucapan mu bajingan " Umpat Raymond emosi .
" Semoga Mommy menyukai pria lain aku tidak masalah memiliki ayah tiri " Ujar Erland tersenyum .
" Bajingan......" Erland langsung mematikan ponselnya sepihak tidak peduli pria itu mengamuk nantinya .
" Mandi dulu ,nanti sarapan nya dingin " Erland menyibakan selimut nya mengambil secangkir teh yang di siapkan Aurellia .
" Masak apa " Tanya Erland berdiri menghampiri sang istri yang menunggunya di depan pintu kamar mandi .
" Nasi goreng,salad Sayur sama roti "Jawab Aurellia .
" Siapkan saja bajuku Darl " Pinta Erland .
" Aku tunggu di bawah tidak papa kan, soalnya belum selesai " Ujar Aurellia.
" Hebm "
Aurellia menyiapkan pakaian ganti Erland lalu ke luar dari kamar mereka dan bertepatan dengan bel apartemen nya berbunyi .
Aurellia langsung membuka nya saat tahu siapa yang ada di depan apartemen .
" Maaf Non kami mengganggu " Ujar pengawal .
" Ini yang akan berkerja membersihkan apartemen " Lanjutnya lagi .
" Ah iya masuk Mba " Pinta nya pada pelayan.
" Kalian sudah sarapan " Lanjutnya menatap pengawal yang ada yang di depan nya .
" Sudah Non " Jawab nya cepat .
" Ayo masuk kita sarapan bersama " Kedua pria itu saling melirik.
" Ayo masuk ,atau aku akan memberi tahu ayah " Kedua pria itu menelan ludahnya paksa mereka berada di posisi yang begitu seram .
" Non ...."
" Ayo masuk ,atau nanti aku laporkan pada suami ku mau " Ancam nya lagi membuat kedua pria itu bingung .
" Baiklah ,aku akan....."
" Kami masuk Non " Ujar mereka bersamaan .
" Terima kasih banyak Non " Aurellia hanya menggaguk mempersilahkan kedua pria itu untuk masuk .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟