
" Saya siapkan airnya dulu Tuan " Erland menahan tangan Aurellia membawa wanita itu ke sofa .
" Sampai kapan kamu memanggilku tuan " Semprot Erland kesal .
" Apa kamu belum memaafkan aku, atau kamu ...."
" saya tidak perlu memaafkan tuan karena ini bukan kesalahan tuan, saya juga sudah terbiasa memanggil anda seperti itu " Jawab Aurellia gugup .
" Maka ubah kebiasaan itu Darl, kita sudah menikah bahkan dari segi umur kamu lebih tua dari ku ,tidak bisa kah memanggil ku selayaknya seorang istri pada suaminya " Aurellia mengerjapkan matanya berkali-kali menatap Erland. .
" Tapi ..."
" Cepat panggil " Aurellia menggeleng " Aku hitung sampai tiga ,jika sampai kamu tidak mengubah nya kita tidak akan ke Belanda " Ancam Erland serius.
" Saya ...."
" Satu " Potong Erland cepat
"Dua "
" Hubby " Erland mengembangkan senyumnya " Good " jawab Erland lalu berdiri dari duduknya .
" Siapkan saja bajuku Darl " Aurellia hanya menggaguk menunduk dia tidak berani mengakat wajah hanya sekedar menatap pria itu .
" Kenapa kata itu yang harus ke luar " Gerutu Aurellia kesal sendiri .
" Apa semuanya ini nyata ,atau hanya karena dia mengasihani ku karena terlalu menyedihkan " Gumam Aurellia .
" Tetap kuatkan hatimu Aurellia ,jangan mengharapkan apa pun " Lanjutnya lalu berdiri dari duduknya menuju ruangan ganti .
Beberapa menit Erland ke luar luar dari kamar mandi dia menatap ke arah kaca yang besar di mana Aurellia berdiri menatap ke arah luar .
Hap
Aurellia menatap lengan besar yang memeluk dirinya dengan erat kecupan lembut di kepala nya membuat Aurellia memejamkan matanya dengan pelan.
" Mandilah ,nanti airnya dingin " Aurellia menarik sudut bibirnya sedikit .
" Hubby " Panggil Aurellia terbata karena belum terbiasa .
" Hebm "
" Apa mereka bahagia " Tanya Aurellia sorot matanya menatap rumah kaca , Erland mengelus perut Aurellia dengan lembut "Pasti karena di sana ada Eyang yang menyayangi mereka ' Jawab Erland lembut .
Cup
Erland memberikan kecupan di leher jenjang Aurellia hingga meninggal kan bekas .
" Mandi dulu ok " Aurellia mengaguk pelan .
Erland masuk dalam ruangan ganti sedangkan Aurellia masuk dalam kamar mandi .
Di dalam kamar mandi Aurellia mengembangkan senyumnya melihat air yang ada dalam bathup bahkan sudah di teteskan aroma terapi dan sabun .
" Apa ini yang di maksud ibu " Gumam Aurellia .
" Jika iya ,aku akan berusaha lebih baik lagi " Lanjutnya lagi .
Di luar sambil menunggu Aurellia , Erland menghubungi Brad .
" Hallo Tuan "
__ADS_1
" Kamu sudah tahu " Tanya Erland to the poin.
" Sudah tuan ,tadi saya keperusahan " Erland mengagguk " Apa Semuanya baik² saja tuan " Erland menghela nafas panjang.
" Aku sendiri tidak tahu Brad ,aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan " Jawabnya dengan pelan .
" Nona Aurellia wanita baik, dia juga lebih dewasa percaya lah Nona Aurellia akan kembali seperti sebelumnya mungkin dia hanya butuh waktu " Ujar Brad dengan lembut .
" Aku juga berharap seperti Brad , tapi entah kenapa melihat nya selalu melamun membuatku sakit " Jawabnya lirih.
" Tuan tidak usah memikirkan perusahaan ,saya akan melakukan yang terbaik membantu tuan Alan " Ujar Brad .
" Apa aku harus membayarmu dengan mahal " Ujar Erland tersenyum .
" Dengan senang hati saya menerima nya tuan " Keduanya tertawa kecil .
" kalau begitu aku tutup habiskan waktumu bersama keluarga mu sebelum kembali lagi ke London , terimakasih banyak selalu berada di samping ku dan Aurellia " Ujar Erland tulus .
" Sudah tugasku tuan " Jawab Brad tegas dan serius .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Tadi ke mana " Tanya Elvi lembut menatap Aurellia sedangkan Erland masih menyelesaikan beberapa pekerjaan dan meminjam ruangan kerja Daddy nya karena dia harus melakukan meeting yang sudah di tunda beberapa hari yang lalu .
" Hanya jalan² Oma sampai ke pantai " Jawab Aurellia jujur .
" Gimana Hm " Tanya Elvi lembut sambil mengelus lengan Aurellia .
" Masih sakit Oma " Elvi mengembangkan senyumnya sambil terus mengelus lengan Cucu menantunya .
" Tidak papa ,kamu tidak sendiri di sini ada Oma dan yang lainnya ke luarkan apa pun yang mengganjal tidak perlu takut kamu dan yang lainnya sama kalian Cucu Oma " Aurellia mengaguk tersenyum lembut .
🪵
🪵
" Kau di sini " Aurellia menatap ke belakang di mana Erland sudah berdiri di belakang nya .
Cup
" Ayo kita pergi ,apa dia tidak bisa melihat keadaan di sekitarnya " Cibir Adara memasang wajah kesalnya .
" Ya ,mommy benar aku jadi ingin menyusul Abang di perusahaan " Timpal Nova dengan wajah datarnya .
" Menyebalkan " Cibir Ana berdiri di ikuti yang lainnya meninggalkan ruangan itu membiarkan kedua manusia itu .
" Kenapa " Tanya Erland duduk di samping Aurellia .
" Malu, kenapa harus melakukan itu " Cicit Aurellia menunduk .
" Aku hanya mencium istri ku apa salah nya " Ucap Erland .
" Tapi jangan di depan orang banyak " Jawab Aurellia .
" Berarti kalau hanya kita berdua boleh kan " Goda Erland tersenyum kuda.
" Hubby " Rengek Aurellia membuat tawa Erland pecah lalu dia memeluk Aurellia dengan erat .
" Aku cape Darl, mereka terlalu cerewet banyak bicara tapi kerjaannya nol " Cibir Erland lalu membaringkan tubuhnya menjadi kan paha Aurellia menjadi bantalnya .
"ingin sekali meledakkan kepala mereka " Lanjutnya menyembunyikan wajahnya di perut Aurellia .
__ADS_1
" Apa mereka membuat masalah " Erland mengaguk , Aurellia mengelus kepala Erland dengan lembut .
" Sekalian di pijat Darl " Pinta Erland .
Bugh
" Darling" Erland langsung menatap Aurellia yang seketika gugup " Sorry ,tadi tidak sengaja refleks sumpah " Erland bangun dari tidurnya .
" Sepertinya kamu masih dendam Darl " Erland melipat tangan nya di dada menatap istrinya .
" Tidak By, tadi refleks serius sumpah " Erland memicing kan matanya tajam .
" Seperti nya memang kamu masih dendam " Aurellia menggeleng dengan cepat .
" Cih ,ingat umur kalian sangat tidak pantas seperti itu , menjijikkan " penghuni sofa itu menatap ke arah sumber suara di mana Henry ,Jeje dan Alan menatap mereka dengan tatapan jijik lalu berlalu begitu saja.
" Yaaakkk tua bangka " Pekik Erland kesal
Bugh
" Jangan bicara seperti itu " Tegur Aurellia.
" Benar ,kamu memang masih dendam Darl " Ujar Erland menatap wanita itu .
" Ayo kata nya cape biar saya urut " Ujar Aurellia .
" Tidak usah merayuku tidak akan mempan,aku membencimu " Mata Aurellia membola.
Apa tadi membenci nya hanya karena memukul kepalanya itu pun tidak sengaja dan menegurnya lalu bagaimana dengan nya yang dia lakukan padanya
Hap
" Tapi aku mencintaimu " Bisik Erland membuat tubuh Aurellia menegang .
CUP
Erland mencium bibir Aurellia dengan lembut menuntun wanita itu untuk membalasnya dia tidak peduli Aurellia masih syok .
Hingga akhirnya kesadaran Aurellia kembali dia menatap Erland yang terus ******* bibirnya dengan pelan dia pun mulai membalasnya bahkan dia mulai mengalungkan tangannya di leher jenjang suaminya hingga berpindah duduk di pangkuan pria itu .
Ciuman keduanya semakin dalam hingga sebuah bantal melayang mengenai kepala Erland membuat keduanya harus melepaskan pangutan keduanya.
" Apa kamu tidak punya kamar Hah " Bentak Henry kesal .
" istrimu baru ke luar dari rumah sakit dan kamu akan menyerang nya di ruangan terbuka seperti ini ,apa otakmu bermasalah " Lanjutnya dengan emosi .
" Pergilah " Usir Erland ketus sambil memeluk Aurellia yang menyembunyikan wajahnya di dadanya .
" Tunggu 2 atau 3 bulan lagi Boy " Ujar Alan tersenyum lalu mereka ke luar dari tempat persembunyian lalu pergi entah kemana , karena memang sejak tadi mereka menguping tapi seperti nya Waktu nya tidak pas hingga membuat Henry mengamuk .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1