London Love Story

London Love Story
Pizza


__ADS_3

" Lia " Panggil Erland lembut.


" Lia " Perlahan Erland menarik selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh Aurellia " Nanti kamu sesak napas " Lanjut nya sambil merapikan rambut Aurellia yang menutupi wajahnya .


" Jangan menangis Hm " Erland mengusap pipi Aurellia yang sudah basah , perlahan Erland membangunkan Aurellia membawa wanita itu dalam pelukannya " aku hanya tidak ingin kalian kenapa² hanya itu saja ,aku ke sana hanya menyelesaikan pekerjaan Lia ,bukan mau holiday " Papar Erland memberikan peringatan pada Aurellia .


" Kamu tahu sendiri bukan pekerjaan apa yang kita tinggal kan , bahkan sebelum ke sini pun kita harus begadang selama sebulan tapi itu pun tidak mengurangi pekerjaan kita " Lanjut nya lagi.


" Apa ...Apa..Tuan akan minta nona .... kimmy ke perusahaan " Tanyanya sesegukan .


" Aku bekerja Aurellia bukan mau menemuinya " Jawab Erland tersenyum tipis .


" Tapi tuan ....dengan nona....."


" Kami tidak punya hubungan apa pun " Ujar Erland memotong ucapan Aurellia.


" Aku kembali karena mengurus Siska dan ayah nya sekalian meyelesaikan yang lainnya " Aurellia tidak bicara lagi tapi masih sesegukan dalam pelukan suami nya.


" Ayo makan dulu kasian baby " Aurellia menggeleng " Pikirkan Baby,Lia " Ucap Erland menekan ucapan nya .


"Mau pizza " Ujar nya dengan manja .


" tidak mau yang tadi lagi " Aurellia mengaguk pelan " Ok kita pesan pizza " Erland melonggarkan pelukannya lalu menatap wajah Aurellia dengan perlahan dia mengusap cairan bening yang masih membasahi pipinya .


CUP


" Besok pagi kita akan ke rumah utama, jika kamu merasa tidak nyaman berada di sana kamu bisa kembali di sini tapi jangan setelah aku pergi,paham " Aurellia mengaguk pelan.


" Ayo kita ke luar, biar orang tuamu tidak khawatir " Ujar Erland .


" Lagian kenapa semenjak hamil kamu jadi cengeng " Aurellia langsung mencubit pinggang paha Erland membuat pria itu berteriak kesakitan .


"Lia " Pekik Erland mengusap pahanya yang terasa panas " Kau semakin berani dengan ku " Aurellia yang akan melahirkan diri langsung di tahan Erland dengan cepat .


" Tuan " Pekik Aurellia saat tubuhnya di baringkan di atas tempat tidur .


" Kau harus mendapatkan hukuman Lia " Aurellia langsung menggeleng dengan cepat " Tuan Hhhmmmppp ......


Erland membungkam mulut Aurellia sedangkan kedua tangan nya menahan tangan Aurellia yang di letakan di belakang nya .


Erland mengisap bergantian atas dan bawah hingga lidah nya mulai menerobos masuk kedalam mengabsen setiap isi mulut Aurellia, Perlahan Erland melepas kan tangan Aurellia dia tidak ingin hanya diam saja hingga kedua tangannya mencari mainan nya .


Erland melepaskan pangutan nya menatap Aurellia yang mengatur napasnya .


" Lia " Aurellia menatap Erland dengan napas terputus " Aku tidak bisa menahan nya ,apa bisa aku mendapatkan nya " Ujarnya dengan sayu menatap Aurellia .


" Aaahhhh " Lenguh Aurellia saat tangan besar itu meremas dua benda kenyal nya yang entah kapan berada di situ .


" Apa boleh " Izinnya lagi sambil meremas benda kenyal Aurellia mengaguk pelan dengan mata terpejam menikmati sentuhan yang begitu lembut .


🪵


🪵


🪵


" Tuan ... Aahahhhh "


" bersama " Erland mempercepat gerakannya memasuki lahan yang selalu membuat kepalanya atas bawah berdenyut.

__ADS_1


" Aaarrgghhhh " Geram panjang Erland saat merasakan miliknya di jepit apa lagi milik Aurellia sudah berdenyut dan siap meledak begitu juga dengan .


🌊. 🌊. 🌊


" Aahhhhhh "


" Aaarrrggggghhhhhhh " Erland langsung menarik miliknya menumpahkan cairan susu kental manis nya di atas perut Aurellia yang masih rata .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apa masih menginginkan pizza " Tanya Erland lembut sambil membantu Aurellia mengering kan rambutnya .


"Iya " Jawabnya pelan sambil bersandar di perut Erland yang berdiri didepannya karena masih lemas .


" Hanya itu " Tanya Erland lagi, Aurellia mengagguk sebagai jawabannya .


" Sudah " Ujar Erland merapikan rambut Aurellia lalu membantunya berdiri .


" Sore seperti ini biasanya mereka di mana " Tanya Erland .


" Di depan lihat² penjaga yang main " Jawab Aurellia .


" Main apa " Tanya Erland menggegam tangan Aurellia .


" Tenis meja ,panah ......" Nada dering panggilan yang masuk membuat Aurellia menhentikan ucapannya begitu saja.


Dret.......dret.....


" Ponselmu " Ujar Erland karena memang itu bukan nada dering Ponselnya .


Erland melepaskan genggaman tangan nya membiarkan Aurellia mengambil ponselnya .


' Mau angkat " Aurellia menggeleng " biarkan seperti itu ,ayo kita ke luar " Aurellia mengaguk lalu keduanya ke luar dari kamar itu membiarkan ponsel Aurellia berdering.


🪵


🪵


🪵


" Selamat sore " Sapa Aurellia yang ikut bergabung dengan keluarga nya .


" Sore " Balas Rehan dan Rosna tersenyum .


" Sudah baikan " Aurellia mengaguk tersenyum sambil memeluk Rosna karena malu .


Erland menatap para penjaga yang bermain tenis meja, seperti nya menarik hingga di mendekati mereka membiarkan sang istri bersama mertuanya .


Sedangkan Gisel dan Azzam sibuk bermain monopoli di mana Gisel selalu di kalahkan Sang adik .


" Tuan " Erland menatap ke arah Aurellia " Sudah pesan " Erland mengaguk sebagai jawabannya lalu kembali menatap penjaga .


" Pesan apa " Tanya Rehan lembut .


" Pizza " Jawab Aurellia .


" Itu nasi sama rendang mu masih di simpan sama bibi , takutnya kamu minta lagi " Aurellia tertawa kecil .


" Sudah tidak mau Bu " Jawab Aurellia lembut .

__ADS_1


" Tuan muda mau main " Tawar penjaga tapi Erland menggeleng " Mainlah " Jawab Erland .


Beberapa menit kemudian pesanan Aurellia datang hingga membuat Erland ikut bergabung bersama mereka .


Para penjaga juga mendapatkan pizza Erland tidak hanya memesan untuk sang istri tapi memesan sebanyak mungkin untuk di bagikan pada penjaga dan pelayan .


" Sering² mengidam begini kak, biar Gisel bisa makan gratis " Ujar Gisel kesenangan bahkan dia sampai meninggal kan permainan nya .


" Gisel" Tegur Rosna membuat Gisel tersenyum kuda .


" Maaf tuan muda " Uajr Gisel pada Kaka iparnya .


" Kebiasaan " Cibir Azzam .


"Kamu punya gaji dek ,kenapa tidak membeli nya " Ujar Aurellia .


" Sayang kak, kan Gisel makannya hanya sepotong dua potong habis itu sudah " Jawab Gisel .


" Buka mulutnya " Aurellia membuka mulutnya saat Erland menyuapinya .


" Kan bisa bagi sama adik, ibu ,ayah sama yang lainnya juga " Ujar Aurellia sambil mengunyah pizza-nya .


" Pelit " Ujar Azzam .


" Diam ya, kamu belum tahu saja cape nya cari uang seperti apa , dapat nya lama harus nunggu sebulan tapi habisin nya hanya perlu sehari " Jawab Gisel kesal .


" Kakak saja yang boros " Jawab Azzam .


" Saat besar nanti kamu akan sesak napas saat tahu harga kebutuhan wanita berapa , mungkin kamu langsung struk , jantungan " Jawab Gisel emosi .


" Gisel " Tegur Rehan membuat wanita itu terdiam dan melanjutkan makannya .


" Kaka Gisel sudah makan tiga " Tegur Azzam membuat Gisel menatap tangan nya lalu menatap adiknya " makanya jangan ajak kakak bicara " Jawabnya menyalahkan Azzam .


" Makan saja Dek, Kaka juga belum tentu habiskan " Ujar Aurellia lembut .


" terimakasih kakak ku " Jawab Gisel tersenyum manis.


" Maaf jika tidak nyaman dengan sikap Gisel " Ujar Rosna lembut .


" Tidak papa " Jawab Erland seadanya .


" Masih mau " Aurellia menggeleng " Sudah kenyang " Jawab Aurellia karena dia sudah makan empat potong itupun berbagi dengan Erland .


Erland mengambil botol air mineral lalu memberi kan pada Aurellia setelah tutupnya sudah terbuka .


Sikap perhatian kecil dari Erland itu membuat kedua orang tua Aurellia tersenyum sekalipun wajahnya datar dan dingin tapi dia tidak melupakan hal sekecil itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2