London Love Story

London Love Story
Tidak sesuai ucapan


__ADS_3

Brad menatap wanita yang kini hanya berdiam diri menatap kosong ke arah luar .


Keduanya sudah kembali ke masion setelah memeriksa Iin dan benar saja wanita itu sedang hamil tapi entahlah melihat ekspresi Iin membuat Gani bingung .


" Iin " Iin menatap ke sumber suara " Iya tuan " Jawabnya pelan .


" Apa yang kamu pikirkan ? Sejak tadi kamu melamun ,bukannya dokter sudah mengatakan untuk tidak memikirkan apa pun " Iin kembali diam , seperti nya Brad harus memiliki stok kesabaran tapi entahlah apa dia bisa ?


" Saya ingin pergi " Ujar Iin tiba² .


" Saya ingin pergi sejauh mungkin ,Tuan bisa kembali bersama nya tapi saya mohon jangan mengambil nya dariku ,saya hanya punya salsa dan dia " Brad mengepalkan tangan nya kuat .


Ucapan Salma pagi tadi membuat Iin kembali memikirkan hal yang seharusnya tidak dia pikirkan.


" Tidak ada yang mengambil nya darimu sekalipun itu aku " Jawab Brad membuat Iin menatap pria itu .


" Tapi bukan berarti kamu bisa pergi jauh ,kamu akan tetap di sini ! Kita akan menikah Minggu depan dan orang tuaku tidak bisa hadir " Gani menjeda ucapannya " Bukannya tidak setuju hanya tidak ingin ada terluka karena aku sama Salma hidup berdampingan sejak dulu begitu juga orang tua kami " Lanjut nya serius.


" Saya tidak ingin menyakiti orang tuan...."


" Lalu kamu akan membuat anakku lahir tanpa sosok seorang ayah , seperti Salsa sekalipun itu bukan keinginan mu " Iin langsung menundukkan kepalanya .


Semua ucapan Brad benar ,tapi ucapan Salma pagi tadi membuat nya seperti wanita jahat ,padahal dia pernah berada di posisi itu apa lagi dalam keadaan hamil dan itu pun kembali terjadi sekarang ! Sekalipun berbeda cerita karena Brad ingin bertanggung jawab dan memilih nya tapi ucapan Salma membuatnya tidak enak .


" Tidak usah memikirkan apa pun , istirahat lah ! Aku bangun kan saat makan siang nanti " Ujar Brad


" Saya tidak mengantuk tuan " Jawab Iin .


" Istirahat Iin ,kamu sejak pagi mual dan tidak ada makanan yang masuk selain air putih karena kamu mengeluarkan semua nya " Titah Brad tegas .


" Tapi ...."

__ADS_1


" Iin "


" Apa susahnya menurut Hah " Lanjut nya membuat wanita itu tersentak, Brad menghela nafas panjang lalu mendekati Iin " Ayo istirahat , Dia juga butuh istirahat" Brad memegang kedua bahu Iin membantu wanita itu untuk berdiri .


" Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku di sini ,jadi jika menginginkan sesuatu katakan saja " Iin hanya diam saja hingga dia sudah berada di atas tempat tidur " Istirahat ok " Perlahan Brad menaikan selimut menutup tubuh Iin hingga di dadanya .


" Istirahat lah ,jangan rewel " Iin sedikit kaget saat Brad mengusap perut nya untuk pertama kalinya dan itu di sadari pria itu " Istirahat,jangan memikirkan apa pun " Hanya anggukan kepala sebagai jawabannya.


Tidak waktu lama nyatanya Iin sudah berada dalam mimpi nya ,Gani yang sejak tadi sibuk pada pekerjaan nya menghela napas panjang saat melihat ke arah tempat tidur di mana Iin begitu pulas sambil memeluk bantal guling .


Perlahan Gani berdiri berjalan ke arah tempat tidur menarik bantal guling takut perut wanita itu tertekan karena bantal guling hingga dia melepaskan nya karena Iin begitu erat memeluk nya .


Huh !!


Gani kembali ke sofa saat tidak ada pergerakan dari tempat tidur seperti nya Iin benar² lelah pikir Brad .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Antar dia sekalipun hanya sampai di bandara " Brad menatap Erland sekilas lalu kembali menatap pekerjaan " Baik tuan " Jawabnya pelan .


Jika kalian bertanya di mana Iin ,wanita itu hanya bisa mengurung diri di dalam kamar tapi bukan kamar Salsa melainkan kamar Brad .


Selain tidak bisa dekat orang lain dan mencium hal yang membuat nya mual ,Iin juga hanya ingin menyendiri hanya sesekali Salsa datang melihat nya dan itu pun di temani Brad .


Jujur Iin sedih tapi dia sendiri bingung harus menjelaskan seperti apa karena Salsa pasti belum paham tentang itu .


" Gimana keadaan nya ? Aku bertanya bukan karena khawatir hanya tidak ingin ada masalah di masion ini " Erland langsung menjelaskan maksud dari pertanyaan nya membuat Brad tersenyum tipis.


" Baik tuan , begitu juga kandungan nya " Jawab Brad pelan .


Kini ruangan itu kembali sepi baik sang bos ataupun asisten larut dalam pekerjaan karena tidak ingin membuat wanita mereka menunggu terlalu lama .

__ADS_1


🪵


🪵


Ceklek


Pintu kamar hanya terbuka sedikit hanya untuk porsi satu orang yang bisa masuk, dengan pelan kembali menutup pintu agar tidak membangun kan penghuni kamar yang sudah lebih dulu tertidur .


" Bukannya tadi dia mengatakan akan menunggu ku " Gumamnya membawa langkah kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


Setelah selesai langsung mengganti pakaian lalu menyusul istri nya di atas tempat tidur .


Cup


" Good night Mom, Baby " Erland memberikan ciuman lembut untuk istri dan calon anaknya tanpa menganggu sang istri .


" Maaf sudah membuat mu menunggu " Perlahan Erland menarik Aurellia dalam pelukannya ,tidak terlalu dekat karena perut sang istri sudah mulai besar .


" Daddy " Gumam lirih .


" Maaf " Aurellia mendekatkan tubuh bagian atasnya agar menempel di dada sang suami tempat ternyaman nya selama tidur " Good night " Aurellia hanya mengaguk dia terlalu ngantuk untuk menjawab ucapan sang suami .


" Kamu selalu mengabaikan aku jika sudah mengantuk " Tidak ada sautan dari empedu membuat Erland tertawa kecil mencium kepala sang istri lalu menyusul Aurellia dalam mimpi sambil memeluk wanita itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2