London Love Story

London Love Story
masih dendam


__ADS_3

" Saya siapkan airnya dulu Tuan " Erland menahan tangan Aurellia membawa wanita itu ke sofa .


" Sampai kapan kamu memanggilku tuan " Semprot Erland kesal .


" Apa kamu belum memaafkan aku, atau kamu ...."


" saya tidak perlu memaafkan tuan karena ini bukan kesalahan tuan, saya juga sudah terbiasa memanggil anda seperti itu " Jawab Aurellia gugup .


" Maka ubah kebiasaan itu Darl, kita sudah menikah bahkan dari segi umur kamu lebih tua dari ku ,tidak bisa kah memanggil ku selayaknya seorang istri pada suaminya " Aurellia mengerjapkan matanya berkali-kali menatap Erland. .


" Tapi ..."


" Cepat panggil " Aurellia menggeleng " Aku hitung sampai tiga ,jika sampai kamu tidak mengubah nya kita tidak akan ke Belanda " Ancam Erland serius.


" Saya ...."


" Satu " Potong Erland cepat


"Dua "


" Hubby " Erland mengembangkan senyumnya " Good " jawab Erland lalu berdiri dari duduknya .


" Siapkan saja bajuku Darl " Aurellia hanya menggaguk menunduk dia tidak berani mengakat wajah hanya sekedar menatap pria itu .


" Kenapa kata itu yang harus ke luar " Gerutu Aurellia kesal sendiri .


" Apa semuanya ini nyata ,atau hanya karena dia mengasihani ku karena terlalu menyedihkan " Gumam Aurellia .


" Tetap kuatkan hatimu Aurellia ,jangan mengharapkan apa pun " Lanjutnya lalu berdiri dari duduknya menuju ruangan ganti .


Beberapa menit Erland ke luar luar dari kamar mandi dia menatap ke arah kaca yang besar di mana Aurellia berdiri menatap ke arah luar .


Hap


Aurellia menatap lengan besar yang memeluk dirinya dengan erat kecupan lembut di kepala nya membuat Aurellia memejamkan matanya dengan pelan.


" Mandilah ,nanti airnya dingin " Aurellia menarik sudut bibirnya sedikit .


" Hubby " Panggil Aurellia terbata karena belum terbiasa .


" Hebm "


" Apa mereka bahagia " Tanya Aurellia sorot matanya menatap rumah kaca , Erland mengelus perut Aurellia dengan lembut "Pasti karena di sana ada Eyang yang menyayangi mereka ' Jawab Erland lembut .


Cup


Erland memberikan kecupan di leher jenjang Aurellia hingga meninggal kan bekas .


" Mandi dulu ok " Aurellia mengaguk pelan .


Erland masuk dalam ruangan ganti sedangkan Aurellia masuk dalam kamar mandi .


Di dalam kamar mandi Aurellia mengembangkan senyumnya melihat air yang ada dalam bathup bahkan sudah di teteskan aroma terapi dan sabun .


" Apa ini yang di maksud ibu " Gumam Aurellia .


" Jika iya ,aku akan berusaha lebih baik lagi " Lanjutnya lagi .


Di luar sambil menunggu Aurellia , Erland menghubungi Brad .


" Hallo Tuan "

__ADS_1


" Kamu sudah tahu " Tanya Erland to the poin.


" Sudah tuan ,tadi saya keperusahan " Erland mengagguk " Apa Semuanya baik² saja tuan " Erland menghela nafas panjang.


" Aku sendiri tidak tahu Brad ,aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan " Jawabnya dengan pelan .


" Nona Aurellia wanita baik, dia juga lebih dewasa percaya lah Nona Aurellia akan kembali seperti sebelumnya mungkin dia hanya butuh waktu " Ujar Brad dengan lembut .


" Aku juga berharap seperti Brad , tapi entah kenapa melihat nya selalu melamun membuatku sakit " Jawabnya lirih.


" Tuan tidak usah memikirkan perusahaan ,saya akan melakukan yang terbaik membantu tuan Alan " Ujar Brad .


" Apa aku harus membayarmu dengan mahal " Ujar Erland tersenyum .


" Dengan senang hati saya menerima nya tuan " Keduanya tertawa kecil .


" kalau begitu aku tutup habiskan waktumu bersama keluarga mu sebelum kembali lagi ke London , terimakasih banyak selalu berada di samping ku dan Aurellia " Ujar Erland tulus .


" Sudah tugasku tuan " Jawab Brad tegas dan serius .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Tadi ke mana " Tanya Elvi lembut menatap Aurellia sedangkan Erland masih menyelesaikan beberapa pekerjaan dan meminjam ruangan kerja Daddy nya karena dia harus melakukan meeting yang sudah di tunda beberapa hari yang lalu .


" Hanya jalan² Oma sampai ke pantai " Jawab Aurellia jujur .


" Gimana Hm " Tanya Elvi lembut sambil mengelus lengan Aurellia .


" Masih sakit Oma " Elvi mengembangkan senyumnya sambil terus mengelus lengan Cucu menantunya .


" Tidak papa ,kamu tidak sendiri di sini ada Oma dan yang lainnya ke luarkan apa pun yang mengganjal tidak perlu takut kamu dan yang lainnya sama kalian Cucu Oma " Aurellia mengaguk tersenyum lembut .


🪵


🪵


" Kau di sini " Aurellia menatap ke belakang di mana Erland sudah berdiri di belakang nya .


Cup


" Ayo kita pergi ,apa dia tidak bisa melihat keadaan di sekitarnya " Cibir Adara memasang wajah kesalnya .


" Ya ,mommy benar aku jadi ingin menyusul Abang di perusahaan " Timpal Nova dengan wajah datarnya .


" Menyebalkan " Cibir Ana berdiri di ikuti yang lainnya meninggalkan ruangan itu membiarkan kedua manusia itu .


" Kenapa " Tanya Erland duduk di samping Aurellia .


" Malu, kenapa harus melakukan itu " Cicit Aurellia menunduk .


" Aku hanya mencium istri ku apa salah nya " Ucap Erland .


" Tapi jangan di depan orang banyak " Jawab Aurellia .


" Berarti kalau hanya kita berdua boleh kan " Goda Erland tersenyum kuda.


" Hubby " Rengek Aurellia membuat tawa Erland pecah lalu dia memeluk Aurellia dengan erat .


" Aku cape Darl, mereka terlalu cerewet banyak bicara tapi kerjaannya nol " Cibir Erland lalu membaringkan tubuhnya menjadi kan paha Aurellia menjadi bantalnya .


"ingin sekali meledakkan kepala mereka " Lanjutnya menyembunyikan wajahnya di perut Aurellia .

__ADS_1


" Apa mereka membuat masalah " Erland mengaguk , Aurellia mengelus kepala Erland dengan lembut .


" Sekalian di pijat Darl " Pinta Erland .


Bugh


" Darling" Erland langsung menatap Aurellia yang seketika gugup " Sorry ,tadi tidak sengaja refleks sumpah " Erland bangun dari tidurnya .


" Sepertinya kamu masih dendam Darl " Erland melipat tangan nya di dada menatap istrinya .


" Tidak By, tadi refleks serius sumpah " Erland memicing kan matanya tajam .


" Seperti nya memang kamu masih dendam " Aurellia menggeleng dengan cepat .


" Cih ,ingat umur kalian sangat tidak pantas seperti itu , menjijikkan " penghuni sofa itu menatap ke arah sumber suara di mana Henry ,Jeje dan Alan menatap mereka dengan tatapan jijik lalu berlalu begitu saja.


" Yaaakkk tua bangka " Pekik Erland kesal


Bugh


" Jangan bicara seperti itu " Tegur Aurellia.


" Benar ,kamu memang masih dendam Darl " Ujar Erland menatap wanita itu .


" Ayo kata nya cape biar saya urut " Ujar Aurellia .


" Tidak usah merayuku tidak akan mempan,aku membencimu " Mata Aurellia membola.


Apa tadi membenci nya hanya karena memukul kepalanya itu pun tidak sengaja dan menegurnya lalu bagaimana dengan nya yang dia lakukan padanya


Hap


" Tapi aku mencintaimu " Bisik Erland membuat tubuh Aurellia menegang .


CUP


Erland mencium bibir Aurellia dengan lembut menuntun wanita itu untuk membalasnya dia tidak peduli Aurellia masih syok .


Hingga akhirnya kesadaran Aurellia kembali dia menatap Erland yang terus ******* bibirnya dengan pelan dia pun mulai membalasnya bahkan dia mulai mengalungkan tangannya di leher jenjang suaminya hingga berpindah duduk di pangkuan pria itu .


Ciuman keduanya semakin dalam hingga sebuah bantal melayang mengenai kepala Erland membuat keduanya harus melepaskan pangutan keduanya.


" Apa kamu tidak punya kamar Hah " Bentak Henry kesal .


" istrimu baru ke luar dari rumah sakit dan kamu akan menyerang nya di ruangan terbuka seperti ini ,apa otakmu bermasalah " Lanjutnya dengan emosi .


" Pergilah " Usir Erland ketus sambil memeluk Aurellia yang menyembunyikan wajahnya di dadanya .


" Tunggu 2 atau 3 bulan lagi Boy " Ujar Alan tersenyum lalu mereka ke luar dari tempat persembunyian lalu pergi entah kemana , karena memang sejak tadi mereka menguping tapi seperti nya Waktu nya tidak pas hingga membuat Henry mengamuk .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2