
" Mau aku temani " Aurellia menatap ke arah luar menatap gedung yang tidak terlalu tinggi.
" Tidak tuan " Erland menggaguk dengan keputusan Aurellia " Aku tunggu di sini jangan lama," Ujar Erland menatap Aurellia yang sudah memakai masker yang di baluri minyak telon di dalamnya .
" Hebm " Aurellia memejamkan matanya kuat memegang handle pintu mobilnya tapi itu hanya sesat dia kembali menarik tangan nya dan menatap Erland yang juga menatapnya .
Aurellia langsung memeluk Erland untuk menenangkan perasaan nya, mengerti dengan kegundahan hati Aurellia Erland membalas pelukan Aurellia mengusap punggung Aurellia dengan lembut .
"Sudah baikan " Aurellia mengaguk lalu melepaskan pelukannya dengan helaan napas panjang dia membuka pintu mobil lalu ke luar.
"Kamu bisa Aurellia " Gumamnya lalu masuk dalam gedung itu langsung menuju meja resepsionis .
" Selamat pagi Non, ada yang bisa saya bantu " Tanya Resepsionis lembut .
" Apa tuan Abraham ada di ruangan nya " Tanya Aurellia lembut .
" Apa Nona sudah membuat janji " Aurellia mengaguk " Sudah Mba " Jawabnya bohong .
" ruangan pak Abraham ada di lantai 5, Nona bisa menaiki lift yang ada di sebelah kiri ujung " Ujar sang resepsionis .
" Ah iya , terimakasih Mba mari " Pamit Aurellia sopan lalu meninggalkan meja resepsionis menuju lift .
Di dalam mobil Erland terus menatap pergerakan Aurellia hingga wanita itu masuk dalam lift menuju ruangan Abraham yang kini masih berstatus kekasih nya .
Huh
Erland membuang napasnya panjang menyadarkan tubuhnya jok mobil dengan kasar .
" Tenang lah ,dia tidak akan melakukan apa pun hanya menyelesaikan urusan mereka " Gumam Erland dengan mata terpejam .
Ting
Aurellia melangkahkan kakinya dengan yakin menuju ruangan Abraham di mana di saja ada meja sekertaris tapi tidak ada penghuninya .
Saat akan mengetuk pintu samar² Aurellia mendengar percakapan kedua manusia yang ada dalam ruangan itu karena pintunya tidak tertutup rapat .
Aurellia memberikan diri mengintip lewat pintu yang terbuka itu matanya melotot saat melihat Abraham memangku seorang wanita bahkan kedua tangan nya sudah berada di dada wanita itu .
" Aku sudah tidak sabar ingin menikmati mereka sepuasnya " Ujar Abraham .
" Bukannya kita sudah sering melakukan nya ,kenapa harus menunggu hari pernikahan kita " Jawab Sang wanita.
" Karena aku bisa bermain dengan puas ,bukan hanya sekali ke luar " Jawab Abraham meremas kedua benda kenyal itu membuat sang empedu melenguh pelan
Aurellia memejamkan matanya lalu mendorong pintu ruangan Abraham membuat penghuni ruangan itu menatap ke arah pintu .
" Aurellia " Gumam Abraham langsung berdiri dari duduknya hingga membuat wanita yang tadi di pangkuan Abraham ikut berdiri .
" Maaf saya sudah mengganggu waktu anda .....
" Sayang kenapa tidak menelpon jika mau ke sini ?? " Tanya Abraham kikuk
" Agar aku tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan " jawab Aurellia sinis .
__ADS_1
" Saya bisa Jelaskan sayang " Jawab Abraham cepat .
" Dia siapa mas ,kenapa mas memanggil nya sayang "
" Tidak perlu menjelaskan papa, semuanya sudah jelas dan hubungan kita pun sudah jelas berkahir , terimakasih setidaknya saya tidak perlu repot-repot menjelaskan tujuan saya ke sini apa karena kamu mempermudahkannya " Jawab Aurellia serius lalu meninggalkan ruangan Abraham .
" Sayang.... Aurellia ....Lepas " Bentak Abraham menatap tajam wanita yang tidak lain sekertaris nya sendiri .
" Mas membentak ku hanya karena nya " Tanya nya dengan suara bergetar .
Aakkkhhhhhh
Teriak Abraham menarik rambutnya kasar membuat sekertaris nya semakin ketakutan dan kecewa hingga dia meninggal kan Abraham sendirian di ruangan itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sudah " Tanya Erland menatap Aurellia yang baru saja masuk dalam mobil .
" Terimakasih sudah mengantar dan meminta saya untuk bertemu dengannya " Erland masih menatap Aurellia " Saya melihat nya " Lanjutnya dengan helaan napas berat.
" Ok kita pulang " Ujar Erland lalu menyalakan mobilnya meninggalkan perusahaan Abraham .
" Maaf tuan bisa singgah sebentar, saya ingin beli coklat " Ujar Aurellia pelan .
" Untuk " Tanya Erland menetap sekilas ke arah Aurellia .
" Pengen saja tuan ,tapi jika tuan ...."
" Kau mengidam " Aurellia hanya diam saja " Di mana belinya " Tanya Erland lagi .
" Apa kita perlu ke mall " Tanya Erland .
" Tidak perlu tuan ,di supermarket pinggir jalan juga ada yang jual " Jawab Aurellia cepat .
" Baiklah kita ke mall " Aurellia langsung menatap Erland dengan cepat,tapi dia tidak berani protes .
Saat Erland tengah fokus pada kemudi nya ponsel nya berdering dan dia melihat Daddy nya yang menelpon,hanya sekali geser panggilan itu sudah terhubung .
" Di mana,apa belum selesai " Tanya Raymond
" Sudah selesai ,tapi Aurellia ingin makan coklat jadi kami singgah di mall sebentar membeli coklat " Jawab Erland yang tetap fokus pada kemudi nya .
" Di rumah juga ada Boy " Ujar Raymond kesal .
" Aurellia ingin coklat yang di mall xx " Jawab Erland tenang tapi tidak dengan Aurellia yang hanya menghela nafas panjang sambil mengelus perut nya.
" Cepatlah kembali ,biar Aurellia di periksa !! " Pintah Raymond .
" Hebm ". Jawab Erland lalu mematikan panggilan nya begitu saja .
" Apa ada yang salah " Tanya Erland polos .
" Ah tidak ada tuan " Jawab Aurellia
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mobil mereka sudah berada di parkiran mall besar itu , Erland langsung memakai topi dan juga Masker nya sedangkan Aurellia hanya memakai masker saja .
Keduanya ke luar dari mobil langsung menuju pintu masuk mall .
" Mau langsung beli coklat " Tanya Erland.
" Iya Tuan " Jawab Aurellia , Erland menarik Aurellia untuk berjalan ke sisi kanannya lalu menggegam tangan Aurellia .
Kini mereka sudah berada di toko coklat,karyawan langsung mendekati mereka .
" Selamat datang tuan,Non " Sapa karyawan dengan ramah .
Erland menurunkan maskernya lalu menatap karyawan toko itu .
" Bungkus semua nya " Titah Erland .
" Baik tuan " Jawab karyawan gugup sekaligus senang .
" Jangan Mba ,yang coklat putih saja " Cegah Aurellia .
" Saya hanya ingin yang putih tuan " Lanjutnya menatap Erland .
" Bungkusan yang dia minta " Ujar Erland lagi .
" Baik tuan " Jawab Karyawan lalu meninggalkan Erland dan Aurellia dengan perasaan bahagia .
Rezeki anak Sholehah Ucap karyawan dalam hati .
" Apa kamu menginginkan juga " Tanya Erland saat melihat Aurellia menatap ke arah boneka beruang yang di pajang dalam toko itu .
" Tidak tuan " Jawab Aurellia cepat " Saya hanya penasaran saja cara mereka membuat itu " Jawab Aurellia .
" Permisi tuan ,Non " Aurellia langsung mengambil pesanan coklat nya .
" Berikan sama yang itu " Ujar Erland lalu memberikan kartunya pada karyawan toko itu .
" Baik tuan " Jawab Karyawan mengambil kartu sakti milik kaum elit itu .
" Tidak usah Mba " Cegah Aurellia membuat karyawan itu bingung .
" Tidak usah mendengar kan ucapan nya ,lakukan saja apa yang saya minta " Ujar Erland dingin .
" Baik tuan " Jawab Karyawan langsung meninggalkan mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟