
" Apa mereka sudah datang "
" Sudah tuan ,mereka menginap di hotel " jawabnya .
Erland melepaskan pena mahal yang sejak tadi berada di tangan nya menatap pria yang ada di depannya .
" Apa yang kamu takutkan " Tanya Erland pelan .
" Tidak ada tuan " Jawab Brad .
" Periksa ulang ,ini pertama kalinya kamu salah " Brad menatap Erland lalu menatap berkas yang sudah ada di depannya " Percayalah sama calon istri mu ,aku yakin dia bisa mendapat restu dari uncle " Lanjutnya lagi .
" Kalian hanya perlu bicara bukan, lalu apa yang kamu khawatir kan " Tanya Erland .
" Maaf tuan " Ujar Brad , entahlah kenapa pikirannya mendadak kacau hanya memikirkan calon istri nya dan kedua orang tuanya .
"Selesaikan lah ,bukannya kamu harus menemui mereka " Brad mengaguk " Sekali lagi saya minta maaf tuan ,saya akan pastikan tidak akan terjadi lagi " Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya .
Kini Brad sudah berada di ruangan nya menatap berkas yang ada di depannya .
" Shiit " Umpat nya mengusap wajahnya dengan kasar " Kenapa kamu jadi bodoh Brad " Lanjutnya lalu menatap kertas yang ada di depannya .
di ruangan Erland menggeleng melihat tingkah Brad , biasanya pria itu selalu memastikan semuanya baru dia berikan padanya .
Tapi kali ini Brad benar-benar berbeda, Erland tersenyum tipis dia menyadari sesuatu tingkah Brad tidak jauh berbeda dengan nya saat memikirkan Aurellia di awal hubungan mereka .
" CK, kenapa aku memikirkan wanita hamil itu ? " Gumam Erland tertawa kecil .
" Apa dia merajut lagi ? " Lanjutnya lagi.
Erland mengambil ponselnya yang ada di atas meja mengotak-atik pada benda itu setelah selesai dia kembali meletakkan di atas meja nya .
🪵
🪵
🪵
Masion 15.22 PM
" Pak " Panggil Aurellia lembut menatap kepala pelayan .
" Bukannya orang tua Brad sudah sampai " Lanjutnya lagi .
" Tuan Morgan menginap di hotel Nyonya " Jawab nya dengan sopan .
" Kenapa tidak langsung ke sini " Tanya Aurellia sedikit kesal
" Untuk yang itu saya kurang tahu Nyonya " Jawabnya gugup .
" Awas saja nanti ,aku akan telepon ayah " Dengus Aurellia .
__ADS_1
Sedangkan di samping wanita itu ,Iin sedang gugup sekaligus takut mendengar orang tua calon suami nya sudah berada di Negera itu , padahal sebelumnya Brad sudah memberi tahunya jika orang tuanya akan ke sini .
Tapi itu tetap saja entah kenapa dia menjadi takut atau karena ini pertama kalinya ! Entahlah Iin takut sendiri mengingat status nya .
Jujur dia sendiri tidak ingin berada di posisi ini apa lagi membayangkan statusnya tapi di sisi lain dia bersyukur karena kehadiran Salsa banyak merubah hidupnya .
" Iin " Iin tersentak lalu menatap ke sampingnya .
" Maaf Nyonya , apa nyonya butuh sesuatu " Tanya Iin cepat .
" Memikirkan apa ? " Iin menggeleng cepat " tidak ada Nyonya " Jawab Imelda .
" Ayo kita lanjut lagi " Aurellia memilih tidak melanjutkan pertanyaan nya sekalipun dia ingin bertanya lebih jauh .
" Iya Nyonya " Jawab Iin .
Keduanya kembali fokus pada pekerjaan yang baru beberapa hari ini mereka geluti bersama untuk menghilangkan rasa bosan dan jenuh .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 18.09 PM
Sebuah mobil baru saja berhenti tepat di depan pintu masion besar itu dengan sigap penjaga langsung membukakan pintu untuk tuannya .
" Di mana istri ku " Tanya nya saat sudah berada di luar .
" Hubby " Erland menatap ke sumber suara di mana wanita yang dia cari sedang tersenyum .
Hap .
" Kangen " Rengek Aurellia memeluk tubuh suaminya dengan erat.
" Aku dari luar Darl " Aurellia tidak peduli karena dia begitu merindukan pria itu , semenjak kehamilan nya entah kenapa dia tidak bisa jauh dari suaminya sekalipun dia selalu meyakinkan dirinya tapi namanya rindu itu sudah di obati .
" Kiss " Erland mencium bibir Aurellia sekilas tanpa peduli di mana mereka saat ini karena itu permintaan ibu hamil dan dia sendiri pun tidak peduli toh Aurellia istri nya .
" Ayo " Brad menarik tangan Iin untuk mendahului kedua insan yang sedang melepaskan rindu satu sama lain .
Padahal sebelumnya pria itu selalu menunggu Erland lebih dulu .
" Bawah apa ? " Aurellia menatap paper bag kecil yang ada di tangan suaminya .
" Hadiah untuk Baby " Aurellia langsung menatap suaminya dengan mata tajamnya " Hanya Baby ? " Erland mengaguk " Untukku tidak ada ? " Protes Aurellia .
" Kamu sudah memiliki semuanya ,jika kamu juga mau kamu tinggal membelinya " Jawab Erland sekenanya .
" Tapi aku juga mau di kasih hadiah By " Rengek Aurellia kesal .
" Ayo kita ke kamar " Sekalipun enggan Aurellia tetap mengikuti suaminya itu dengan perasaan kesal nya, di ikuti kepala pelayan yang membawa tas kerja pria itu .
🪵
__ADS_1
🪵
Erland tersenyum dalam hati melihat tingkah istri nya yang sedang merajuk tapi dia bersikap biasa saja .
" Darl ...Lia " Sang pemilik nama mendekati suaminya yang sedang duduk di sofa dengan wajah yang di tekuk .
" Kenapa " Jawabnya ketus duduk di samping suami nya .
" Aurellia " Tegur Erland tegas .
" Iya By " Jawab nya selembut mungkin .
" Duduk di sini " Aurellia pindah dari duduknya lalu mendarat tubuhnya di atas pangkuan suaminya .
" Bukalah " Aurellia menatap paper bag yang suaminya bawah tadi lalu mengambil nya .
Ada sebuah kotak kecil yang berukurang sedang,rasa penasaran Aurellia seketika metonga dengan cepat dia mengambil kotak itu mengeluarkan dari paper bag .
" Cantik sekali " Pekik Aurellia saat melihat apa isi dari kotak itu bahkan tidak sabarnya dia mengambil isi kotak itu .
" Untuk ku " Tanya Aurellia menatap suaminya .
" Baby " Jawab Erland.
" Untukku saja,nanti aku ganti kan kalau sudah lahir toh jenis kelaminnya belum ketahuan " Jawabnya membuat Erland tertawa kecil.
" Suka ? " Aurellia mengaguk depan cepat matanya terus menatap kalung dan gelang yang ada di tangannya .
" Pakailah jika kamu suka ,itu milikmu " Ucap Erland lembut .
" Makasih By " Aurellia meletakan kembali ke tempat nya lalu memeluk suaminya dengan erat .
"Hadiah servisan semalam " Aurellia tertawa dalam pelukan suaminya " Aku akan melakukan tiap malam dengan begitu aku akan menjadi juragan berlian " Jawabnya di sela tawanya .
" Aku tidak segila itu Aurellia , bagaimana jika anakku tidak nyaman " Aurellia melepaskan pelukannya menatap suaminya " Baby nya suka bahkan sangat suka ,apa lagi mommy " Jawabnya sambil mengedipkan matanya sebelah menggoda suamimya .
" Sudah mulai berani ya " Ujar Erland tersenyum .
" Karena aku suka yang berani ,apa lagi itu dengan hubby " Jawabnya lalu tertawa begitu juga Erland .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1