London Love Story

London Love Story
Kembali ke masion


__ADS_3

Kepulangan Baby Ellena sudah di tunggu keluarga di mana kini mereka sudah tidak sabar hingga memilih menunggu di luar masion .


Bahkan Eyang Radit yang biasanya akan menunggu di dalam meminta pada salah satu anaknya untuk membantu nya mengantar nya ke luar,sejak semalam dia ingin bertemu dengan Cicitnya itu, apa lagi namanya sama dengan mendingan istrinya .


Senyum di wajah Eyang Radit semakin lebar kalah melihat mobil Edward yang menjemput Aurellia dan Erland serta Baby Ellena .


" Antar aku ke sana Lan ' Pintah Eyang Radit .


" Di sini saja Dad " Eyang Radit menggeleng,dia tidak setuju dengan ucapan Alan " Antar saja " Alan menghela napas panjang mendorong kursi roda mendekati mobil yang bahkan belum berhenti .


" Seperti nya kita tidak bisa berhenti tepat di pintu masion " Ujar Edward .


" Tidak papa Bang " Jawab Erland yang duduk di samping Edward sedangkan Aurellia duduk di belakang bersama Baby Ellena .


Erland langsung turun saat mobil sudah berhenti dengan sempurna, membukakan pintu belakang untuk Aurellia yang sedang menggendong anaknya .


" Ayo Oma bantu " Elvi yang sejak tadi mengikuti Alan dan Eyang Radit langsung membantu Aurellia sedangkan Baby Ellena sudah bersama Erland .


" Ellena " Erland yang paham memberikan anaknya pada Eyang Radit ,di letakan di atas pangkuan pria yang sudah tidak muda itu .


Kedua tangan Eyang radit menahan tubuh Bayi yang belum genap sehari itu .


Alan kembali mendorong kursi Eyang Radit dengan pelan sedangkan Erland mengikuti mereka di samping .


🪵


🪵


" Maaf lama " Erland ikut bergabung setelah mengantar kan istri nya ke kamar bersama Rosna ibu mertuanya .


" Kenapa tidak istirahat saja ,Ellena biar Mommy yang jaga kalau nangis nanti mommy antar ke kamar " Ujar Adara lembut .


" Erland tidak ngantuk Mom " Jawab Erland menatap putri nya yang masih Beta dalam gendongan Eyang Radit.


" apa Eyang tidak lelah " Eyang Radit menggeleng tersenyum " Menikahlah ,karena Eyang tidak tahu sampai kapan berada di dekat kalian " Ujarnya ,matanya terus menatap bayi yang ada dalam gendongan nya .


" jangan berbicara hal yang tidak masuk akal Dad " Ujar Jose tidak suka .


" Semuanya masuk akal ,bahkan kalian pun nanti akan pergi dari dunia ini ! Daddy hanya ingin saat pergi kalian semua sudah bahagia ,agar saat bertemu istri ku dia tidak memarahi ku karena meninggalkan kalian sendirian tanpa pendamping " Ujarnya serius.


" Kami juga ingin menikah seperti yang Eyang mau ,tapi kami harus memilih karena tidak semua wanita menginginkan kami melainkan apa yang kami miliki " Jawab Ghozi serius.


" Kalian terlalu menutup diri " Jawab Eyang Radit .


" Adara " Sang nama langsung berdiri dari duduknya mendekati Eyang Radit " Eyang lelah ,mau istirahat " Adara langsung mengambil ahli tubuh Ellena dengan pelan agar tidak mengusik bayi mungil itu.


" Antarkan Daddy " Henry berdiri dari duduknya saat ucapan itu tertuju untuk nya .


" Elvi buatkan Teh ya Dad " Eyang Radit menggeleng " Daddy hanya ingin istirahat Nak " Jawabnya pelan .

__ADS_1


Henry mendorong kursi roda Eyang Radit meninggalkan keluarga nya yang masih berada di ruangan itu .


Oek ....Oek ...Oek ....


" Apa dia haus Mom " Adara memberi kan punggung jari telunjuk nya " Baru sebentar sudah haus saja " Gumam Adara tersenyum .


" Rakus betul " Cibir Eric .


" Siapkan saja hadiah buat nya ,jangan tahunya mengomel " Jawab Erland ketus .


" Biar Erland saja mom " Perlahan Erland mengambil tubuh kecil itu " Padahal mommy belum istirahat loh " Gumamnya tersenyum lembut membawa anaknya ke lantai dua .


Melihat kehadiran anak dan suaminya, Aurellia langsung membenarkan posisi duduknya .


" Ellena nangis " Erland mengaguk tersenyum " Ibu mana ? " Tanya Erland memberikan Ellena pada istri nya .


" Di dalam lagi cuci pakaian kotor ku " Erland langsung membulatkan matanya " Kenapa ibu yang cuci kan ada pelayan Darl " Jawab Erland sedikit menaikan suaranya .


" Ibu hanya menghilangkan darahnya ,setelah itu baru pelayan yang cuci " Jawab Aurellia sambil mengeluarkan asupan makanan Ellena .


" Astaga " Gumam Erland.


" Kan tinggal di simpan saja biar aku " Lanjutnya menjatuhkan dirinya ujung tempat tidur.


Tidak berselang lama pintu kamar mandi terbuka, membuat Erland menatap ke arah belakang .


" Tidak tiap hari juga kan ,besok kamu yang akan membersihkan darah itu " Ujar Rosna tersenyum lembut .


" Maaf sudah repotin ibu " Rosna hanya membalas nya dengan senyuman lalu mendekati tempat tidur sambil memegang keranjang pakaian Aurellia .


" Cucu Nenek kenapa ? " Tanya nya lembut tanpa menyentuh bayi mungil itu .


"Lapar Nek " Jawab Aurellia sambil memainkan pipi Ellena .


" Ibu antar ini dulu kebelakang " Aurellia mengaguk tersenyum " Biarkan pelayan saja Bu ' Ujar Erland tidak enak .


" Tidak papa ,sekalian kan ibu juga ke luar " Jawab Rosna lembut lalu ke luar dari kamar anak dan menantunya .


" Brad dan Iin akan ke sini nanti malam " Aurellia menatap suaminya " Kenapa tidak sekarang " Tanya Aurellia .


" Brad lagi ada urusan " Jawab Erland


" Pekerjaan " Erland menggeleng " Lebih dari pekerjaan " Aurellia tidak bertanya lagi memilih fokus pada putri nya .


" Apa rasanya Enak ? " Erland bertanya menatap sang putri .


" Apa Daddy boleh mencicipi nya " Lanjutnya lagi .


". Tidak boleh Daddy, ini milik Ellena " jawab Aurellia menirukan suara anak-anak.

__ADS_1


" Tapi sebelum nya itu milik Daddy "Ujar Erland sambil memainkan tangan Ellena yang sudah ke luar dari selimut yang sejak tadi menutupi tubuh mungilnya .


" Sekarang milik Ellena ,Daddy tidak boleh mengambil nya " Jawab Aurellia .


" Kenapa tidak bisa ? Ellena saja mengambil nya lebih dulu " Jawab Erland,karena gemas Erland menarik asupan makanan itu dari mulut sang putri .


" Daddy " Tegur Aurellia lalu kembali memasukan dalam mulut Ellena.


" Tunggu dulu ' Erland kembali mengeluarkan hingga membuat Ellena menangis karena merasa terganggu .


Bukannya kasian Erland justru tertawa melihat mulut anaknya yang terus mencari sumber makanannya .


"Sorry princess " Erland kembali memasukan dalam mulut Ellena, melihat itu Aurellia hanya menggeleng tak percaya .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


" DADDY "


" INI TIDAK LUCU DADDY ,AKU MOHON "


" DADDY "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2