
Hari yang di tunggu akhirnya tiba di mana penghuni rumah besar itu sudah sejak pagi heboh mengurus apa yang nantinya akan di bawah memastikan jika tidak ada yang ketinggalan nantinya .
Saat semuanya sudah siap tidak dengan Erland yang masih duduk santai di balkon kamarnya yang menggunakan bathrobe .
Huh !!
" Apa aku harus melakukan nya " Tanya Erland pada dirinya sendiri .
" Iya bagaimana pun anak²ku membutuhkan ku "Erland mengusap wajahnya kasar lalu masuk dalam kamar .
Erland menatap pakaian yang berada di depannya di mana patung itu sudah berada sejak semalam .
Di lantai bawah semuanya sudah siap bahkan para bocil pun sudah rapi .
"Apa anak itu tidak mau menikah " Ujar Henry kesal .
" Adara panggil dulu Dad " Ujar Adara cepat .
" Biar Daddy saja " Henry langsung meninggalkan mereka .
" Tadi Nora ke luar dari kamar Papa , Papa sudah bangun atau belum " Tanya Aqila lembut .
" Sudah Oma ,kan Nora mandi sama Papa " Jawab Nora jujur, karena memang dia mandi sama pria itu .
Tok ...tok ...
" Erland " Panggil Henry kesal
Ceklek
" Apa kamu tidak ingin menikah,semua orang sudah siap tinggal menunggu mu ini sudah jam berapa Bodoh " Umpat Henry kesal melihat Erland yang belum siap sama sekali .
" Rumah Aurellia tidak akan hilang atau berpindah hanya kita telat satu menit " Jawab Erland santai .
" Cepat pakaian jangan membuat Opa membatalkan pernikahan mu " Erland menaikan kedua bahunya lalu masuk tanpa mempedulikan Henry yang masih berdiri di depan pintu kamarnya dengan wajah kesal .
" Kurang ajar sekali " Henry menyusul masuk dalam kamar Erland menatap pria itu yang mulai memakai pakaian nya .
" Opa "Panggil Erland tanpa membalikkan badannya " apa Opa yakin pernikahan ini akan selamanya " Lanjutnya tanpa menghentikan kegiatan nya.
" Lakukan itu untuk anak²mu,lupakan perasaan mu terima dia sebagai istri mu dan ibu anak²mu " Jawab Henry serius, Erland menghela napasnya lalu mengaguk pelan .
" Sekalipun kamu belum mencintai nya ,tapi jangan pernah menyakiti nya, jika ada yang membuatmu tidak nyaman jangan mengatakan apa pun ,cukup tenangkan dirimu setelah itu kembali bersama mereka " Erland mendengar kan dengan baik ucapan Henry tanpa membantah .
Dengan perlahan Henry berdiri mendekati Erland !!
" Sudah siap " Tanya Henry merapikan jas Erland.
__ADS_1
" Iya Opa " Henry memukul pelan pundak Erland " sudah kuat " Jawabnya tersenyum tipis .
" Ayo kita ke luar " Erland mengaguk lalu memakai sepatunya yang sudah ada di situ .
" Sudah siap " Tanya Raymond menatap Erland saat sudah berada di lantai bawah .
" Hebm "
Satu persatu masuk dalam mobil ,baby four ikut sama Nova dan Edward karena mereka membawa mobil sendiri begitu juga twins yang ikut Rangga dan Vika, Randy bersama Diandra ,Eric bersama Raymond dan Adara sedangkan Gani ,Bara dan Ghozi bersama adik mereka masing-masing .
Ada sekitar 20an mobil yang ke luar dari rumah besar itu sudah bersama dengan mobil pengawal .
🪵
🪵
🪵
Di kediaman Aurellia wanita itu masih tampak lemas sekalipun kini dia sudah siap dengan pakaian yang di pilih nya .
Rehan ,Morgan dan Arif serta anak laki-laki mereka menunggu kedatangan bos mereka di depan rumah sambil menikmati kopi dan keu yang sudah di sediakan .
Begitu juga para wanita yang sibuk mengurus hidangan dan yang lainnya di bantu para pelayan .
Sekalipun hanya keluarga dekat saja tapi mereka harus memastikan semuanya aman apa lagi itu untuk di makan majikan mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rehan serta yang lainnya langsung berdiri saat melihat rombongan bosnya datang .
Di dalam mobil Erland menghela napasnya panjang lalu ke luar saat melihat Raymond dan Adara berdiri di samping Mobilnya
Huh
Erland membuka pintu mobilnya lalu ke luar dari dalam mobilnya .
" Papa " Erland menatap ke arah bawah lalu tersenyum dengan perlahan dia mengambil tangan Nora " Sudah siap " Gadis kecil itu mengaguk cepat .
" Kita bertemu Mama kan " Erland kembali mengaguk ,sedangkan Nova langsung menatap Edward yang hanya memberikan senyuman manis nya .
" Tidak papa Baby " Ujar Edward sambil mengelus pinggang Nova lalu menatap ke tiga anaknya yang berdiri di depan mereka .
" Selamat datang tuan besar " Ujar Rehan menunduk kepalanya di ikuti yang lainnya .
" Terima kasih sudah menerima kami dengan baik " Jawab Daddy Radit membalas sapaan Rehan dan menundukkan kepalanya .
Saat ini dia memposisikan dirinya bukan sebagai bos dari mereka melainkan Kakek dari Erland yang meminta anak gadis yang kini sedang mengandung Cicitnya dari pria yang kini berdiri di depannya dengan pakaian rapi .
__ADS_1
" suatu kehormatan bagi kami, tuan besar bisa menyempatkan diri ikut dalam menyaksikan pernikahan Aurellia dan Tuan muda Erland " Balas Rehan jujur dan tulus .
" Itu sudah kewajiban untukku, selama saya masih berada di dekat mereka " Jawab Daddy Radit .
Tidak berselang lama Rosna ,Isna dan Endang ikut bergabung lalu mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah .
Sesampainya di dalam di sana sudah ada penghulu yang menunggu mereka .
Erland langsung mengambil tempat duduk yang sudah di siapkan begitu juga Daddy Radit yang akan menjadi saksi sedangkan dari pihak Aurellia mertua Queen itupun atas permintaan Isna yang mencoba bicara dengan Queen dan Naufal .
Penghulu menatap Erland lalu menatap berkas yang ada di depannya setelah semuanya siap penghulu lebih dulu memberikan nasehat pada Erland dalam berumah tangga.
" Dengar dengan baik , sebentar lagi kamu " Bisik Raine pada Randy .
" Randy tahu " Jawabnya ketus lalu menggegam tangan Diandra yang duduk di samping nya .
" Aku gugup yank " Diandra menggeleng tidak percaya kenapa dia yang gugup padahal Erland yang mau menikah ,aneh pikir Diandra.
Sedangkan di sisi lain Arif dan Endang terus menatap sang putri yang ikut bergabung dengan keluarga calon suami nya mereka hanya bisa tersenyum .
" Pengantin wanitanya bisa di bawah ke sini " Ujar Penghulu lembut .
" Bisa pak " Jawab Isna lalu berdiri meninggalkan mereka .
Tidak berselang lama Aurellia turun di apit Rosna dan adiknya sedangkan Isna berada di belakang mereka .
" Mama " Pekik Nora membuat Raymond langsung menutup mulut Nora lalu menggeleng memberikan isyarat .
Erland yang tadinya hanya menunduk langsung mengakat wajahnya menatap ke depan seketika matanya membola melihat Aurellia yang begitu anggun .
Cantik Ucap nya dalam hati .
" Berdiri " Reza memukul pelan pundak Erland membuat pria itu tersadar dan langsung berdiri menyambut calon istri nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sabar ya Gays 😁😁😁😁 Satu lagi koh sudah mau Sah 🤭🤭🤭
Ingat orang sabar di sayang pacar ,suami ,gebetan dll 😘😘😘😘😘
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟