
Rehan dan Rosna menatap ketiga anaknya dan menantu nya bergantian , pemandangan seperti ini membuat keduanya terharu dan bahagia .
Untuk pertama kalinya mereka makan di meja yang sama dengan status Aurellia yang sudah berbuah bahkan sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu dan mereka merubah status menjadi kakek dan nenek .
Rehan terus memanjatkan doa agar selalu di beri kesehatan dan umur panjang agar bisa mendampingi anak-anak nya sukses dan memiliki keluarga yang bahagia nantinya .
" Ayah " Giselle memanggil sang ayah hingga menyadarkan pria itu dari lamunannya.
" Kenapa ayah diam saja ? Apa masakan ibu tidak enak ? " Rehan menggeleng tersenyum " Ayah hanya bahagia melihat kalian " Jawabnya tersenyum.
" Jadi selama ini ayah tidak bahagia melihat kami " Tanya Azzam .
" Diamlah ,jangan membuat suasana jadi kacau " Tegur Giselle pelan .
" Apa ada yang salah dengan ucapan ku ? Aku hanya bertanya karena kata ayah dia bahagia melihat kita berarti selama ini ayah tidak bahagia " Giselle menghela napas panjang.
" Ya ....ya terserah kamu saja " Giselle memilih mengakhiri percakapan nya dengan sang adik sebelum darah nya mendidih .
Jika Aurellia memiliki sifat seperti ibunya beda halnya dengan Giselle yang lebih dominan ke arah Rehan ,itu kenapa dia selalu emosional dan sibungsu pria satu² nya di keluarga itu dia akan bersikap tenang namun jika keadaan tidak baik² saja dia akan berubah menjadi dingin dan kejam .
" Apa karena ada kakak Aurellia " Rehan tertawa mendengar ucapan putra semata wayangnya.
" Bukan karena Aurellia ,tapi ayah bahagia karena kita berkumpul lagi seperti dulu , sekalipun hanya sementara tapi itu sudah cukup untuk Ayah dan ibu " Aurellia menatap kedua orang tuanya " Aurel akan sering menemui kalian " Jawabnya tersenyum .
" Sudah² habiskan makanan nya , kebiasaan selalu mengajak anak² bicara " Rehan hanya tersenyum menatap sang istri .
Setelah makan malam mereka berkumpul di ruangan Tv di temani segelas Teh melati .
" Apa setelah melahirkan kakak akan kembali ke London " Tanya Giselle .
" Kenapa ? Kau ingin kakak tetap di sini " Aurellia tersenyum menggodanya.
" Tidak " Jawabnya cepat
__ADS_1
" Bahkan jika Kaka kembali besok itu lebih baik "Lanjut nya lagi .
" Giselle " Tegur Rosna,dia tidak enak pada menantunya sekalipun pria itu hanya diam dan fokus pada layar di depannya sekalipun dia tidak tertarik sama sekali .
" Kakak kembali setelah istri Brad melahirkan " Jawab Aurellia lembut ' Mungkin setelah satu bulan atau dua bulan jika keadaan nya baik " Lanjut nya lagi .
" Aku sampai lupa " Giselle memegang kan duduknya lalu menatap Aurellia serius " Bagiamana dengan Salma ? Apa mereka sudah bertemu ? Maksudnya apa kedatangan wanita itu sudah di ketahui Salma " Jiwa kepo Giselle seketika meruak dan meronta ingin tahu segalanya .
" Seperti nya belum , karena kakak tidak melihat Salma saat di masion utama " jawab Aurellia.
" Sudah aku duga ,pasti dia sengaja menghindar " Gumam Giselle yang masih di dengar yang lainnya .
" Lalu bagaimana dengan kakaknya Brad, ah iya aku kaget saat ibu mengatakan jika dia punya anak ,padahal melihat usia istri nya masih sangat muda " Ucap Giselle.
" Kakak apa dia merayu kakak Brad atau kakak Brad yang lebih dulu merayunya " Sejenak Giselle menjeda ucapannya" Tapi itu tidak mungkin secara sifat kakak Brad tidak jauh berbeda ...." Giselle menhentikan ucapannya menatap ke arah Aurellia .
" Apa ? " Giselle tersenyum kuda lalu menggeleng " Tidak, aku seperti melihat bayangan yang melintas tadi " Elak Giselle tersenyum kuda .
" Jangan berbohong Giselle " Giselle langsung menyembunyikan sebagian tubuh nya di belakang Rosna membuat Aurellia tertawa begitu juga yang lainnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kakak " Brad menatap ke sumber suara ,pria itu baru masuk menyusul istri nya ke dalam kamar .
" Kamu butuh sesuatu " Iin menggeleng " Apa Nona Salma baik² saja " Salma baru saja berada di rumah itu karena mengantar kan sesuatu .
" Dia sangat baik ,tidak perlu memikirkan apa pun " Jawab Brad meletakan ponsel nya di atas bakas samping tempat tidur .
" Tapi aku merasa tidak enak ,karena ku kalian ...."
" Jangan membahas hal yang sudah lewat Iin " Brad berjalan ke arah lain menarik gorden untuk menutup pintu kaca yang tersambung dengan balkon .
" Salsa di mana ? " Brad menghampiri Iin " Anak itu seperti tidak memiliki orang tua saja " Gumam Brad tersenyum.
__ADS_1
" Biarkan dia menghabiskan waktu dengan Abi ,dengan begitu dia tidak akan memikirkan aku saat aku pergi nanti " Seketika wajah Iin berubah sendu menatap Brad .
" Apa tidak bisa aku ikut " Brad menggeleng tersenyum " Tetap di sini bersama Ibu dan ayah " Jawabnya lembut .
" Tapi aku tidak terbiasa jika tidak bersama kakak " Brad mengaguk paham " Itu kenapa aku meninggalkan mu agar kamu terbiasa dengan keluarga ku " jawab Brad mengelus pipi mulus sang istri .
" Apa lama " Brad menggeleng " Sebelum Nona Aurellia melahirkan kita akan kembali ke sini ,setelah itu kita kembali ke London tapi hanya kami saja kalian tetap di sini sampa kamu melahirkan nya " Brad mengusap perut Iin dengan lembut .
" Apa tidak bisa kita kembali bersama saja " Brad menarik sudut bibirnya ke atas " Di sini jauh lebih baik ,kamu paham kan " Iin mengaguk menundukkan kepalanya.
" Gimana dengan Oma dan Opa " Brad menarik Iin bersandar di dadanya " baik " Jawab Iin .
" Sekalipun tidak ada aku ,pergilah ke sana walau hanya semalam keberadaan mu di sana sudah mewakili aku " Iin hanya mengaguk mendengar ucapan Brad .
Dia sendiri tidak yakin akan kembali ke sana ,mengiat keluarga suami nya itu sangat kurang ekspresi seperti suaminya .
Bahkan hampir semua yang dia temui selama di sini mereka sama ,hanya para wanita yang begitu antusias menyambut nya .
" Kakak " Brad hanya berdehem saja " Apa Kaka Abi tidak memiliki kekasih " Brad mengentikan elusan lembut di kepala sang istri " Kenapa kamu bertanya tentang nya "Brad kesal mendengar pernyataan yang ke luar dari mulut Iin .
" Hanya bertanya saja, sepertinya dia sudah cukup siap untuk menikah " Jawab Iin ,dia tidak sadar jika saat ini suami nya sedang menahan emosinya .
" Jika dia sudah siap menikah memang kamu ingin menikah dengan nya " Iin mengakat pandangan nya " Jangan membahas pria lain jika bersama ku bahkan tidak ada aku pun jangan , sekalipun itu Abi " Iin meringis melihat wajah suaminya , rahangnya mengeras dan matanya menatapnya tajam ,hal yang sudah lama dia tidak lihat .
Dengan cepat ingin mengagukan kepalanya" Iya Kak " Jawab nya lirih .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟