
" kenapa ke sini " Tanya Aurellia menatap wanita yang duduk di sofa .
" Kakak " Gumamnya lalu berdiri menunduk kepalanya pada Erland .
" Aku ke ruangan kerja dulu " Aurellia mengaguk .
Cup
Erland mencium bibir Aurellia sekilas lalu meninggalkan istri nya bersama adiknya .
" Kenapa tidak telepon kakak jika kamu ke sini " Tanya Aurellia menatap adik nya
" Mendadak kak " Aurellia mencibir kan bibirnya " Kamu kira kakak akan percaya " Gisel tertawa kecil .
" Gimana keadaan kakak " Tanya Gisel menatap Aurellia .
" Seperti yang kamu lihat " Jawabnya lembut .
" Kakak sudah baik² saja " Aurellia mengagukan kepalanya " Bukannya harus seperti itu " Jawabnya tersenyum.
" Kakak sudah bisa menerima nya Dek, tapi sewaktu-waktu kakak juga merindukan mereka " Lanjut nya pelan .
" Ayah sama ibu ke masion utama seminggu 3 kali menyapa twins " Aurellia mengagukan kepalanya sebagai jawabannya .
"Kau masih hidup " Gisel dan Aurellia menatap ke sumber suara di mana Brad menuruni tangga .
Tapi yang membuat Gisel bingung seseorang yang berjalan di belakang Brad , Gisel menatap Aurellia meminta penjelasan .
" Ya aku harus tetap hidup " Jawabnya tersenyum miring menatap wanita yang ada di belakang Brad .
" Seperti sebentar lagi akan ada yang menyusul Kaka Aurel " Brad menatap ke belakang nya di mana Iin masih berada di sana .
" pergilah " Iin menggaguk lalu melanjutkan langkahnya ke arah belakang .
" aku harus bilang sama Papa Morgan " Ujar Gisel tertawa kecil .
" Dan aku akan membunuh mu " Ujar Morgan duduk disamping Gisel .
" Apa tidak bisa jika bertemu tidak berdebat " Tanya Aurellia menggeleng .
" Tidak " Jawab keduanya .
" Aku jadi takut " Brad dan Gisel menatap Aurellia " Biasanya orang yang selalu bertengkar itu berjodoh loh "Lanjutnya tersenyum.
" Aku berjodoh dengan nya " Brad menatap Gisel dari atas sampai bawah " Bahkan bermimpi pun aku enggan " Lanjutnya sinis .
" Lalu kakak Brad kira Gisel mau berjodoh dengan kakak, mendingan Gisel melajang seumur hidup " Jawab Gisel kesal
Aurellia tertawa mendengar ucapan Gisel dan Brad " Kaka pegang ucapan mu dek " Ujar Aurellia di sela tawa nya .
" tuan Erland di ruangan kerja bukan " Aurellia mengaguk " lebih baik aku ke sana dari pada melihat wajah mu " Ujar Brad berdiri dari duduknya .
" Kakak Brad " Pekik Gisel tertahan menatap punggung pria itu .
" Berapa hari di sini " Tanya Aurellia lembut .
" besok aku akan selesaikan dan langsung pulang " Jawab Gisel menatap Aurellia .
" Kenapa buru² sekali " Tanya Aurellia.
" ya begitulah ,kan di sana juga aku ada pekerjaan kak " Jawab Gisel tersenyum .
__ADS_1
" Padahal kakak masih kangen " Gisel tertawa kecil " Kakak sudah lama tinggal di sini tumben bilang kangen " Aurellia mendengus kesal mendengar jawaban adiknya .
🪵
🪵
Tok ....tok
" Masuk "
Ceklek
" Maaf tuan saya terlambat " Erland mengaguk lalu kembali menatap pekerjaan nya.
" Kau begitu bahagia bertemu dengan Gisel " Ujar Erland tersenyum tanpa menatap Brad .
" Sangat bahagia tuan " Jawab Brad duduk di sofa mengambil laptop kerja nya .
" Apa aku harus menelpon Ghozi agar Gisel lebih lama di sini " Brad langsung menatap Erland .
" Tidak perlu Tuan " Jawabnya dengan cepat membuat Erland tertawa .
" Kau menyukai Gisel " Tanya Erland menatap Brad .
" Tidak tuan " Jawabnya tegas .
" Aku pegang ucapan mu " Ujar Erland kembali fokus pada pekerjaannya begitu juga Brad .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini mereka sudah berada di meja makan,Gisel terus menatap ke arah Brad di mana dia di layani wanita yang tadi bersama nya .
" Kamu tidak akan kenyang jika hanya melihat Brad " Gisel menatap Erland lalu menatap menu makanan yang ada di meja makan .
" Dia Iin, pelayan khusus untuk Brad ! Apa jawaban Kaka membuatmu puas " Gisel menatap Aurellia sinis mencibir kan bibirnya .
" sangat puas " Jawabnya menekan ucapan nya .
" Apa kamu cemburu " Gisel menatap Brad yang duduk di depannya .
" Apa kakak sedang mabuk " Jawab Gisel ketus .
" Aku hanya kasian sama dia karena harus melayani pria seperti kakak " Lanjutnya .
" Memang aku pria seperti apa " Tanya Brad menatap Aurellia .
" Menyebalkan ,kasar ,dingin, datar ,semuanya " Jawab Gisel dengan cepat .
"Kakak mencium aroma² yang cemburu " Gisel menatap Aurellia ,jika tidak memikirkan siapa suami dari kakaknya ingin sekali dia memukul mulut kakak nya itu.
Apa wanita itu kekasih tuan Brad Ucap Iin dalam hati .
" Sepertinya kamu sangat mengenal ku " Gisel Mendengus kesal memilih mengambil makanan dari pada berurusan dengan Brad dan Aurellia.
" Salsa sudah makan " Tanya Aurellia menatap Iin .
" Sudah Nyonya " Jawab Iin .
" duduklah dan ambil makanan mu " Iin mengaguk lalu duduk di samping Brad memberi jarak sedikit .
Gisel menatap Iin dan Brad bergantian sepertinya wanita yang ada di depannya masih sangat muda pikirnya lagi .
__ADS_1
Apa kakak Brad pedofil,tapi itu sangat tidak mungkin Ucap Gisel dalam hati .
🪵
🪵
Setelah selesai makan malam Aurellia menemani Erland di ruangan olahraga, sedangkan Brad mengantar Gisel ke hotel karena wanita itu menolak untuk tidur di masion .
" Kamu tidak ikut " Aurellia menggeleng " Itu membosankan " Jawab nya menatap Erland yang lagi mengakat beban .
" Setiap weekend kita akan olahraga bersama dan itu sudah final " Ujar Erland meletakan beban dan menghampiri istri nya .
" Dua jam aku kira cukup " Lanjutnya mengibaskan rambutnya hingga keringatnya mengenai Aurellia.
" Hubby " Erland tertawa kecil lalu mengambil botol minumnya .
" Ayo " Erland menarik Aurellia untuk ikut bersama nya.
" Hubby " Rengek Aurellia tapi Erland tetap membawanya ke arah treadmill .
" Naik " Aurellia naik menginjak kakinya di ujung treadmill sedangkan Erland mengatur kecepatan treadmill lalu ikut naik di atas di ikuti Aurellia .
" Pelan² saja Ok " Aurellia mengaguk pelan kini mulai berlari kecil begitu juga Erland yang ada di belakang nya .
" Badanmu sangat jelek " Aurellia memutar bola matanya jengah.
" Seperti nya kemarin aku khilaf karena menikahi mu " Lanjutnya lagi .
" Lalu Hubby ingin menikah dengan siapa " Tanya Aurellia .
" Nova " Lanjutnya lagi membuat Erland mengakat tubuhnya menginjak bagian samping treadmill.
" Coba ulang ucapan mu tadi " Aurellia menatap ke samping Sebentar lalu menatap ke bawah di mana Erland sudah tidak ikut berlari dengan nya .
Seperti nya akan ada badai setelah ini, Aurellia mengutuk mulutnya yang terlalu lemes .
" Ayo By cepat ,katanya mau olahraga sama² " Aurellia mengalihkan pembicaraan tapi sayang nya Erland malah mematikan alat itu lalu memutar tubuh Aurellia.
" Ulangi "
" Maaf ,aku tidak ... Hhhmmmppp " Erland langsung membungkam mulut Aurellia kasar membuat Aurellia langsung berpegangan di sisi treadmill dengan erat menahan tubuh nya .
Huh ..Huh ...
Aurellia menatap Erland sambil mengatur napasnya di mana pria itu masih menatapnya dingin .
" By ...."
" Seperti nya tidak buruk jika kita melakukan di sini " Ujar Erland tersenyum seringai .
" Hubby ...Tidak .. Aakkhhh "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟