London Love Story

London Love Story
Ketahuan


__ADS_3

Setelah makan malam Erland dan Brad langsung ke ruangan kerja menyelesaikan pekerjaan mereka ,sedangkan Aurellia memilih tidur di kamarnya karena badannya terasa lelah karena ulah Erland .


" Apa aku minum obat saja " Gumam Aurellia .


" Ya seperti nya memang harus " Lanjut nya, lalu berdiri dari duduknya menuju ruangan ganti .


" Tapi apa tidak masalah karena aku tidak minum tadi " Aurellia menhentikan langkahnya bingung " Lebih baik aku ke sana lalu bertanya dari pada telat " Lanjutnya lalu kembali masuk dalam ruangan itu mengambil jaketnya lalu ke luar dari kamarnya .


Kali ini Aurellia membawa mobil sendiri untuk ke apotik,karena dia tidak ingin sopir mengetahui ke mana dia pergi karena takut nantinya Erland tahu.


di ruangan kerja Erland dan Brad begitu serius dalam menyelesaikan pekerjaannya.


" Tuan apa Anda yakin akan selesai begitu cepat , sedangkan 2 hari kedepan anda ada pertemuan " Ujar Brad .


" Kita selesai kan saja ,asal tidak melewati hari peringatan kematian Eyang " Jawab Erland serius .


" Baik tuan " Jawab Brad sedikit lega setidaknya mereka tidak harus berburuh dengan waktu .


Tapi saat kembali fokus ponsel Erland berdering dan itu dari Adara, sejenak Erland mengentikan gerakannya lalu menatap jam tangan miliknya .


" Bukankah di sana larut malam " Tanya Erland menatap Brad


" Iya Tuan " Jawab Brad , Erland langsung mengakat panggilannya .


" Hallo "


" Sayang ,kamu sehat " Tanya Adara lembut .


" Kenapa menelpon Erland selarut ini ?? Mommy baik² saja kan " Bukannya menjawab Erland malah balik bertanya .


" Tidak perlu bertanya kenapa mommy belum tidur ,kamu pasti tahu itu " Lidah Erland berdecak kesal .


" Tadi kami antar Randy ke rumah Uncle Arif " Ujar Adara lembut .


" Lalu " Tanya Erland meletakan ponselnya di atas meja setelah menghidupkan pengeras Suara nya .


" Dia melamar Diandra " Ujar Adara .


" Terus hubungan nya dengan Erland apa Mom, apa mommy menginginkan Erland memberikan selamat pada Randy atau mengirim hadiah " Tanya Erland dengan kesal .


" Bicara yang benar dengan istri ku " Erland memijat kepalanya yang terasa berdenyut .


" Jika hanya mengatakan hal itu Erland juga sudah tahu Mom" Erland menghela napasnya panjang " Tidak perlu memberikan kode karena Erland belum memikirkan itu " Brad langsung mengakat kepala menatap Erland kaget .


"Lalu sampai kapan Sayang " Tanya Adara.


" Kaka Eric saja belum kenapa harus terus mendesak ku " Jawab Erland kesal .


" Biar kamu sadar, karena perasaan mu itu salah Boy " Erland hanya diam mendengar ucapan Raymond .


" Mommy mu hanya khawatir saat nanti kamu kembali ke sini karena perasaan itu masih ada ,apa lagi iparmu hamil " Erland hanya bisa diam .

__ADS_1


" Kamu dengar Daddy kan " Tanya Raymond .


" Hebm,Daddy sama mommy tidak perlu khawatir !! Erland tutup dulu karena masih kerja " Erland langsung mematikan Panggilannya sebelum kedua orangtuanya menjawab .


" Tuan"Panggil Brad pelan saat melihat perubahan wajah Erland yang seolah tidak senang mendengar kabar kehamilan istri dari kakaknya itu .


" Tuan baik² saja kan " Erland mengaguk lalu kembali menatap pekerjaan .


Sedangkan di lain tempat Aurellia sudah sampai di apotik tapi dia masih menunggu giliran .


Hingga akhirnya dia maju setelah nomor antrian nya di panggil .


setelah selesai Aurellia langsung pulang ke masion sebelum nantinya Brad dan Erland menyadari jika dia ke luar dari rumah besar itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di masion Aurellia langsung masuk dalam rumah besar itu dengan berlari karena takut ketahuan .


Tadi setelah dari apotik dia berkeliling dulu menenangkan pikiran nya bahkan dia beberapa kali jajan hingga dia merasa puas ,baru kembali ke masion .


Hingga akhirnya dia sampai dalam kamarnya baru dia menghela napasnya panjang merasa lega .


Namun itu hanya sebentar saat seseorang dari arah sofa membuka suara nya dan menatap nya dingin .


" Dari mana " Aurellia langsung membalikan badannya cepat dengan mata membola .


" Tuan " Panggil Aurellia lalu menyembunyikan kantung yang di bawah ke arah belakang nya .


" Aurellia Alexander Putri " Panggil Erland rendah ,karena terlalu lama Erland pun langsung mengambil barang yang ada di belakang Aurellia .


" Tuan " Panggil Aurellia yang ingin merebut kembali tapi Erland menahan nya .


" Obat apa "Tanya Erland saat melihat isinya .


" Sakit kepala " Jawab Aurellia terbata ,tapi Erland tidak percaya begitu saja hingga dia menelpon dokter pribadi nya .


" Aku akan mengirim kan gambar dan aku mau jawaban nya segera " Aurellia langsung melototkan matanya tajam ,ingin sekali mengentikan Erland yang mengirimkan foto pada dokter tapi dia bingung harus bagaimana .


" Tuan ...." Panggil Aurellia ketakutan .


Tidak berselang lama ponsel Erland berdering dan itu Panggilan dari dokter .


" Obat kontrasepsi atau yang lebih di kenal obat penunda kehamilan " Erland langsung mematikan panggilan nya menatap tajam Aurellia .


" Tuan ...." Aurellia tidak lagi melanjutkan ucapannya tak kalah melihat wajah Erland yang berubah memerah .


" Siapa yang memintamu " Tanya Erland memegang rahang Aurellia dengan keras hingga membuat Aurellia meringis .


" Tuan ...sakit " ucap Aurellia lirih sambil memegang tangan Erland .


" Jawab Aurellia " Bentak Erland keras tepat di depan wajah Aurellia .

__ADS_1


" Tuan ....Saya ..bisa jelaskan " Ujar Aurellia terbata .


Bugh


" Ssstttt " sejenak Aurellia memejamkan matanya kuat saat merasakan badannya di dorong begitu keras ke arah tempat tidur nya dengan perlahan Aurellia bangun .


" Kamu selalu membuatku marah Aurellia " Geram Erland menahan emosinya .


" Tuan ...."


" Apa ucapan ku semalam kurang jelas hingga kamu berani membeli obat ini tanpa sepengetahuan ku " tanya Erland dengan suara tinggi nya .


" Bukan ..begitu tuan... saya bisa jelaskan " Ujar Aurellia ketakutan .


" Jelaskan lah " Erland Berdiri di depan Aurellia matanya terus menatap Aurellia dengan tajam .


" Jelaskan Aurellia " Bentak Erland saat wanita itu hanya diam tidak mengatakan apa pun .


" Maaf " Cicit Aurellia .


" Apa itu penjelasan " Tanya Erland dengan suara Rendah nya , Aurellia meremas kedua tangannya bahkan dia tidak berani menatap Erland .


" Minumlah " Erland melemparkan Obat pil itu ke arah Aurellia .


" Tuan ...."


" Minum " Pekik Erland keras membuat Aurellia semakin ketakutan bahkan mungkin suara Erland sampai ke luar .


" Maaf " Cicit Aurellia ,Erland langsung mengambil obat itu lalu membuka nya " Minum " Aurellia menggeleng pelan " Jangan membuatku semakin menyakitimu Aurellia, bukannya kamu membeli nya untuk meminum nya " Tanya Erland .


"Maaf " Erland semakin mengepalkan tangannya ingin sekali membunuh Aurellia saat ini karena wanita itu tidak memberikan penjelasan apa pun selain kata maaf .


" Jika nanti kamu hamil berarti itu bukan anakku ,karen kamu sendiri yang membunuhnya " Ujar Erland lalu ke luar dari kamar Aurellia .


BRAK


Niat hati ingin menenangkan pikiran nya karena ucapan Raymond tentang kehamilan Nova , membuatnya tidak bisa fokus hingga memutus kan ke kamar Aurellia namun apa yang dia dapat malah lebih membuat nya marah .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!!


dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2