
Hari keberangkatan Erland dan Brad kembali London telah tiba ,di mana pagi ini keduanya akan bertolak ke negara yang di juluki kota the smoke .
Semua keluarga mengantar kepergian mereka berdua ,Erland terus menggegam tangan Aurellia.
" Jangan melakukan aktivitas apa pun, jika menginginkan sesuatu minta bantuan pelayan atau mommy " Kini mereka sudah berada di depan masion .
" Nanti kalau tidak sibuk hubungi " Mata Aurellia tampak berkaca-kaca, wanita hamil itu seperti nya tidak rela suaminya kembali tanpa membawa dirinya .
Tapi kembali lagi dia sendiri yang menginginkan melahirkan di mana asal mereka .
" Baby ,Titip mommy ya , Daddy ada beberapa pekerjaan ! Daddy janji sebelum kita bertemu Daddy akan kembali menemani kalian lagi ,jangan rewel nantinya kasian mommy " Erland berjongkok di depan perut Aurellia lalu mencium perut besar sang istri lalu kembali berdiri mencium kening dan bibir Aurellia sekilas.
" Boleh ikut saja " Erland mengembangkan senyumnya mengelus pipi mulus Aurellia .
" Hanya sebentar Ok ,di sini ada Mommy dan yang lainnya ! Bukannya kamu sendiri yang meminta melahirkan di sini biar Eyang melihat Baby nantinya " Aurellia mengaguk menunduk tangan nya memegang kemeja suaminya dengan erat .
Di saat Erland tengah menenangkan Aurellia , berbanding terbalik dengan Brad yang menenangkan sang Putri .
" Nanti Uncle Bi membawa Salsa bermain ke mall di temani Nenek ya " Salsa masih terus memeluk leher Brad menyembunyikan wajahnya, tangisannya sudah mulai mereda.
"Jika Salsa ikut Papi lalu bagaimana dengan Mami ,kasian Ade jika di tinggal hanya dengan Mami " Bujuknya lagi namun belum mendapat kan respon apa pun .
Padahal beberapa hari di sini gadis kecil nya itu seolah melupakan nya ,tapi kenapa sekarang dia enggan membiarkan dia kembali ke London untuk berkeja .
" Mau ikut kakek kerja " Salsa mengakat pandangan nya menatap Morgan dengan mata sembab nya .
" Kerja " Morgan mengaguk " Seperti Papi " Morgan kembali mengaguk tersenyum " Nanti di tempat kerja kakek ajak keliling " Jawabnya lembut .
Salsa terdiam beberapa saat hingga dia mengulurkan tangannya ke arah Morgan membuat Brad menghela napas panjang .
" Jangan sungkan meminta bantuan sama Ibu atau Abi ya " Iin mengaguk tersenyum " Vitamin ,susu mu dan yang lainnya jangan lupa di minum , nanti Ibu sama ayah yang temani kamu periksa " Lanjutnya lagi .
" Iya ,Kakak hati² di sana ! Jangan telat makan nya istirahat juga " Brad mengaguk tersenyum lalu memeluk Iin memberikan kecupan di pucuk kepala wanita itu .
Sedangkan di sisi lain yang melihat keromantisan ke dua nya langsung membuang muka ke sembarang arah .
" Ayo ikut aku " Giselle langsung menarik tangan Salma menjauh dari tempat itu .
__ADS_1
Setelah berpamitan pada semua keluarga ,Erland dan Brad masuk dalam mobil di antar sopir tanpa di dampingi keluarga .
Satu persatu masuk dalam masion besar itu ,sedangkan yang pekerja langsung masuk dalam mobil untuk keperusahan .
" Apa kalian langsung pulang " Elvi menatap Isna dan Iin bergantian .
" Iya Nyonya " Jawab Isna lembut .
" Sering² ke sini , biar Salsa bermain dengan baby four dan yang lainnya " Ujar Nya lembut .
" Iya Nyonya ,maaf saya tidak bisa ikut bantu² " Jawab Isna tidak enak .
" Sudah sana " Usir Elvi ,Isna mengaguk tersenyum lalu menundukkan kepalanya sedikit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aurellia terus menatap ponselnya,berharap sang suami segera menghubungi nya .
Belum 24 jam pria itu meninggalkan nya tapi dia sudah merindukan sosok pria itu untuk berada di samping nya .
" Sabar ya Baby , Mommy juga merindukan Daddy mu " Usapan lembut itu sambut dengan baik, Aurellia tersenyum mendapat kan balasan .
Jam terus berputar kini sudah menunjukan pukul 9 malam tapi suami nya belum juga memberikan kabar .
Aurellia mulai membaringkan tubuhnya namun saat mendengar nada ponselnya badannya kembali terduduk lalu mengambil ponselnya yang ada di atas nakas .
" Daddy " Aurellia begitu antusias menjawab panggilan dari sang suami .
" Kenapa baru menelpon ,Baby sejak tadi rewel ingin mendengar suara Daddy " Lagi² Aurellia menjadikan calon anaknya sebagai kambing hitam.
Padahal tidak masalah jika dia yang merindukan suaminya ,Kadang Aurellia malu sendiri jika mengatakan hal itu sekalipun itu wajar-wajar saja .
" Sorry Darl ,aku sekarang sudah di perusahaan " Aurellia membuka matanya lebar " Kenapa tidak istirahat dulu " Jawab Aurellia cepat .
" Sudah di pesawat tadi pas sampai masion Istirahat juga sebentar " Helaan napas Aurellia begitu terdengar di sebrang sana .
" Aku harus menyelesaikan dengan cepat Darl agar bisa menemani mu nantinya " Aurellia tahu itu tapi dia hanya ingin suamimya istirahat terlebih dahulu .
__ADS_1
" Tapi jangan memaksakan tubuh mu Dad " Jawab Aurellia pelan .
" Iya Darl ,Tadi makan apa ? " Erland memilih membahas yang lainnya .
" Seperti biasa nya, tapi tadi Opa membuat kan nasi goreng seafood " Jawab Aurellia antusias .
" Opa " Erland memastikan pendengaran nya tidak salah .
" Iya ,Opa Alan ! Baby ingin makan nasi goreng buatannya " Jawab Aurellia .
" Kamu baik² saja kan Darl ? Tidak ada yang sakit , bagaimana dengan Baby. " Aurellia tertawa, dia tahu ke khawatiran sang suami .
" Baik Dad ,sangat baik ! bahkan Baby begitu antusias menerima nya " Jawab Aurellia .
" Mendingan minta yang lainnya ya jika ingin makan ,jangan meminta sama mereka " Ujar Erland khawatir .
" Baby ingin makan masakan Opa Alan , sekalipun tadi Opa masak nya sambil ngomel " Erland sudah duga akan seperti itu karena menolak pun pria itu tidak akan bisa .
" Di situ sudah larut kan ? Sekarang Istirahat aku mau lanjut kerja dulu " Ujar Erland .
" Iya Dad , Jangan lewatkan makan siang ! Jaga kesehatan Daddy di situ ,aku sama baby menunggu mu " Jawab Aurellia lembut .
" Aku tutup " Ucap Erland .
" I love you ..." Aurellia menatap ponselnya yang sudah mati ,entah ucapan nya itu di dengar atau tidak hanya Erland yang tahu .
" Kebiasaan ,Daddy mu itu selalu kaya gitu " Gerutu Aurellia meletakan ponselnya di atas nakas .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟