
masion utama semakin ramai dengan kehadiran Erland dan Aurellia sedangkan Brad dan Iin sudah kembali ke rumah mereka setelah bermalam semalam di masion utama .
perdebatan Erland dan Reina wanita yang sudah tidak muda lagi tapi usianya tidak merubah apa pun yang ada pada dirinya sekalipun dia sudah memiliki Cucu dari kedua anaknya .
" Apa kalian tidak bisa berhenti Hah " Bentak Raymond yang sudah mulai kesal .
" adik Daddy yang memulai " Ujar Erland yang tidak ingin di salahkan.
" Kenapa kamu menyalahkan Aunty " Raine tidak terima di salahkan keponakannya .
" Lalu salah siapa ? Sejak tadi Aunty yang terus mengomel tidak jelas " Cibir Erland .
" Diam " Bentak Elvi membuat Raine yang akan membuka suara langsung terdiam.
" Kebiasaan selalu tidak mau kalah , Kamu itu sudah tua , lihat " Elvi menunjuk anak Rangga yang sejak tadi menatap Riane dan Erland berdebat " Apa kamu tidak malu ? " Riane memperlihatkan gigi putihnya tersenyum menatap Cucunya .
" Cucu ku " Bukannya senang Richard dan Rachel Justru menempel pada Rangga yang masih menggendong adik mereka , Tawa Erland langsung pecah membuat Raine menatap nya kesal .
" Sayang " Reza menatap sang istri yang di mana wajahnya sudah berubah " Buat dia bangkrut" Reza hanya mengaguk sebagai jawabannya dia sibuk bermain dengan Cucu nya anak pertama dari Randy .
" Apa kamu tidak bisa berhenti " Ujar Riane kesal membuat Erland berhenti .
" Ah iya besok kami ke rumah Aurellia " Ujar Erland serius .
" Lo ke sana, baru juga nyampe " jawab Adara cemberut .
" Di sini aku hanya beberapa hari Mom, Lia akan menetap di sini sampai lahiran nanti " Ujar Erland .
" Tapi ...."
" Menantu mu masih memiliki orang tua Adara " Ujar Raymond seadanya namun memiliki maksa yang sangat dalam .
" Sebelum kembali ke London kami akan kembali ke sini " Dengan terpaksa Adara mengaguk " Maaf Mom " Ujar Aurellia tidak enak .
" Tidak usah memikirkan apa pun ,di sini banyak orang " Ujar Henry lembut .
" Mommy mu hanya merindukan kalian " Lanjut nya lagi .
" Tepatnya merindukan anaknya kamu tidak " Timpal Jeje lalu tertawa kecil .
" Papi Ehz " Adara mendengus kesal .
__ADS_1
🪵
🪵
Di kediaman Brad,setelah makan malam mereka duduk di ruangan TV .
Di mana mereka menemani Salsa yang sedang melakukan panggilan video dia harus sekolah online , mengingat di sana pagi maka dia harus menyesuaikan jadwal di sana .
30 menit berlalu akhirnya Salsa selesai , Abimanyu yang sejak tadi menunggu langsung mengakat gadis kecil itu .
"Sudah siap " Salsa mengagguk tersenyum " Kalian mau ke mana lagi ? " Abimanyu hanya tersenyum tipis menatap Brad .
" Jangan aneh-aneh ,sejak dia datang kamu tidak membiarkan dia diam " Ujar Brad serius .
" Yang penting dia masih utuh kak " Brad menghela napas panjang " Ganti baju sekolah nya Abi " Brad mendengus kesal ingin sekali mematahkan leher Abi tapi sayang itu tidak akan mungkin .
" Biarkan saja Kak ,selama ini dia sendirian" Ujar Isna lembut .
" Palingan dia ke rumah Oma mu " Lanjutnya lagi .
" Besok bawah Iin ke sana ,jika tidak ingin Dia ke sini dan mengaguk " Ujar Morgan serius.
" Apa Abi sering ke sana " Tanya Brad serius .
Brad membenarkan ucapan ibunya yang terakhir ,dia dan adiknya tidak jauh berbeda keduanya memiliki kedudukan yang sama .
" Apa salsa akan baik² saja nantinya " Ujar Brad pelan .
" Dia akan baik² saja selagi ayah sama ibu masih hidup " Brad mendengus kesal "Bisa tidak menjawab nya dengan bahasa yang lebih baik " Jawabnya kesal .
" Dia akan baik² saja ,Abi menyayangi nya " Jawab Isna membenarkan ucapan sang suami .
" Habiskan buah nya setelah itu istirahat,aku ada urusan dengan tuan Erland " Iin mengaguk " Iya Kak " Jawabnya pelan .
" Gimana di sana ? " Tanya Morgan serius .
" Sejauh ini masih aman ,tapi entah besok dan seterusnya " Jawab Brad.
" Apa pun itu tetap jaga keluarga mu, ayah tidak bisa membantu banyak karena kami di sini " Brad mengaguk paham .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Setelah sarapan Erland langsung membawa Aurellia ke rumah mertua nya di mana ke datangan mereka sudah di tunggu .
Jaran Masion utama dan rumah orang tua Aurellia tidak terllau jauh sehingga tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di kediaman orang tua Aurellia .
" Sayang " Aurellia mengembangkan senyumnya melihat sambutan keluarga nya .
" Pelan-pelan " Pintah Rehan, Aurellia mengaguk sambil memegang tangan Erland .
" Maaf ,aku tidak bisa masuk ada urusan dengan Brad " Erland memberikan Aurellia pada Rehan.
" Apa dia akan ke sini " Erland mengagguk " Dia akan menjemput ku " Jawabnya .
pintu gerbang kembali terbuka di mana sebuah mobil masuk .
" Aku tinggal sebentar tidak papa kan " Aurellia mengaguk " Tapi makan siang di rumah kan " Tanya nya lembut .
" Aku usahakan tapi jika aku tidak pulang jangan menunggu makan siang lalu istirahat " Jawab Erland.
" Belikan bakso " Erland mengaguk " Aku pamit jangan melakukan apa pun " Ujarnya serius.
" Ke rumah Uncle Morgan sama Uncle Arif boleh kan " Erland mengaguk ,karena memang masion mereka saling berdekatan hanya di pisahkan pagar saja.
Sebelum pergi dia mencium kening ,bibir dan perut Aurellia,lalu berpamitan pada pada mertua nya .
Erland menghampiri Brad yang sudah berdiri di luar mobil,lalu membukakan pintu untuk Erland.
Sebelum ikut masuk Brad lebih dulu berpamitan pada Rehan dan Rosna .
" Jam berapa kamu ke rumah Uncle Naufal .
" Mungkin setelah ini tuan " Erland mengaguk paham .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟