London Love Story

London Love Story
Gym


__ADS_3

" kenapa ke sini " Tanya Aurellia menatap wanita yang duduk di sofa .


" Kakak " Gumamnya lalu berdiri menunduk kepalanya pada Erland .


" Aku ke ruangan kerja dulu " Aurellia mengaguk .


Cup


Erland mencium bibir Aurellia sekilas lalu meninggalkan istri nya bersama adiknya .


" Kenapa tidak telepon kakak jika kamu ke sini " Tanya Aurellia menatap adik nya


" Mendadak kak " Aurellia mencibir kan bibirnya " Kamu kira kakak akan percaya " Gisel tertawa kecil .


" Gimana keadaan kakak " Tanya Gisel menatap Aurellia .


" Seperti yang kamu lihat " Jawabnya lembut .


" Kakak sudah baik² saja " Aurellia mengagukan kepalanya " Bukannya harus seperti itu " Jawabnya tersenyum.


" Kakak sudah bisa menerima nya Dek, tapi sewaktu-waktu kakak juga merindukan mereka " Lanjut nya pelan .


" Ayah sama ibu ke masion utama seminggu 3 kali menyapa twins " Aurellia mengagukan kepalanya sebagai jawabannya .


"Kau masih hidup " Gisel dan Aurellia menatap ke sumber suara di mana Brad menuruni tangga .


Tapi yang membuat Gisel bingung seseorang yang berjalan di belakang Brad , Gisel menatap Aurellia meminta penjelasan .


" Ya aku harus tetap hidup " Jawabnya tersenyum miring menatap wanita yang ada di belakang Brad .


" Seperti sebentar lagi akan ada yang menyusul Kaka Aurel " Brad menatap ke belakang nya di mana Iin masih berada di sana .


" pergilah " Iin menggaguk lalu melanjutkan langkahnya ke arah belakang .


" aku harus bilang sama Papa Morgan " Ujar Gisel tertawa kecil .


" Dan aku akan membunuh mu " Ujar Morgan duduk disamping Gisel .


" Apa tidak bisa jika bertemu tidak berdebat " Tanya Aurellia menggeleng .


" Tidak " Jawab keduanya .


" Aku jadi takut " Brad dan Gisel menatap Aurellia " Biasanya orang yang selalu bertengkar itu berjodoh loh "Lanjutnya tersenyum.


" Aku berjodoh dengan nya " Brad menatap Gisel dari atas sampai bawah " Bahkan bermimpi pun aku enggan " Lanjutnya sinis .


" Lalu kakak Brad kira Gisel mau berjodoh dengan kakak, mendingan Gisel melajang seumur hidup " Jawab Gisel kesal


Aurellia tertawa mendengar ucapan Gisel dan Brad " Kaka pegang ucapan mu dek " Ujar Aurellia di sela tawa nya .


" tuan Erland di ruangan kerja bukan " Aurellia mengaguk " lebih baik aku ke sana dari pada melihat wajah mu " Ujar Brad berdiri dari duduknya .


" Kakak Brad " Pekik Gisel tertahan menatap punggung pria itu .


" Berapa hari di sini " Tanya Aurellia lembut .


" besok aku akan selesaikan dan langsung pulang " Jawab Gisel menatap Aurellia .


" Kenapa buru² sekali " Tanya Aurellia.


" ya begitulah ,kan di sana juga aku ada pekerjaan kak " Jawab Gisel tersenyum .

__ADS_1


" Padahal kakak masih kangen " Gisel tertawa kecil " Kakak sudah lama tinggal di sini tumben bilang kangen " Aurellia mendengus kesal mendengar jawaban adiknya .


🪵


🪵


Tok ....tok


" Masuk "


Ceklek


" Maaf tuan saya terlambat " Erland mengaguk lalu kembali menatap pekerjaan nya.


" Kau begitu bahagia bertemu dengan Gisel " Ujar Erland tersenyum tanpa menatap Brad .


" Sangat bahagia tuan " Jawab Brad duduk di sofa mengambil laptop kerja nya .


" Apa aku harus menelpon Ghozi agar Gisel lebih lama di sini " Brad langsung menatap Erland .


" Tidak perlu Tuan " Jawabnya dengan cepat membuat Erland tertawa .


" Kau menyukai Gisel " Tanya Erland menatap Brad .


" Tidak tuan " Jawabnya tegas .


" Aku pegang ucapan mu " Ujar Erland kembali fokus pada pekerjaannya begitu juga Brad .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini mereka sudah berada di meja makan,Gisel terus menatap ke arah Brad di mana dia di layani wanita yang tadi bersama nya .


" Kamu tidak akan kenyang jika hanya melihat Brad " Gisel menatap Erland lalu menatap menu makanan yang ada di meja makan .


" Dia Iin, pelayan khusus untuk Brad ! Apa jawaban Kaka membuatmu puas " Gisel menatap Aurellia sinis mencibir kan bibirnya .


" sangat puas " Jawabnya menekan ucapan nya .


" Apa kamu cemburu " Gisel menatap Brad yang duduk di depannya .


" Apa kakak sedang mabuk " Jawab Gisel ketus .


" Aku hanya kasian sama dia karena harus melayani pria seperti kakak " Lanjutnya .


" Memang aku pria seperti apa " Tanya Brad menatap Aurellia .


" Menyebalkan ,kasar ,dingin, datar ,semuanya " Jawab Gisel dengan cepat .


"Kakak mencium aroma² yang cemburu " Gisel menatap Aurellia ,jika tidak memikirkan siapa suami dari kakaknya ingin sekali dia memukul mulut kakak nya itu.


Apa wanita itu kekasih tuan Brad Ucap Iin dalam hati .


" Sepertinya kamu sangat mengenal ku " Gisel Mendengus kesal memilih mengambil makanan dari pada berurusan dengan Brad dan Aurellia.


" Salsa sudah makan " Tanya Aurellia menatap Iin .


" Sudah Nyonya " Jawab Iin .


" duduklah dan ambil makanan mu " Iin mengaguk lalu duduk di samping Brad memberi jarak sedikit .


Gisel menatap Iin dan Brad bergantian sepertinya wanita yang ada di depannya masih sangat muda pikirnya lagi .

__ADS_1


Apa kakak Brad pedofil,tapi itu sangat tidak mungkin Ucap Gisel dalam hati .


🪵


🪵


Setelah selesai makan malam Aurellia menemani Erland di ruangan olahraga, sedangkan Brad mengantar Gisel ke hotel karena wanita itu menolak untuk tidur di masion .


" Kamu tidak ikut " Aurellia menggeleng " Itu membosankan " Jawab nya menatap Erland yang lagi mengakat beban .


" Setiap weekend kita akan olahraga bersama dan itu sudah final " Ujar Erland meletakan beban dan menghampiri istri nya .


" Dua jam aku kira cukup " Lanjutnya mengibaskan rambutnya hingga keringatnya mengenai Aurellia.


" Hubby " Erland tertawa kecil lalu mengambil botol minumnya .


" Ayo " Erland menarik Aurellia untuk ikut bersama nya.


" Hubby " Rengek Aurellia tapi Erland tetap membawanya ke arah treadmill .


" Naik " Aurellia naik menginjak kakinya di ujung treadmill sedangkan Erland mengatur kecepatan treadmill lalu ikut naik di atas di ikuti Aurellia .


" Pelan² saja Ok " Aurellia mengaguk pelan kini mulai berlari kecil begitu juga Erland yang ada di belakang nya .


" Badanmu sangat jelek " Aurellia memutar bola matanya jengah.


" Seperti nya kemarin aku khilaf karena menikahi mu " Lanjutnya lagi .


" Lalu Hubby ingin menikah dengan siapa " Tanya Aurellia .


" Nova " Lanjutnya lagi membuat Erland mengakat tubuhnya menginjak bagian samping treadmill.


" Coba ulang ucapan mu tadi " Aurellia menatap ke samping Sebentar lalu menatap ke bawah di mana Erland sudah tidak ikut berlari dengan nya .


Seperti nya akan ada badai setelah ini, Aurellia mengutuk mulutnya yang terlalu lemes .


" Ayo By cepat ,katanya mau olahraga sama² " Aurellia mengalihkan pembicaraan tapi sayang nya Erland malah mematikan alat itu lalu memutar tubuh Aurellia.


" Ulangi "


" Maaf ,aku tidak ... Hhhmmmppp " Erland langsung membungkam mulut Aurellia kasar membuat Aurellia langsung berpegangan di sisi treadmill dengan erat menahan tubuh nya .


Huh ..Huh ...


Aurellia menatap Erland sambil mengatur napasnya di mana pria itu masih menatapnya dingin .


" By ...."


" Seperti nya tidak buruk jika kita melakukan di sini " Ujar Erland tersenyum seringai .


" Hubby ...Tidak .. Aakkhhh "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2