London Love Story

London Love Story
hal kecil yang membuat bahagia


__ADS_3

Tok ...tok ...


" By ,boleh aku masuk " Izin Aurellia yang berdiri depan pintu kamar mereka .


Ceklek


Aurellia mundur beberapa langkah menatap pria yang ada di depannya senyum di wajah wanita itu tidak pernah pudar .


" Makan siang dulu,ayo " Ajaknya dengan lembut mengegam tangan pria itu .


Tidak pada penolakan dari Erland ,keduanya berjalan ke arah dapur karena memang apartemen milik mereka hanya satu satu lantai .


Sesampainya di dapur Aurellia menarik kursi untuk suaminya lalu melayani nya layaknya seorang istri .


" Tambah " Erland menggeleng , Aurellia meletakan piring Erland yang sudah di isi lauk pauk di depannya lalu mengambil untuknya juga .


" Maaf aku hanya masak ini,jika ingin makan yang lain nanti bilang saja biar aku buat " Ujar Aurellia dengan lembut .


" Pelayan sudah pulang " Tanya Erland .


" Ya , dia selesai dengan cepat " Jawab Aurellia duduk di samping pria itu .


" Maaf untuk yang tadi " Sekilas Aurellia menatap ke arah Erland " Tidak papa, lupakan saja " Jawabnya dengan tenang .


" Tidak bisa kah mengatakan yang sejujurnya " Erland menatap ke samping begitu juga Aurellia yang menatap nya .


" Aku tahu Hubby belum bisa melupakan nya, karena aku juga mengalami nya aku belum bisa melepaskan atau melupakan mu itu kenapa aku memilih bertahan sekalipun otakku mengatakan pergi, dan aku akan pergi jika saat hatiku sudah sangat lelah " Jawabnya tersenyum tipis .


" Tidak perlu memaksakan sesuatu ,jika memang takdir kita berlanjut semuanya akan berjalan tapi jika memang tidak saat itu juga akan berhenti " Lanjutnya dengan tenang .


" Kamu dan Nova memiliki posisi yang sama tapi bukan berarti aku tidak mencintaimu, aku pernah katakan bukan secara perlahan kamu mulai menggeser posisi nya tapi bukan berarti aku melupakan Nova bagaimana pun dia wanita yang pertama aku cintai Lia dan di memiliki tempat tersendiri begitu juga kamu " Jawab Erland .


" Ya , setidaknya aku sudah berada di sana itu sudah cukup " Jawabnya lembut .


" Jangan membahas itu lagi " Lanjut nya , Erland hanya bisa mengaguk .


Setelah makan siang Aurellia langsung membereskan mejanya dan juga dapur terkahir dia mencuci piring dan alat masak yang kotor, saat semuanya bel apartemen berbunyi .


Ting ....Tong .


" Biar aku saja " Aurellia mengagguk karena dia masih mengering kan tangan nya setelah itu menyusul ke pintu .


" Maaf tuan mengganggu waktu siangnya " Erland hanya mengaguk lalu mengambil beberapa pakaian yang sudah di laundry .


" Tidak usah sana istirahat " Tegur Erland saat melihat Aurellia akan membantu nya .

__ADS_1


"Tapi itu berat By " Erland hanya menatap sekilas istri nya lalu meninggalkan begitu saja .


" Makasih ya " Ujar Aurellia pada pengawal .


" Iya Non ,mari " Aurellia mengaguk tersenyum lalu menutup pintu apartemen nya dan menyusul sang suami ke kamar .


" By biar aku saja " Ujar Aurellia saat sudah berada di dalam ruangan ganti .


" Kamu sudah memikirkan ke mana kita pergi " Tanya Erland tanpa menghentikan aktivitas nya .


" Belum " Jawabnya jujur " Aku ingin di apartemen saja melihat dari sini saja sudah membuat ku lebih baik " Erland membalikan badannya menatap sang istri dengan wajah bingung nya .


" Kamu tidak bercanda bukan " Aurellia menggeleng sambil menyusun pakaian membantu sang suami .


" Aku hanya membutuhkan suami ku berada di samping ku itu jauh lebih baik, sekalipun hanya berada di dalam tapi aku nyaman itu kenapa aku memilih di sini saja " Jawabnya serius menatap Erland yang hanya terdiam mendengar ucapan Aurellia .


jika orang lain tanpa di minta pun mereka akan merengek-rengek meminta ke sini sana membeli ini dan itu ,tapi Aurellia ??


Erland semakin menatap dalam mata sang istri tidak ada hal yang aneh dari permintaan Istrinya hanya dia saja yang merasa bingung dengan sikap Aurellia .


" Saat kita kembali nanti aku yakin Hubby akan menghabiskan waktu dengan pekerjaan begitu juga denganku , aku hanya memanfaatkan waktu saja bisa berduaan denganmu melakukan hal kecil seperti ini itu sudah membuat ku bahagia " Lanjutnya saat pria di depannya hanya diam menatap nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah perbincangan dalam ruangan ganti kini sepasang suami istri itu tidak langsung istirahat melainkan duduk di sofa di mana Aurellia duduk didepan Erland bersandar di dada pria yang lebih muda darinya .


" Apa Nora baik² saja " Erland mengaguk " Dia sudah makan dan minum obat " Jawab Erland .


" Tadi dia menanyakan mu ,tapi kamu duluan kabur " Aurellia memukul paha Erland pelan .


" Aku pergi karena ingin menenangkan hatiku, bagaimana pun Nova juga iparmu dan seorang ibu dia pasti khawatir melihat anaknya seperti itu " Jawabnya serius.


" Makasih Darl " Erland memeluk erat tubuh sang istri .


Dert.......dret.....


" Siapa " Aurellia memperlihatkan layar depan ponsel nya lalu menggeser tombol hijau di mana melakukan panggilan video.


" Hallo "


" Kakak ......Oh God mataku " Pekik Gisel di seberang sana sambil menutup matanya tapi di kedua cela jarinya terbuka membuat Aurellia tertawa .


" Kenapa " Tanya Aurellia dengan lembut .


" Uangku habis " Ujar Gisel dengan jujur .

__ADS_1


" Kakak belum bekerja " Bibir Gisel maju beberapa sentimeter .


" Tidak usah mendengar nya kak " Rosna ikut masuk dalam obrolan mereka .


" Bu " Rengek Gisel


" Dia habis memalak ayahmu,kamu tahukan Gisel tidak pernah mau rugi sematang mungkin dia merencanakan semuanya agar gajinya tidak habis " Aurellia tertawa kecil lalu mengaguk .


" Berikan saja " Bisik Erland karena dia masih menyembunyikan wajahnya di leher wanita itu .


" Berapa " Tanya Aurellia yang pasti nya di dengar kedua wanita itu .


" Jangan di kirimkan ,ayah sudah memberikan padanya " Ujar Rosna tegas .


" Ada apa ?? Kenapa nama ayah di bawah " Rehan masuk dalam obrolan seketika matanya membola dan detik kemudian dia merubah nya tersenyum ke atas .


" Ini Gisel meminta uang pada kakak nya " Aduh Rosna.


" Tidak ayah , orang Kaka Aurellia yang bilang iya kan kakak " Aurellia mengaguk tersenyum " Nanti kakak kirim tapi bagi sama Azzam " Ujarnya dengan lembut .


" Yes " Gisel mengepalkan tangannya dengan kuat " Terimakasih nyonya Erland Mateo ,semoga anda selalu sehat, panjang umur ,di lapangkan rezekinya dan di beri kebahagiaan dunia dan akhirat " Ujar Gisel menundukkan kepalanya sambil memegang dadanya .


Erland tertawa di belakang Aurellia mendengar ucapan adik iparnya , seperti nya wanita itu asik untuk di ajak ngobrol sifatnya seperti Eliza campuran Raine pikir Erland .


" Kalian tidak jalan² sayang " Tanya Rehan lembut .


"Malas ayah, mungkin besok " Jawab Aurellia


" Kalau malas ngapain harus jauh² ke Belanda ,kamu bisa bermalas-malasan di rumah jika ingin lihat bunga di masion utama banyak di sini juga " Aurellia tertawa kecil .


" Di situ banyak pengganggu ,di sini aku bisa puas bersama suamiku " Jawabnya tersenyum tapi detik kemudian senyum itu berubah sebuah ringisan .


" Sssttt ....Hubby " Erland hanya diam saja setelah menggigit bahu sang istri.


Melihat wajah Aurellia yang sedikit berubah membuat orang tuanya dan adiknya bahagia ,padahal awalnya Gisel hanya iseng menghubungi wanita itu karena dia mencemaskan keadaan nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2