
" Aku sudah ketemu ayah mu " Iin langsung membalikan badannya menatap Brad yang kini sedang memakai bajunya karena dia pun sedang mengatur pakaian pria itu untuk di susun di lemari nya .
" Besok siang aku menjemputmu bertemu mantan suami mu ! Sebenarnya dengan menolak Salsa dan tidak memberikan nafkah padamu itu sudah sama sama dia menalakmu,tapi aku hanya tidak ingin kedepannya terjadi hal yang tidak di inginkan jadi aku meminta bertemu hanya untuk itu " Berkali² mengerjapkan matanya mencoba mencari kesadaran nya, dia seperti sedang bermimpi tapi dia bingung apa yang dia dengar sekarang mimpi buruk atau mimpi yang baik .
Tapi bertemu ayah dan mantan suaminya ! Iin tidak ingin mempercayai nya tapi melihat wajah Brad yang begitu datar dan dingin semuanya seperti sungguhan.
" Kenapa .... bertemu ......"
" Hanya meminta izin tapi aku tidak mengizinkan mereka hadir terutama ayah mu " Lidah Iin terasa kelu entahlah dia harus merespon Ucapan Brad seperti apa ?
Karena dia belum memberikan jawaban pada pria itu ,tapi melihat sikap dan tindakan pria itu seperti nya dia tidak punya pilihan lain selain menerima nya .
Padahal pagi tadi dia ingin memberikan jawaban tapi entahlah Iin tidak ingin mengingat kegiatan panas mereka ,itu membuat wajah nya malu sekaligus menginginkan nya .
Ah , Iin mengutuk pikirannya yang terlalu kotor setelah berhubungan dengan pria itu ,padahal sebelumnya dia tidak memikirkan itu bahkan terkesan menghindar saat mantan suaminya itu ingin melakukan itu .
" Iin "
" Iin " Bentak Brad membuat wanita itu tersadar dari lamunannya .
" Ah ,iya " Jawab Iin cepat .
" Apa kamu dengar apa yang aku ucapkan tadi " Iin mengaguk " Dengar " Jawabnya lalu kembali membalikkan badannya fokus pada pekerjaan nya .
" Besok akan ada pekerja yang datang untuk membuat kamar Salsa ,dia akan berada di lantai bawah " Ujar Brad .
" Apa tidak bisa dia tidur bersama ku " Tanya Iin terbata .
" Kau akan tidur denganku bukan dengan nya " Jawab Brad tegas .
GLek
Iin memaksakan menelan ludahnya sendiri dia sudah membayangkan apa yang akan terjadi nantinya jika hanya berdua dengan Brad pasti tidak akan jauh dari hal itu .
" Salsa tidak terbiasa tidur sendiri tuan " Iin mencoba mencari alasan .
" Dia akan di temani pelayan saat malam harinya " Iin mencoba memutar otaknya mencari alasan tapi sayang otaknya tidak bisa bekerja di saat seperti ini .
" Iya " Iin memilih mengalah karena membantah pun percuma .
" Cepat selesaikan aku tunggu di luar " Iin mengaguk " Iya tuan " Brad meninggalkan Iin sendirian di ruangan ganti .
__ADS_1
Sedangkan di kamar lainnya Aurellia sedang dalam mode manja di mana sejak kembali dari perusahaan wanita itu terus menempel pada suaminya .
" Darl " panggil Erland lembut .
" Hebm "
" Kenapa ?" Aurellia menggeleng pelan " Ingin memelukmu saja " Jawabnya pelan .
" Ada yang kamu inginkan " Tanya Erland dengan lembut ,dia hanya takut jika Aurellia menginginkan sesuatu tapi dia enggan memberi tahu nya .
" Apa Hubby lelah " Erland menggeleng " Tidak " Jawabnya cepat .
" kenapa ? Apa kamu menginginkan sesuatu dan aku yang mencari nya " Aurellia menggeleng pelan .
" Lalu ? " Tangan besar Erland mengusap rambut belakang Aurellia dengan lembut dan sesekali mencium kepala nya .
" Aku ingin itu " Jawab Aurellia ambigu .
" Itu apa ? " Tanya Erland pelan .
" Yang itu " Jawab Aurellia ,di mana tangan nya mulai bermain di dada sang suami membentuk pola lingkaran .
" Aku bukan dukun atau sejenisnya Lia " Aurellia memukul dada Erland karena kesal .
"Baby nya rewel minta di jenguk ,itu saja tidak paham " Ujar Aurellia kesal ,namun justru itu membuat Erland ingin tertawa,tapi sebisa mungkin dia tahan agar tidak membuat mood ibu hamil itu kacau .
" Maaf baby, Daddy yang salah sudah tidak mengerti keinginan mu " Erland mengusap perut Aurellia dengan lembut lalu mengakat dagu sang istri untuk menatapnya hingga pandangan keduanya terkunci .
CUP .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Bersihkan dulu " Aurellia hanya diam saja di atas tempat tidur membiarkan Erland melakukan apa pun pada bagian bawah nya .
" Seperti nya Baby benar² rewel ya " Ujar Erland tertawa kecil sambil membersihkan menggunakan air hangat .
Di rasa cukup , Erland kembali berdiri ke kamar mandi untuk membersihkan diri padahal dia baru mandi beberapa jam yang lalu saat kembali dari perusahaan .
Beberapa menit kemudian dia sudah ke luar dan melihat istri nya sudah tertidur dengan pulas .
Erland membiarkan begitu saja yang penting bagian bawah Aurellia sudah di bersihkan agar tidur wanita itu tenang .
__ADS_1
🪵
🪵
" Malam " Brad langsung berdiri dari duduknya .
" Nona Aurellia " Tanya Brad pelan .
" Dia lagi istirahat " Brad tidak bertanya lagi ,dia kembali duduk saat Erland sudah duduk di kursinya .
" Biar saya ambilkan tuan " Erland hanya mengaguk saja membiarkan Brad melayani nya .
" Kamu sudah beri tahu ayah mu " Tanya Erland .
" Setelah ini tuan " Jawab Brad .
" Apa itu tidak terlalu pagi ? " Tanya Erland menatap Brad .
" Hanya itu waktu yang pas tuan ,karena paginya saya bekerja " jawab Brad sambil meletakan piring makan Erland .
" Thanks " Jawab Erland .
Brad kembali di tempat duduknya di mana makanannya sudah tersaji kan di depannya dan tentunya Iin yang melakukan nya .
" Makanlah " Ujar Brad menetap Iin .
" Saya akan makan dengan Salsa tuan " Jawab Iin lembut .
" Pergilah " Pinta Brad .
" Permisi tuan, tuan muda " Pamit Iin meninggalkan meja makan itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Komentar
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘