
Meja makan malam ini tampak penuh karena ada keluarga Davin dan Jose ikut bergabung untuk makan malam,begitu juga ketiga bodyguard serta keluarga mereka .
Para bocil sudah di atur di meja makan mereka di pimpin Cucu bungsu siapa lagi kalau bukan Della putri dari Reza dan Raine.
" Istri mu di kamar Land " Tanya Ana lembut .
" Iya Mi, Nanti aku antar kan makanan nya " Jawab Erland lembut .
" Mau aku bantu siapkan" Tawar Nova menatap Erland.
" Boleh " Edward hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Hebm ...Hebm " Eric berdehem menggoda sang adik .
" Jangan mengusik orang " Tegur Raymond membuat Erland tertawa kecil.
" Segini " Erland mengaguk" Cukup Kaka ipar ,makasih " Ujarnya tulus .
" Sama² " Jawab Nova lalu kembali duduk di samping sang suami .
" Oma mau ke mana ? " Tanya Salwa lembut .
" Mau antar makanan Eyang mu sayang " Jawab Elvi lembut .
" Biar Salwa saja Oma " Salwa langsung berdiri dari duduknya.
" Tidak papa ,Salwa habiskan makanan nya saja " Ujar Elvi lembut .
" Salwa jarang ke sini Oma, jadi biarkan Salwa yang mengantarnya dan menyuapi Eyang " Elvi tersenyum mendengar jawaban Salwa " Selesai kan makan nya dulu ya ,nanti setelah itu ketemu Eyang " Salwa memanyunkan bibirnya" Iya Oma " Jawabnya pelan .
Meja makan itu kembali hening , masing-masing fokus pada makanan yang ada di depan mereka .
Tapi itu hanya sementara karena suara Elvi yang berteriak membuat penghuni meja itu beranjak termaksud Henry ,Jose ,Alan ,Jeje dan Davin .
" Habiskan makanan kalian " Titah Jose tegas sebelum menyusul Henry dan yang lainnya.
" Lihat anak-anak selesai mereka makan bawah ke kamar " Adara mengaguk pelan .
Raymond berdiri di ikuti Reza meninggalkan meja makan itu di susul Alister .
" Habiskan makanannya ,tidak perlu memikirkan apa pun " Pintah Radhi .
Penghuni meja makan itu tetap menghabiskan makanan mereka sekalipun perasaan mereka tidak tenang bahkan makanan yang mereka masukan di telan begitu saja agar cepat di habiskan .
🪵
__ADS_1
🪵
🪵
" DADDY "
Davin mendekati tempat tidur Eyang Radit memeriksa keadaan pria yang sudah tidak muda itu .
" Daddy buka matanya Dad " Pinta Alan suaranya bergetar memikirkan hal yang dia benci .
" Daddy jangan bercanda ini tidak lucu " Henry mengepalkan tangannya dengan kuat .
" Opa baik² saja kan " Raymond masuk di ikuti Reza dan Alister .
"Baik² saja " Jawab Davin dengan helaan napas panjang " Ambilkan alat di ruangan kesehatan ,infus " Alister kembali ke ruangan nya .
" Kenapa ? " Tanya Jose .
" Seperti nya Daddy tidak meminum obatnya " Jawab Davin sedikit kesal .
" Elvina " Panggil Henry.
" Bukannya kamu selalu memastikan Daddy minum obatnya "
" Sudah tidak perlu di perpanjang " Ujar Jose cepat ,dia yakin Elvi tidak salah .
Tidak berselang lama Alister kembali membawa alat yang di butuhkan Davin.
" Anak² biarkan yang lain yang urus ,kalian fokus saja pada Daddy " Ujar Davin ,kata kalian untuk para wanita tertua di masion itu .
" Jika kita telat sedikit , Aku yakin Daddy tidak bisa tertolong karena detak jantung nya sudah lemah " Lanjutnya lagi .
" Maaf " Ujar Elvi menundukkan kepalanya, Henry menarik tubuh sang istri lalu memeluknya saat itu juga tangisan Elvi pecah .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Apa semuanya baik-baik saja " Aurellia menatap suaminya yang baru saja masuk .
" Iya " Jawab Erland seadanya .
" Maaf ,ibu yang mengantar kan makanan ...."
" Tidak papa , Gimana keadaan Eyang " Erland hanya tersenyum tipis .
" Aku ingin tidur , bolehkan Ellena di letakan di box nya " Aurellia menurut ,dia tahu jika suaminya itu sedang tidak baik-baik saja .
__ADS_1
" Jangan rewel ya sayang , CUP " Aurellia mencium kening anaknya ,lalu menutup tubuh Ellena dengan selimut dan memutarkan lagu khusus untuk bayi .
" Tidak ganti baju dulu " Erland menggeleng " Aku bantu " Erland kembali menggeleng, untuk saat ini dia hanya butuh pelukan sang istri .
" Eyang akan baik-baik saja " Erland masuk dalam pelukan sang istri .
" Aku takut " Aurellia semakin erat memeluk suaminya ,jujur dia sendiri juga takut .
Padahal mereka baru saja sampai pagi tadi dan keadaan Eyang Radit baik² saja ,tapi kejadian barusan membuat penghuni Masion itu ketakutan.
" Eyang itu pria yang kuat ,bahkan dia jarang sakit bukan jarang tapi tidak pernah " Koreksi Aurellia .
" Dia tidak sekuat dulu Mom " Aurellia mengaguk paham " Tapi aku yakin Eyang tidak selemah itu bukan " Pungkas Aurellia memberikan kekuatan untuk sang suami .
" Kalau Daddy mau temani Eyang ,tidak papa " Erland mengakat pandangan nya menatap Aurellia " Nanti aku minta Ibu yang temani " Lanjut nya mengelus rahang Erland dengan lembut .
" Biar perasaan mu sedikit membaik ,tidak perlu khawatir kan kami " Ujarnya lembut .
" Tapi ...."
" Ada ibu yang temani kami " Erland langsung membungkam mulut Aurellia dengan kasar , Aurellia yang awalnya kaget hanya bisa diam namun itu tidak berlangsung lama karena dia pun kembali membalas ******* yang di berikan suami nya .
" Masih lama " Aurellia tertawa kecil mengelus kepala suaminya " Aku membenci keadaan ini " Tawa Aurellia pecah .
" Sudah sana " Erland bangun dari tidurnya dengan perasaan kesal ,marah ,takut dan sebagainya .
" Cih " Aurellia hanya tersenyum sambil memperhatikan suaminya yang menghampiri box bayi mereka .
" Maaf untuk malam ini Daddy tidak bisa menemani mu ,jika keadaan sudah membaik Daddy akan tidur dengan Baby " Erland mengelus pipi Ellena menggunakan punggung jari telunjuk nya .
" I love you princess " Satu kecupan mendarat di kening Ellena .
Setelah itu Erland ke luar dari kamarnya ,dia juga mencium Aurellia sekalipun dia kesal karena menahan sesuatu yang tidak bisa dia salurkan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote.
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1