
" Tuan " Erland menatap Aurellia lalu menyimpan ponselnya di atas meja " Kamu butuh sesuatu" Aurellia menggeleng " Lalu apa " Tanya Erland lagi.
Sejenak Aurellia menetap Erland lalu menatap lurus kedepan " Apa tuan yakin ingin menikah dengan Saya ?? " Tanya Aurellia tapi Erland tetap terdiam membuat wanita itu kembali membuka suara " Saya akan tetap ikut tuan ke London menjadi Sekertaris anda ,dan ayah juga sudah pernah bilang tidak akan mempermasalahkan hal ini " Lanjutnya lagi .
Aurellia menatap Erland karena pria itu tidak mengatakan apa pun ,saat membalikkan kepalanya nya ternyata pria itu sejak tadi menatapnya membuat Aurellia gugup dan sedikit mencium apa lagi dia bisa melihat tatapan Erland begitu dingin .
" Maaf Tuan " Gumam Aurellia pelan lalu menundukkan kepalanya.
" Permisi" Aurellia mengakat kepala nya lalu mempersilahkan Pelayan " Maaf Non ,tuan besar meminta anda untuk makan nasi dulu " Ucap pelayan lembut .
" Ah iya ,makasih " Jawab Aurellia sambil menatap makanan yang ada di depannya .
" Makanlah ,setelah ini aku akan mengantarmu " Aurellia mengaguk sebagai jawabannya lalu mulai menyendok makannya tapi matanya terus menatap ke arah piring pesanannya .
" Cepat habiskan nasi mu agar kamu bisa memakan benda itu " Aurellia menatap Erland " Apa tuan tidak makan " Tanya nya karena pria itu enggan menyentuh makanannya .
" Tidak nafsu " Jawabnya datar ,membuat Aurellia terdiam .
Aurellia menyantap makanan nya syukur anak dalam kandungan nya bisa menerima dan tidak rewel seharian ini bahkan saat mereka makan di restoran mall pun tidak ada drama apa pun sehingga dia bisa makan dengan tenang begitu juga malam ini .
" Apa yang kamu inginkan sebagai maharmu " Aurellia langsung menatap Erland bahkan sendok makan masih berada di dalam mulutnya dia hanya kaget dan reflek mendengar pertanyaan Erland .
"Tidak usah tuan, Cincin tadi sudah cukup " Jawab Aurellia cepat .
"Katakan saja " Pintah Erland .
" Apa pun yang tuan berikan saya akan terima " Jawab Aurellia ,Erland tidak bertanya lagi .
Saat keduanya tengah terdiam mereka di kagetkan kehadiran Nora yang tiba² membuat keduanya kaget terlebih Aurellia langsung tersedak Erland pun langsung memberikan air minum untuk Aurellia.
" Maaf " Cicit Nora saat tahu kesalahan nya .
" Tidak papa sayang ,kenapa Hm " Tanya Erland sambil mengelus kepala Nora .
" Mau sama Papa " Erland menarik sudut bibirnya lalu mengakat Nora duduk di pangkuan nya " Sudah makan " Nora menggaguk cepat sambil mengelus perut buncitnya " Sudah kenyang " Erland tertawa kecil lalu mencium pipi Nora .
Melihat pemandangan yang ada di depannya membuat Aurellia mengelus perutnya yang masih rata .
Ada rasa tidak sakit, apa lagi Nora adalah anak Nova entahlah Aurellia bingung dengan perasaannya sendiri bukan kah itu hal yang wajar karena Nora Keponakan nya terlepas siapa ibunya tapi dia anaknya Edward kakak dari Erland .
Aurellia menghela napasnya panjang menyelesaikan suapan terakhir nya, dia sudah tidak sabar memakan tahu gejrot pesanannya memikirkan saja membuat nya menetaskan air liur nya .
" Mama makan apa " Tanya Nora tiba² membuat Aurellia tersedak air minum yang kini berada di tangan nya .
Uhuk ....Uhuk ...Uhuk ..
" Are you ok " Tanya Erland khawatir sambil mengelus tangan Aurellia yang ada di atas meja .
" ya...Maaf " Jawab Aurellia terbata .
" Kau kaget hanya karena Nora memanggil mu Mama " Aurellia langsung menundukkan kepalanya " Kamu harus terbiasa " Aurellia hanya mengaguk sebagai jawabannya .
__ADS_1
" Nora salah ya Pa " Erland menggeleng sambil tersenyum " Tidak ,Anak Papa tidak salah " Jawabnya dengan lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sudah mau pulang " Tanya Elvi lembut menatap kedua orang yang kini mendekati mereka ,jangan lupa satu anak kecil yang berada di gendongan Erland .
" iya Nyonya " Jawab Aurellia sopan .
" Kenapa tidak tidur di sini saja " Ujar Elsa lembut .
" Apa Mba lupa ?? pernikahan mereka dua hari lagi dan besok Aurellia harus di pingit " Elsa langsung menutup mulutnya cepat " Maaf Dek " Elvi tertawa kecil .
" Nora turun ya " Ujar Edward lembut .
" Nora mau ikut Papa,Dad " Jawabnya sambil mengalungkan kedua tangan nya di leher Erland .
" Tapi Papa mau antar Aunty Aurellia ke rumah nya " Ucap Edward .
" Mama Dad, bukan Aunty "Protesnya ,membuat peserta yang ada di ruangan itu langsung melongo .
" Nora tidak pernah memanggil Aunty dengan sebutan Mama " Goda Riane membuat Nora menatap ke arah nya .
" Kan Aunty Mama nya Richard sama Rachel sama Kaka Della " Jawabnya polos membuat mereka tertawa kecil .
" Memang yang itu Mama nya siapa " Tanya Reza menahan senyumnya
" Mamanya Nora sama Baby dalam perutnya Mama " Jawabnya lagi membuat semua orang tertawa .
" Saya pamit Tuan ,nyonya mari " Izin Aurellia menundukkan kepalanya.
" Hati² bawa mobilnya Dek " Ujar Edward .
" Iya Bang " Jawab Erland
" Daddy sama Bunda tidur saja ,Nora mau tidur sama Papa " Ujar Nora membuat Erland menatap nya dengan dahi mengerut " Kenapa tidur dengan ku " Tanya Erland menatap Nora .
" Kan Nora anak Papa ,Daddy sama Bunda begitu selalu tidur dengan kami karena kami anak Daddy sama bunda " Jawabnya polos .
" Oh God " Gumam Erland menghela nafas panjang .
" Sudah sana,ini sudah jam berapa Aurellia belum makan vitamin dan minum susu nya " Erland mengaguk " Iya Dad " jawab Erland lalu meninggalkan keluarga nya .
" Ada apa dengan wanita itu " Tanya Alan menatap Nora yang terus memeluk leher Erland .
" Anggap saja dia lagi kesurupa Opa " Jawab Eric tertawa kecil .
" Siapa yang kau bilang kesurupan " Tanya Edward kesal .
" Ade ..Erland " Jawab Eric cepat membuat Edward mencibirnya .
" Jangan lupa kasih tahu Diandra besok tidur di sini mungkin orang tuanya akan berada di rumah Uncle Rehan membantu Aunty Rosna " Ujar Elvi menatap Randy .
__ADS_1
" Dengan senang hati " Jawabnya tersenyum kuda .
"Apa Jose sama Davin Tidak ke sini " Tanya Alan .
" Besok pagi ,kalau anak² mungkin sepulang dari kerja " Jawab Henry .
" Lalu Queen " Tanya Alan lagi .
" Palingan dia paginya ,di sini juga kita tidak buat papa karena acaranya di rumah Rehan " Jawab Henry .
" Kenapa tidak di rumah ini saja " Tanya Radhi menatap Henry .
"Itu permintaan Rehan dan kita harus menerima keputusan nya toh Aurellia anaknya " Jawab Daddy Radit membuka suara .
" Aku harus menelpon Kaka Eliza untuk menyiapkan jas terbaik " Ujar Bara .
" Untuk apa jas terbaik kalau datang nya sendirian " Sindir Vania membuat Bara menatap nya kesal .
" Mulut Ibu kaya cabai mercon " Ujar Bara kesal .
" Makanya menikah janga jika tidak ingin kamu kepedesan tiap hari " Timpal Radhi .
" Suami istri sama saja " Jawab Bara lalu meninggalkan mereka .
Sedangkan di dalam mobil yang biasanya sepi dan hening kini di penuhi ocehan Nora yang begitu banyak melontarkan pertanyaan membuat Erland kewalahan menjawab semua pertanyaan nya yang menurutnya aneh .
" Papa ....Papa " Panggil Nora .
" Hebm " Jawab Erland
" kenapa Ade Baby ada di perut Mama sama di perut Bunda di perut Mama Vika juga ada " Tanya nya menatap Erland karena dia sedang duduk di pangkuan Aurellia .
" Karena sudah begitu jalannya " Jawab Erland dengan helaan nafasnya.
" Terus mereka masuk lewat mana ?? Kata Daddy Nora harus nunggu baru ketemu Baby , Kenapa Nora harus nunggu " Erland memejamkan matanya kuat lalu di buka kembali.
" Mereka lagi bersemedi " Jawabnya kesal ,tapi saat Nora akan membuka suara Erland lebih dulu memberikan ancaman " Nora diam ,atau malam ini jangan tidur sama Papa " Nora langsung menutup mulutnya lalu mengaguk cepat .
Sedangkan wanita yang duduk di samping Erland hanya terdiam sejak tadi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Senin ....Senin ...Senin 😂😂 Jangan Lupa ya
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘
__ADS_1