
yooooo readers welcome back, selemat membaca maaf apabila banyak typo atau yang lainnya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
>>>>>>>>>>>>>>>>
Setelah beberapa lama mereka semua berkenalan, dan mulai akrab tiba-tiba, ada 3 orang gadis menghampiri meja Shaen.
"Hai namaku Lee eun bi, dan ini temanku Go Eun Byul dan Kim Hyun na, salam kenal ya, kamu dari keluarga mana? Namamu tidak seperti orang Korea biasanya" Sapa gadis itu sambil mengulurkan tangan pada Shaen.
"Aku Auristella allisya Lesham shaenetta, panggil aku Shaen, ah aku dari keluarga sederhana, aku sekolah disini karena mendapatkan beasiswa, ya salam kenal juga Eun bi, Eun Byul, dan Hyun na" Jawab shaen sambil membalas uluran tangan Eun Bi.
"Dia orang miskin Eun Bi, aku kira dia anak orang kaya karena blasteran bule, ternyata bule miskin, untuk apa kita mendekatinya" Bisik Eun Byul pada Eun Bi yang sedikit keras hingga Shaen dapat mendengar nya dengan jelas .
"Diamlah kau berbicara terlalu kencang bodoh!" Bentak Eun Bi yang menyadari bahwa Shaen mendengarnya .
"Ah maafkan temanku ini dia memang agak tidak tau diri, ya sudah kalau begitu kami kembali ke bangku kami" Seraya meninggalkan Shaen dan Ae Ri.
"Apa kataku Ae Ri, di dunia ini akan sulit mendapatkan teman jika mereka mengetahui status kita iya kan? " Tanya Shaen pada Ae Ri yang mengangguk membenarkan apa yang dikatakan oleh Shaen.
__ADS_1
ternyata Shaen tidak jauh beda darinya mungkin Shaen memang cantik dan blasteran tapi ternyata dia miskin sama halnya dengan Ae Ri pikir Ae Ri begitu tanpa mengetahui siapa Shaen sebenarnya.
" Ya Shaen, didunia ini orang miskin seperti kita dipandang sebelah mata kan?? Tak apa aku bahagia mempunyai teman seperti mu Shaen, terimakasih sudah mau menjadi temanku" Kata Ae Ri sambil memeluk Shaen.
" sama-sama Ae Ri, Terima kasih juga kamu sudah mau menjadi temanku " Shaen membalas pelukan Ae Ri.
Bel sekolah pun berbunyi tanda bahwa jam pelajaran telah berakhir, bagi siswa kelas X tidak ada Pembelajaran diawal pertemuan, karena itu hanya perkenalan saja dengan teman sekelas maupun guru-guru yang masuk, selama satu minggu ini hanya perkenalan bagi siswa kelas X.
" Shaen kamu pulang ke mana? Siapa tau saja kita satu arah pulangnya jadi bisa pulang bareng " Tanya Ae Ri .
"Aku di Hannam-dong Ae Ri, tidak jauh dari sekolah kok " Jawab Shaen yang seketika membuat Ae Ri terpaku sementara, karena Hannam-dong itu adalah distrik yang lumayan bisa dikatakan elite bagi warga Korea yang menetap di Seoul, ke dua Terelite setelah Itaewon.
"Ya enggak lah kan ada 3 bagian Perumahan di Hannam-dong itu Ae Ri tidak semua elite kok aku dibagian Richensia apartement" Jawab Shaen.
"Ya ampun Shaen itu adalah rumah elite kamu bilang kamu miskin, aku kira kamu miskin sepertiku yang rumah seperti gubuk" Jawab Ae Ri yang agak menunduk.
"Ah maaf Ae Ri tapi itu juga bukan rumahku, itu rumah peninggalan nenekku Ae Ri, jadi kalau sebenarnya aku tak punya rumah kan? " Jawab Shaen dengan waswas takut Ae Ri tak percaya.
__ADS_1
Shaen mengganggap apartemen itu sederhana dibanding rumahnya yang asli yang super besar dan mewah ternyata itu masih elite toh dibanding diluar sana.
Mereka berdua pun pulang dari sekolah, Shaen pulang berjalan kaki dan Ae Ri pulang ke arah yang berlawanan dengan Shaen karena dia harus ke halte bus dulu , rumahnya cukup jauh dari sekolah.
Sesampainya di rumah Shaen membaringkan badannya dan memandang langit-langit kamarnya, dia berpikir apakah dia bisa hidup mandiri? Apakah dia bisa hidup tanpa menggunakan uang orang tuanya? Dia terus berpikir bagaimana caranya dia dapat menghasilkan uang sendiri tanpa harus mengandalkan kedua orang tuanya.
Shaen asik berpikir hingga dia ketiduran tanpa membersihkan dulu badannya setelah pulang sekolah.
Jam menunjukan pukul 8 malam, Shaen terbangun dan dia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya lalu menyiapkan makan malam, dia lupa membeli keperluan bulanannya, yang ada dirumahnya hanya mie instan dan sedikit kimchi.
Setelah selesai makan, shaen memutuskan untuk pergi ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan bulanannya, dengan mengendarai sepeda motor yang dia beli dengan uang tabungannya sendiri dia melaju menuju supermarket.
Saat Shaen tengah berjalan tiba-tiba saja dia tak sengaja menabrak seorang pria.
"Ahh maafkan saya, saya tidak sengaja, maafkan saya". Shaen membungkukan badan berkali-kali pada pria tersebut.
(harusnya pake bahasa Korea karena latar belakang nya Korea tapi author enggak mau ribet mweheheehe😁) .
__ADS_1
Shaen diam tak berkedip melihat seseorang yang berada didepannya. Tiba-tiba.........