
Hai Readers selamat membaca maaf apabila banyak kesalahan penulisan atau kurang gimanaa gituu, ini first time aku bikin novel
😁
>>>>>>>>>>>>>
"Itu bukan surprise namanya daddy kalau aku bilang dulu, ahh daddy ada-ada aja kan mom" Sambil duduk kembali.
"Haha iya, ya sudah sekarang lanjutkan makannya, ayo yeobo, kau juga makan, pasti lelah kan, sini tasnya biar aku simpan, dan makanlah" Mengambil tas yang tengah ditenteng sang suami.
"Baiklah istriku, kau juga harus makan yah" Mengecup jidat sang istri sekilas.
"Daddy aku ingin melanjutkan sekolah di sekolah daddy, bolehkah? " Shaen bertanya pada ayahnya setelah selesai makan.
"Tentu saja sayang, daddy senang jika itu keinginanmu" Jawab sang ayah dengan senang mendengar ucapan anaknya.
"Tapi, ada satu syarat" Ayahnya mengerutkan dahi mendengar itu.
__ADS_1
"Syarat apa? " Tanya sang ayah penasaran.
"Aku tidak ingin murid disekolah tahu bahwa aku anak daddy dan mommy" Jawab shaen.
"Maksudmu apa shaen, kamu tak mau mengakui kami orang tuamu? " Tanya ibu shaen seraya menghampiri mereka yang telah selesai makan malam.
"Bukan begitu mommy, aku ingin menyembunyikan identitasku, aku ingin mendapatkan teman yang tulus berteman denganku karena aku adalah diriku, bukan karena aku adalah seorang anak pemilik sekolah, atau seorang anak keturunan kerajaan Inggris atau seorang anak dari keluarga terkaya di Seoul, aku ingin mendapatkan teman yang tulus mommy tanpa memandang status sosialku tanpa memandang derajat ku" Jawab shaen yang membuat orang tuanya tertegun mencermati setiap perkataan yang keluar dari mulut gadis 16 tahun.
"Daddy setuju, daddy salut sama kamu nak, memang benar disekolah kita masih banyak anak yang memandang rendah mereka yang derajatnya dibawah mereka, dan daddy tak suka itu, sekalipun daddy ingin mengubahnya tapi itu sangat sulit, daddy mendukung keputusan kamu, karena itu baik untukmu mendapatkan teman yang tulus padamu nak" Jawab ayah shaen sambil mengecup dahi shaen.
"Baiklah mommy juga setuju, mommy bangga padamu nak, di usia yang masih terbilang muda kamu sudah mempunyai pemikiran yang sangat dewasa mommy juga mendukung mu" Jawab ibu shaen yang juga mengecup dahi shaen.
"Oh ya apakah boleh aku mempunyai tempat tinggal sendiri daddy , aku takut nanti temanku akan bermain ke rumah ku" Tambah shaen kepada ayahnya.
"Nanti daddy carikan rumah yang dekat dengan Sekolah ya agar kamu tak kesusahan" Jawab Ayah shaen.
"Iya daddy, rumah sederhana saja ya,aku kan sendirian tak perlu rumah yang besar" Jawab shaen.
__ADS_1
"Kamu mau ninggalin mommy" Ibu shaen cemberut mendengar perkataan shaen.
"Bukan ninggalin mommy, aku akan berkunjung kerumah setiap hari, akan ku usahakan itu mommyku sayang" Shaen Memeluk ibunya.
"Baiklah anak mommy yang cantikkk" Mencubit pipi shaen.
"Aww sakit dong" Sambil mengusap pipinya pura-pura kesakitan.
"Haha lebay kamu, sudah naik sana ke kamar mu, besok kan harus ke sekolah mengurus surat2 dan pindah rumah" Perintah ibu shaen.
"Iyaa mommy, aku tidur dulu ya daddy, good night " Beranjak dari kursi dan bergegas menuju kamarnya.
"Good night sweetie" Jawab ayah shaen.
......
Shaen terdiam memandang langit-langit kamarnya yang didominasi oleh warna biru langit, besok akan menjadi awal baru dihidupnya yang ia putuskan untuk hidup mandiri, dia pun tertidur setelah membereskan barang2nya yang akan dibawa pindahannya besok.
__ADS_1
**********