
"yang benar saja, jangan bicara omong kosong" jawab Woo Hyun
***************
Shaen POV.
Satu bulan sudah aku sekolah di Seoul, dan aku bekerja part time, sejauh ini semuanya baik-baik saja, penyamaran ku pun tak ada yg mencurigainya, hanya saja aku terus waspada terhadap Devian yg selalu mengintil kemana pun aku pergi, Sungguh menjengkelkan bukan.
Saat itu tengah istirahat sekolah, aku bergegas menuju toilet untuk mengangkat telpon dari daddy, mungkin dia merindukanku karena selama sebulan ini aku tak mengunjungi Mansion mewah ku .
"Ya daddy, ada apa? "
"Kau bilang ada apa? Ya Ampun shaen sayang, kau menyiksaku dan mommy mu, satu bulan ini apa kau tidak merindukan kami? Aku menderita saat aku tak bisa mengatakan kepada dunia bahwa kau adalah anakku, anak semata wayang ku"
"Ohh ayolah daddy, ini hanya sementara, hanya saat aku mendapatkan teman yg tulus dan mungkin jodoh yg tulus juga haha".
"Tapi setidaknya kau harus mengunjungi kami nak"
"Ya daddy, besok aku akan ke Mansion setelah pulang sekolah, kebetulan aku besok libur kerja"
Saat Shaen tengah asik berbincang dengan daddy nya dia tak sadar bahwa ada orang yg mendengarkan semua pembicaraan dia.
Lee Eun Bi, gadis itu tak menyukai Shaen karena dekat dengan Devian, pujaan hatinya.
__ADS_1
Dia sedikit tercengang saat Shaen mengatakan akan pulang besok ke Mansion nya.
Di Korea, hanya orang-orang penting dan kaya raya lah yang memiliki Mansion, dia tak percaya dengan apa yg didengarnya.
"Siapa sebenarnya dirimu Shaenneta, aku akan mengikutimu besok, dan membongkar semua kedok mu pada teman2 dikelas" Gumam Eun Bi didalam hatinya.
Aku pun kembali ke kelas, dan duduk bersama Ae Ri.
"Shaen kau kemana saja? Apa yg kau lakukan ditoilet? Lama sekali" Tanya Ae Ri yg sedari tadi menungguku.
"oh maafkan aku sayangku aku tadi tidak kuat , perutku sakit hehe".
Eun Bi mendengar penjelasan Shaen pada Ae Ri dan dia semakin curiga, apa yg sebenarnya disembunyikan oleh Shaen hingga teman dekatnya pun dia bohongi.
"Aku bawa bekal Ae Ri, makanlah bersamaku" Aku pun memakan bekal yg ku bawa bersama Ae Ri .
*************
Tak terasa waktu begitu cepat, bel sekolah pun berbunyi menandakan waktu pelajaran telah berakhir, dan saatnya bagi para siswa untuk pulang, aku hari ini langsung ke tempat kerja saja, karena sudah sore juga, sudah waktunya pergantian shift.
"Selamat sore, Mi Rae Eonni, aku ganti baju dulu"
"Kenapa kau masih menggunakan seragam Shaen? Kau tidak pulang dulu"
__ADS_1
"Tidak eonni" Saat aku berjalan menuju office tiba-tiba pintu caffe terbuka, dia adalah Woo Hyun .
"wahh kalian satu sekolah?? Seragam kalian sama, Jangan-jangan satu kelas" Min Hyuk oppa menyadari kesamaan seragam kami.
"Ya oppa aku satu kelas dengan Woo Hyun, dia ketua kelas, tapi dia itu kulkas berjalan" .
"Hahaha kau benar sekali Shaen, yaaak Hyun-ah menghangatlah sedikit jangan terlalu dingin"
"Diamlah, jangan banyak bicara" .
Aku dan Woo Hyun sama-sama menuju office, saat aku membuka loker, dan Woo Hyun disampingku, dia memandang ku, aku pura-pura tidak melihat , lalu bergegas ke toilet, setelah berganti pakaian aku menyisir sedikit rambutku dan memakai sedikit mate lip cream nude, dan memakai sedikit maskara .Ku lihat Woo Hyun masih memandangiku .
"Kenapa kau melihatku terus? Aku cantik?? Ya aku memang cantik dari lahir"
"Kau terlalu PD, aku melihatmu karena sepertinya kita pernah bertemu, tapi dimana ya" Dia berjalan mendekati ku, dipegangnya kedua pipiku dengan tanganya , dia membolak-balikan wajahku, dan aku hanya diam saking terkejutnya .
"Kau....aku yakin kita pernah bertemu"
"Emmm Wo--woo Hyun, hentikan ini membuatku canggung", pipiku mulai memerah.
Oh Tuhan dia tampan, mata yang indah, hidung yang mancung, dan bibir yang sedikit merah Arghhhh Shit kenapa aku memikirkan si kulkas berjalan itu, akhirnya aku memberontak untuk melepaskan diri dari serangan tangan yg menangkup wajahku.
Deg deg deg...........
__ADS_1
Tutttttthhhhhhh Serangan Jantung. 😂😂