
Brad kembali ke perusahaan saat sudah waktunya makan siang, dia langsung ke ruangan Erland .
Tok ...tok
" Masuk "
Ceklek
Brad membuka pintu ruangan bosnya lalu masuk dalam ruangan itu, sekilas dia menatap ruangan itu tapi tidak melihat Aurellia karena di depan juga tidak ada wanita itu .
" Maaf tuan ,apa Nona Aurellia sedang berada di luar " Erland menatap Brad .
" Kenapa kamu mencari istri ku " Tanya Erland berdiri dari duduknya menuju sofa .
" Maaf tuan ,soalnya saya tidak melihat nya di depan " Lidah Erland berdecak .
" Apa wanita itu belum kembali " Brad menaikan alisnya sebelah " Dia ke dapur entahlah apa yang dia lakukan wanita itu selalu menyusahkan ku " Cibir nya kesal .
" Apa Nona Aurellia menyiapkan makan siang anda tuan " Erland menaikan kedua bahunya " Mungkin dia menjual diri di sana " Jawabnya membuat Brad menggeleng .
" Gimana " Brad langsung memberikan apa yang di minta Erland .
" Kamu menabrak seseorang " Brad hanya diam saja, dia sudah yakin pria itu akan tahu .
Ceklek
Aurellia masuk sambil mendorong troli makan siang mereka bertiga dengan senyum di bibirnya.
" Kau bau sekali Aurellia" Aurellia hanya menghela napas panjang tidak peduli dengan ucapan sang suami dia terus mendekati sofa .
" Apa kamu memberikan racun " Tanya Erland lagi .
" Ya ,biar aku jadi janda kaya " Jawab Aurellia .
Tak
" Aawww " Aurellia mengelus kepala nya saat benda kecil menghantam kepalanya lalu menatap Erland yang sudah menatap nya dingin.
" Sekali lagi " Ujar Erland datar .
" Maaf " Cicit Aurellia pelan .
" Biar saya saja Non " Ujar Brad .
" Duduk saja Brad ,kamu juga baru datang pasti lelah " Pintah Aurellia membuat pria itu menghentikan gerakan nya .
" Selamat makan ' Ujar Aurellia lembut mengambil posisi duduk nya di samping sang suami sedangkan Brad duduk sendirian di sofa singel .
__ADS_1
Saat mereka larut dalam makanan siang itu ketukan pintu membuat mereka berhenti apa lagi yang masuk pengawal
" Kenapa ?? Kau tidak tahu ini waktu nya apa Hah " Bentak Brad menatap pengawal .
" Maaf Tuan Brad ,ini mengenai ...."
" Keluarlah " Pintah Brad .
" Lanjutkan " Titah Erland membuat Brad menatap ke arahnya " Kau tidak dengar ? Apa aku perlu mengeluarkan isi telinga mu " Lanjut nya menatap pengawal yang masih mematung di depan pintu .
" Tuan ..." Erland menaikan tangan nya membuat Brad terdiam.
" Dia butuh perawatan mungkin besok baru bisa ke luar karena luka di kakinya sedikit parah tapi yang lainnya tidak ada hal yang serius hanya luka biasa saja " Ujar pengawal , Brad menghela nafas panjang sekalipun hanya sementara karena pengawal kembali bersuara.
" Tapi tuan dia tidak ingin di rawat sekalipun kami memaksanya sehingga kami mengantar nya pulang karena katanya anaknya menunggu di rumah yang bisa di bilang seperti gubuk sih " Lanjut nya .
" Lalu apa kata suamimya " kali ini Brad yang membuka suara .
" Dia hanya hidup bersama anaknya tuan ,bahkan anaknya masih berusia sekitar dua 3 atau 4 tahun " Brad langsung menatap pengawal.
" Apa dia meninggal kan seorang diri " Pengawal mengaguk " Iya tuan ,karena dia harus berkerja....."
" Dia memiliki pekerjaan " Potong Brad bingung,soalnya jika dia memiliki itu tidak mungkin dia mencuri bukan bahkan sampai di kejar orang hanya karena sebungkus roti .
" Tidak tuan, dia hanya berkeliling menawarkan diri sekalipun hanya mencuci piring " Jawabnya dengan pelan .
" Jemput dia bawah ke masion " Kini Brad dan Erland menatap Aurellia dengan tatapan tak terbaca.
" Bolehkan By, maaf jika aku mengambil keputusan sendiri ! Aku hanya memikirkan....."
" Pergi jemput dia bawah ke masion tunggu kami kembali baru kami jelaskan apa pekerjaan nya " Titah Erland memotong ucapan Aurellia .
" Baik tuan " Jawab Pengawal ,setalah itu meninggal kan ruangan Erland.
" Ingat bayaran mu " Aurellia mengaguk dengan cepat lalu memeluk Erland dengan erat " Makasih By " Jawab Aurellia lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Brad kembali ke ruangan nya dengan wajah bingungnya dengan keputusan Aurellia .
Kenapa dia begitu tertarik memperkerjakan orang padahal dia sendiri tidak tahu bagaimana wanita itu, apa dia baik atau tidak bisa saja sewaktu-waktu mereka membuat masalah
Huh
Brad membuang napas nya panjang duduk di kursi kerjanya mengambil ponselnya di saku jasnya menghubungi seseorang .
" Kau di mana " Tanya Brad to the poin.
__ADS_1
" Perjalan ke masion tuan " jawabnya .
" Terus awasi mereka , tempatkan di kamar belakang jangan biarkan mereka ke luar kamar sampai tuan dan Nona kembali ke masion berikan mereka makan " Pintah Brad serius .
" baik tuan " Jawab di seberang, Brad langsung mematikan ponselnya lalu kembali fokus pada pekerjaan nya .
🪵
🪵
" Kenapa kamu begitu antusias Hm " setelah makan Aurellia tidak langsung meninggalkan ruangan sang suami seperti Brad yang langsung ke luar dari ruangan itu .
" Aku juga tidak tahu ,tapi mendengar kata anak membuatku sedih apa lagi masih kecil di tinggal sendirian di rumah pasti itu berat untuk ibunya sekalipun dia enggan meninggalkan nya, " Erland mengelus punggung Aurellia mencium kepala nya beberapa kali .
Bukan hal muda untuk mereka tapi sebisa mungkin baik Erland atau Aurellia saling menghibur kan diri untuk tidak mengiat hal yang sudah terjadi sebelum nya sekalipun kadang selalu melintas di pikirkan mereka .
" Makasih sudah mengizinkan mereka untuk tinggal di masion ,maaf jika sikapku tadi terkesan kelewatan " Lanjut nya menyembunyikan wajahnya di dada Erland.
" Tidak ada yang kelewatan Darl,Aku tahu niatmu baik ,jadi jangan lupa bayaran nya " Aurellia memukul pelan dada sang suami .
" Mau sekarang atau di nanti malam " Aurellia tertawa kecil " Malam saja , sekarang aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan " Jawabnya menjauh kan tubuhnya dari sang suami .
" Deal ,tapi ingat aku tidak akan membuatmu istirahat malam ini " Ujar Erland tersenyum miring .
" Bukankah sudah beberapa malam ini aku tidak bisa tidur " Jawab Aurellia tersenyum .
CUP
" Itu kewajiban mu dan aku meminta hak ku " Aurellia memutar bola matanya jengah.
" Aku ke depan dulu " Erland mengagukan kepalanya.
Cup
" Biar semangat " Lanjut nya setelah memberikan kecupan lembut di bibir sang suami .
" Kalau mau semangat di ruangan sana " Tunjuk nya pada pintu kamar pribadi milik nya .
" Sekarang aku kurang semangat " Jawab Aurellia tersenyum lalu meninggalkan ruangan sang suami .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘