
satu jam menempuh perjalan udara kini Erland dan Aurellia sudah berada di London .
Alan dan Elsa menyambut keduanya dengan raut bahagia bahkan Elsa langsung memeluk Aurellia karena terharu sekaligus bahagia.
Karena wanita itu mampu berdiri kembali dan memilih mempertahankan rumah tangganya sekalipun mungkin dia lakukan karena terpaksa tapi apa pun itu baik Alan atau Elsa mereka bahagia .
" Kamu pasti lelah " Ujar Elsa lembut.
" Erland juga capek Oma ,tapi Oma melupakan aku " Elsa menatap Erland dari atas sampai bawah.
" Kamu masih bisa berjalan " Lidah Erland berdecak " Oma kira Aurellia tidak bisa berjalan " Cibir Erland .
" Ayo Nak ,tidak usah mendengar nya " Elsa membawa Aurellia ke kamar mereka.
Alan memukul bahu Erland dengan pelan " Kamu harus terbiasa Boy " Erland menatap Alan ke samping .
" Kenapa mereka selalu menyebalkan sih, apa Opa tidak berniat menggantikan dengan yang baru " Alan tertawa kecil menggeleng kan kepala nya .
" Jika Oma mendengar mu dia akan menjahit mulut mu " Jawab Alan .
" Gimana semuanya baik " Erland mengaguk " Baik sebelum manusia sialan itu ke sana " Uajr Erland kesal .
" Sudah sana istirahat dulu ,baru turun makan malam ada yang Opa bahas sama kamu " Erland mengagukan kepalanya paham .
" Erland ke atas dulu Opa " Alan mengagguk mempersilahkan Erland.
Ceklek
Erland masuk dalam kamarnya di mana Aurellia dan Elsa sedang mengobrol .
" Oma di panggil Opa " Elsa menatap ke belakang " Opa tunggu di belakang " Lanjutnya berbohong .
" Oma tinggal ya, kalau Erland mengganggu mu katakan sama Oma Ok " Aurellia mengaguk tersenyum " Iya Oma " Jawab Aurellia .
Elsa berdiri dari duduknya tapi saat berpapasan dengan Erland, Elsa berhenti sejenak .
" Mainnya jangan kasar ,jalannya sangat kentara " Bisik Elsa membuat Erland menarik sudut bibirnya .
" Dia yang meminta Oma, katanya itu lebih enak " Balas Erland berbisik .
PLak
" Sembarang " Jawab Elsa lalu ke luar meninggalkan kedua manusia itu
" Mau istirahat dulu " Aurellia menggeleng " Seperti ini saja " Jawab Aurellia bersandar di sofa .
Erland mendekati Aurellia membaringkan tubuhnya menjadikan paha Aurellia sebagai penahan kepalanya.
" Kepalaku pusing Darl " Aurellia mengakat tangan nya memijat lembut kepala sang suami ..
__ADS_1
" Hey ,apa kalian sudah tumbuh di perut mommy " Erland berbicara di depan perut Aurellia .
" Baru juga semalam By " Ujar Aurellia menggeleng .
" Seperti nya kamu melupakan satu hal Darl, aku ini laki² yang memiliki ****** yang sehat, bahkan tidak ada di keluarga ku yang gagal dalam soal itu " Jawab Erland sombong .
" Tapi tidak secepat itu juga By " Jawab Aurellia dengan helaan napas .
" Kamu seperti tuhan saja , Apa tidak bisa tidak mengusik kesenangan ku " Cibir Erland kesal .
" Menyebalkan " Lanjutnya .
Ah !!
Aurellia harus kembali di uji seperti nya dia harus terbiasa lagi melatih kesabaran nya bahkan harus di tingkatkan lagi .
" Ya maaf ,nanti malam kita ulang lagi biar ****** mu banyak jadi bisa hamil kembar lagi " Erland langsung menatap ke atas .
Lihatlah bahkan perubahan wajah nya begitu jelas Ucap Aurellia dalam hati .
" Sekarang saja gimana " Tanya Erland langsung bangun menatap sang istri.
" Jangan sekarang, nanti nanggung kamu sendiri yang pusing ,nanti Ok aku yang akan berkerja " Ujar Aurellia mengelus rahang Erland lalu mencium bibir tebal itu .
CUP
"Aku mau yang lama " Ujar Erland mengakat tubuh Aurellia duduk di pangkuan nya lalu membungkam mulut Aurellia dengan kasar .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Cari pendamping Brad " Ujar Alan menatap Brad pria yang selama ini membantunya selama di London .
" Iya Tuan " Jawab Brad seadanya ,itu jawaban yang paling ampuh untuk mengatasi hal seperti itu.
" Kamu sudah punya calon istri " Kini gantian Erland yang menatap Brad .
" Belum Tuan ,saya belum kepikiran ke arah sana " Jawab Brad sopan .
" Malang sekali nasib Morgan " Brad hanya bisa meringis , ya pria itu sudah sering meminta Brad menikah semenjak Arif dan Rehan memiliki besan sedangkan dia belum .
" Mau Oma bantu " Elsa duduk di tempat nya menatap Brad .
" Terimakasih kasih Nyonya, kalau sudah ada pasti akan mendekat " Tolaknya dengan halus .
" Gimana mau dekat ,lihat wajah mu saja orang takut " Cibir Erland .
Ya tuhan !!
Apa tuan Erland sadar dengan ucapan nya Ucap Brad dalam hati .
__ADS_1
" By " Tegur Aurellia .
" Jangan membicarakan orang lain ,kamu itu harus bersyukur Aurellia mau sama kamu jika tidak orang di luara sana mikir mau dekat dengan pria seperti mu " Protes Elsa .
" Siapa bilang bahkan banyak wanita yang mau dengan ku " Bela Erland cepat .
" Ya banyak ,wanita jadi²an kan " Jawab Elsa ketus .
" Memang Erland hantu " Ucap Erland kesal ,Brad menundukkan kepalanya menahan bibirnya untuk tidak tertawa .
Jika sampai itu terjadi habislah dia ,begitu juga Aurellia karena keduanya tahu siapa wanita yang terus mendekati Erland bahkan mereka semua berkedok pekerjaan .
" Jangan tertawa Brad ,Lia " Tegur Erland membuat kedua manusia itu menggeleng dengan cepat .
" Tidak tuan "
" Tidak By " Jawab kedua nya bersamaan .
" Cih "
Setelah makan akan Erland dan Brad langsung ke ruangan kerja begitu juga dengan Alan.
Sedangkan Elsa dan Aurellia memilih ke ruangan Tv sekalipun mereka tidak menonton apa pun .
" Gimana liburan nya Nak " Tanya Elsa lembut .
" Seru Oma ,bunga² nya juga sangat cantik, kincir anginnya juga besar Oma di lihat dari dekat " Ujar Aurellia dengan antusias .
Aurellia mulai bercerita apa saja yang dia lakukan selama dua Minggu berada di sana dan tempat wisata apa saja yang dia kunjungi selama di Belanda .
Sekalipun Elsa belum pernah ke sana tapi dari cerita Aurellia dia sangat yakin jika pria itu sangat bahagia selama di sana .
" Kamu sudah baik² saja sekarang " Tanya Elsa setelah Aurellia berhenti .
" Hebm " Aurellia mengaguk pelan " Bukannya aku harus menatap ke depan Oma " Tanya Aurellia menatap Elsa .
" Ya kamu harus menatap ke depan ? Tapi bukan berarti kamu melupakan mereka " Aurellia mengaguk tersenyum .
" Perbaiki hubungan mu dengar Erland ,jika ada masalah jangan di pendam cobalah untuk bicara sekalipun itu menyakitkan tapi setelah itu kamu akan merasa tenang jika sudah mendengar penjelasan dari nya begitu juga sebaliknya ,rumah tangga itu tidak ada yang mulus bahkan Oma sama Opa sampai sekarang pun masih berdering berdebat karena salah paham tapi salah satu dari kami harus mengalah dan memulai bicara ,karena hanya itu kunci dalam berumah tangga selain saling percaya dan jujur " Ujar Elsa dengan lembut .
" Hubungan Opa dan Oma juga hampir sama dengan kalian kehilangan Kaka nya Syahzani , kadang kita harus mengorbankan dan mengikhlaskan hal yang paling penting dan berharga dalam hidup kita " Lanjutnya sambil mengelus lengan Aurellia .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘