London Love Story

London Love Story
-


__ADS_3

Meja makan malam ini tampak penuh karena ada keluarga Davin dan Jose ikut bergabung untuk makan malam,begitu juga ketiga bodyguard serta keluarga mereka .


Para bocil sudah di atur di meja makan mereka di pimpin Cucu bungsu siapa lagi kalau bukan Della putri dari Reza dan Raine.


" Istri mu di kamar Land " Tanya Ana lembut .


" Iya Mi, Nanti aku antar kan makanan nya " Jawab Erland lembut .


" Mau aku bantu siapkan" Tawar Nova menatap Erland.


" Boleh " Edward hanya mengaguk sebagai jawabannya .


" Hebm ...Hebm " Eric berdehem menggoda sang adik .


" Jangan mengusik orang " Tegur Raymond membuat Erland tertawa kecil.


" Segini " Erland mengaguk" Cukup Kaka ipar ,makasih " Ujarnya tulus .


" Sama² " Jawab Nova lalu kembali duduk di samping sang suami .


" Oma mau ke mana ? " Tanya Salwa lembut .


" Mau antar makanan Eyang mu sayang " Jawab Elvi lembut .


" Biar Salwa saja Oma " Salwa langsung berdiri dari duduknya.


" Tidak papa ,Salwa habiskan makanan nya saja " Ujar Elvi lembut .


" Salwa jarang ke sini Oma, jadi biarkan Salwa yang mengantarnya dan menyuapi Eyang " Elvi tersenyum mendengar jawaban Salwa " Selesai kan makan nya dulu ya ,nanti setelah itu ketemu Eyang " Salwa memanyunkan bibirnya" Iya Oma " Jawabnya pelan .


Meja makan itu kembali hening , masing-masing fokus pada makanan yang ada di depan mereka .


Tapi itu hanya sementara karena suara Elvi yang berteriak membuat penghuni meja itu beranjak termaksud Henry ,Jose ,Alan ,Jeje dan Davin .


" Habiskan makanan kalian " Titah Jose tegas sebelum menyusul Henry dan yang lainnya.


" Lihat anak-anak selesai mereka makan bawah ke kamar " Adara mengaguk pelan .


Raymond berdiri di ikuti Reza meninggalkan meja makan itu di susul Alister .


" Habiskan makanannya ,tidak perlu memikirkan apa pun " Pintah Radhi .


Penghuni meja makan itu tetap menghabiskan makanan mereka sekalipun perasaan mereka tidak tenang bahkan makanan yang mereka masukan di telan begitu saja agar cepat di habiskan .


🪵

__ADS_1


🪵


🪵


" DADDY "


Davin mendekati tempat tidur Eyang Radit memeriksa keadaan pria yang sudah tidak muda itu .


" Daddy buka matanya Dad " Pinta Alan suaranya bergetar memikirkan hal yang dia benci .


" Daddy jangan bercanda ini tidak lucu " Henry mengepalkan tangannya dengan kuat .


" Opa baik² saja kan " Raymond masuk di ikuti Reza dan Alister .


"Baik² saja " Jawab Davin dengan helaan napas panjang " Ambilkan alat di ruangan kesehatan ,infus " Alister kembali ke ruangan nya .


" Kenapa ? " Tanya Jose .


" Seperti nya Daddy tidak meminum obatnya " Jawab Davin sedikit kesal .


" Elvina " Panggil Henry.


" Bukannya kamu selalu memastikan Daddy minum obatnya "


" Sudah tidak perlu di perpanjang " Ujar Jose cepat ,dia yakin Elvi tidak salah .


Tidak berselang lama Alister kembali membawa alat yang di butuhkan Davin.


" Anak² biarkan yang lain yang urus ,kalian fokus saja pada Daddy " Ujar Davin ,kata kalian untuk para wanita tertua di masion itu .


" Jika kita telat sedikit , Aku yakin Daddy tidak bisa tertolong karena detak jantung nya sudah lemah " Lanjutnya lagi .


" Maaf " Ujar Elvi menundukkan kepalanya, Henry menarik tubuh sang istri lalu memeluknya saat itu juga tangisan Elvi pecah .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apa semuanya baik-baik saja " Aurellia menatap suaminya yang baru saja masuk .


" Iya " Jawab Erland seadanya .


" Maaf ,ibu yang mengantar kan makanan ...."


" Tidak papa , Gimana keadaan Eyang " Erland hanya tersenyum tipis .


" Aku ingin tidur , bolehkan Ellena di letakan di box nya " Aurellia menurut ,dia tahu jika suaminya itu sedang tidak baik-baik saja .

__ADS_1


" Jangan rewel ya sayang , CUP " Aurellia mencium kening anaknya ,lalu menutup tubuh Ellena dengan selimut dan memutarkan lagu khusus untuk bayi .


" Tidak ganti baju dulu " Erland menggeleng " Aku bantu " Erland kembali menggeleng, untuk saat ini dia hanya butuh pelukan sang istri .


" Eyang akan baik-baik saja " Erland masuk dalam pelukan sang istri .


" Aku takut " Aurellia semakin erat memeluk suaminya ,jujur dia sendiri juga takut .


Padahal mereka baru saja sampai pagi tadi dan keadaan Eyang Radit baik² saja ,tapi kejadian barusan membuat penghuni Masion itu ketakutan.


" Eyang itu pria yang kuat ,bahkan dia jarang sakit bukan jarang tapi tidak pernah " Koreksi Aurellia .


" Dia tidak sekuat dulu Mom " Aurellia mengaguk paham " Tapi aku yakin Eyang tidak selemah itu bukan " Pungkas Aurellia memberikan kekuatan untuk sang suami .


" Kalau Daddy mau temani Eyang ,tidak papa " Erland mengakat pandangan nya menatap Aurellia " Nanti aku minta Ibu yang temani " Lanjut nya mengelus rahang Erland dengan lembut .


" Biar perasaan mu sedikit membaik ,tidak perlu khawatir kan kami " Ujarnya lembut .


" Tapi ...."


" Ada ibu yang temani kami " Erland langsung membungkam mulut Aurellia dengan kasar , Aurellia yang awalnya kaget hanya bisa diam namun itu tidak berlangsung lama karena dia pun kembali membalas ******* yang di berikan suami nya .


" Masih lama " Aurellia tertawa kecil mengelus kepala suaminya " Aku membenci keadaan ini " Tawa Aurellia pecah .


" Sudah sana " Erland bangun dari tidurnya dengan perasaan kesal ,marah ,takut dan sebagainya .


" Cih " Aurellia hanya tersenyum sambil memperhatikan suaminya yang menghampiri box bayi mereka .


" Maaf untuk malam ini Daddy tidak bisa menemani mu ,jika keadaan sudah membaik Daddy akan tidur dengan Baby " Erland mengelus pipi Ellena menggunakan punggung jari telunjuk nya .


" I love you princess " Satu kecupan mendarat di kening Ellena .


Setelah itu Erland ke luar dari kamarnya ,dia juga mencium Aurellia sekalipun dia kesal karena menahan sesuatu yang tidak bisa dia salurkan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote.


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2