London Love Story

London Love Story
merajut


__ADS_3

" Brad " Panggil Erland


" Cari pengganti Aurellia, dia tidak akan berkerja di perusahaan....


" Hubby ko aku ..."


" Bisa diam " Aurellia memanyunkan bibirnya kesal " Jangan lupa buat surat pengunduran diri Aurellia " Lanjutnya.


" Baik tuan " jawab Brad .


Kini mereka sedang di meja makan untuk sarapan ,syukur Aurellia hanya mual tidak dengan perihal cium mencium jika itu terjadi lengkap sudah penderitaan Aurellia .


Ah memikirkan itu Aurellia kembali mengingat saat kehamilan pertama nya seketika dadanya terasa sesak .


Apa kalian bahagia , sekarang kalian akan memiliki adik bantu bunda untuk menjaga nya ya Ucap Aurellia dalam hati .


" Kenapa Hm " Aurellia menatap Erland sambil tersenyum .


" Hanya mengingat Twins " Erland mengelus belakang Aurellia dengan lembut " Mereka pasti akan senang " Aurellia mengaguk saja .


" Brad akan mengatur semuanya ,kamu hanya duduk diam di rumah ini jangan melakukan apa pun ,jika kamu memerlukan apa pun minta padanya " Erland menatap sekilas pada Iin yang berdiri di belakang Brad " Kepala pelayan akan melaporkan apa pun yang kamu lakukan di rumah ini dan satu lagi jangan perna ke luar tanpa seizin ku atau denganku " Ujar Erland serius tanpa ingin di bantah .


" Itu membosankan Hubby " Rengek Aurellia .


" Aku hanya tidak ingin kalian kenapa² Lia ,jadi menurut ok " Aurellia mengaguk paham ,dia tahu ke khawatiran sang suami Karena dia pun merasakan hal yang sama yaitu takut tidak bisa menjaga nya seperti yang pertama .


" Apa kita Tidak memberi tahu mereka " Tanya Aurellia .


" kamu bisa menghubungi mereka jika kamu ingin " Jawab Erland .


" Nanti sebentar " Erland mengaguk sebagai jawabannya .


" Terus kapan kita periksa by " Tanya Aurellia lagi .


" Saya akan mengatur jadwal nya " Timpal Brad.


" Brad akan mencarikan dokter kandungan yang terbaik jadi tidak perlu mencemaskan apa pun " Ucap Erland .


" Iya By " Jawab Aurellia tersenyum .


"Makanlah , jika kamu menginginkan yang lain katakan pada mereka atau hubungi aku jika menginginkan aku yang ingin mencari nya " Ujar Erland lembut .


" Pekerjaan mu banyak ,aku tidak ...."


" Jika itu menyangkut kalian,aku tidak peduli jadi katakan saja apa yang kamu inginkan " Aurellia menarik sudut bibirnya ke atas lalu mengaguk cepat " Makasih By " Jawab Aurellia .


Melihat interaksi antara Erland dan Aurellia membuat Iin ikut tersenyum, tapi ada rasa iri melihat sikap Erland membuat Iin meringis dia kembali mengingat bagaimana dia harus berjuang sendiri saat hamil Salsa begitu juga saat dia melahirkan sang putri dia harus bertahan demi sang Putri sekalipun ingin sekali dia menyerah tapi jika dia menyerah siapa yang menjaga salsa siapa yang mengurus bayi kecilnya itu .


Itulah kenapa dia terus bertahan hingga sampai sekarang semua hanya karena Salsa hingga akhirnya dia bertemu dengan Brad sejak itu kehidupan nya mulai membaik dan dia bersyukur bertemu Brad saat itu juga .


Sarapan telah selesai Aurellia mengantar suaminya ke depan .


" Biarkan dia bangun sendiri ,jaga Nona Aurellia dengan baik jika terjadi papa kamu orang pertama yang akan di bunuh " Ujar Brad sebelum meninggalkan meja makan .


" Baikt tuan " Jawab Iin cepat lalu memegang dadanya karena takut .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Aurellia sedang duduk di taman belakang di temani kepala pelayan karena Iin masih menyelesaikan pekerjaan membersihkan kamar Brad.


" Pak " Panggil Aurellia lembut .


" Iya Nyonya " Jawab kepala pelayan mendekat .


" Pagi² begini enaknya makan apa ya ? " Tanya Aurellia menatap ke samping


" Apa Nyonya ingin saya buatkan minuman hangat atau mau Cake " Tawar lembut .


" Tadi pagi juga minum teh pak " Ujar Aurellia sendu .


" Baru juga beberapa jam tapi aku sudah bosan " Lanjutnya menatap ke arah depan .


" Apa tidak ada pekerjaan untuk ku , apa saja " Ujarnya menatap kembali kepala pelayan.


" Maaf Nyonya semua pekerjaan sudah di ambil ahli pelayan yang lainnya " Jawab nya dengan cepat .


" Lalu apa aku harus begini terus tiap hari " Tanya Aurellia dengan helaan napas panjang.


" Apa Nyonya ingin merajut " Tawar kepala pelayan .


" Aku tidak bisa merajut pak " Jawab Aurellia menjatuhkan kepalanya di atas meja .


" Saya bisa Nyonya ,saya bisa mengajari anda " Aurellia mengakat kepala nya menatap kepala pelayan .


" Serius " Tanya Aurellia antusias .


" Iya Nyonya " Jawab kepala pelayan.


" Pertama memang begitu Nyonya, Apa Nyonya tidak ingin membuatkan pakaian untuk Tuan atau Nona muda kecil " Ujar kepala pelayan .


" Jika Nyonya tidak nyaman dengan saya , istri ku bisa membantu Anda karena dia pun bisa " Lanjutnya lagi .


" Tidak buruk ,kalau begitu aku ingin mencobanya Pak ! nanti tuliskan apa saja yang akan saya beli " Ujar Aurellia setelah lama berpikir .


" Maaf Nyonya biar saya yang akan membeli bahan nya " Jawab kepala pelayan.


" Aku ingin membelinya sendiri pak " Kekeh Aurellia .


" Tapi Tuan tidak mengizinkan Nyonya ke luar jika tidak bersama nya " Aurellia menghela nafas panjang seperti nya dia harus terbiasa dengan ini .


" Baiklah " Jawab Aurellia mengalah .


" Apa Nyonya ingin saya ambilkan Cake " Aurellia mengaguk sebagai jawabannya, entalah dia harus bahagia atau sedih dengan keadaan nya saat ini .


Sambil menunggu kepala pelayan Aurellia memilih menghubungi ibu mertuanya karena mereka lebih berhak tahu lebih dulu itu lah pikirannya .


" Hallo "


" Mommy sibuk " Tanya Aurellia lembut .


" Tidak ,ini lagi bantu Daddy mu baru pulang kerja " Jawab Adara lembut .

__ADS_1


" Kamu tidak bekerja ? " Lanjutnya lagi .


" Aku sudah di pecat Mom " Jawab Aurellia dengan helaan napas panjang .


" Kenapa ? Kalian bertengkar atau gimana " Aurellia menggeleng sekalipun ibu mertua nya tidak melihat itu .


" Tidak Mom ,kami baik² saja " Aurellia menjeda ucapannya sebentar sebelum dia kembali melanjutkan nya " Mom ,ada yang ingin Aurellia bicarakan " Lanjutnya dengan pelan.


" Apa itu sayang " Nada bicara Adara berubah khawatir dan panik .


" Aurellia hamil " Hening ,tidak ada respon apa pun " Aurellia minta doa semoga semuanya lancar sampai lahiran nanti ,Bantu Aurellia semoga yang ini bisa Aurellia jaga " Lanjutnya serak .


Hiks ....Hiks .


Hanya itu yang Aurellia dengar dari sebrang sana hingga akhirnya dia mendengar suara Raymond ayah mertua nya .


" Berapa usianya " Tanya Raymond pelan .


" Hebm , besok ...baru di periksa Dad ,doakan Aurellia ya Dad " Jawab Aurellia terbata menahan tangisannya .


" Pasti sayang ,kami selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian ,jangan melakukan apa pun ,jika ada hal yang mengganggu pikiran mu katakan saja sama Erland ,kalau ingin makanan dari sini katakan saja Mommy dan yang lainnya akan membuat kan untukmu ,jangan sungkan " Ujar Raymond bahagia .


" Iya Dad " Jawab Aurellia .


" Daddy bisa Aurellia minta tolong" Tanya Aurellia .


" Katakan sayang, apa itu " Jawab Raymond cepat .


" Katakan pada mereka ,jika mereka akan memiliki adik ...." Aurellia tidak lagi melanjutkan ucapannya, lidahnya terasa keluh .


" Pasti sayang ,tanpa kamu minta pun Daddy akan memberi tahu mereka dan meminta mereka untuk menjaga adiknya agar tetap sehat dan kuat " Jawab Raymond lembut .


" Kalau begitu Daddy tutup ya ,jangan memikirkan apa pun jaga kesehatan kalian ! Jika Daddy tidak sibuk Daddy akan ke situ melihat kalian " Ujar Raymond lembut .


" Iya Dad ,makasih " Jawab Aurellia sesegukan .


" Nyonya " kepala pelayan memberikan tisu pada Aurellia dia sudah berdiri beberapa menit yang lalu di samping Aurellia .


" Makasih Pak " Ucap Aurellia serak .


" Iya Nyonya " Jawab kepala pelayan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩp...


Lanjut !!


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2