
Oek .....oek ....oek ....
Ruangan yang tadi yang tadinya tegang dan menakutkan kini berubah menjadi berisik .
Di mana suara lengkingan dari bayi yang baru saja lahir memenuhi ruangan itu ,bahkan tangisan itu semakin kencang saat perawat mulai mendekat kan pada ibu nya .
Seolah paham dia akan bertemu orang tuanya tangisannya semakin kencang ,hingga kulit nya yang masih basah bersentuhan dengan kulit sang ibu yang hangat membuatnya berhenti ,mungkin dia merasa jika kini sudah aman .
Sedangkan kedua orangtuanya hanya bisa tersenyum dalam tangisannya, Erland yang melihat perjuangan istri nya melahirkan Putri mereka di buat tidak tega sekaligus takut ,bahkan jika bisa menukar posisi mereka Erland akan melakukan itu asal istri nya tidak merasakan hal yang sesakit itu .
Begitu juga Aurellia yang merasakan sakit sejak beberapa jam lalu kini hilang begitu saja saat mendengar tangisan Putri mereka ,rasa lelah dan sakit tadi hilang begitu saja .
Ya mereka di karuniai seorang putri yang cantik, di mana wajahnya perpaduan antara Aurellia dan Erland .
" Terimakasih kasih Mom , terimakasih " Kata itu terus di ulang oleh Erland ,jika ada kata yang lebih dari itu mungkin dia akan mengutarakan ! kening ,bibir dan wajah Aurellia tidak lepas dari kecupan manis sang suami sebagai bentuk rasa terimakasih nya .
" Welcome Princess Ellena, thank you for fighting with Mommy " Bisiknya tepat di kuping sang putri yang mencari sumber makanan nya .
Erland memberikan nama itu sesuai janjinya pada mendingan Eyang Ellena ,jika dia memiliki seorang putri dan nama itu sudah jauh mereka siapkan saat keduanya tahu jenis kelamin anak mereka .
Aurellia meringis pelan saat Putri nya mulai mendapat kan sumber makanan nya ,tapi perawat langsung menjelaskan jika itu hanya di awal saja setelah nya itu dia tidak akan merasakan hal itu lagi .
" Apa perjuangan mu tadi membuatmu haus sayang " Aurellia tersenyum mengusap kepala putri nya dengan lembut " Maafkan Daddy tidak sempat membawa minuman untukmu " Canda Erland membuat Aurellia dan penghuni ruangan itu tersenyum kuda .
Setelah puas menatap putrinya kini Erland menatap Aurellia senyum di wajah nya tidak perna lepas begitu juga Aurellia .
" Makasih " Aurellia mengaguk tersenyum .
" Daddy mengatakan itu sudah sejak Ellena belum lahir " Jawab Aurellia .
" Terimakasih sudah menemani kami berjuang ,maaf jika aku menyakiti mu " Erland menggeleng cepat " Ini tidak sebanding dengan perjuangan kalian " Jawabnya cepat .
Beberapa menit kemudian perawat kembali mengambil baby Ellena untuk di bersihkan terlebih dahulu .
__ADS_1
Sedikit tidak rela tapi Aurellia tidak bisa berbuat papa ,seolah paham dengan perasaan sang istri , Erland langsung mencium bibir Aurellia tanpa peduli pada penghuni ruangan itu .
" Hanya sementara " Aurellia mengaguk tersenyum .
🪵
🪵
Di luar ruangan persalinan Adara dan Rosna langsung melorot ke lantai kalah suara bayi begitu terdengar jelas ,Rehan dan Raymond yang tidak siap menangkap tubuh istri mereka di buat kaget .
Namun itu hanya sebentar sebelum keduanya menghampiri mereka dan memindah kan di atas kursi yang tersedia di saa .
" Mereka selamat ayah " Rehan hanya mengaguk memeluk tubuh istri nya yang sudah menangis .
" Terimakasih .... Terimakasih " Hanya itu ucapan yang ke luar dari mulut Adara bersamaan dengan air mata yang sejak tadi dia tahan .
Tidak jauh berbeda Giselle ,Azzam ,Reza dan Brad mengucap syukur atas kelancaran proses persalinan Aurellia .
Brad yang di beri tahu jika Aurellia di larikan ke rumah sakit langsung meninggal istri dan anaknya yang bersiap untuk istirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rosna dan Adara yang sudah tidak sabar langsung masuk dalam ruangan perawatan Aurellia di mana Cucu mereka juga sudah berada di sana .
" Sayang " Rosna langsung memeluk Aurellia " Kamu hebat " Aurellia membekas pelukan ibunya dengan tangan kanan nya .
" Makasih Bu, maaf jika selama ini Aurel selalu membuat ibu marah ,belum bisa membahagiakan ibu seperti anak yang lainnya ,Maaf ! sakitnya begitu luar biasa Bu ,bahkan Aurellia ingin menyerah ,kini Aurel paham perjuangan ibu dulu saat melahirkan aku , Giselle dan Azzam , terimakasih Bu untuk setiap pengorbanan dalam melahirkan kami " Rosna hanya mengaguk tangisannya kembali pecah ,Adara yang berdiri di samping ranjang Aurellia ikut menangis sambil mengusap kepala Aurellia " makasih Mom " Adara mengagguk tersenyum .
Kini gantian Rehan yang menghampiri Putri nya,sedangkan Rosna dan Adara sudah berada di box bayi yang di mana Giselle dan Azzam sudah lebih dulu berada di sana .
" Daddy " Raymond menatap Erland yang duduk di dekatnya " Kepala dan lengan ku sakit " Aduh Nya lalu membaringkan tubuh nya di atas paha Raymond .
" Papa Reza akan memanggil kan tukang urut " Reza yang ada juga di ruangan itu hanya bisa tersenyum begitu juga Brad dan Erland sekalipun tidak terlihat karena wajah nya menghadap perut Raymond .
__ADS_1
Beberapa jam kemudian di ruangan itu hanya tinggal Erland, Aurellia dan baby Ellena .
Karena kedua orang tua serta keluarga mereka sudah kembali, Awalnya Rosna ada Adara menolak untuk kembali mereka tidak masalah tidur di sofa sekalipun ada tempat tidur di ruangan itu .
Karena ruangan Aurellia layaknya apartemen di mana ada ruangan tamu dan juga dapur mini .
Bahkan Brad asisten dari pria itu pun menolak keberadaan nya dan meminta nya kembali dengan alasan jika istri nya sedang hamil .
" Daddy tidak tidur " Tanya Aurellia lembut .
" Sedikit lagi , istirahat duluan ya " Aurellia menggeser tubuhnya lalu memukul bagian yang kosong di samping nya " Pengen di peluk " Erland tertawa kecil " Sempit Darl " Aurellia menggeleng " Muat koh ,ayo naik sebelum Ellena bangun " Mau tidak mau Erland bergabung dengan sang istri keduanya saling memeluk tanpa menggangu tangan Aurellia yang di infus .
" Besok sudah bisa pulang kan " Erland mengaguk " Kata Aunty Amanda iya ,Salwa juga mengatak begitu " Jawab Erland .
" Syukurlah " Jawab Aurellia .
" Kenapa memang nya jika masih di sini " Erland menatap wajah Aurellia dengan lembut .
" Bosan ,tidak nyaman sekalipun ruangan ini sangat luar biasa mewah nya " Erland tertawa kecil mendengar jawaban istri nya yang sang jujur .
" Tapi saat di masion kamu tidak boleh melakukan apa pun ,sampai keadaan mu membaik biarkan yang lainnya yang mengurus Baby " Aurellia menatap protes " Aku baik² saja Dad ,bahkan aku sudah tidak merasakan apa pun " Aurellia tidak setuju dengan ucapan suaminya barusan .
" Ya atau tidak " Aurellia mencibirkan bibir nya menyembunyikan wajahnya di dada sang suami " Pemaksa " Gumam nya kesal .
Erland hanya tersenyum sambil mengusap punggung Aurellia dengan lembut, berharap istri nya itu langsung tertidur karena sejak tadi wanita itu belum juga memejamkan matanya karena begitu antusias atas kelahiran putri mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote.
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘