London Love Story

London Love Story
Membuka perpustakaan


__ADS_3

Erland membuktikan ucapan nya semalam di mana dia akan membeli buku dongeng , para pelayan masuk dalam kamar membawa masing-masing satu box dan semuanya ada 5 box .


Aurellia menatap sang suami dengan tatapan tak percaya,dia mengira pria itu akan membeli satu atau dua buku dongeng .


Tapi apa yang di lihat nya di luar ekspektasi nya ,satu yang di pikirkan Aurellia yaitu apa suaminya itu mampu membaca semua buku dongeng itu ? .


Bahkan sampai usia anak mereka 5 tahun pun belum tentu dia sudah selesai membaca semuanya .


" Daddy " Erland menatap Aurellia dengan senyum di bibirnya " Apa ini tidak terllau banyak " Tanya nya pelan takut pria itu tersinggung .


" Tidak " Jawabnya serius .


" Aku bingung yang mana Baby suka , jadi aku meminta pegawai toko untuk menurunkan semua yang ada di rak " Lanjutnya tersenyum.


Aurellia bingung harus berekspresi seperti apa ,tapi dia tetap tersenyum sekalipun terpaksa .


" Tadi juga Brad membeli buku dongeng " Aurellia menatap Erland " 5 box juga " Tanya dengan wajah kaget .


" Aku tidak tahu tapi bisa juga lebih " Mata Aurellia langsung membola ,demi apa pun dia kehilangan kata² .


Sikap dua pria itu memang sulit di tebak ,tidak ingin memikirkan sikap mereka Aurellia memilih ke luar kamar untuk memanggil Peyalan .


Sedangkan Erland memilih membersihkan diri terlebih dahulu ,sebelum mengajak anaknya cerita ,karena itu akan menjadi rutinitas nya sepulang kerja .


15 menit berada di dalam kamar mandi, Erland ke luar sudah tidak melihat box yang tadi berada di dalam kamarnya ! pandangan nya tertuju pada sang istri yang duduk sambil membaca buku dongeng .


" Mommy " Aurellia mengakat pandangan nya " Di mana bukunya " Tanyanya sambil menatap lantai tempat box tadi .


" Ada di sebelah " Erland menaikan alisnya sebelah " Lalu kamu memintaku membacakan buku dongeng di kamar sebelah sedangkan kalian di sini " Aurellia menghela napas panjang lalu membuka laci yang ada di samping nya " Lihat " Erland memiringkan tubuhnya ke kanan " Aku menyimpan di sini beberapa saja , selebihnya di kamar sebelah ! Jika ini sudah selesai kita bisa ambil yang lainnya lagi ,kamar kita akan penuh jika semua buku di simpan di sini " Ucap Aurellia .


" Kamar ini akan jadi perpustakaan jika kamu meletakan semuanya di sini dan kemungkinan kita pun tidur di atas buku " Erland masuk di ruangan ganti tanpa mempedulikan ocehan Aurellia membuat wanita itu kesal lalu menyusulnya masuk ke ruangan ganti .


Jika Aurellia protes dengan kelakuan Suaminya , berbeda dengan Iin yang hanya diam saja saat beberapa penjaga memasukan box tapi tidak sebanyak milik Erland bahkan sampai saat ini mereka masih menyusun buku itu sehingga dia menjauh sementara di balkon kamar .


" Hei " Iin tersentak lalu menatap ke samping di mana Brad sudah selesai membersihkan tubuhnya " Kenapa ke luar ,ini sudah sore " Brad duduk di samping Iin hingga wanita itu menggeser tubuhnya namun lengan besar Brad menahan nya .

__ADS_1


" Aku tidak memakai parfum " Iin mempertajam penciuman nya ,bahkan sampai mendekat kan wajahnya " Aku pakai minyak telon sesuai keinginan mu " Iin mengakat pandangan nya menatap Brad " Aku mau seperti tuan Erland membaca kan dongeng untuk anaknya , sekalipun dia masih kecil tapi aku ingin melakukan itu hingga dia besar nanti " Iin masih menatap Brad tak berkedip " Tadi awalnya aku bingung kenapa tuan memintaku menemaninya ke salah satu toko buku ,tapi saat sampai di sana aku paham tujuan nya itu kenapa aku juga membelinya " Brad menatap Iin yang masih terdiam .


CUP


Dengan cepat Iin menarik tubuhnya menjauh saat kesadarannya kembali .


" Masih memikirkan nya " Iin hanya diam saja dan itu sudah cukup untuk Brad bukannya diam itu sama saja benar .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Di mana istri ku ? " Erland menghentikan langkahnya tepat di depan kepala pelayan di ikuti Brad.


" Tadi Nyonya ke arah kolam Tuan bersama Bibi " Erland hanya mengaguk lalu berjalan ke arah belakang .


Brad terus mengikuti pria itu hingga keduanya berada di dekat Aurellia dan pelayan .


" Tuan " Aurellia menatap ke samping detik kemudian bibirnya tertarik ke atas .


" Bukannya aku memintamu ke kamar " Aurellia memukul pelan tempat kosong yang ada di samping nya meminta pria itu untuk duduk dan akhirnya menurut .


" Daddy " Aurellia memeluk pinggang suaminya bersandar di dada keras suaminya .


" Ada yang kamu pikirkan ? " Aurellia menggeleng pelan " Hanya ingin mencari udara segar " Jawab Aurellia .


Aurellia kembali terdiam sambil menatap lurus ke depan, kepalanya masih bersandar di dada sang suami .


" 5 menit ,setelah itu kita masuk nanti kalian masuk angin ,kasian Baby " Aurellia hanya mengaguk sebagai jawabannya .


🪵


🪵


🪵


Ceklek

__ADS_1


Brad masuk dalam kamar mendapatkan Iin sedang membaca buku dongeng di temani Salsa di samping nya .


" Papi " Brad mengaguk tersenyum " Tunggu sebentar ya ,biar Papi yang bacakan dongeng nya ,Kasian Mami " Salsa mengaguk cepat ,ya Salsa sudah memanggil Brad dengan sebutan itu ,karena pria itu sendiri yang memintanya tanpa meminta persetujuan ibu dari anak itu .


Beberapa menit kemudian Brad ikut bergabung bersama mereka ,mengambil buku yang ada di tangan Iin .


" Papi " Brad tertawa kecil melihat antusias Salsa yang langsung memeluk nya.


" Jangan terlalu kencang peluk nya ,nanti Mami cemburu " Iin langsung menatap Brad ,namun pria itu hanya acuh .


" Sudah sampai di mana tadi ? " Tanya Brad tanpa mempedulikan tatapan Iin, memilih fokus pada Salsa yang sudah masuk dalam pelukannya bahkan kepala kecilnya di letakkan di atas dadanya .


Huh !!


Brad menahan senyumnya mendengar helaan napas panjang Iin namun dia tetap fokus pada Salsa membaca buku yang sudah ada di tangan nya .


Tidak butuh waktu lama Salsa sudah tertidur dalam dekapan Brad ,dengan pelan dia meletakan buku itu d atas meja .


Dengan pelan Brad mengakat tubuh Salsa karena dia harus memindahkan di tempat tidurnya yang baru di buat tadi pagi sehingga dia memiliki tempat tidur sendiri di kamar besar itu .


" good night Sayang ,mimpi indah ! Cup " Satu kecupan mendarat di kening gadis kecil itu .


" Ayo " Iin menatap Brad lalu menatap tangan pria itu " Kita ke luar sebentar " Iin menerima uluran tangan Brad ,sudah lama dia tidak ke luar dan pria itu mengajaknya untuk ke luar tentunya Iin tidak menolak toh dia ke luar dengan Brad .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2