
Hai selamat malam semuanya, semoga selalu dalam lindungan Allah dan di beri kesehatan .
Author kembali dengan novel baru ,jangan lupa mampir 😘😘🥰🥰.
Masih sekitaran keluarga Mateo tapi agak sedikit jauh 😁😁😁
Like,koment ,vote ,hadiah ,dan rating nya .
Author tunggu Lo yah , jangan sungkan untuk memberikan masukan asal dengan bahas yang sopan 😁😁😁🙏🏻🙏🏻
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erland ikut bergabung di meja makan ,sejenak dia menghentikan langkahnya saat melihat Edward dan keempat anak nya ,tapi kenapa dia tidak melihat sosok wanita dari istri kakaknya itu ??
" Malam " Sapa Erland lalu menarik tempat duduknya di samping Eric .
" Malam " Jawab mereka .
" Daddy,itu Uncle siapa " Tanya Elea menatap Erland lalu menatap Edward .
" Adiknya Daddy sayang ,kenalan dulu sana " Ujar Edward lembut
" Tapi Elea baru lihat Dad " Jawabnya lirih .
" Makanya kenalan dulu " Ujar Eric tertawa kecil .
" Hai Uncle , kenalkan saya Elea ,ini adik Elea namanya Nora " Tunjuknya pada Nora yang duduk di samping nya " Yang itu Abang sama Kaka Elea namanya Enzi sama Ethan " Lanjutnya lagi .
" Hai " Balas Erland canggung membuat mereka menahan senyum .
" Nama Uncle siapa " Kini giliran Nora yang bertanya .
" Erland " Jawabnya seadanya .
" Uncle ,Rachel juga mau kenalan " Erland menatap ke arah Rangga di mana ada dua anak kecil juga di samping nya " Aku Rachel ini kakak Rachel namanya Richard " Erland menarik sudut bibirnya tipis .
" Hai " Balasnya seadanya.
" Apa hanya segitu " Tanya Randy tertawa kecil .
" Aku lapar " Jawab Erland datar .
" Nanti kita main ya Uncle " Ujar Elea ,Erland mengagguk saja sebagai jawabannya .
" Sudah² ayo makan dulu nanti lanjut lagi kenalan nya ,kasian Uncle nya belum makan karena perjalan jauh " Ujar Elvi lembut .
" Iya Oma " Jawab Para bocil .
Erland menatap sekeliling nya tapi tidak menemukan Nova hingga dia memilih menatap makanan yang ada di depannya .
Apa dia sengaja menghindar karena kehadiran ku Ucap Erland dalam hati .
Seketika pikiran nya langsung tertuju pada Aurellia wanita yang kini mengandung benih nya .
' Aurellia " Gumam Erland lirih
" Kenapa " Tanya Eric dan Henry yang ada di samping Erland.
" Ah tidak, belum terbiasa saja " Jawabnya lalu menyambar gelas yang ada di depannya .
"Apa Aurellia melayani mu juga di meja makan ' Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya "CK,kau mau makan apa " Tanya Eric mengambil piring Erland .
Apa dia sudah makan ?? Tanyanya dalam hati .
__ADS_1
Erland membuang napasnya panjang hingga membuat peserta yang ada di situ menatapnya helaan nafas nya begitu jelas .
" Ada masalah " Tanya Raymond yang sejak tadi memperhatikan Erland .
" Tidak ada " Jawab Erland seadanya " Apa saja " Jawab Erland ,Eric pun mengambil kan makanan yang bisa di makan pria itu .
" Kau harus membayar ku karena selama hidup ku tidak pernah melayani orang makan selain kamu " Ujar Eric ketus lalu menyimpan makanan itu di depan Erland .
" Thanks " Jawab Erland .
Kini mereka kembali fokus pada makanan mereka masing-masing hingga selesai tapi tidak ada satupun dari mereka yang meninggal kan meja makan selain Edward dan Rangga .
" Edward ke atas dulu " Pamit Edward sambil membawa makanan dan juga minuman .
" Tunggu di sini, Abi mau antar makanan Mama dulu " Rachel dan Richard mengaguk .
" Ada apa dengan mereka " Tanya Erland menaikan alisnya sebelah .
" Kakak Nova lagi hamil tidak bisa bangun dia akan merasa pusing dan mual dari siang hingga malam hari, begitu juga dengan Vika wanita surga itu akan mual jika mencium hal² yang menurutnya bau " Terang Eric sedetail mungkin .
" Apa orang hamil Seperti itu " Tanya Erland menggaruk lehernya yang tidak gatal .
" Menikah lah biar Ade tahu " Ujar Elvi lembut , Erland menghela nafas berat " Erland hanya dua Minggu di sini Oma karena banyak pekerjaan " Jawab Erland .
" Itu terus alasan nya " Cibir Adara .
" Karena memang itu kenyataan Mommy " Jawab Erland .
" Uncle kerja di mana " Tanya Rachel menatap Erland .
" London " Jawab Erland sekenanya .
" Kamu harus mendekat kan diri biar tidak kaku Boy " Ujar Jeje tertawa kecil .
" Nora kenapa sayang " Tanya Raymond lembut .
" Mau istirahat " Nora mengaguk pelan .
" Biar sama Enzi saja Daddy Ray " Enzi langsung turun dari kursinya di bantu pelayan " Ayo sama Abang " Pelayan pun menurunkan Nora .
" Abang bisa " Tanya Alan , enzi hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Elea juga mau turun " Pelayan pun menurunkan Elea dan Ethan saat pria itu menatap nya .
" Ke kamar Mommy saja ya ,nanti mommy nyusul " Ujar Adara lembut .
" Dia sakit ,jika lelah akan seperti itu " Bisik Eric ,Erland langsung menatap ke samping nya " Dia seperti Eyang " wajah Erland langsung datar dan dingin lalu dia menatap Nora yang mulai menghilang bersama Enzi dan kedua saudara nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kayanya enak nih " Pekik Aurellia saat melihat meja makan ada bakar cumi pesanan nya .
" Kau tidak ingin menyapa Kaka " Tanya Aurellia menatap adik bungsu nya dan satu² nya pria setelah ayah nya Rehan .
" Hai " Jawabnya seadanya membuat Aurellia melongo .
Saat Aurellia mendekati meja makan seketika Perut nya merasa mual hingga dia berlari ke arah wastafel .
Huek ....Huek ..Huek ..
" Aurel....Kakak " Pekik peserta yang ada di meja makan .
" Sayang are you ok " Tanya Rehan khawatir .
" Minum dulu sayang " Ujar Rosna sambil membawa segelas air putih ,tapi saat Aurellia akan menerima nya dia kembali mengeluarkan isi perutnya hingga membuat nya lemas .
__ADS_1
Syukur Rehan langsung menahan tubuh Aurellia saat wanita itu luruh ke bawah .
" Telepon dokter Bu " Aurellia langsung menggegam tangan Rehan yang ada di pundak nya .
" Tadi sudah di periksa dokter " Jawabnya cicit .
" Aurel hanya lelah,masuk angin karena menyelesaikan pekerjaan " Lanjutnya dengan pelan .
" Tapi Nak ...." Aurellia menggeleng sebagai jawabannya " Baiklah " Ujar Rehan mengalah.
"Makan dulu ya " Ujar Rosna .
" Di kamar saja Bu ,dek tolong bawakan cumi kakak ' Ujar Aurellia .
" hanya cumi " Tanya Rehan yang hanya di jawab anggukan oleh Aurellia .
Rehan dan Rosna langsung saling menatap tapi detik kemudian keduanya menggeleng berharap apa yang ada di pikiran mereka salah .
Bukannya katanya tadi dia sudah periksa hanya kelelahan dan masuk angin, karena memang Rehan selalu mengusahakan menghubungi Aurellia dan terkahir dia menghubungi jika wanita itu mengatakan lembur mungkin itu salah satu akibat nya .
" Ayah bantu " Ujar Rehan membantu Aurellia berdiri dan mencuci mulut Aurellia .
" Kalian makan saja ,biar Ibu yang antarkan makanan Kakak " Ujar Rosna lembut .
" Mau ambil " Tawar Rosna menatap ke dua anaknya .
" Sedikit saja Bu " Jawab Gisel adik perempuan Aurellia .
" Azzam " Tanya Rosna menatap putra nya .
" Sedikit Bu " Jawab Azzam
" Lagi " Tanya Gisel ,Azzam menggeleng " Cukup " Jawabnya .
" Ya sudah Ibu antar dulu makanan kakak " Gisel dan Azzam hanya mengaguk sebagai jawabannya .
Di dalam kamar Rehan membantu Aurellia membaringkan tubuhnya di kasur.
"mana yang sakit " Tanya Rehan.
' Pusing Yah " Jawabnya lirih.
" Sejak kapan " Tanya Rehan lembut .
" Sehari sebelum kembali , tapi Aurellia paksa karena memang harus selesai " Jawabnya sambil memijat kepalanya .
" Kenapa memaksakan Nak " Ujar Rehan dengan helaan napas .
" Mau gimana lagi yah memang prosedur nya harus begitu, itu pun belum selesai semuanya " Gumam Aurellia pelan .
" Mau berhenti saja " Aurellia membuka matanya menatap Rehan " Aurellia baik² saja Yah tidak usah khawatir paling istirahat beberapa hari sudah baikan lagi " Jawabnya sambil tersenyum kuda.
" Baiklah " Jawab Rehan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟