
Hari ini Erland terpaksa meliburkan diri setelah menemani Aurellia sarapan, keduanya kembali ke kamar entah kenapa Aurellia enggan di tinggalkan sang suami .
" Aku ganti baju dulu ya " Ujar Erland lembut .
" Ikut " Rengek nya manja , Erland menuruti keinginan ibu hamil itu yang terus mengekor .
" Duduk, tunggu di sofa " Aurellia duduk dengan tenang sambil menatap erland yang sedang mengambil pakaian nya di lemari kaca .
Namun setelah Erland melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya suara Aurellia menghentikan gerakan nya .
" Hubby jangan pakai baju " Erland menetap ke arah Aurellia " Jangan pakai baju begitu saja " Erland semakin bingung hingga Aurellia berdiri dari duduknya menghampiri sang suami yang terus menatap nya datar .
" Jangan pakai apa pun, aku suka melihat mu begini " Ucapnya sambil tersenyum .
" Tapi itu akan bahaya Darl " Ujar Erland memperingati sang istri .
" Tidak papa " Jawab Aurellia mengelus dada Erland.
" Darl " Aurellia menatap sang suami sambil tersenyum " Aku menginginkan nya " Erland memejamkan matanya merasakan sapuan halus tangan sang istri di kulit nya .
" Darl ....Nanti ...Baby ... Eugh " Erland mengigit bibirnya kepala nya menatap ke atas saat tangan lembut itu menyentuh miliknya yang perlahan mulai bangun dari tidurnya.
" Darl ... Aaarrrggggghhhhhhh " Geram Erland panjang .
Detik kemudian Erland menatap ke arah bawah di mana sang istri sudah berlutut di depannya .
" Aku ingin " Erland menggeleng tanda tidak setuju, Namun Aurellia tetap melakukan memasukkan benda berurat itu dalam dalam mulutnya .
" Aaarrrggggghhhhhhh " Erangan panjang Erland memenuhi tunangan ganti itu kedua tangan nya memegang ujung meja dengan erat .
Suara yang berasal dari bawah membuat Erland semakin terbakar gairah .
SEKIAN DAN TERIMA KASIH UNTUK SEMUANYA ,PELUK DAN CIUM DARI AUTHOR 🥰🥰🥰😘😘😘😘
🪵
🪵
" Kamu bosan " Iin menatap Brad lalu menggeleng .
saat ini Iin sedang menemani Brad di ruangan kerja karena dia pun ikut libur dan menyelesaikan pekerjaan di rumah.
__ADS_1
" Kamu harus tahu perkejaan ku seperti apa " Ujar Brad lalu kembali fokus pada layar dan kertas yang ada di depan nya .
" Mau saya urut " Tawar Iin pelan .
" kamu bisa " Iin menggeleng " Aku akan mencoba nya , kalau tuan tidak suka saya bisa berhenti " Jawab Iin jujur .
" Kamu menjadi kan aku bahan percobaan " Tanya Brad menatap Iin .
" Tidak tuan " Jawabnya cepat " Maksud saya ..."
" Kalau begitu lakukanlah, aku ingin merasa kan bagaimana pijatan mu ,Apa seenak milikmu saat akan meledak yang menjempit milik ku " Iin langsung berdiri dari duduknya, wajah nya terasa panas saat mendengar ucapan Brad yang begitu vulgar .
" Tuan " Brad menyadarkan kepalanya di sofa hingga Iin tidak bisa memijat nya dengan bebas " Beri aku ciuman " Iin semakin di buat malu , bahkan kini wajahnya sudah memerah .
" Tuan " Rengek Iin manja .
" Ayo Iin ,kamu tidak perna mengambil ahli lebih dulu " Iin semakin gusar dia menatap Brad sambil menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan rasa gugupnya .
" Iin ...." Iin langsung membungkam mulut Brad dengan kedua matanya yang tertutup rapat .
Brad menarik sudut bibirnya lalu memberikan ******* kecil di bibir manis Iin , perlahan Iin membalasnya dengan lembut perlahan mata nya mulai terbuka di mana kini keduanya saling menatap .
Brad mengakhiri lebih dulu dia menahan kepala Iin yang menunduk .
Brad kembali mencium bibir Iin sekilas lalu tersenyum lembut ,senyum yang tidak pernah Iin lihat .
" Tuan " Brand hanya menatapnya tanpa menjawab " Maaf mungkin ini terllau lancang ,tapi bisa kah tuan mengizinkan aku memiliki perasaan ini " Brad masih terdiam dengan posisi Iin yang berada di belakang sofa sedangkan Brad duduk di sofa dengan kepala bersandar " Ini pertama nya saya merasakan hal ini " Lanjutnya jujur .
" Apa yang kamu rasakan " Tanya Brad lembut menatap manik mata yang berwarna coklat itu .
" Saya tidak tahu ,tapi saya merasa nyaman mungkin karena tuan memperlakukan saya dengan baik " Jawabnya Jujur .
Brand kembali menarik tengkuk Iin lalu mencium nya sekilas .
" Tapi aku belum bisa memberikan itu " Jawab Brad jujur .
" Masih banyak yang harus aku selesaikan " Lanjutnya lagi .
" Apa karena Nona Salma " Brad langsung menatap tajam Iin " Tadi pagi saya tidak sengaja mendengar percakapan tuan dengan Nyonya Aurellia ,Maaf atas kelancangan saya " Brad melepaskan tangannya dari leher Iin lalu membenarkan posisi duduk nya sedangkan Iin masih berdiam di belakang pria itu .
Brand kembali melanjutkan perkejaan nya tanpa memberikan jawaban yang pasti untuk wanita itu .
__ADS_1
" Saya urut tuan " Izin Iin , karena awalnya memang ingin mengurut pria itu .
Bohong jika Iin baik² saja ,tapi dia sadar di mana posisi nya setidaknya dia sudah mengungkapkan perasaan nya itu sudah membuat nya sedikit lebih baik .
Sedangkan Brad lagi² harus menarik napas panjang karena kehilangan fokusnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Puas " Aurellia mengaguk tersenyum " Biarkan seperti ini dulu Hubby " Erland benar-benar di buat bingung dengan sikap Aurellia .
" 5 menit ,setelah itu kita mandi ! Kasian Baby " Aurellia mengaguk sebagai jawabannya.
" Hubby "
" Hebm "
" Hubby senang tidak ? " Tanyanya menatap wajah sang suami .
" Jangan bertanya hal yang sudah jelas kamu tahu jawabannya Darl " Aurellia terkekeh geli.
" Aku bingung kenapa aku bisa segila itu " Ucapnya tertawa kecil .
PLak
Erland memukul bokong Aurellia hingga membuat wanita itu meringis pelan .
" Jangan lakukan lagi ,aku takut baby kenapa² ! biarkan aku yang bekerja paham " Aurellia mengaguk " Tapi aku tidak janji " Lanjut nya tersenyum .
Cup ...cup ...cup
Aurellia mencium bibir Erland berulang kali hingga membuat pria itu menggeleng.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟