
Erland menatap ke arah samping di mana Aurellia sudah tertidur karena kelelahan setelah melakukan penyatuan yang memakan waktu berjam-jam di mana Erland baru berhenti setelah mendapat kan pelepasan ke duanya .
" Apa semua orang hamil seperti mu " Tanya Erland pelan sambil merapikan rambut Aurellia yang masih basah karena keringat .
Setelah puas memandang wajah Aurellia, Erland bangun dari tidurnya mengambil pakaian yang berserahkan di lantai di masukan kedalam tempat sampah baru dia membersihkan tubuhnya .
Beberapa menit Erland ke luar memakai bathrobe dengan wajah yang lebih segar ,dia mendekati meja yang di samping tempat tidur lalu ke luar dari kamar menuju balkon untuk menelpon seseorang .
Dret ....dret ....dret ...dret ...
" Kau tidur "
" Tidak tuan " Jawab di seberang .
" Pesankan makanan sekalian dengan pakaian ganti kami " perintah Erland .
" Baik tuan " Jawab Brad .
" kamu di mana " Tanya Erland .
" Di bawah tuan minum kopi " Erland tidak bertanya lagi langsung mematikan panggilan nya .
Huh
Erland menghela napasnya panjang lalu duduk di balkon dengan mata terpejam .
" Apa semua ini sudah benar ?? Aku merasa selalu tidak tenang " Gumam Erland pelan .
" Ya aku nyaman saat bersama nya tapi kenapa saat berhadapan dengan wanita itu selalu membuatku sakit" Lanjutnya lagi .
" Aku tidak mungkin melupakan nya karena dia bagian dari keluarga kami, lalu apa yang harus aku lakukan " Erland menarik rambutnya kasar .
" Apa belum cukup dengan apa yang aku lakukan sekarang bahkan harus meninggalkan keluarga ku hanya untuk melupakan mu " Ujar Erland kesal .
" Aaakkkkhhhhh " Erland berteriak cukup kencang meluapkan emosi nya hingga membangunkan seseorang yang baru saja terlelap karena memang pintu penghubung dengan balkon tidak tertutup .
"Kenapa sulit sekali melupakan wanita itu ,kenapa ??" Erland menundukkan kepalanya dengan helaan napas berat.
" Apa yang harus aku lakukan Nova ,katakan bagaimana caranya bisa melupakan mu ?? Aku tidak ingin menyimpan perasaan ini terlalu lama " Lanjutnya lagi dengan hembusan napas panjang .
" Bahkan saat aku bersama Aurellia pun aku selalu memikirkan mu " Lanjutnya lagi
" Tuan "
__ADS_1
Deg
Erland langsung berdiri lalu membalikkan badannya cepat di mana Aurellia sudah berdiri di belakang nya dengan balutan selimut .
" Sudah bangun " Aurellia mengaguk " pakaian saya di mana tuan " Tanya Aurellia pelan .
" Tunggu sebentar ,mau mandi " Aurellia mengaguk " Ayo aku antar " Ujar Erland lalu masuk dalam kamar .
Tidak ada lagi percakapan di antara keduanya hingga keduanya sampai di dalam kamar mandi .
" Mau berendam " Tanya Erland lembut .
" Tidak tuan " Jawab Aurellia .
" Kalau begitu saya tunggu di luar ,kalau sudah selesai panggil saja " Ujar Erland .
" Iya Tuan " Erland pun meninggalkan Aurellia sendirian di dalam kamar mandi .
Dia yakin jika wanita itu mendengar apa yang dia ucapkan sejak tadi tapi dia tidak tahu sejak kapan wanita itu berdiri di ambang pintu penghubung dengan balkon
Sambil menunggu Aurellia, Erland memilih memainkan ponselnya mengecek email nya .
Beberapa menit kemudian ada yang mengetuk pintu kamarnya , Erland langsung berdiri menuju pintu .
Ceklek
" Kembali lah " Ujar Erland datar .
" Baik tuan " Jawab Pengawal menundukan kepalanya lalu meninggalkan Erland setelah pintu kamar itu tertutup .
Erland menatap isi paper bag lalu berjalan ke arah kamar mandi .
Tok ....tok ..
Ceklek
" Pakaian mu " Aurellia mengulurkan tangannya menerima paper bag yang berisi pakaian nya " Makasih tuan " Ujar Aurellia lalu kembali menutup pintu kamar mandi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Brad menatap kedua orang yang baru saja masuk dalam mobil dengan dahi mengerut ,apa lagi wajah keduanya begitu tidak enak di lihat .
Apa terjadi sesuatu di antara mereka tapi bukankah mereka habis melakukan penyatuan lalu apa lagi yang membuat keduanya seperti orang asing .
__ADS_1
" Jalan Brad " Ujar Erland dingin .
" Baik tuan " Jawab Brad menyalakan mobilnya meninggalkan parkiran hotel .
Sepanjang perjalanan menuju rumah utama hanya ada keheningan sesekali Brad menatap kedua sepasang manusia yang sebentar lagi akan menikah itu .
Aurellia menatap ke arah luar, sedangkan Erland memilih memejamkan matanya .
Hingga mobil kini berhenti di depan pintu gerbang rumah utama belum ada yang membuka suara apa pun .
Brad kembali menjalankan mobilnya saat pagar besar menjulang itu terbuka hingga berada di pekarangan depan pintu .
" Tunggu " Ujar Erland , Aurellia pun menarik kembali tangannya yang akan membuka pintu mobil sedangkan Brad sudah turun lebih dulu memberikan kunci pada penjaga yang ada di situ .
" Makasih " Ujar Aurellia saat pintu mobil sudah terbuka, tapi tidak ada balasan apa pun dari Erland .
Kini mereka sudah berada dalam rumah besar itu tapi tidak melihat siapa pun ,mungkin mereka sedang istirahat karena memang ini sudah siang bahkan sudah lewat jam makan siang .
" Mau istirahat " Aurellia mengaguk " Tuan tidak usah mengantar saya " Jawab Aurellia .
" Hebm " Erland langsung menuju ke arah tangga penghubung dengan lantai dua di mana kamarnya berada di sana ,sedangkan Aurellia langsung menuju kamar tamu tempatnya tidur semalam .
" Jangan mengharap apa pun ? Kamu sudah tahu sejak awal dan kamu memberikan dengan suka rela hingga kini mereka berada di antara kalian ,tugasmu saat ini hanya merawat mereka hingga lahir setelah itu semuanya kembali padanya " Gumam Aurellia saat sudah berada dalam kamarnya .
" Jangan pernah mengeluh atau merasa tersakiti dengan apa yang kamu dengar dan kamu lihat karena ini bukan kesalahan nya melaink kesalahan mu karena sejak awal tidak menahan diri membiarkan perasaan itu tumbuh " Lanjutnya memberi peringatan pada dirinya .
Aurellia menundukkan kepalanya mengelus perutnya yang masih rata ada perasan sesak dan juga bahagia tapi dia bingung harus berbuat apa hingga memutuskan membaringkan tubuhnya di tempat tidur empuk itu .
" Kita istirahat ya ,aku juga masih mengantuk dan lelah " Entah kenapa lidah Aurellia sangat kaku saat ingin mengatakan panggil untuknya seperti yang lainnya pada anak²nya .
Sedangkan di kamar lain Erland tidak langsung istirahat dia memilih melampiaskan semuanya dengan meneguk wine karena itu lah caranya melampiaskan nya sekalipun nanti dia akan kembali mengingat nya tapi untuk sekarang dia bisa melupakan itu walau hanya sebentar .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘
__ADS_1