
Aurellia ke luar dari ruangan ganti menatap ke arah ujung tempat tidur yang tidak di lapisi sprei di mana Erland duduk sambil menatap ke arah nya .
"Sudah makan " Tanya Erland datar .
" Sudah tuan " Jawab Aurellia,Erland berdiri lalu mendekati wanita itu tanpa meminta izin Erland langsung menggegam tangan Aurellia membawa nya ke arah pintu .
" Kita mau ke mana tuan " Tanya Aurellia menhentikan langkah Erland .
" Ke kamar ku " Aurellia melotot kan matanya " Untuk apa ?? " Tanya Aurellia terbata ,entah kenapa pikiran nya berputar tentang kejadian semalam .
Dia bukan menyesali karena dia memberikan pada orang yang dia cintai,jadi itu tidak salah bukan ??
" Kenapa ?? " Tanya Balik Erland .
" Saya tidur di sini saja tuan " Erland menatap ke arah tempat tidur yang belum terpasang sprei " Saya akan memasang nya " Lanjut nya seolah paham akan maksud tatapan Erland .
" Biarkan pelayan yang memasang nya " Jawab Erland membawa tubuh Aurellia ke luar dari kamar nya sendiri dan membawanya ke kamar Erland membuat Aurellia semakin gugup dan itu di sadari Erland .
" Apa yang kamu pikirkan " Tanya Erland menghadap Aurellia.
" Tidak ada " Jawab Aurellia gagap .
" Apa kau menyesal memberikan padaku " Aurellia mengangkat kepalanya menatap Erland .
" Tidak " Jawabnya serius,jawaban Aurellia membuatnya Erland bersorak dalam hati ,entahlah dia sendiri bingung dengan perasaannya sekarang . " Lalu " Tanya Lagi masih mempertahankan wajah datar nya .
" Apa tuan akan melakukan nya lagi " Tanya Aurellia .
" Kau menginginkan nya " Aurellia mengerjapkan matanya berkali-kali " masih peri " Jawabnya jujur ,Erland membawa Aurellia ke tempat tidur sambil tersenyum simpul namun sayang Aurellia tidak melihat itu karena Erland berada di depannya .
" Kamu banyak diam " Ujar Erland,kini keduanya duduk saling berhadapan di ujung tempat tidur .
" maaf tuan " Jawab Aurellia bingung .
" Kalau besok sudah baikan kembali lah bekerja ,aku tidak menerima surat pengunduran diri mu, bantu Brad kita akan kembali lebih cepat " Aurellia hanya menggaguk sebagai jawabannya,karena dia bingung harus mengatakan apa jika sang tuan sudah memberikan perintah .
" Katakanlah jangan memendam nya , apa kamu masih memikirkan nya " Aurellia mengaguk jujur " iya " Jawabnya lirih .
" Dalam hal " Tanya Erland sedikit kesal .
" Saya tidak tahu tuan " Jawab Aurellia terbata .
" Istirahat lah " Ujar Erland memilih mengakhiri pembicaraan mereka .
" Saya tidak mengantuk tuan , apa saya boleh kembali ke kamar mau...."
Aurellia menghentikan ucapan nya membiarkan begitu saja saat sorot mata Erland berubah dingin bahkan lebih dingin .
" Jangan membuatku kembali menyakitimu karena kepala batu mu " Aurellia langsung menundukkan kepalanya .
" Istirahat lah " Lanjutnya lagi .
" Saya tidur di sofa saja tuan " Ujar Aurellia .
" Kenapa harus di sofa " Tanya Erland kesal .
" itu ...saya ...." Erland langsung menarik dagu Aurellia lalu membungkam mulut Aurellia dengan kasar .
__ADS_1
" Hhhmmmppp " Erland yang masih kesal langsung mendorong tubuh Aurellia dan mengukung nya .
🪵
🪵
🪵
" Istirahat lah " Ujar Erland dengan napas terputus setelah melakukan penyatuan kembali dengan Aurellia.
Padahal tadi Aurellia sudah mengatakan masih peri tapi Erland tidak bisa menahannya hingga kembali berkunjung ke lembah yang membuat keduanya mencapai kenikmatan masing-masing.
" Sakit " Aurellia menggeleng " sedikit " Jawabnya ngos-ngosan.
Erland menarik Aurellia dalam pelukannya menjadikan lengannya sebagai bantalan Aurellia .
Kulit mereka yang masih basah karena olahraga malam saling bersentuhan,dada empuk dan lembut Aurellia menyentuh dada Erland yang keras dan berisi .
" Semoga dia segera hadir " Gumam Erland mengelus perut Aurellia yang rata .
Deg .
Refleks Aurellia menatap Erland,apa pria ini menginginkan anak darinya atau hanya ucapan angin berlalu tapi kenapa kedengarannya seperti dia sangat menginginkan nya ,tapi bukannya pria itu masih mencintai Iparnya ,atau ini hanya ucapan biar dia terus melayani nya di atas ranjang .
' Tuan ..."
" Jangan meminum apa pun, aku ingin dia segera hadir " Jawab Erland yang terus mengelus pundak Aurellia yang polos .
" Tapi tuan ..."
"Istirahat lah, besok kamu akan kembali melayani ku seperti biasanya " lagi² Erland memotong ucapan Aurellia .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Good morning " Brad langsung menatap ke sumber suara dengan wajah datar dan bingung .
Ada apa dengan manusia es itu pikir Brad bingung .
" Pagi tuan " Jawab Brad dan Aurellia berdiri .
CUP
Mata Brad langsung membola saat Erland mencium bibir Aurellia sekilas ,begitu juga dengan Aurellia yang mematung di tempatnya dengan wajah yang memerah .
" Biarkan Aurellia " Ujar Erland saat pelayan akan mengambil makanan untuk tuannya " Apa kau ingin berdiri terus ,aku mau makan " Aurellia langsung tersadar lalu mengambilkan sarapan untuk Erland .
Brad terus menatap Erland dengan intens meminta penjelasan tapi pria itu hanya diam .
" Duduk di sini " Mau tidak mau Aurellia duduk di samping Erland " Apa kakimu baik² saja " Bisik Erland .
" Iya Tuan " Jawab Aurellia Sedikit kesal .
Bagaimana tidak ,saat dia sedang menyiapkan air untuk Erland tanpa dia sadari jika Erland sudah berada dalam kamar mandi ,padahal sebelum meninggalkan nya Erland masih terlelap hingga akhirnya pertempuran di pagi hari terjadi dan Aurellia tidak bisa menolak nya dengan apa yang dilakukan pria itu karena dia pun menikmati nya .
Seperti nya Brad harus menanyakan ini pada Erland saat di kantor nanti pikir Brad .
Lalu ketiganya sarapan dengan tenang tidak seperti sebelumnya di mana meja makan itu dingin dan mencekam .
__ADS_1
Setelah selesai ketiga pun langsung ke luar di mana mobil sudah menunggu mereka .
Di dalam mobil tidak ada pembahasan apa pun hingga mereka sampai di perusahaan,saat sampai di sana mereka pun langsung fokus pada pekerjaan mereka masing masing.
Tapi saat nada dering ponsel Aurellia membuat wanita itu menatap ke arahnya ,
" Hallo "
" Kamu sudah sehat sayang "
" Iya ,ini lagi kerja " Jawab Aurellia
Ceklek
Aurellia langsung melototkan matanya saat melihat siapa yang ke luar dari ruangan itu .
" Perut nya masih sakit "
" Sudah sembuh " Jawabnya terbata Aurellia menatap pergerakan Erland yang kini sudah duduk di meja kerjanya .
" Kamu sudah sarapan " Erland mengambil ponsel Aurellia menghidupkan pengeras suaranya .
" Sudah ,kamu " Tanya Aurellia kikuk .
" Sudah sayang, aku kangen " Aurellia menggigit bibir bawahnya sambil menunduk .
" Kamu tidak kangen " Tanya lagi membuat Aurellia semakin gugup .
"Kamu tidak sibuk " Tanya Aurellia mengalihkan pembicaraan .
" Jawab dulu " Kekeh dari seberang.
" Kangen " Jawab Aurellia membuat Erland kesal dan mematikan ponsel Aurellia dan mencium Aurellia dengan kasar .
" Kau merindukan nya " Tanya Erland datar .
' Jawab Aurellia " desak Erland .
" Bukannya wajar ,dia masih kekasih ku tuan ' Jawab Aurellia memberikan diri tapi itu membuatnya dalam masalah .
" Kekasih " Gumam Erland mengepal kan kedua tangan nya kuat.
" Ya dia kekasih ku " Jawab Aurellia tegas dan membuat Erland semakin tersulit emosi .
Aurellia sengaja mengatakan itu ,dia hanya ingin mengetahui perasaan Erland terhadap nya tapi Sepertinya dia harus menelan pil pahit saat pria itu langsung berdiri meninggalkan nya dan membuat Aurellia kecewa .
"Apa aku hanya penghangatmu " Gumamnya Lirih sambil tersenyum kecut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!!
dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘