London Love Story

London Love Story
Episode 14


__ADS_3

*HAPPY READING* 💜💜💜💜


Flashback 3 tahun yg lalu.


Shaen POV


"Hai lisya, bisakah kau memberikan sedikit uang kepada kami, kami ingin pergi ke kantin tapi kami tidak mempunyai uang" Mereka hanya ingin uangku, aku harus melawan, cukup sudah aku dimanfaatkan oleh mereka selama 3 tahun kurang ini .


"maaf Yoona , pakailah uangmu sendiri" Aku pun menjauh dari sana, tapi tanganku dicekal oleh mereka .


"kau sudah berani ya lisya, cepat berikan uangmu dan kau akan selamat"


"Aku tak akan memberikan uang kepadamu"


"Baiklah"


PLAKKKK.....PLAKKKK......Yoona menamparku berkali kali, dan dia menjabat rambutku.


"Masih tidak mau memberikan uang hah, "


"Tidak cuihhh" Aku meludahinya


"Kau, rasakan ini" Mereka mengeroyok ku hingga yg terakhir aku masih merasakannya itu sangat menyakitkan, Yoona menendang perutku , menjambak rambutku, dan menampar pipiku berkali-kali, membenturkan kepalaku ke tembok hingga darah mengalir di pelipis kanan ku , dia mengeluarkan gunting disaku rok seragamnya, menancapkan gunting itu di punggungku hingga aku merintih kesakitan.


"Arrrghhhhhh ahhh apa yang ka..Ku lakukan Yoona le. . . Lepaskan aku" Aku kesakitan dan merasakan punggungku dirobek dengan gunting itu.


Dia menarik gunting itu saat masih tertancap. Perih sakit itu yg ku rasakan, dia mencabut gunting itu dan meninggalkanku ditoilet yg sedang terkapar lepas. Mungkin punggung ku robek karena aku merasakan darah mengalir di punggungku. Aku menelpon daddy untuk meminta bantuan.

__ADS_1


"Ha... Halo, daddy bisakah.. Bisakahh daddy menyuruh seseorang untuk menjemputku ditoilet" Kataku, dan suaraku bergetar menahan tangisanku.


"apa yg terjadi padamu nak, baiklah daddy akan mengirim Xavier kesitu,toilet mana?"


"toilet depan kelasku , tolong cepatlah aku sudah kesakitan, apakah aku masih bisa bertahan daddy hiks . .. Hiks.. " Sia-sia saja aku menahan air mataku.


"Apa yg terjadi nak? " aku memutuskan panggilan nya, aku sudah tak kuat.


Beberapa menit kemudian datanglah Xavier.


"Nona apa yg terjadi padamu" Dia panik melihatku lemas tak berdaya.


"Xavier bawa aku ke rumah sakit tolong, punggungku robek sepertinya"


"Ap... Apa nona, baik.. Baiklah bertahanlah" Dia membawaku kepangkuan nya perih sekali punggung ku .


"Nona bertahanlah yaa" Dengan cepat dia berlari melewati koridor sekolah, semua murid memandangku, aku menenggelamkan wajahku didada Xavier hingga aku tak ingat lagi apa yg terjadi setelah itu.


Saatku buka mataku, ruangan serba putih, selang terpasang di hidungku dan tangan kananku. Aku melihat Daddy dan Mommyku, Xavier mereka menungguku.


"Sayang kau sudah siuman" Daddy, itu suara Daddy.


"Oh Shaen apa yg terjadi padamu sayang, siapa yang melakukan ini, biar kita balas mereka" Itu mommy .


"Saya sudah tau pelakunya Nyonya, Tuan" .


"Daddy, aku ingin daddy membalas mereka semua, mereka ber-4, Yoona, Yuri, Sana, dan Eunha, ayah mereka bekerja di perusahaan Daddy"

__ADS_1


"Baiklah nak, Daddy akan membiaskan apa yg mereka kepadamu" Daddy pun keluar dari ruang rawat ku, diikuti oleh Mommy. Sekarang hanya tinggal aku dan Xavier.


"Nona , kenapa kau tak pernah cerita kepada kami semua, kau sering dibully kan"


"Aku hanya ingin dapat teman Xavier." Mendengar jawabanku Xavier hanya terdiam, menatap sedih kepadaku.


**************


Dua minggu sudah aku dirawat di Rumah sakit Seoul, hari ini adalah waktunya aku pulang.


"Mom aku ingin ke sekolah dulu, aku ingin menemui Devian" Kataku pada mommy saat sedang di perjalanan pulang.


"Baiklah, pak antarkan kami ke sekolah Shaen dulu ya" Kata Mommy pada pak Dae Wook supir kami.


Sesampainya disekolah aku langsung mencari keberadaan Devian, aku ingin menemuinya dia pasti mencemaskan ku, karena selama dua minggu ini aku tak mengabarinya.


'Dimana dia' Gumamku, Devian tidak ada dikelas, aku menanyakan pada Pil Su teman sekelas Devian.


"Pil Su, dimana Devian, aku mencarinya, tapi dikelasnya tidak ada"


"Hai Lisya, tadi dia ku rasa pergi ke atap, tempat biasa"


"oh baiklah Terima kasih aku pergi dulu ya"


Ucapku sambil melambaikan tangan pada Pil Su, kata Pil Su Devian sedang di atap, ya atap sekolah adalah tempat favoritnya, katanya atap sekolah lebih nyaman dari pada tempat lain.


Aku pun berjalan menaiki setiap tangga, dan saat aku akan membuka pintu masuk atap, aku melihat Devian sedang memeluk seorang perempuan, siapa dia??........

__ADS_1


__ADS_2