London Love Story

London Love Story
anggap saja aku percaya


__ADS_3

" Kamu baik² saja kan "


" Iya ,kata ayah kakak akan kembali ke sini ! Kapan ?" Tanya antusias ,Brad hanya memejamkan mata nya .


ayah nya itu sangat luar biasa , padahal dia sendiri belum berencana untuk kembali .


" Belum tahu ,Kenapa ? kamu minta di belikan sesuatu " Tanya Brad pelan .


" Tidak ,aku hanya tidak sabar bertemu kakak " Brad tertawa kecil mendengar ucapan seberang .


" Gimana kegiatan mu ? " Tanya Brad lagi .


" Semua lancar , tapi lelah juga " jawabnya dengan manja .


" Jaga kesehatan mu ,jangan sampai sakit ! " Ujar Brad serius.


" Iya kak, kaka juga jaga kesehatan nya ! cepat pulang aku kangen " Brad hanya mengulum senyumnya .


" Istirahat lah ,di situ sudah larut bukan ? Nanti kepala mu sakit karena pagi nya kamu akan berkerja " Ujar Brad lembut .


" Iya kak ,Miss you kak " Balas di seberang .


" Miss you too " Jawab Brad lalu mematikan ponselnya .


Saat membalikkan badannya Brad langsung terdiam saat melihat kehadiran Iin di dalam kamarnya .


Brad menatap ponselnya yang sudah gelap lalu menatap Iin yang tengah mengangkat keranjang pakaian kotor .


" Permisi tuan " Ujar Iin berjalan ke arah tempat tidur membuka selimut dan juga sprei lalu meletakan di keranjang kotor .


" Kamu sudah lama " Tanya Brad setelah lama terdiam .


" Belum tuan ,saya baru masuk " Elak Iin pelan ,Brad menghela napasnya panjang lalu ke luar dari kamarnya membiarkan Iin menyelesaikan pekerjaan nya tanpa terganggu kehadirannya.


Iin hanya tersenyum samar melihat kepergian Brad .


" Seperti nya tuhan tidak mengizinkan aku untuk bahagia, tidak papa Iin kamu punya Salsa ! kehadiran nya sudah cukup untuk mu jangan serakah karena mengharap kan milik orang lain " Gumam Iin memperingatkan dirinya .


" Sadarlah ,kamu berada di sini karena kebaikan mereka ! jadi lakukan pekerjaan mu dengan baik untuk Salsa " Lanjutnya dengan helaan napas panjang .


Seharian ini Iin sibuk berada di belakang sedangkan Salsa bersama pengasuh nya .


Bahkan Iin tidak sadar akan kehadiran orang tua Brad di masion itu karena setahu nya mereka sudah kembali dan tidak kembali lagi .


Tapi dugaannya salah ,tanpa sengaja dia berpapasan di tangga di mana Isna yang akan turun ke bawa sedangkan dia akan mengantar pakaian Brad yang sudah rapi .


" Selamat sore Nyonya " Ujar Iin menundukkan kepalanya.


" Ah iya sore " Jawab Isna gelagapan, dia bingung harus bersikap seperti apa .


" Permisi " Isna hanya mengaguk sebagai jawabannya lalu menatap punggung Iin saat wanita itu sudah melewati nya .


Huh !!


Hanya helaan napas panjang yang ke luar dari mulut Isna lalu kembali melanjutkan langkahnya karena tidak ingin Aurellia menunggu nya terlalu lama .


Di dalam kamar Iin hanya fokus pada pekerjaan nya tanpa mempedulikan Brad yang ada di kamarnya yang tengah fokus pada laptop pekerjaan nya.

__ADS_1


Setelah selesai dia ke luar dari ruangan ganti tapi saat sampai di pintu kamar langkahnya terhenti saat mendengar suara Brad .


" Bisa kita bicara " Ucap Brad menatap ke arah pintu .


" Pekerjaan mu sudah selesai bukan " Lanjutnya lagi .


" Iya tuan " Jawab Iin tanpa membalikkan badannya.


" Bisa ke sini " Iin membalikkan badannya menguatkan hatinya .


" Tuan butuh sesuatu " Tanya Iin lembut .


" Duduklah " Ujar Brad tanpa mempedulikan pertanyaan Iin.


" Tidak papa saya berdiri ....


" Duduk " Iin duduk tapi sebisa mungkin dia menjaga jarak dari pria itu .


" Kamu sudah bertemu orang tuaku " Tanya Brad ,tapi belum sempat Iin menjawab Brad kembali membuka suara .


" Mereka akan menginap di sini sampai mereka kembali ke Indonesia mungkin 3 hari lagi karena permintaan Nona Aurellia " Lanjutnya lagi .


" Belum tuan " Jawab Iin Sedikit berbohong karena dia baru saja bertemu ibunya Brad tidak dengan ayah nya .


" Bisa bersikap biasa saja " Pintah Brad .


" Kamu membuat orang tuaku seperti orang jahat ,bahkan kamu tidak turun di meja makan seperti biasa nya dan memilih makan di dapur dengan Salsa ,apa hanya karena mereka menentang hubungan kita " Iin hanya terdiam mendengar ucapan Brad .


" Maaf tuan " Jawab Iin menunduk .


" Jangan seperti anak kecil ,ini bukan pertamanya kamu berhubungan dengan orang lain sebelum dengan ku kamu sudah lebih dulu menjalin hubungan dengan orang lain hingga ada Salsa " Ujar Brad dingin .


Padahal Brad sendiri tahu hubungan Iin dengan suami sebelumnya nya karena apa ? Tapi di posisi ini seolah Iin lah yang salah .


" Ke luar " Iin langsung berdiri dari duduknya " Permisi tuan " Pamit Iin menundukkan kepalanya lalu ke luar dari kamar Brad .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aurellia dan Isna kembali sebelum makan malam ,di mana Erland sudah menunggunya di kamar .


" Mandi " Titahnya tidak ingin di bantah saat melihat istri nya baru saja masuk .


" Tapi By ...."


" Kamu dari luar Aurellia " Aurellia menatap kesal ke arah Erland yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya .


" Jaga matamu Darl,mandilah airnya sudah siap " Aurellia menarik sudut bibirnya ke atas lalu berjalan ke arah meja yang di terletak di pojok melepaskan tas dan benda yang menempel pada tubuhnya lalu masuk dalam kamar mandi .


Tok ...tok


" Masuk "


Ceklek


" Maaf tuan ,barang Nyonya " Ujar pelayan sopan .


" Hebm "

__ADS_1


Pelayan masuk meletakan beberapa belanjaan Aurellia .


" Permisi tuan " Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya .


Beberapa menit kemudian Aurellia ikut bergabung dengan suami nya di sofa .


" Cape " Rengek nya dengan manja ,Erland meletakan ponselnya lalu meminta Aurellia untuk duduk di pangkuan nya .


" Puas " Aurellia mengaguk tersenyum " Aku belikan beberapa kemeja untuk Hubby sama dasinya terus aksesoris untuk pakaian baby nanti , terus pakaian untuk Salsa sama Iin tidak papa kan " Erland mengaguk merapikan rambut Aurellia " Lakukan apa pun selagi itu bisa membuatmu happy " Jawab Erland menatap sang istri.


" Tadi juga beli untuk mereka ayah sama ibu ,Gisel sama anak kesayangan mereka " Erland hanya mengaguk pelan .


" untukmu " Tanya Erland lembut karena sejak tadi istri nya hanya menjelaskan tentang orang lain .


" beli es krim , brownies,salad rolls sama waffle " Terang nya tersenyum .


" Hanya itu " Aurellia mengaguk cepat " Rasanya saja masih menempel di leher ku By " Erland menggeleng tidak percaya dengan ucapan istri nya .


" Kamu membelikan aku dan yang lainnya bentuk barang sedangkan kamu hanya membeli makanan " Ujar Erland gak habis pikir .


" Baby selalu tidak tahan melihat yang enak² By apa lagi aroma yang sudah masuk kehidung pasti baby langsung merespon " jawab Aurellia cepat .


" Bukan baby, tapi kamu " Jawab Erland ketus .


" Ehz Hubby ini ,Baby tahu ! Aku kan sudah bosan makan seperti itu ,kalau baby belum perna " Protes Aurellia .


" Anggap saja aku percaya " Jawab Erland .


PLak


Aurellia memukul dada Erland hingga membuat pria itu meringis .


" Sakit Lia " Ujar Erland .


" Biar saja ,aku sudah bilang baby malah menyalahkan aku " Gerutu Aurellia kesal .


" Bukannya aku bilang percaya " Aurellia menatap sinis suaminya " terpaksa kan " Erland mengaguk membenarkan hingga Aurellia kembali mengakat tangannya tapi sebelum mendarat Erland lebih dulu menahan nya " Seperti nya kamu harus di hukum ,tangan ini sudah mulai berani memukul ku " Ujar Erland tersenyum miring .


" Bukannya kamu harus membayar apa yang sudah kamu lakukan hari ini " Lanjutnya membuat Aurellia melotot kan matanya .


" Tapi aku ...."


" Kamu sudah tahu aturannya Aurellia " Potong Erland mengejek istri nya membuat wanita itu tidak bisa berkata-kata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...


Efek gabut larut malam karena tidur lebih awal !


akhirnya bangun pun lebih awal bahkan penghuni bumi lainnya belum bangun 🤣🤣🤣🤣🤣


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2