
Tiga hari lagi pernikahan Randy dan Diandra akan di lakukan tapi belum ada tanda-tanda Erland akan kembali membuat Aurellia tidak terlalu berharap dengan acara resepsi itu .
Kini semuanya berada di meja makan untuk sarapan seperti biasanya begitu juga Aurellia .
" koh tidak libur Mas " Tanya Riane saat melihat Randy memakai pakaian kerja .
" Bonus Ma ...Bonus " Jawab Randy tersenyum kuda .
" Adikmu bukan babu kak " Rangga hanya diam saja .
" Resiko bawahan ya " Randy mengaguk mendengar jawaban Eric .
"Tapi dia Diandra sudah libur kan " Tanya Elvi lembut .
" Besok Oma " Jawab Randy seadanya .
" Ingat jangan bertemu dengan nya " Randy langsung menatap Elsa .
" Kenapa " Tanya Randy bingung .
" Kalian di larang bertemu " timpal Ana .
" Kenapa harus di larang Oma ,selama ini tidak " Tanya Randy semakin bingung .
"Diandra harus di kurung Mas ,sebelum menikah memang seperti itu " Ujar Elvi lembut .
" Tapi yang lainnya tidak melakukan itu ,kenapa Randy harus melakukan itu " Tanya Randy .
" Karena kakak mu tidak seperti mu yang suka menempel " Cibir Riane membuat Randy mendengus kesal .
" Sudah² sarapan dulu " tegur Daddy Radit
🪵
🪵
🪵
" Nyonya " Elvi menatap ke sumber suara " Kenapa Nak " Tanya Elvi lembut .
" Saya bisa ke rumah ayah " Tanya Aurellia terbata .
" Boleh sayang ,mau pergi sekarang " Aurellia mengaguk pelan .
" Di antar sopir ya, tidak boleh bawa sendiri Mobilnya " Ujar Adara lembut .
" Iya " Jawabnya lembut .
"ya sudah ganti pakaian dulu ,nanti Oma yang bilang sopir " Ujar Elsa lembut .
" Makasih nyonya " Aurellia meninggalkan penghuni ruangan yang sedang menemani anak-anak sekolah .
" Hubungi pria itu jangan sampai Daddy yang ke sana dan menyeretnya " Ujar Daddy Radit serius .
" Iya Dad " Jawab Henry
Di dalam kamar Aurellia beberapa kali menghela napasnya panjang saat merasakan Perutnya terasa keram.
" Kalian baik² saja kan, kita ke rumah kakek sama nenek jangan sakit ya " Aurellia mengelus perut nya yang sedikit membuncit .
Aurellia mengambil ponselnya mengirimkan pesan pada suaminya sekalipun tidak pernah di balas .
__ADS_1
📩 Tuan Erland
Maaf tuan saya mengganggu waktu istirahat nya ,saya hanya minta izin ke rumah Ayah sore saya kembali .
Send
setelah mengirim kan pesan Aurellia memasukan ponsel nya dalam tasnya lalu ke luar dari kamarnya turun kebawah .
" Saya pamit Tuan ,Nyonya sore saya kembali " Peserta di ruangan itu menatap ke arah Aurellia .
" Mommy antar kedepan ayo " Adara langsung berdiri dari duduknya menghampiri menantunya.
" Hati² sayang, kalau sudah sampai jangan lupa hubungi Oma " Ujar Elvi lembut .
" Iya Nyonya ,mari " Aurellia menundukkan kepalanya sedikit lalu meninggalkan ruangan itu di ikuti Adara di sampingnya .
" Pak bawa mobilnya jangan balap ya " Pinta Adara pada sopir .
" Iya Nyonya " Jawab sang sopir .
" salam buat ibu ya, maaf mommy tidak mengirimkan papa " Ujar Adara lembut menatap Aurellia yang sudah berada dalam mobil .
" Tidak papa nyonya " Jawab Aurellia tersenyum .
" Kabari mommy kalau sudah sampai ya " Aurellia mengaguk tersenyum " Iya Nyonya " Jawab Aurellia .
" Hati² pak bawa mobilnya " Ujar Adara memperingati sang sopir dengan sedikit berteriak .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Lo koh tidak kabari Ibu " Rosna menghampiri Aurellia yang baru saja turun dari mobil .
Syukur sebelum nya Adara menghubungi nya jadi dia menunggu sang putri di depan pintu .
" Makasih pak " Ujar Aurellia lembut .
" Iya Non " jawab sang sopir lalu meninggalkan rumah itu .
" Ibu sibuk " Tanya Aurellia lembut .
" Tidak ,ibu hanya duduk saja kamu tahu sendiri ibu hanya sendiri " Aurellia hanya tersenyum keduanya masuk dalam rumah .
" Mau ke kamar " Aurellia menggaguk keduanya menuju kamar Aurellia .
Rosna mendudukkan Aurellia di ujung tempat tidur dengan lembut menatap wanita itu dengan lembut .
" Belum mau cerita " Aurellia menatap sang ibu sambil tersenyum kecut .
" Aurellia bisa koh Bu " Jawabnya pelan .
" Ibu tahu kamu bisa ,tapi jangan di pendam kasian calon anak kalian " Aurellia menatap perut nya .
" Tadi sebelum ke sini perut Aurellia keram, tapi setelah itu tidak lagi " Rosna mengelus perut Aurellia dengan lembut .
" Hai ini Nenek ,jangan sakit berjuanglah bersama ibu kalian ! Nenek yakin kalian anak yang kuat seperti ayah kalian " Lanjutnya dengan lembut lalu dia menatap Aurellia yang sudah mulai berkaca-kaca .
" Aurel merindukan Erland " Aurellia mengaguk jujur bersamaan dengan cairan bening membasahi pipinya " jangan menangis suamimu lagi menyelesaikan pekerjaan " Lanjutnya menghapus air mata Aurellia.
" 3 hari lagi Bu " Tangisan Aurellia pecah , Rosna langsung memeluk Aurellia mengelus punggung wanita itu dengan pelan .
" Menangis lah jika itu buat kamu tenang " Aurellia tidak menimpali ucapan ibunya dia hanya menangis mengeluarkan semua yang di pendam selama ini .
__ADS_1
" Sakit Bu " Ujar Aurellia di sela tangisan nya.
" Percayalah semuanya akan baik-baik saja ,bertahan sebentar saja jangan biarkan ayah tahu semuanya , ibu hanya ingin keluarga kakak baik² saja " Aurellia mengaguk dalam pelukan ibunya .
" Apa Aurellia bisa Bu " Tanya Aurellia sesegukan .
" Kamu harus bisa " Ujar Rosna lembut .
" tapi ...."
" Tidak ada kata tapi sayang ,kamu belum memulai ! Ibu yakin kamu bisa " Potong Rosna lembut .
" Ayah juga dulu tidak mencintai ibu bahkan kami sering bertengkar sekalipun hanya masalah kecil , tapi sekarang kamu bisa melihat nya bagaimana ayah begitu mencintai ibu begitu juga sebaliknya " Ujar Rosna lembut .
"Aunty Endang pun begitu ,jadi bersabarlah jika kamu tidak kuat ,kamu hanya perlu menenangkan diri lalu kembali lagi dari awal " Lanjutnya dengan lembut .
🪵
🪵
🪵
London 10.12
" Sudah bukan " Brad mengaguk sebagai jawabannya .
" Siapkan semuanya Brad " Titah Erland .
" Sudah tuan " jawab Brad membukakan pintu ruangan Erland .
" Apa dia mengirim kan pesan " Tanya Erland duduk di kursi kerjanya sambil mengambil berkas di depannya .
" Tuan bisa melihat laporan yang masuk di ponsel anda " Lidah Erland berdecak kesal .
" Belikan apa pun yang dia sukai " Pinta Erland .
" Apa tidak sebaiknya tuan yang membeli nya " Erland menatap Brad yang masih berdiri di depannya di halangi meja kerjanya .
" Lalu aku meninggalkan yang ini " Jawabnya kesal .
" hanya memberikan tanda tangan tidak butuh waktu sejam tuan " Erland meletakan pena mahalnya mengakat kedua tangan nya menatap Brad .
" Kau semakin berani Bradley " Ucap Erland datar .
" Saya hanya melakukan tugasku tuan " Jawab Brad tenang .
" Tugas yang mana " Tanya Erland masih menatap Brad .
" semuanya , kalau begitu saya permisi tuan menyelesaikan beberapa pekerjaan " Jawab Brad menundukan kepalanya ke luar dari ruangan bosnya .
" Cih ,ingin sekali aku membunuh nya " Gumam Erland lalu kembali mengambil pena nya melanjutkan pekerjaan nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟