London Love Story

London Love Story
Doyan makan


__ADS_3

Terhitung seminggu sudah Erland kembali ke London ,selama itu juga Aurellia akan menyibukkan diri dengan berbagi hal .


Terbiasa selalu bersama sang suami membuat Aurellia selalu merindukan sosok nya ,tak jarang dia selalu mengeluh pada calon anaknya kalah merindukan sang suami .


" Tumben " Aurellia mengalihkan pandangannya tersenyum " Bosan Bu " Jawab Aurellia cemberut .


" Baru seminggu Nak " Aurellia mengaguk tersenyum " Tapi Aurel sudah kangen " Jawabnya pelan .


" Mau makan sesuatu biar ibu buatkan " Aurellia menggeleng " Kapan ayah pulang ? " Aurellia malah menanyakan keberadaan sang ayah .


" Sebentar lagi " Jawab Rosna lembut .


Aurellia kembali ke rumah orang tuanya setelah mendapat kan izin dari suaminya dan penghuni masion utama, tidak ingin terjadi papa dengan menantu dan calon Cucu nya Raymond langsung menawarkan diri mengantar wanita hamil itu .


Padahal Aurellia sudah mengatakan akan di jemput oleh sang ayah tapi Raymond tetap mengantar nya .


Sepanjang perjalanan Aurellia terus mengeluh tentang sikap sang suami hingga membuat Raymond tersenyum dan menimpali ucapan menantu nya .


" Selamat sore " Rosan dan Aurellia langsung menatap ke sumber suara .


" Ayah " Rehan mengaguk tersenyum " Pesanan ku " Rehan menghentikan langkahnya menatap bingung ke arah sang putri.


" Pesanan apa ? " Aurellia mendengus kesal " Kan Aurel sudah kirim pesan " Rehan langsung merogoh ponselnya dalam saku jasnya , seketika dia menatap Aurellia sambil tersenyum kaku .


" Maaf ,ayah akan membelikan nya " Rehan segera memasukkan ponselnya,namun ucapan Aurellia menghentikan langkahnya.


" Tidak usah ayah ,minta yang lain saja atau pesan " Rehan menatap sang putri dengan awas ,takut wanita hamil itu marah " Ayah baru sampai pasti lelah " Lanjut nya lembut .


" Tidak papa sayang ,hanya nasi Padang kan " Aurellia mengaguk " Ayah pergi dulu " Lanjut nya lagi .


Giselle yang baru masuk di buat bingung melihat ayahnya yang ke luar masion masih dengan pakaian kantor nya .


" Apa ada masalah lagi " Gumam Giselle terus melanjutkan langkahnya .


" Selamat sore Keponakan Aunty " Giselle langsung memeluk sang ibu ,namun saat akan menyentuh perut Aurellia, Rosna langsung memukul pelan tangan sang putri .


" Kamu belum mandi dari luar " Tegurnya membuat Giselle tertawa kecil .


" Kapan sih lahirnya ? Kan Aunty sudah tidak sabar " Gumam Giselle pelan .


" Tunggu Daddy Aunty " Jawab Aurellia lembut .

__ADS_1


" Apa harus nunggu Daddy mu " Aurellia mengaguk " Kata mommy nunggu Daddy " Giselle mencibirkan bibirnya.


" Mandi dulu sana " Giselle mengaguk lalu beranjak dari posisinya meninggal kan kedua wanita itu .


🪵


🪵


Di tempat lain Iin sedang menemani sang putri yang sedang asik bermain di samping rumah .


" Mami " Iin menatap sang putri tersenyum " Papi belum pulang " Iin mengaguk tersenyum .


" Sebentar lagi , Papi lagi kerja " Jawabnya lembut .


" Kerja lagi " Protes Salsa terus memainkan pasir buatan yang di belikan Morgan .


Iin hanya tersenyum ,bukan hanya salsa yang merindukan pria itu tapi dia juga merindukan Brad .


Tapi apa boleh buat dia harus menahan rasa itu sampai suaminya kembali .


" Salsa " Suara berat itu mengalihkan kedua wanita itu " Kakek " Salsa langsung berdiri menghampiri sang kakek .


Bugh


" Tidak papa " Jawab Morgan lembut .


" Ini sudah sore " Salsa hanya tersenyum memperlihatkan giginya " Kita masuk ya " Salsa menggaguk mengalungkan kedua tangan nya di leher Morgan .


" Masuklah " Iin berdiri dari duduknya lalu menyusul anak dan ayah mertua nya itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**London 15.44 PM


" Apa masih ada lagi ? " Erland menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjaannya.


Mereka baru kembali dari perusahaan setelah bertemu klien dan mengurus pekerjaan yang ada di luaran sana** .


" Sisa yang di atas meja tuan " Erland menatap setumpuk berkas yang belum dia periksa .


Helaan napas pria itu semakin jelas hingga dia melonggarkan dasinya yang sejak tadi mencekik lehernya.

__ADS_1


"Brad jika aku memintamu mengurus perusahaan ini apa kamu mau ? " Mata Erland tetap fokus pada berkas yang di depannya .


Tapi saat tidak mendapatkan jawaban pandangan nya beralih pada yang bersangkutan,di mana Brad hanya terdiam sambil menatap nya .


" Aku kira kau akan mengabdi dengan suka rela " Gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Brad .


" Kalau begitu saya permisi tuan " Erland mengaguk sebagai jawabannya ,namun belum juga Brad ke luar Erland kembali membuka suara .


" Pesankan makan yang hangat terserah apa saja " Brad membalikkan badannya " Sup ? " Anggukan kepala sudah cukup untuk Brad sehingga pria itu benar-benar ke luar dari ruangan bosnya .


🪵


🪵


Kini Erland tengah menikmati sup pesanannya,bahkan Brad memesankan banyak makanan untuk bos nya itu .


Entah kena angin apa ? akhir² ini Erland sangat suka makan bahkan kadang Brad di buat bingung dengan permintaan yang menurut nya yang sangat tidak masuk akal .


Merasa ada yang aneh dengan bos nya ,Brad langsung bertanya pada dokter saat mendengar penjelasan dokter baru Brad mengerti.


Ceklek


" maaf tapi saya minta Tanda tangan anda tuan " Erland mengaguk meminta Brad mendekati nya .


Setelah mendapat kan apa yang dia mau Brad langsung ke luar dari ruangan Erland .


" Aku merindukan mereka " Gumam Erland .


Jika tidak memikirkan perbedaan waktu mungkin setiap menit akan menghubungi mereka ,tapi sayang nya dia akan menghubungi sang istri saat dia sudah berada di masion .


Sebentar lagi dia akan bertemu dengan calon anaknya ,bahkan saat Erland memikirkan itu rasa lelahnya hilang begitu saja .


Karena apa yang dia lakukan sekarang untuk mereka ,jadi dia harus menahan diri sebisa mungkin sebelum nantinya mengambil cuti untuk menemani sang istri melahirkan dan semoga nantinya keberuntungan berpihak padanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2