
" Minggir " Aurellia mendorong tubuh Erland yang masih berada di atasnya .
" Kau menginginkan lagi Darl " Aurellia langsung menatap tajam Erland yang hanya tersenyum.
" Apa kau tidak pernah puas?? " Tanya Aurellia kesal .
" Apa aku pernah puas dengan tubuhmu ?? " Aurellia semakin kesal mendengar ucapan Erland .
" Tubuhmu candu Darling " Lanjutnya meremas dada Aurellia dengan keras .
" Erland " Pekik Aurellia memukul tangan sang suami membuat Erland tergelak lalu memaki pakaiannya yang berhamburan di lantai .
" Pakai bajumu Darl, sebelum Gani kembali " Dengan perasaan kesal nya Aurellia bangun dari tidurnya lalu mengambil pakaiannya sekalipun badannya terasa remuk .
" Kenapa aku bisa mencintai pria seperti nya " Gumam Aurellia dengan perasaan kesalnya .
" Karena aku tampan " Aurellia menatap sengit ke arah Erland .
Cup
" By " Ujar Erland meninggalkan Aurellia begitu saja di ruangan Gym .
" ERLAND " Pekik Aurellia membuat Erland tertawa melambaikan tangan nya ke luar dari ruangan itu .
Aurellia menyusul sang suami setelah memakai pakaian nya saat tiba di dalam kamar dia tidak melihat pria itu tapi dia mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi .
" Lihat saja nanti ,aku akan membalasnya " Gumam Aurellia lalu masuk dalam ruangan ganti menyiapkan pakaian ganti Erland .
Lalu dia ke luar dari ruangan itu bertepatan dengan Erland yang ke luar dari kamar mandi .
" Cih " Aurellia berlalu begitu saja tapi saat akan melewati Erland tangannya di tahan Erland .
" Apa " Tanya nya ketus .
" Jangan marah Aku takut " Ujar Erland tersenyum mengejek membuat Aurellia menatapnya tajam .
" Lepas aku mau ... Hhhmmmppp " Erland membungkam mulut Aurellia mendorong tubuh wanita itu hingga bersandar di dinding .
Beberapa menit kemudian Erland melepaskan pangutannya,ibu jarinya mengelus bibir Aurellia dengan lembut .
" Pergilah mandi " Aurellia menatap Erland yang masih mengatur napasnya lalu pergi meninggalkan Erland yang hanya tersenyum .
🪵
🪵
"Darl " Panggil Erland lembut tapi Aurellia enggan menjawab karena dia masih kesal .
__ADS_1
" Darling " Ulang nya lagi tapi hasilnya sama .
" Aurellia Alexander Mateo" Panggilnya dengan rendah .
" Apa " Jawab Aurellia ketus tanpa menatap Erland .
" Lia " Aurellia menghela napas panjang mengangkat kepalanya menatap Erland yang sedang duduk di sofa memegang iPad kerja nya .
" Iya By " Jawabnya menahan kesal dan tersenyum paksa .
" Sini " Aurellia beranjak dari tempat tidur berjalan ke arah sofa lalu duduk di samping sang suami .
" Pijat kepala ku " Ujarnya berbaring di ata paha Aurellia.
" Aku lagi kesal By " Ucap Aurellia frustasi .
" Ya Aku tahu dan aku tidak peduli ,cepat pijat kepala ku " Jawab Erland acuh .
Bugh
Aurellia memukul kepala Erland karena sudah tidak bisa menahan emosinya, masa bodoh dengan pria itu yang sudah menatapnya dengan wajah datarnya .
" Sakit Aurellia " Ujar Erland .
" Biar saja " Jawabnya ketus lalu memijat kepala Erland .
" Kali ini aku maafkan tapi tidak dengan lain kali " Mata Aurellia membola , sungguh berhadapan dengan Erland membuat stok kesabaran nya selalu habis padahal dia sudah bertahun-tahun berhadapan dengannya tapi entah kenapa selalu saja kesal .
" Kamu tidak apa kan kalau aku tinggal " Lanjutnya menatap Aurellia yang juga menatap nya .
" Bukannya Hubby sudah sering meninggalkan kan aku karena pekerjaan " Tanya balik Aurellia .
" Dulu dan sekarang beda Darling " Aurellia tertawa kecil lalu mengaguk .
" Tidak papa By, hanya tiga hari bukan " Erland mengaguk " Kamu tidak usah keperusahan " Ucap Erland serius .
" Aku harus tetap kerja By, perkejaan ku juga banyak dan semuanya harus kamu periksa nantinya jika sudah kembali " Jawab Aurellia lembut .
" Kamu bisa membawanya ke rumah " Ujar Erland .
" Hubby " Rengek Aurellia manja .
" Menurut Aurellia " Ujar Erland .
" Hubbbbbyyyyy " Erland bangun dari tidurnya menatap Aurellia yang memanyunkan bibirnya dan menekuk wajahnya .
" Cih apa kau ingin bertingkah seperti Nora " Aurellia tertawa kecil lalu memeluk Erland " Boleh ya ,aku bosan jika hanya di masion " Ujar Aurellia lembut.
__ADS_1
" Dengan pengawal " Aurellia mengaguk cepat lalu mencium pipi Erland .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di luar setelah menidurkan Salsa ,Iin memilih ke luar mencari udara segar .
Saat kakinya melangkah ke arah samping langkahnya terhenti saat melihat mobil Brad yang baru saja masuk dari mengantar Gisel .
" Apa dia dari baru pulang " Gumam Iin pelan .
Lalu kembali melanjutkan langkahnya ke arah taman dan duduk di kursi yang ada di taman itu .
" Ibu " Panggil Iin lirih .
" Iin sudah baik² saja sekarang ,Iin bertemu dengan orang baik yang mau memberikan Iin pekerjaan " Lanjutnya dengan pelan .
" Cucu ibu juga senang berada di sini " Ujarnya lagi .
" Ibu ,apa kamu marah denganku , Maaf karena sudah mengecewakan ibu !! Iin ....." Iin tidak melanjutkan ucapannya dadanya terasa sesak .
" Ayah ,Iin kangen " Tangisan Iin pecah dia menundukkan kepalanya membiarkan cairan bening itu jatuh membasahi pipinya dan juga celananya .
" Apa ayah sebenci itu pada Iin hingga tega menjual Iin " Lanjutnya sesegukan .
" Apa yang kamu lakukan di sini " Iin langsung menghapus air matanya dengan cepat lalu menatap ke sampingnya .
" Tuan Brad " Gumam Iin dengan wajah syok nya .
" Ini sudah malam, kenapa tidak istirahat besok kamu akan bekerja " Ujar nya datar.
" Maaf tuan ,tadi saya ...."
" Masuklah " Potong Brad .
" Baik tuan " Iin langsung berdiri dari duduknya masuk dalam rumah di ikuti Brad di belakang nya .
Huh !!
Brad menghela napasnya panjang entah kenapa melihat Iin menangis membuat nya kesal sendiri .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘